Keuskupan Agung Palembang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Keuskupan Agung Palembang

Archidioecesis Palembangensis
Katolik
Lokasi
NegaraIndonesia
Wilayah
Palembang
Sufragan
Dekanat
Kantor pusat
Jl. Tasik No. 18, Kel. Talang Semut, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang 30135
Koordinat2°59′18″S 104°44′50″E / 2.988385°S 104.747348°E / -2.988385; 104.747348
Statistik
Luas188.570 km2 (72.810 sq mi)[1]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2021)
14.865.000
81.700 (0,5%)
Paroki29
Imam100
Informasi
DenominasiGereja Katolik
Gereja sui iuris
Gereja Latin
RitusRitus Roma
Pendirian27 Desember 1923; 100 tahun lalu (1923-12-27)
KatedralSanta Maria, Palembang
BahasaBahasa Indonesia
Kepemimpinan kini
PausFransiskus
Uskup agung
Yohanes Harun Yuwono[2]
Vikaris jenderal
R.D. Yohanes Kristianto
Vikaris yudisial
R.D. Agustinus Ekoharmoko[3]
Sekretaris jenderal
R.P. Alexander Pambudi, SCJ
EkonomR.D. Emmanuel Belo Sede
Peta
Situs web
kapal.or.id

Keuskupan Agung Palembang adalah salah satu keuskupan Gereja Katolik yang berada di Indonesia, serta merupakan keuskupan metropolit dari provinsi gerejawi yang juga berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Pangkalpinang dan Keuskupan Tanjungkarang. Keuskupan ini mencakup wilayah Sumatera Selatan, Jambi (kecuali Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh), dan Bengkulu, dengan luas mencapai 188.570 km². Pusat keuskupan terletak di Kota Palembang.

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Benkoelen pada tanggal 27 Desember 1923, memisahkan diri dari Prefektur Apostolik Sumatra
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Palembang pada tanggal 13 Juni 1939
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Palembang pada tanggal 3 Januari 1961
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Palembang pada tanggal 1 Juli 2003

Waligereja[sunting | sunting sumber]

Uskup agung petahana:
Mgr. Yohanes Harun Yuwono
Lambang Mgr. Yohanes Harun Yuwono
Lambang
Foto Mgr. Yohanes Harun Yuwono
Foto diri

Ordinaris[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Benkoelen
Vikaris Apostolik Palembang
  • Henri Martin Mekkelholt, S.C.J. (13 Juni 1939 s.d. 3 Januari 1961, naik tingkat)
Uskup Palembang
  • Henri Martin Mekkelholt, S.C.J. (3 Januari 1961 s.d. 5 April 1963, mengundurkan diri)
  • Joseph Hubertus Soudant, S.C.J. (5 April 1963 s.d. 20 Mei 1997, pensiun)
  • Aloysius Sudarso, S.C.J. (20 Mei 1997 s.d. 1 Juli 2003, naik tingkat)
Uskup Agung Palembang
  • Aloysius Sudarso, S.C.J. (1 Juli 2003 s.d. 3 Juli 2021, pensiun)
  • Yohanes Harun Yuwono (sejak 3 Juli 2021)

Prelat tituler[sunting | sunting sumber]

Uskup Koajutor Palembang
Uskup Auksilier Palembang
  • Aloysius Sudarso, S.C.J. (17 November 1993 s.d. 20 Mei 1997, ganti jabatan)

Kongregasi[sunting | sunting sumber]

  • Kongregasi imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ), berkarya sejak tahun 1925.
  • Kongregasi suster-suster Fransiskanes Charitas (F. Ch), berkarya sejak tahun 1925.
  • Kongregasi suster-suster Hati Kudus Yesus (HK), berkarya sejak tahun 1927.
  • Kongregasi suster-suster Santo Carolus Borromeus (CB), berkarya sejak tahun 1929.
  • Kongregasi frater-frater Bunda Hati Kudus (BHK), berkarya sejak tahun 1938.
  • Kongregasi suster-suster Fransiskanes Misionaris Maria (FMM), berkarya sejak tahun 1952.
  • Kongregasi Suster-suster Jean Delanoe (SJD), berkarya sejak tahun 1975.
  • Kongregasi bruder-bruder Santa Perawan yang Dikandung Tak Bernoda (FIC), berkarya sejak tahun 1982.
  • Kongregasi imam-imam Hati Kudus (MSC), berkarya sejak tahun 2008.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Imam Yesuit[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 1911, daerah Palembang, Jambi, Bengkulu, dan Lampung dilayani oleh imam-imam dari tiga paroki. Paroki Sungai Selan (Bangka) yang dibuka tahun 1853 dengan imam pertamanya Pastor Jan Langenhoff (1853–1867). Selain melayani Bangka dan Belitung, paroki ini juga melayani umat Katolik di Palembang dan Jambi. Sementara paroki Padang melayani umat Katolik di Bengkulu. Umat Katolik di Lampung dilayani oleh imam-imam Jesuit dari Batavia.

Sesudah Pastor Jan Langenhoff meninggalkan paroki Sungai Selatan tahun 1867, paroki Sungai Selan dilayani oleh imam-imam Jesuit dari Batavia dalam waktu yang pendek. Tercatat imam-imam Jesuit yang pernah melayani paroki Sungai Selan adalah Pastor Arnoldus Korstenhorst dan Pastor Johannes de Vries. Pada tahun 1884, Residen Palembang, G. J. du Cloux menawarkan pada Pastor Arnoldus Korstenhorst agar misi Katolik membuka misi di Besemah. Berita itu diteruskan kepada Mgr. Adam Carel Claessens, Vikaris Apostolik Batavia. Pada 11 April 1887, Pastor Johannes van Meurs, seorang imam Yesuit, memperoleh izin dari Otto van Rees, gubernur jenderal Hindia Belanda untuk tinggal di antara orang-orang Besemah. Tetapi izin itu bukan untuk menjalankan misi di daerah itu, melainkan hanya sebagai peneliti bahasa dan budaya orang-orang Besemah. Sejak tahun 1888, Pastor Johannes van Meurs sudah tinggal di Besemah yaitu di Tanjung Sakti. Pada tahun itu juga, gubernur jenderal Hindia Belanda, C. Picjnakers Hordijk memberi izin Pastor Johannes van Meurs untuk mengadakan misi di antara orang-orang Besemah.

Pada 1 September 1888, Pastor Johannes van Meurs membuka dua sekolah di Tanjung Sakti. Sampai tahun 1890, di Tanjung Sakti terdapat 8 orang Katolik semuanya orang-orang pribumi. Pada April 1891, Pastor Johannes van Meurs meninggalkan Tanjung Sakti karena sakit keras. Pada 8 Agustus 1891, ia meninggal dunia di Sukabumi.

Pada Juni 1891, Pastor Leonardus Jennissen, imam Yesuit, datang ke Tanjung Sakti meneruskan karya misi dari Pastor Johannes van Meurs. Seorang bruder Jesuit, Bruder Jacobus Verster juga datang ke Tanjung Sakti. Bruder ini mengelola sekolah-sekolah yang sudah dibuka dan membangun sebuah gereja kecil di Tanjung Sakti. Tahun 1898, di Tanjung Sakti terdapat 325 orang Katolik yang sudah dibaptis dan Tanjung Sakti sudah menjadi paroki sendiri. Paroki ini sempat ditinggalkan sementara oleh Pastor Leonardus Jennissen yang pindah ke Padang. Pada tahun 1901, Pastor Leonardus Jennissen dapat kembali lagi ke Tanjung Sakti. Beberapa imam Jesuit yang melayani Sungai Selan sempat mengunjungi Tanjung Sakti untuk sementara dalam perjalanan pastoral ke Palembang. Tahun 1902, Pastor Arnoldus Korstenhorst yang mengunjungi umat Katolik di Palembang, meneruskan perjalanannya ke Tanjung Sakti. Pada tahun 1904, Mgr. Wilhelmus Staal, Vikaris Apostolik Batavia, mengunjungi Tanjung Sakti untuk menerimakan Sakramen Krisma dan membaptis beberapa orang Katolik. Ia tinggal selama lima hari di Tanjung Sakti, kemudian meneruskan perjalanannya ke Bengkulu. Dari Tanjung Sakti, Pastor Leonardus Jennissen juga melayani daerah-daerah lain di sekitarnya seperti Muara Enim dan Bengkulu. Tahun 1910, jumlah umat Katolik di Tanjung Sakti sekitar 600 orang.

Imam-imam Kapusin[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1911, Vatikan mendirikan Prefektur Apostolik Sumatra, berpusat di Padang. Imam-imam Kapusin dari Provinsi Kapusin Belanda memperoleh tanggung terhadap pelayanan Prefektur Apostolik Sumatra. Tanjung Sakti tetap menjadi satu-satunya paroki di wilayah bagian Selatan Sumatra. Palembang dan Jambi tetap dilayani oleh imam-imam Kapusin di Sungai Selan, Bangka. Sementara umat Katolik di Bengkulu dan Lampung dilayani oleh imam-imam Kapusin di Padang.

Imam-imam SCJ[sunting | sunting sumber]

Pada 27 Desember 1923, Vatikan mendirikan Prefektur Apostolik Bengkulu dengan pusatnya di Tanjung Sakti. Prefektur Apostolik Bengkulu melayani seluruh wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Jambi; luasnya 5,5 kali luas Belanda. Imam-imam SCJ dipercaya menangani Prefektur Apostolik Bengkulu. Untuk membuka misi, Provinsi SCJ Belanda mengutus 3 misionaris yaitu Pastor Henricus van Oort, Pastor Carolus van Stekelenburg, dan Bruder Felix van Langenberg. Seorang imam SCJ yang berkarya di Kongo yaitu Pastor Henricus Smeets diangkat sebagai Prefek Apostolik Bengkulu yang pertama. Prefektur Apostolik Bengkulu baru memiliki sekitar 500 orang Katolik ketika pertama kali didirikan.

Selain paroki Tanjung Sakti yang lebih dulu didirikan, imam-imam SCJ juga membuka berbagai paroki di perkotaan di Bengkulu, Palembang, Jambi, dan Lampung. Pada Paskah 1925, Pastor Henricus van Oort membuka paroki di Palembang diberinama Paroki Hati Kudus. Tahun 1928, Pastor Mattheus Neilen membuka paroki di Bengkulu. Paroki Tanjung Karang dibuka oleh Pastor Henricus van Oort tahun 1927. Paroki Lahat didirikan tahun 1930 dan Paroki Jambi didirikan tahun 1935. Selain membuka paroki-paroki di perkotaan, imam-imam SCJ juga membuka paroki-paroki di antara orang-orang Jawa di Lampung, hasil dari program kolonisatie pemerintah Hindia Belanda. Beberapa paroki di pedalaman Lampung yang dibuka di antara orang-orang Jawa yakni: Pringsewu (1934), Metro (1937), dan Pasuruan-Karangsari (1939).

Pendudukan Jepang dan Perang Kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1942, bala tentara Jepang berhasil menaklukan Hindia Belanda. Dengan demikian seluruh wilayah Indonesia berada di bawah kekuasan Jepang. Dampak pendudukan Jepang dari tahun 1942-1945 sangat dirasakan oleh Gereja Katolik di Indonesia, termasuk di Vikariat Apostolik Palembang. Di Vikariat Apostolik Palembang banyak umat Katolik meninggalkan imannya. Para misionaris dijebloskan dalam kamp Jepang antara lain di kamp Palembang, kamp Bengkulu, kamp Kepahiang (Bengkulu), dan kamp Muntok (Bangka). Banyak imam, biarawan dan biarawati yang meninggal dunia dalam kamp Jepang.

Setelah Jepang kalah perang, disusul kemudian meletusnya perang kemerdekaan. Di tengah-tengah berkecamuknya perang kemerdekaan, Pastor Theodorus Borst, SCJ mengambil langkah berani membuka dua paroki yakni: Paroki Baturaja dan Paroki Batuputih, kedua paroki ini dibuka pada tahun 1948. Selain itu dibuka sekolah-sekolah di Paroki Baturaja dan Paroki Batuputih.

Karya Gereja Katolik di Vikariat Apostolik Palembang selama masa perang kemerdekaan masih terpusat di kota Palembang saja. Para biarawan/wati membuka sekolah-sekolah di kota Palembang dari SD hingga SMP.

Pasca Kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Sejak Indonesia memperoleh kedaulatan penuh, karya Gereja Katolik di Vikariat Apostolik Palembang dipulihkan. Paroki-paroki yang sudah didirikan sebelum tahun 1940-an, mulai dibuka kembali. Karya pendidikan dan karya kesehatan mulai melayani masyarakat.

Pada 19 Juni 1952, Vatikan mengeluarkan kebijakan penting dengan menetapkan daerah misi Lampung sebagai Prefektur Apostolik Tanjung Karang, terpisah dari Vikariat Apostolik Palembang. Pastor Albertus Hermelink, SCJ diangkat sebagai Prefek Apostolik Tanjung Karang yang pertama.

Pada tahun 1950-an, beberapa paroki baru dibuka yakni Paroki Tugumulyo (1952) dan Paroki Gumawang (1958). Kedua paroki ini dibuka di antara orang-orang Jawa yang datang ke Sumatera Selatan setelah pemerintah Indonesia melancarkan kembali kebijakan transmigrasi.

Karya penting lain adalah dibukanya sekolah-sekolah baru mulai dari SD hingga SMA di berbagai paroki di Vikariat Apostolik Palembang.

Menjadi Gereja Katolik mandiri[sunting | sunting sumber]

Hierarki Gerejani Indonesia terbentuk pada 3 Januari 1961. Dengan demikian Gereja Katolik di Indonesia menjadi Gereja Katolik yang mandiri, bukan lagi sebuah daerah misi. Vikariat Apostolik Palembang berubah statusnya menjadi Keuskupan Palembang. Mgr. Henricus Mekkelholt, SCJ sebagai Uskup Palembang yang pertama. Tidak lama kemudian, Mgr. Henricus Mekkelholt, SCJ mulai sakit-sakitan, sehingga ia memohon kepada Vatikan agar seorang uskup pembantu dilantik untuk membantunya dalam menjalankan tugas penggembalaan umat Katolik di Keuskupan Palembang. Pastor Joseph Hubertus Soudant, SCJ diangkat sebagai Uskup Pembantu pada 29 Juni 1961. Setelah Mgr. Henricus Mekkelholt, SCJ mengundurkan diri dari jabatan sebagai Uskup Palembang, maka Mgr. Joseph Soudant, SCJ melanjutkan tugas penggembalaan Keuskupan Palembang sejak 5 April 1963 hingga 20 Mei 1997.

Pada masa kepemimpinan Mgr Joseph Soudant, SCJ seturut keputusan Tahta Suci ditahbiskanlah seorang uskup pembantu yakni Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ. Setelah Mgr. Joseph Soudant, SCJ memasuki masa purna jabatan pada 20 Mei 1997, maka Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ ditetapkan sebagai Uskup Palembang.

Menjadi keuskupan agung[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan keputusan Tahta Suci, pada 1 Juli 2003, Paus Yohanes Paulus II, melalui surat kabar L'Osservatore Romano mengumumkan:

Berdasarkan keputusan itu, Keuskupan Palembang ditetapkan sebagai Keuskupan Agung Palembang, dengan Keuskupan-keuskupan Sufragan: Tanjung Karang dan Pangkal Pinang.[4] Mgr. Al. Sudarso, SCJ yang sebelumnya menjabat Uskup Palembang diangkat menjadi Uskup Agung Palembang.

Paroki[sunting | sunting sumber]

Dekanat I[sunting | sunting sumber]

Gambar Paroki Pelindung Lokasi Stasi/Kapel
Paroki Katedral Palembang Santa Maria Kota Palembang
2°59′18″S 104°44′50″E / 2.988219122290354°S 104.7471592395157°E / -2.988219122290354; 104.7471592395157 (Paroki Katedral Palembang)
Paroki Palembang (Jenderal Sudirman) Santo Yoseph Kota Palembang
2°58′29″S 104°45′12″E / 2.974686447523965°S 104.75339594760106°E / -2.974686447523965; 104.75339594760106 (Paroki Santo Yoseph)
Paroki Palembang (Kolonel Atmo) Hati Kudus Kota Palembang
2°59′00″S 104°45′35″E / 2.983355360469274°S 104.75983418355183°E / -2.983355360469274; 104.75983418355183 (Paroki Hati Kudus)
Paroki Palembang (Sanfrades) Santo Fransiskus de Sales Kota Palembang
2°57′59″S 104°47′10″E / 2.9663725350004273°S 104.78597761175149°E / -2.9663725350004273; 104.78597761175149 (Paroki Sanfrades)
Paroki Kenten Santo Petrus Kota Palembang
2°56′15″S 104°47′45″E / 2.9374648306864253°S 104.79595751952583°E / -2.9374648306864253; 104.79595751952583 (Paroki Kenten)
Paroki Pasang Surut Allah Maha Murah Kabupaten Banyuasin
2°40′03″S 105°06′32″E / 2.667531297298311°S 105.1087527249805°E / -2.667531297298311; 105.1087527249805 (Paroki Pasang Surut)
Paroki Plaju Santo Paulus Kota Palembang
2°59′50″S 104°49′07″E / 2.997095268691179°S 104.81860107621397°E / -2.997095268691179; 104.81860107621397 (Paroki Plaju)
Paroki Seberang Ulu Santa Maria Ratu Rosario Kota Palembang
2°59′48″S 104°46′25″E / 2.9966309391396826°S 104.77354335823355°E / -2.9966309391396826; 104.77354335823355 (Paroki Seberang Ulu)
Paroki Sungai Lilin Santo Aloysius Gonzaga Kabupaten Musi Banyuasin
2°32′30″S 104°06′37″E / 2.5417590950945557°S 104.11025892661269°E / -2.5417590950945557; 104.11025892661269 (Paroki Sungai Lilin)
Paroki Talang Betutu Santo Stefanus Kota Palembang
2°54′24″S 104°41′40″E / 2.9066207774619404°S 104.69431644941629°E / -2.9066207774619404; 104.69431644941629 (Paroki Talang Betutu)

Dekanat II[sunting | sunting sumber]

Gambar Paroki Pelindung Lokasi Stasi/Kapel
Paroki Bangunsari (BK 3) Trinitas Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
4°11′36″S 104°34′23″E / 4.193369501612843°S 104.57317096931476°E / -4.193369501612843; 104.57317096931476 (Paroki Bangunsari BK 03)
Paroki Batu Putih Sang Penebus Kabupaten Ogan Komering Ulu
4°09′59″S 104°07′58″E / 4.166267502101197°S 104.13285802314606°E / -4.166267502101197; 104.13285802314606 (Paroki Batu Putih)
Paroki Baturaja Santo Petrus dan Paulus Kabupaten Ogan Komering Ulu
4°07′11″S 104°09′50″E / 4.119675495842354°S 104.16391937896726°E / -4.119675495842354; 104.16391937896726 (Paroki Baturaja)
Paroki Mojosari (BK 9) Santa Maria Assumpta Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
4°08′19″S 104°37′43″E / 4.138567035862591°S 104.62871549648911°E / -4.138567035862591; 104.62871549648911 (Paroki Mojosari BK 09)
Paroki Tegalrejo (BK 10) Santa Maria Tak Bernoda Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
4°06′35″S 104°39′15″E / 4.109664340869631°S 104.65417823819112°E / -4.109664340869631; 104.65417823819112 (Paroki Tegalrejo BK 10)
Paroki Tegalsari (BK 21) Para Rasul Kudus Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
3°59′05″S 104°46′53″E / 3.984761013732646°S 104.78131076064926°E / -3.984761013732646; 104.78131076064926 (Paroki Tegalsari BK 21)
Paroki Tugumulyo Kristus Raja Kabupaten Ogan Komering Ilir
3°52′24″S 104°53′09″E / 3.8732019726536575°S 104.88593570704384°E / -3.8732019726536575; 104.88593570704384 (Paroki Tugumulyo)
Kuasi Paroki Bina Karsa Santo Yohanes Paulus II Kabupaten Ogan Komering Ilir
4°06′16″S 104°52′35″E / 4.1044775938675135°S 104.87649006011372°E / -4.1044775938675135; 104.87649006011372 (Kuasi Paroki Bina Karsa)

Dekanat III[sunting | sunting sumber]

Gambar Paroki Pelindung Lokasi Stasi/Kapel
Kuasi Paroki Bangko Santo Ignatius Loyola Kabupaten Merangin
2°03′13″S 102°16′08″E / 2.053543674058479°S 102.26897152695793°E / -2.053543674058479; 102.26897152695793 (Kuasi Paroki Bangko)
Paroki Bengkulu Santo Yohanes Penginjil Kota Bengkulu
3°47′31″S 102°15′02″E / 3.791886071773232°S 102.25064277700372°E / -3.791886071773232; 102.25064277700372 (Paroki Bengkulu)
Paroki Curup Santo Stefanus Martir Kabupaten Rejang Lebong
3°27′48″S 102°31′25″E / 3.463442186172125°S 102.52359849136248°E / -3.463442186172125; 102.52359849136248 (Paroki Curup)
Paroki Jambi Santa Teresia Kota Jambi
1°35′39″S 103°37′03″E / 1.5941701230699126°S 103.61758633430972°E / -1.5941701230699126; 103.61758633430972 (Paroki Jambi)
Paroki Kenali/Jambi Mayang Santo Gregorius Agung Kota Jambi
1°40′06″S 103°34′47″E / 1.668383622592043°S 103.57977999428749°E / -1.668383622592043; 103.57977999428749 (Paroki Kenali/Jambi Mayang)
Paroki Lahat Santa Maria Pengantara Kabupaten Lahat
3°47′36″S 103°32′06″E / 3.7932267159930997°S 103.5350247823846°E / -3.7932267159930997; 103.5350247823846 (Paroki Lahat)
Paroki Lubuklinggau Penyelenggaraan Ilahi Kota Lubuklinggau
3°17′54″S 102°51′36″E / 3.298361266380875°S 102.85998688465737°E / -3.298361266380875; 102.85998688465737 (Paroki Lubuklinggau)
Paroki Muara Bungo Santo Paulus Kabupaten Bungo
1°29′26″S 102°06′11″E / 1.490513513617905°S 102.10292458029976°E / -1.490513513617905; 102.10292458029976 (Paroki Muara Bungo)
Unit Pastoral Mukomuko/Penarik Santo Yohanes Maria Vianney Kabupaten Mukomuko
2°36′37″S 101°18′30″E / 2.6103037308118804°S 101.30829127543981°E / -2.6103037308118804; 101.30829127543981 (Paroki Unit Pastoral Mukomuko/Penarik)
Unit Pastoral Pinang Raya/Ketahun Santo Paulus Kabupaten Bengkulu Utara
3°22′38″S 101°49′31″E / 3.377306889829816°S 101.82539599744659°E / -3.377306889829816; 101.82539599744659 (Unit Pastoral Pinang Raya/Ketahun)
Kuasi Paroki Simpang Rambutan Santa Lidwina Kabupaten Tanjung Jabung Barat
1°01′44″S 102°52′19″E / 1.028806996693765°S 102.87183940071758°E / -1.028806996693765; 102.87183940071758 (Kuasi Paroki Simpang Rambutan)
Paroki Singkut Santo Isodorus Kabupaten Sarolangun
2°31′34″S 102°39′08″E / 2.526162348748709°S 102.65224478650696°E / -2.526162348748709; 102.65224478650696 (Paroki Singkut)
Paroki Tanjung Enim Santo Yoseph Kabupaten Muara Enim
3°45′36″S 103°47′29″E / 3.75991510253433°S 103.79131147937956°E / -3.75991510253433; 103.79131147937956 (Paroki Tanjung Enim)
Paroki Tanjung Sakti Santo Mikael Kabupaten Lahat
4°10′01″S 103°04′08″E / 4.167049591539908°S 103.06881905013216°E / -4.167049591539908; 103.06881905013216 (Paroki Tanjung Sakti)
Kuasi Paroki Tebo Santa Maria Bunda Gereja Kabupaten Tebo
1°27′48″S 102°27′32″E / 1.4633762492010152°S 102.4588771944872°E / -1.4633762492010152; 102.4588771944872 (Kuasi Paroki Tebo)
Paroki Tugumulyo Santa Maria Kabupaten Musi Rawas
3°09′58″S 102°57′05″E / 3.166063307026575°S 102.95126343847275°E / -3.166063307026575; 102.95126343847275 (Paroki Tugumulyo)

Karya pastoral[sunting | sunting sumber]

Populasi Umat Katolik[sunting | sunting sumber]

  • Jumlah Penduduk: 10,828,441 (2003)
  • Umat Katolik: 76,201 (0.7%)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Archdiocese of Palembang, Indonesia". GCatholic. Diakses tanggal 2023-11-17. 
  2. ^ (dalam bahasa Spanyol). [[:en:Agenzia Fides|]]. 3 Juli 2021 http://www.fides.org/es/news/70436. Diakses tanggal 3 Juli 2021.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  3. ^ http://kapal.or.id/pages/profil/kuria.php
  4. ^ "Pembagian provinsi gerejawi di situs kawali.org". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-19. Diakses tanggal 2012-10-08. 

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]