Keuskupan Agung Samarinda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Keuskupan Agung Samarinda

Archidioecesis Samarindaensis
Katolik
frameless
Gedung Keuskupan Agung Samarinda
frameless
Lambang Keuskupan Agung Samarinda
Lokasi
Negara Indonesia
WilayahKalimantan Timur (kecuali Kabupaten Berau)
Samarinda
Sufragan
Kevikepan
  • Mahakam Ilir
  • Pantai
  • Pantai Utara
  • Mahakam Ulu
  • Sendawar
Kantor pusat
Jalan DI Panjaitan 59A, Sungai Pinang, Samarinda
Koordinat0°30′03″S 117°08′34″E / 0.500872°S 117.142737°E / -0.500872; 117.142737
Statistik
Luas211.440 km2 (81.640 sq mi)[2]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2013)
3.014.261[1]
116,559 (3.87%)
Paroki25[1]
Kongregasi28
Imam19
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iuris
Gereja Latin
RitusRitus Roma
Pendirian21 Februari 1955 (67 tahun, 208 hari)
KatedralSanta Maria Penolong Abadi, Samarinda
Kepemimpinan kini
PausFransiskus
Uskup agung
Yustinus Harjosusanto, M.S.F.
Vikaris jenderal
R.D. Moses Komela Avan
Sekretaris jenderal
R.D. Wilfriadus Samdrigiawijaya
EkonomR.P. Kasmir, M.S.F.
Situs web
kasri.or.id

Keuskupan Agung Samarinda adalah wilayah teritorial Gereja Katolik Roma yang mencakup Kalimantan Timur bagian Selatan. Wilayah geografisnya mencakup hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur (kecuali Kabupaten Berau). Keuskupan Agung Samarinda memiliki 3 keuskupan sufragan yaitu Keuskupan Tanjung Selor, Keuskupan Banjarmasin dan Keuskupan Palangkaraya.[3] Pada tahun 2004 tercatat terdiri dari 24 paroki, dilayani oleh 35 imam untuk 135.000 umat dengan persentase populasi Katolik 6%.

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

  • Didirikan sebagai Vikariat Apostolik Samarinda pada tanggal 21 Februari 1955, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Bandjarmasin
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Samarinda pada tanggal 3 Januari 1961
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Samarinda pada tanggal 29 Januari 2003

Waligereja[sunting | sunting sumber]

Ordinaris[sunting | sunting sumber]

Vikaris Apostolik Samarinda
  • Jacques Henri Romeijn, M.S.F. (10 Juli 1955 s.d. 3 Januari 1961, naik tingkat)
Uskup Samarinda
Uskup Agung Samarinda
  • Florentinus Sului Hajang Hau, M.S.F. (29 Januari 2003 s.d. 18 Juli 2013, wafat)
  • Yustinus Harjosusanto, M.S.F.[4] (sejak 16 Februari 2015)

Prelat tituler[sunting | sunting sumber]

Administrator Diosesan Keuskupan Agung Samarinda

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1907, tiga imam Kapusin tiba di hulu Sungai Mahakam setelah menempuh perjalanan menembus jantung Kalimantan dari arah Barat melalui hulu Sungai Kapuas. Mereka menetap di kampung Laham, mempelajari budaya setempat dan membuka sekolah Katolik pada tahun 1911. Pembaptisan orang suku Dayak pertama dilakukan pada tahun 1913.

Karena ordo Kapusin kekurangan tenaga imam, sementara misi di Kalimantan Barat juga berjalan lancar, sehingga pada tahun 1926 tiga orang dari Misionaris Keluarga Kudus tiba di Laham dari Belanda. Pada tahun 1928 pusat misi dipindahkan ke hilir, yaitu ke Tering. Selanjutnya beberapa stasi dibuka, baik di hulu Sungai Mahakam seperti di Long Pahangai dan Tiong Ohang pada tahun 1936 dan Barong Tongkok tahun 1937 maupun di daerah-daerah pesisir dan hilir Sungai Mahakam seperti di Balikpapan tahun 1930, Pulau Tarakan tahun 1934 dan Samarinda tahun 1933. Karena perkembangan ini, maka pada tahun 1938 Prefektur Apostolik Bandjarmasin dibentuk, dipisahkan dari Vikariat Apostolik Borneo Belanda di Pontianak. Tahun 1949 status Prefektur Apostolik ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik.

Pada tanggal 21 Februari 1955 wilayah Kalimantan Timur dipisahkan dengan membentuk Vikariat Apostolik Samarinda dan statusnya ditingkatkan menjadi keuskupan penuh pada tanggal 3 Januari 1961. Pada tanggal 9 Januari 2002 wilayah keuskupan dikurangi dengan dibentuknya Keuskupan Tanjung Selor, sedangkan sejak tanggal 29 Januari 2003 status Keuskupan Samarinda yang tadinya merupakan keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Pontianak ditingkatkan menjadi provinsi gerejani baru, yaitu "Keuskupan Agung Samarinda" dengan 3 keuskupan sufragan.

Karya pendidikan dirintis oleh Suster-suster Misi dan Adorasi dari S. Familia atau MASF yang membuka sekolah di Balikpapan pada tahun 1948 dan kemudian rumah sakit di Tering pada tahun 1949. Seminari menengah juga dibuka di Samarinda pada tahun 1961 yaitu Seminari St. Yohanes Don Bosco yang merupakan kelanjutan dari Seminari St.Yosep di Sanga-sanga yang pernah dibuka pada tahun 1954 sampai tahun 1959.

Wisma uskup baru[sunting | sunting sumber]

Mengingat lokasi wisma uskup yang sebelumnya berada di komplek Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda akan terkena dampak pelebaran Jalan Pasundan di samping rumah sakit pada masa mendatang maka dilaukan pemindahan Wisma Uskup dan seluruh kegiatan Keuskupan Agung Samarinda ke lokasi yang baru di Jalan DI Panjaitan.

Beberapa peristiwa terkait pemindahan dan pembangunan diantaranya:

  • Peresmian Sentral Gereja Katolik oleh Gubernur Kaltim yang diwakili oleh Wakil Gubernur pada 6 Desember 2005
  • Peninjauan lokasi melibatkan beberapa unsur terkait di lahan perluasan Sentral Gereja Katolik 10 Juli 2006 meliputi dari pihak DPRD Kaltim, pemprov Kaltim, perencana, pembangun, dll.
  • Pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan Wisma Uskup (Catholic Centre) pada 1 April 2007 serta paparan rancangan bangunan oleh IAI Kalimantan Timur
  • Pemancangan pertama pondasi pembangunan Wisma Uskup (Catholic Centre) pada 1 Juni 2008
  • Misa pertama bertempat di Wisma Uskup yang sedang dalam proses penyelesaian pembangunan sekaligus pengenalan pada umat 27 Juni 2009
  • Peresmian Gedung Catholic Centre dan pemberkatan oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Leopoldo Girelli.[5][6] Dan diikuti pula peresmian oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouq Ishak pada 20 September 2010.[7]

Paroki[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Mahakam Ilir[sunting | sunting sumber]

Kota Samarinda
Kabupaten Kutai Kartanegara
Kabupaten Kutai Barat
  • Paroki Tanjung Isuy – St. Arnoldus Janssen
Kabupaten Kutai Timur

Kevikepan Pantai[sunting | sunting sumber]

Kota Balikpapan
Kabupaten Penajam Paser Utara
Kabupaten Paser
  • Paroki Tanah Grogot (Paser) – Alleluia

Kevikepan Pantai Utara[sunting | sunting sumber]

Kota Bontang
Kabupaten Kutai Timur

Kevikepan Mahakam Ulu[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mahakam Ulu
  • Paroki Laham – Hati Kudus Yesus
  • Paroki Long Hubung – Sta. Maria
  • Paroki Long Pahangai – St. Yoseph
  • Paroki Tiong Ohang – St. Paulus
  • Paroki Ujoh Bilang – St. Petrus

Kevikepan Sendawar[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kutai Barat

Karya[sunting | sunting sumber]

  • Karya Pendidikan
    • Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Pembangun Rakyat (YP3R)
    • Yayasan Setia Budi - Akademi Keperawatan Dirgahayu
    • Yayasan Pendidikan Budi Bhakti MASF
    • Yayasan Pendidikan Gabriel Manek
    • Yayasan Elifa Mitra Setia, Samarinda
    • Yayasan Pendidikan Yos Sudarso, Balikpapan
  • Seminari St. Yohanes Don Bosco di Samarinda
  • Karya Kesehatan

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b http://www.dokpenkwi.org/2015/10/29/keuskupan-agung-samarinda-2
  2. ^ "Ekaristi.org". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-17. Diakses tanggal 2011-04-10. 
  3. ^ "Pembagian provinsi gerejawi di situs kawali.org". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-19. Diakses tanggal 2012-10-08. 
  4. ^ "Paus Fransiskus Tunjuk Mgr Yustinus Harjosusanto Jadi Uskup Agung Samarinda". Tribun Kaltim. 
  5. ^ "Gedung Catholic Centre Diresmikan Senin". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-08. Diakses tanggal 2011-03-24. 
  6. ^ "Catholic Centre Samarinda diresmikan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-09-22. Diakses tanggal 2011-03-24. 
  7. ^ Gubernur Resmikan Gedung Catholic Centre Samarinda[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]