Yurnalis Ngayoh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Yurnalis Ngayoh
Gubernur Kalimantan Timur ke-10
Masa jabatan
2006 – 2008
Didahului oleh Suwarna Abdul Fatah
Digantikan oleh Tarmizi Abdul Karim
Informasi pribadi
Lahir 20 Agustus 1941[1]
Barong Tongkok
Profesi Politisi
Agama Kristen

Drs. Yurnalis Ngayoh (lahir di Barong Tongkok, Kutai Barat, 20 Agustus 1941; umur 74 tahun) adalah Gubernur Kalimantan Timur tahun 2006-2008. Lulusan Universitas Gadjah Mada ini sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur.[2] Kemudian ia dilantik menjadi pelaksana tugas (plt.) Gubernur Kaltim pada tahun 2007 menggantikan Suwarna Abdul Fatah hingga pada tanggal 10 Maret 2008 dilantik menjadi Gubernur Kalimantan Timur.[2]

Riwayat[sunting | sunting sumber]

Sebelum menjadi Gubernur Kalimantan Timur, berbekal ijazah Sarjana Ekonomi Universitas Gajah Mada tahun 1967 Drs. Yurnalis Ngayoh meniti karir di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Samarinda selama enam tahun (1969-1975), dari mulai berturut-turut sebagai Bendaharawan Rutin kemudian Pembantu Direktur III, Bendaharawan Proyek sampai Pembantu Direktur II/Sekretaris. Kemudian Drs. Yurnalis Ngayoh dipindah tugaskan ke Kabupaten Pasir dan disana beliau mendapat jabatan sebagai Sekretaris Wilayah (1975-1980) kemudian menjabat posisi yang sama namun pindah di daerah Tenggarong pada tahun 1980-1978[1].

Selanjutnya beliau ditempatkan berturut-turut sebagai Kepala Biro Bina Bangda Sekwilda Kalimantan Timur, Pembantu Gubernur Kalimantan Timur wilayah selatan di Balikpapan, kemudian menjabat Asisten Ketataprajaan, Asisten Administrasi Pembangunan Sekwilda Kaltim hingga tahun 1999[1]. Setelah pensiun dari jabatan Gubernur Kalimantan Timur, beliau diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris PT. Pupuk Kaltim pada 22 Juli 2009[3]. Ngayoh, akan menggantikan Tjutjup Suparna yang telah habis masa baktinya terhitung mulai tanggal 21 Juli 2009. Pengangkatan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di PT Pusri[3][4]..

Tanda Jasa[sunting | sunting sumber]

Selama berkarir, Drs. Yurnalis Ngayoh mendapatkan beberapa Tanda Jasa seperti :

  • 1. Lencana Emas Daya Taka dari Pemda tingkat II Pasir ([[1980).
  • 2. Piagam Penghargaan Festival of American Folklife Nasional dari Smithsonian International USA.
  • 3. Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden R.I.
  • 4. Penghargaan dari masyarakat Benuaq dengan gelar Kliat Ramat Langit Tali Ayut Bintan Bulaw.
  • 5. Penghargaan dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
  • 6. Penghargaan dari Dewan Adat Kalimantan dengan pengangkatan sebagai Kepala Adat Besar Dayak Kalimantan Timur[1].

Dan berbagai penghargaan lainnya.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Drs. Yurnalis Ngayoh memiliki seorang istri yang bernama Dra. Helena Nontje (kelahiran 11 Desember 1948)[5]., dari hasil pernikahannya tersebut mereka dikaruniai 4 orang anak yaitu :

  • 1. Andrianus Inu Natalisanto
  • 2. Irene Yuriantni
  • 3. Victor Ari Yulian
  • 4. Ayang Victoria Mety.

Setelah lama menjalani hidup bersama, pada tanggal 2 Maret 2015 pukul 18.25 WIB istri dari Drs. Yurnalis Ngayoh meninggal dunia pada umur 66 tahun[5]. Sebelumnya Helena Nontje sempat dirawat selama sebulan di Rumah Sakit Siloam Jakarta karena mengalami penyakit komplikasi[5].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Moeis Hassan, Abdul (2004). Hasanuddin Rahman Daeng Naja, ed. Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana (in Indonesia). Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu. p. 237. ISBN 9799222885. 
  2. ^ a b Pantas Diteladani, diakses pada 7 Maret 2010
  3. ^ a b "Yurnalis Ngayoh Diangkat Sebagai Komisaris PKT" (in Indonesia). Pupuk Kaltim. 24 Juli 2009. Diakses tanggal 29 April 2015. 
  4. ^ "Ngayoh Sering Evaluasi Direksi PKT" (in Indonesia). Pupuk Kaltim. 4 Agustus 2014. Diakses tanggal 29 April 2015. 
  5. ^ a b c "Istri Yurnalis Ngayoh Tutup Usia" (in Indonesia). Diskominfo KALTIM. 3 Maret 2015. Diakses tanggal 29 April 2015. 
Jabatan politik
Didahului oleh:
Suwarna Abdul Fatah
Gubernur Kalimantan Timur
2006-2008
Diteruskan oleh:
Tarmizi Abdul Karim