Vincentius Sutikno Wisaksono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Vincentius Sutikno Wisaksono
Uskup Surabaya
Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono.jpg
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanSurabaya
Penunjukan3 April 2007
(13 tahun, 132 hari)
PendahuluJohannes Hadiwikarta[1]
Jabatan lain
  • Anggota Dewan Moneter KWI (2018—2021)
Imamat
Tahbisan imam21 Januari 1982
(38 tahun, 205 hari)
oleh Jan Antonius Klooster, C.M.
Tahbisan uskup29 Juni 2007
(13 tahun, 45 hari)
oleh Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J.
Informasi pribadi
Nama lahirOei Tik Haw[2][3]
Lahir26 September 1953 (umur 66)
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Kewarganegaraan Indonesia
DenominasiKatolik Roma
KediamanKatedral Surabaya,
Jl. Polisi Istimewa 15,
Keputran, Tegalsari, Surabaya
Orang tuaAyah: Stephanus Oei Kok Tjia (Widiatmo Wisaksono)[2][3]
Ibu: Ursula Mady Kwa Siok Nio (Madijanti Wisaksono)[2][3]
Jabatan sebelumnya
  • Anggota Keurusan Keuangan dan Ketua Dana Solidaritas Antar Keuskupan KWI (2015—2018)
MotoEgo veni ut vitam habeant et abundantius habeant (Yohanes 10:10)
(Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan)
LambangLambang Vincentius Sutikno Wisaksono

Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono (lahir dengan nama Oei Tik Haw di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 26 September 1953; umur 66 tahun)[2][4] adalah Uskup Surabaya sejak 29 Juni 2007, menggantikan Johannes Hadiwikarta yang meninggal dunia pada 13 Desember 2003,[1] sehingga sempat terjadi kekosongan jabatan Uskup di Keuskupan Surabaya. Mottonya sebagai Uskup adalah "Ego veni ut vitam habeant et abundantius habeant." (Yoh 10:10), yang berarti Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.[3]

Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dari ayah Stephanus Oei Kok Tjia (Widiatmo Wisaksono) dan ibu Ursula Mady Kwa Siok Nio (Madijanti Wisaksono).[2][3][5]

Ia menempuh pendidikannya di SDK Santo Michael Surabaya, kemudian di SMPK Angelus Custos, lalu masuk ke Seminari Menengah Garum, lalu mengikuti studi teologinya di Seminari Tinggi Santo Paulus, Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta.[3]

Ia ditahbiskan menjadi Imam pada 21 Januari 1982 pada usia 28 tahun, oleh Penahbis Mgr. Drs. Jan Antonius M. Klooster C.M. di Gereja Hati Kudus Yesus Surabaya. Ia pertama kali bertugas di Paroki St. Yosef, Kediri, Jawa Timur.[6] Sejak tahun 2004 hingga 2007, ia menjadi pastur bantu di Katedral Surabaya.[7]

Pada 3 April 2007, dalam Misa Krisma di Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya yang dipimpinnya, Nuncio Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia dan juga untuk Timor Leste, Mgr. Leopoldo Girelli mengumumkan terpilihnya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono sebagai Uskup Surabaya, setelah sebelumnya Paus Benediktus XVI menyatakan hal tersebut.[8] Pada 29 Juni 2007, dalam usia 58 tahun, ia ditahbiskan dalam upacara pentahbisan di Stadion Jala Krida Mandala Akademi Angkatan Laut, Kompleks Bumimoro, Morokrembangan, Surabaya, Jawa Timur.[6] Bertindak sebagai Penahbis Utama adalah Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, sementara bertindak sebagai Uskup Ko-konsekrator Uskup Agung Semarang, Mgr. Ignatius Suharyo dan Uskup Malang, Mgr. Herman Joseph Sahadat Pandoyoputro.[6]

Sebagai Uskup, ia sempat melarang adanya Misa khusus dalam rangka Perayaan Imlek di wilayah Keuskupan Surabaya meskipun ia seorang keturunan Tionghoa dengan dasar peraturan yang diambil dari Redemptionis Sacramentum.[9][10]

Pada masa jabatan 2009–2012, ia menjadi anggota presidium Konferensi Waligereja Indonesia.[11] Ia juga menjadi Moderator Sekretariat Jaringan Mitra Perempuan Konferensi Waligereja Indonesia.[12] Pada kepengurusan periode 2015–2018, Mgr. Sutikno menjadi Anggota Keurusan Keuangan dan Ketua Dana Solidaritas Antar Keuskupan.[13]

Dalam pentahbisan Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. sebagai Uskup Malang, Mgr. Sutikno bertindak sebagai Pentahbis Pendamping bersama Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C.. Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo menjadi Pentahbis Utama.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Romo Sutikno Jadi Uskup Surabaya. Situs AkuPercaya.com, 3 April 2006. Diakses pada 20 September 2010.
  2. ^ a b c d e Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono: Gembala "Cengeng" dan Perempuan Di Hati. Situs Yesaya.indocell.net, 2007. Diakses pada 20 September 2010.
  3. ^ a b c d e f Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono. Situs WidyaMandala.org. Diakses pada 20 September 2010.
  4. ^ Uskup Vincentius Sutikno Wisaksono: Saya Pekerja Ilahi. Situs Multiply hzspirit, 15 Oktober 2007. Diakses pada 20 September 2010.
  5. ^ Uskup Surabaya Pimpin Pemakaman Ibunda. Blog Hurek, 27 Januari 2011. Diakses pada 15 Maret 2014.
  6. ^ a b c Uskup Baru Surabaya. Situs gsn-soeki.com, 14 April 2007. Diakses pada 20 September 2010.
  7. ^ Vincentius Sutikno Wisaksono, Pr, Uskup Surabaya. Situs Multiply Maria Online, 7 April 2007. Diakses pada 20 September 2010.
  8. ^ Keuskupan Surabaya Memiliki Uskup Baru. Situs mirifica.net, 10 April 2007. Diakses pada 20 September 2010.
  9. ^ Misa Imlek: Bolehkah?. Situs Paroki Arnoldus, 10 Januari 2012. Diakses pada 27 April 2012.
  10. ^ Listiati, Ingrid (14 Februari 2010). "Misa Imlek: Bolehkah?". Katolisitas.org. Diakses tanggal 2 September 2019. 
  11. ^ Presidium KWI. Konferensi Waligereja Indonesia. Diakses pada 17 September 2011.
  12. ^ Sekretariat Jaringan Mitra Perempuan. Konferensi Waligereja Indonesia. Diakses pada 17 September 2011.
  13. ^ "Susunan Presidium KWI Periode 2015-2018". Mirifica.net. 13 November 2015. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • Entri pada Situs Catholic-Hierarchy.org
Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Johannes Sudiarna Hadiwikarta
Uskup Surabaya
3 April 2007—kini
Petahana