Charlie Chaplin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Chaplin, lihat Chaplin.
Sir
Charles Chaplin
KBE
Charlie Chaplin portrait.jpg
Potret publisitas, kr. 1920
Lahir Charles Spencer Chaplin
16 April 1889
London, Inggris (tak terverifikasi)
Meninggal 25 Desember 1977 (umur 88)
Corsier-sur-Vevey, Vaud, Swiss
Pekerjaan
  • Aktor
  • sutradara
  • komposer
  • penulis latar
  • produser
  • penyunting
Tahun aktif 1899–1976
Pasangan
Anak 11
Kerabat Lihat keluarga Chaplin
Situs web charliechaplin.com
Tanda tangan
Firma de Charles Chaplin.svg

Sir Charles Spencer "Charlie" Chaplin, KBE (lahir 16 April 1889 – meninggal 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun) adalah seorang komposer, pembuat film, dan aktor komedi Inggris yang terkenal pada era film bisu. Chaplin menjadi ikon di seluruh dunia melalui persona layar lebarnya "the Tramp" dan dianggap menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah industri film.[1] kariernya berjalan selama lebih dari 75 tahun, dari masa kecilnya pada era Victoria sampai setahun sebelum kematiannya 1977, dan diwarnai dengan perzinahan dan kontroversi.

Pada masa kecil, Chaplin menjalani hidup dalam kemiskinan dan kerja keras di London. Karena ayahnya absen dan ibunya berjuang secara finansial, ia dikirim ke rumah kerja sebanyak dua kali sebelum berusia sembilan tahun. Saat ia berusia 14 tahun, ibunya dimasukkan ke suaka mental. Chaplin mulai melakukan pertunjukan pada tahun-tahun awal, melakukan tur ke balai-balai musik dan kemudian bekerja sebagai aktor panggung dan komedian. Pada usia 19 tahun, ia menandatangani kontrak dengan perusahaan Fred Karno, yang mengirimkannya ke Amerika. Chaplin memutuskan untuk memasukki industri film, dan mulai tampil pada 1914 untuk Keystone Studios. Ia kemudian mengembangkan pesona Tramp dan membentuk basis penggemar yang besar. Chaplin menyutradaraan film-filmnya sendiri dari masa-masa awal, dan masih melanjutkan karyanya saat ia beralih ke perusahaan Essanay, Mutual, dan First National. Pada 1918, ia menjadi salah satu figur paling dikenal di dunia.

Pada 1919, Chaplin bekerja sama mendirikan perusahaan distribusi United Artists, yang memberikannya kuasa penuh untuk mengendalikan film-filmnya. Film berjangka fitur pertamanya adalah The Kid (1921), yang disusul oleh A Woman of Paris (1923), The Gold Rush (1925), dan The Circus (1928). Ia menolak untuk beralih ke film bersuara pada 1930an, dan sebagai gantinya memproduksi City Lights (1931) dan Modern Times (1936) tanpa dialog. Chaplin menjadi makin terlibat dalam politik, dan film berikutnya, The Great Dictator (1940), memplesetkan Adolf Hitler. 1940an merupakan sebuah dekade yang ditandai dengan kontroversi bagi Chaplin, dan ketenarannya cepat turun. Ia dituduh menjadi simpatisan komunis, selain keterlibatannya dalam penentuan tetua dan pernikahan-pernikahan sampai skandal dengan wanita yang lebih muda. Sebuah penyelidikan FBI dibuka, dan Chaplin dipaksa untuk meninggalkan Amerika Serikat dan bermukim di Swiss. Ia meninggalkan pesona Tramp pada film-film berikutnya, yang meliputi Monsieur Verdoux (1947), Limelight (1952), A King in New York (1957), dan A Countess from Hong Kong (1967).

Chaplin menulis, menyutradarai, memproduksi, menyunting, membintangi, dan mengkomposisikan musik pada sebagian besar filmnya. Ia merupakan seorang perfeksionis, dan kemandiriannya dalam keuangan membuatnya menjalani waktu dengan mengembangkan dan memproduksi sebuah film. Film-filmnya dikarakteristikkan sebagai slapstick yang dicampur dengan pathos, yang ditampilkan dalam perjuangan Tramp saat menghadapi masalah. Beberapa film berisi tema-tema sosial dan politik, serta unsur-unsur autobiografi. Pada 1972, sebagai bagian dari apresiasi terbarukan untuk karyanya, Chaplin meraih Penghargaan Kehormatan Akademi untuk "efek yang terhapuskan yang ia miliki dalam membuat film membentuk sebuah seni pada abad ini". Ia tetap mendapatkan sambutan yang tinggi. The Gold Rush, City Lights, Modern Times, dan The Great Dictator sering dimasukkan pada daftar film terbesar sepanjang masa.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Tahun-tahun awal (1889–1913)[sunting | sunting sumber]

Latar belakang dan masa kecil yang sulit[sunting | sunting sumber]

Charles Spencer Chaplin lahir pada 16 April 1889 dari pasangan Hannah Chaplin (lahir Hannah Harriet Pedlingham Hill) dan Charles Chaplin Sr. Tidak ada catatan resmi tentang kelahirannya, meskipun Chaplin meyakini bahwa ia lahir di East Street, Walworth, London Selatan.[2][note 1] Ayah dan ibunya sebelumnya telah menikah selama empat tahun, pada masa Charles Sr. menjadi pengasuh sah dari anak lain bapak Hannah, Sydney John Hill.[6][note 2] Pada saat ia lahir, orangtua Chaplin sama-sama bekerja sebagai pemain pertunjukan balai musik. Hannah, putri dari seorang pembuat sepatu,[7] gagal berkarier dengan nama panggung Lily Harley,[8] sementara Charles Sr., seorang putra tukang daging,[9] merupakan seorang penyanyi populer.[10] Meskipun mereka tak pernah bercerai, hubungan orangtua Chaplin merenggang pada sekitar tahun 1891.[11] Pada tahun berikutnya, Hannah melahirkan putra ketiganya – George Wheeler Dryden – yang ayahnya merupakan anggota pertunjukan balai musik Leo Dryden. Anak tersebut diambil oleh Dryden pada usia enam bulan, dan tidak bertemu dengan Chaplin selama 30 tahun.[12]

Chaplin pada usia tujuh tahun (tengah) di Central London District School untuk kaum miskin pada 1897

Masa kecil Chaplin diluputi dengan kemiskinan dan kerja keras, yang disebut "kisah paling dramatis dari seluruh cerita-cerita yang pernah diceritakan" menurut biografer terotoritasinya David Robinson.[13] Tahun-tahun awal Chaplin dijalani dengan ibunya dan saudaranya Sydney di distrik London Kennington; Hannah tak memiliki pemasukan, selain dari perawatan dan pembuatan busana, dan Chaplin Sr. tak memberikan bantuan keuangan.[14] Karena situasi yang mendesak, Chaplin dikirim ke sebuah rumah kerja saat ia berusia tujuh tahun.[note 3] Pemerintah menempatkannya di Central London District School untuk kaum miskin, yang Chaplin mengingatnya sebagai "keberadaan menyedihkan".[16] Ia disatukan kembali dengan ibunya 18 bulan kemudian, sebelum Hannah terpaksa kembali memasukkan keluarganya ke rumah kerja pada Juli 1898. Anak-anaknya dikirimkan ke Norwood Schools, lembaga pengasuhan anak lainnya.[17]

"Aku sulit keluar dari krisis karena kami tinggal dalam sebauh krisis berkelanjutan, dan, pada masa kecil, Aku menghilangkan kegalauan kami dengan berusaha melupakannya."[18]

– Chaplin pada masa kecilnya

Pada September 1898, Hannah masuk ke suaka mental Cane Hill karena ia terserang psikosis yang disebabkan oleh infeksi sifilis dan malnutrisi.[19] Selama dua bulan ia disana, Chaplin dan saudaranya Sydney dikirim untuk tinggal dengan ayah mereka, yang diketahui garang terhadap anak laki-laki.[20] Charles Sr. pada saat ia merupakan pecandu alkohol, dan kehidupan disana kurang terpantau oleh National Society for the Prevention of Cruelty to Children.[21] Ayah Chaplin meninggal dua tahun kemudian, pada usia 38 tahun, karena sirosis hati.[22]

Hannah memasukki masa pemulihan,[21] namun pada Mei 1903 terserang sakit lagi. Chaplin, yang pada waktu itu berusia 14 tahun, mendapatkan tugas untuk membawa ibunya ke infirmari, dimana ia dikirim kembali ke Cane Hill.[23] Ia hidup sendirian selama beberapa hari, mencari makan dan tempat tidur, sampai Sydney – yang masuk Angkatan Laut pada dua tahun sebelumnya – kembali.[24] Hannah keluar dari tempat suaka delapan bulan kemudian,[25] namun pada Maret 1905 penyakitnya kembali, yang kali ini permanen. Ia kemudian dirawat sampai ia meninggal pada 1928.[26]

Penampil muda[sunting | sunting sumber]

Chaplin pada masa remaja dalam permainan panggung Sherlock Holmes, dimana ia tampil antara 1903 dan 1906

Antara masanya berada di sekolah khusus kaum miskin dan ibunya terserang penyakit mental, Chaplin mulai tampil di atas panggung. Ia kemudian dipanggil berulang kali untuk membuat penampilan amatir pertamanya pada usia lima tahyn, dimana ia diambil alih dari Hannah selama satu malam di Aldershot.[note 4] Ini merupakan kejadian terisolasi, namun pada waktu itu, karena ia telah berusia sembilan tahun, Chaplin, telah mengembangkan peminatan dalam penampilan, dengan bimbingan ibunya. Ia kemudian menyatakan: "[ia] mencurahkanku dengan rasa bahwa aku memiliki beberapa bakat".[28] Melalui hubungan ayahnya,[29] Chaplin menjadi anggota kelompok tari clog Eight Lancashire Lads, dimana ia mengunjungi balai-balai musik Inggris sepanjang 1899 dan 1900.[note 5] Chaplin bekerja keras, dan aktingnya populer di kalangan audien, namun ia tidak puas dengan tari dan berharap agar ia juga dapat melakukan akting komedi.[31]

Pada masa-masa itu, Chaplin berkeliling dengan Eight Lancashire Lads, ibunya mendoringnya agarbia tetap masuk sekolah namun ia meninggalkan pendidikan pada umur 13 tahun.[32][33] Ia mendukung dirinya sendiri dengan serangkaian pekerjaan, sesambil meneruskan ambisinya untuk menjadi aktor.[34] Pada usia 14 tahun, tak lama setelah ibunya kambuh, ia mendaftar di sebuah badan teatrikal di West End, London. Manajernya merasakan potensi di dalam diri Chaplin, yang menjanjikan peran pertamanya sebagai loper koran dalam Jim, a Romance of Cockayne karya Harry Arthur Saintsbury.[35] Penampilan tersebut dibuka pada Juli 1903, namun acara tersebut gagal dan ditutup setelah dua pekan. Namun, penampilan komedi Chaplin meraih pujian dalam beberapa ulasan.[36]

Saintsbury memberikan peran kepada Chaplin dalam produksi Charles Frohman Sherlock Holmes, dimana ia memerankan Billy si loper koran dalam tiga tur dalam negeri.[37] Penampilannya membuatnya dipanggil ke London untuk beradu peran bersama dengan William Gillette, Holmes yang asli.[note 6] "Ini seperti pemberian dari surga", kata Chaplin.[39] Pada usia 16 tahun, Chaplin membintangi produksi West End dari permainan panggung tersebut di Duke of York's Theatre dari Oktober sampai Desember 1905.[40] Ia menyelesaikan tur akhir Sherlock Holmes pada awal 1906, sebelum meninggalkan permainan panggung tersebut setelah lebih dari dua setengah tahun.[41]

Komedi panggung dan vaudeville[sunting | sunting sumber]

Chaplin kemudian menemukan pekerjaan pada sebuah perusahaan baru, dan mengadakan tur dengan saudaranya – yang juga berkarir akting – dalam sebuah sketsa komedi berjudul Repairs.[42] Pada Mei 1906, Chaplin bergabung dengan drama juvenile Casey's Circus,[43] dimana ia mengembangkan karya-karya burlesque populer dan kemudian menjadi bintang acara tersebut. Pada saat tur akting berakhir pada Juli 1907, ia yang tekah berusia 18 tahun menjadi penampil komedi tersohor.[44] Namun, ia berusaha untuk mendapatkan pekerjaan lagi upaya besarnya untuk berakting solo mengalami kegagalan.[note 7]

Iklan dari tur Amerika Chaplin dengan perusahaan komedi Fred Karno, 1913

Setelah itu, Sydney Chaplin bergabung dengan perusahaan komedi prestisius Fred Karno pada 1906 dan, pada 1908, ia merupakan salah satu penampil penting mereka.[46] Pada Februari, ia memutuskan untuk mengurusi pengadilan dua pekan adiknya. Karno awalnya khawatir, dan menganggap Cyaplin sebagai seorang "pemuda yang terlihat cemberut, lemah dan pucat" yang "nampak terlalu malu untuk melakukan hal apapun di teater."[47] Namun, remaja tersebut membuat sebuah dampak pada malam pertamanya di London Coliseum dan ia cepat menandatangani kontrak.[48] Chaplin memulainya dengan memerankan serangkaian bagian kecil, kemudian bergerak untuk membintangi peran-peran pada 1909.[49] Pada April 1910, ia memberikan peran utama dalam sebuah sketsa baru, Jimmy the Fearless. Karya tersebut meraih kesuksesan besar, dan Chaplin meraih perhatian pers.[50]

Karno memilih bintang baru tersebut untuk bergabung dalam bagian perusahaan tersebut yang mengunjungi sirkuit vaudeville Amerika Utara.[51] Komedian baru tersebut mengepalai acara tersebut dan disanjung para pengulas, dengan menyebutnya sebagai "salah satu artis pantomim terbaik yang pernah ditonton disini".[52] Peran paling suksesnya adalah seorang pemabuk yang disebut "Inebriate Swell", yang membuatnya meraih pengakuan signifikan.[53] Tur tersebut berlangsung selama 21 bulan, dan rombongan tersebut kembali ke Inggris pada Juni 1912.[54] Chaplin menyatakan bahwa ia "memiliki perasaan depresi yang mendalam saat kembali ke tempat biasa" dan, sehingga, memutuskan untuk mengikuti tur baru pada bulan Oktober.[55]

1914–1917: Memasuki perfilman[sunting | sunting sumber]

Keystone[sunting | sunting sumber]

Selaam enam bulan dalam perjalanan keliling Amerika kedua, Chaplin diundang untuk bergabung dengan New York Motion Picture Company. Seorang perwakikan yang menonton penampilannya berpikir bahwa ia akan menggantikan Fred Mace, seorang bintang Keystone Studios yang memutuskan untuk hengkang.[56] Chaplin menganggap komedi-komedi Keystone "terlalu kasar dan berisik", namun menyukai gagasan pengerjaan dalam perfilmannya dan terrasionalisasi: "Disamping hal tersebut akan menandai sebuah kehidupan baru."[57] Ia bertemu dengan perusahaan tersebut dan menandatangani kontrak $150 per pekan ($3.591 pada dolar tahun 2016)[58] pada September 1913.[59]

Cuplikan Making a Living
Chaplin (kiri) dalam penampilan film pertamanya, Making a Living, dengan Henry Lehrman yang menyutradarai film tersebut (1914)
Cuplikan Kid Auto Races at Venice
Debut The Tramp dalam Kid Auto Races at Venice (1914), film yang dibintangi Chaplin kedua yang dirilis

Chaplin datang ke Los Angeles, tempat dari Keystone studio, pada awal Desember 1913.[60] Bosnya adalah Mack Sennett, yang awalnya mengespresikan perhatian bahwa ia yang berusia 24 tahun terlihat terlalu muda.[61] Ia tidak digunakan dalam film sampai akhir Januari, pada masa Chaplin berupaya untuk memahami proses pembuatan film.[62] Film one-reeler, Making a Living menandai debut aktingnya dan dirilis pada 2 Februari 1914. Chaplin sangat membenci film tersebut, namun sebuah ulasan menyebutnya sebagai "seorang komedian dari air pertama".[63] Untuk penampilan keduanya di depan kamera, Chaplin memilih kostum yang menjadi pengidentifikasiannya. Ia menyebut prosesnya dalam autobiografinya:

"Saya ingin setaip hal yang berlawanan: celana longgar, jubah ketat, topi kecil dan sepatu besar ... Saya menambahkan sebuah kumis kecil, yang, aku beralasan, akan menambahkan usia tanpa menyembunyikan ekspresiku. Aku tak memiliki gagasan dari karakter tersebut. Namun pada momen ini, aku mengenakan busana dan tata rias yang membuatku merasa bahwa aku menjadi orang tersebut. Aku mulai mengetahuinya, dan pada saat aku berjalan di atas panggung, ia benar-benar lahir."[64][note 8]

Film tersebut adalah Mabel's Strange Predicament, namun karakter "the Tramp" melakukan debut kepada audien dalam Kid Auto Races at Venice – yang dibuat setelah Mabel's Strange Predicament namun dirilis dua hari lebih awal.[66] Chaplin mengadopsi karakter tersebut sebagai persona layar lebarnya dan berupaya untuk membuat sugesti-sugesti untuk film-film yang menampilkannya. Gagasan tersebut ditolak oleh para sutradaranya.[67] Pada pemfilman film kesebelasnya, Mabel at the Wheel, ia berseteru dengan sutradara Mabel Normand dan nyaris dikeluarkan dari kontraknya. Namun, Sennett mempertahankannya saat ia meraih tawaran dari para ekshibitor untuk film-film Chaplin lainnya. Sennett juga memperbolehkan Chaplin untuk menyutradarai film berikutnya setelah Chaplin berjanji untuk membayar $1,500 ($35.914 dalam dolar tahun 2016) jika film tersebut gagal.[68]

Caught in the Rain, yang dikeluarkan pada 4 Mei 1914, merupakan debut penyutradaraan Chaplin dan meraih keberhasilan tinggi.[69] Setelah itu, ia menyutradarai hampir setiap film pendek dimana ia tampil untuk Keystone,[70] pada kesempatan hampir satu kali per pekan,[71] suatu masa dimana ia kemudian mengingatnya sebgaaai masa paling menakjubkan sepanjang karirnya.[72] Film-film Chaplin mengenalkan bentuk yang lebih lambat ketimbang gaya Keystone khas,[66] dan ia mengembangkan sebuah basis penggemar yang besar.[73] Pada November 1914, ia mendapatkan peran pendukung dalam film komedi jangka fitur pertama, Tillie's Punctured Romance, yang disutradarai oleh Sennett dan dibintangi oleh Marie Dressler, yang meraih kesuksesan komersial dan meningkatkan ketenarannya.[74] Saat Chaplin diperbarui pada akhir tahun tersebut, ia meminta $1,000 sepekan ($23.943 dalam dolar 2016) – sebuah jumlah yang Sennett tolak karena terlalu besar.[75]

Essanay[sunting | sunting sumber]

Chaplin and Edna Purviance, pemeran utama perempuan regulernya, dalam film Work (1915)

Essanay Film Manufacturing Company dari Chicago mengirimkan Chaplin sebuah tawaran $1,250 sepekan dengan tambahan $10,000. Ia bergabung dengan studio tersebut pada akhir Desember 1914,[76] dimana ia mulai membentuk sebuah perusahaan saham dari para pemain reguler, yang meliputi Leo White, Bud Jamison, Paddy McGuire dan Billy Armstrong. Ia kemudian merekrut seorang pemeran perempuan utama – Edna Purviance, yang Chaplin temui di sebuah kafe dan terkesan dengan kecantikannya. Ia tampil pada 35 film dengan Chaplin sepanjang delapan tahun;[77] pasangan tersebut juga menjalin hubungan percintaan yang berlangsung sampai 1917.[78]

Chaplin memegang kontrol tinggi atas film-filmnya dan mulai menghabiskan lebih banyak waktu dan perhatian terhadap setiap film.[79] Terdapat interval selama sebulan antara perilisan produksi keduanya, A Night Out, dan ketiganya, The Champion.[80] Tujuh film terakhir dari 14 film Essanay buatan Chaplin semuanya diproduksi dalam gerak lambat.[81] Chaplin juga mulai mengubaj persona layar lebarnya, yang telah mendatangkan beberapa kritikan di Keystone karena bersifat "tertebak, kasar, dan brutal".[82] Karakter tersebut menjadi salah satu lebih maskulin dan romantis;[83] The Tramp (April 1915) dianggap menjadi titik balik dalam perkembangannya.[84] Penggunaan rasa sedih makin dikembangkan dalam film The Bank, dimana Chaplin membuat akhir menyedihkan. Robinson menyatakan bahwa ini adalah sebuah inovasi dalam film-film komedi, dan menandai saat para kritikus serius mulai mengapresiasi karya Chaplin.[85] Di Essanay, tulis cendekiawan film Simon Louvish, Chaplin "menemukan tema dan setting yang akan mendefinisikan dunia the Tramp."[86]

Pada 1915, Chaplin menjadi fenomena budaya. Toko-toko menyediakan pernak-pernik Chaplin, ia ditampilkan dalam kartun-kartun dan strip-strip komik, dan beberapa lagu ditulis tentangnya.[87] Pada Juli, seorang jurnalis untuk Motion Picture Magazine menyatakan bahwa "Chaplinitis" telah merebak di seluruh Amerika.[88] Karena ketenarannya menjalar ke seluruh dunia, ia menjadi bintang internasional pertama dari industri film.[89] Saat kontrak Essanay berakhir pada Desember 1915,[90][note 9] Chaplin – yang sangat menyadari ketenarannya – meminta tambahan $150,000 dari studio berikutnya. Ia meraih beberapa tawaran, yang meliputi Universal, Fox, dan Vitagraph, yang terbaik datang dari Mutual Film Corporation dengan jumlah $10,000 seminggu.[92]

Mutual[sunting | sunting sumber]

Pada 1916, Chaplin menjadi fenomena global. Disini, ia menunjukkan beberapa pernak-perniknya pada sekitar tahun 1918.

Sebuah kontrak yang dinegosisikan dengan Mutual mencapai $670,000 setahun,[93] yang Robinson katakan membuat Chaplin –pada usia 26 tahun – menjadi salah satu orang berbayaran tertinggi di dunia.[94] Gaji tinggi tersebut mengejutkan masyarakat dan banyak dilaporkan dalam pers.[95] John R. Freuler, presiden studio tersebut, menjelaskan: "Kami datang membayar Tuan Chaplin dalam jumlah besar setahun karena masyarakat menginginkan Chaplin dan akan membayar untuknya."[96]

Mutual memberikan Chaplin dengan studio Los Angeles miliknya sendiri untuk berkarya, yang dibuka pada Maret 1916.[97] Ia menambahkan dua anggota penting untuj perusahaan sahamnya, Albert Austin dan Eric Campbell,[98] dan memproduksi serangkaian two-reeler: The Floorwalker, The Fireman, The Vagabond, One A.M., dan The Count.[99] Untuk The Pawnshop, ia merekrut aktor Henry Bergman, yang berkary dengan Chaplin selama 30 tahun.[100] Behind the Screen dan The Rink selesai dirilis Chaplin pada tahun 1916. Kontrak Mutual mendorong agar ia merilis film two-reel setiap empat pekan, yang ia putuskan untuk mencapainya. Namun, pada tahun berikutnya, Chaplin mulai menuntut waktu lebih.[101] Ia hanya membuat empat film lebih untuk Mutual sepanjang sepuluh bulan pertama tahun 1917: Easy Street, The Cure, The Immigrant, dan The Adventurer.[102] Dengan pembangunan yang berhati-hati, film-film tersebut dianggap oleh para cendekiawan Chaplin menjadi karya tersempurnanya.[103][104] Pada masa berikutnya, Chaplin menyebut masa-masanya di Mutual sebagai masa terbahagia sepanjang karirnya.[105] Namun, Chaplin juga merasa bahw film-film tersebut makin terrumus sepanjang masa kontraknya dan ia makin tersesak dengan kondisi kerja demikian. [106]

Chaplin diserang media Inggris karena tidak bertarung dalam Perang Dunia Pertama.[107] Ia membela dirinya sendiri dengan menyatakan bahwa ia akan bertarung untuk Inggris jika dipanggil dan telah terdaftar pada pendaftaran Amerika, namun ia tidak dipanggil oleh negara manapu .[note 10] Disamping kritikan tersebut, Chaplin menjadi tokoh favorit di kalangan tentara,[109] dan ketenarannya masih bertumbuh di seluruh dunia. Harper's Weekly mengabarkan bahwa nama Charlie Chaplin menjadi "sebuah bagian dari bahasa umum dari hampir setiap negara", dan bahwa citra Tramp menjadi "familiar secara universal".[110] Pada 1917, para peniru Chaplin profesional merebak yang membuatnya mengambil tindakan hukum,[111] dan dilaporkan bahwa sembilan dari sepuluh pria yang menghadiri pesta kostum berbusana Tramp.[112] Pada tahun yang sama, sebuah studi oleh Boston Society for Psychical Research menyatakan bahwa Chaplin adalah "sebuah obsesi Amerika".[112] Aktris Minnie Maddern Fiske menyatakan bahwa "sebuah peningkatan konstam tubuh yang terkulturasi, orang artistik adalah permulaan untuk menyanjung badut Inggris muda, Charlie Chaplin, sebagai artis luar biasa, serta komedian jenius".[110]

1918–1922: First National[sunting | sunting sumber]

A Dog's Life (1918). Pada sekitaran masa itu, Chaplin mulai menampilkan Tramp sebagai "sebuah perwujudan dari Pierrot", atau badut sedih.

Mutual menyingkirkan Chaplin dengan menurunkan tingkat pengeluaran Chaplin, dan kontrak berakhir dengan damai. Dengan perhatiannya terhadap penurunan kualitas film-filmnya karena ketentuan berdasarkan jadwal, sorotan utama Chaplin dalam menemukan distributor baru bersifat merdeka; Sydney Chaplin, yang kemudian menjadi manajer bisnisnya, berkata kepada pers, "Charlie [seharusnya] membolehkan seluruh waktu yang ia butuhkan dan seluruh uang untuk memproduksi [film-film] dengan cara yang ia inginkan ... Ini adalah kualitas, bukan kuantitas, kami menurutinya."[113] Pada Juni 1917, Chaplin menandatangani kontrak untuk menyelesaikan delapan film untuk First National Exhibitors' Circuit dengan pengembalian $1 juta.[114] Ia memilih untuk membangun studio miliknya sendiri, yang berada di lahan seluas lima hektar pinggir Sunset Boulevard, dengan fasilitas produksi dari peringkat tertinggi.[115] Tempat tersebut diselesaikan pada Januari 1918,[116] dan Chaplin diberi kebebasan dalam pembuatan film-filmnya.[117]

A Dog's Life, yang dirilis pada April 1918, merupakan film pertama di bawah kontrak baru tersebut. Dalam film tersebut, Chaplin mendemonstrasikan peningkatan sorotannya dengan pembangunan cerita dan perlakuannya dari Tramp sebagai "sebuah perwujudan dari Pierrot".[118] Film tersebut disebut oleh Louis Delluc sebagai "karya kesenian total dalam perfilman".[119] Chaplin kemudian ikut kampanye Bon Kebebasan Ketiga, mengelilingi Amerika Serikat selama sebulan untuk mengumpulkan uang bagi Sekutu Perang Dunia Pertama.[120] Ia juga memproduksi sebuah film propaganda pendek, yang disumbangkan kepada pemerintah untukm engumpulkan dana, berjudul The Bond.[121] Perilisan Chaplin berikutnya yang berbasis perang, menempatkan Tramp dalam parit-parit untuk Shoulder Arms. Para orang sejawatnya memperingatkan ia agar tidak membuat sebuah komedi tentang perang, namun ia kemudian berkata: "Bahaya atau tidak, gagasan tersebut ku sanjung."[122] Ia menjalani empat bulan pemfilman film 45 menit, yang dirilis pada Oktober 1918 dengan kesuksesan besar.[123]

United Artists, Mildred Harris, dan The Kid[sunting | sunting sumber]

Setelah perilisan Shoulder Arms, Chaplin meminta uang lebih dari First National, yang menolaknya. Frustasi dengan kurangnya perhatian mereka terhadap kualitas, dan khawatir terhadap rumor kemungkinan penggabungan perusahaan tersebut dengan Famous Players-Lasky, Chaplin bergabung dengan Douglas Fairbanks, Mary Pickford, dan D. W. Griffith untuk membentuk sebuah perusahaan distribusi baru – United Artists, yang didirikan pada Januari 1919.[124] Tujuannya adalah merevolusi industri film, karena empat mitra tersebut – semuanya artis kreatif – secara pribadi membiayai film mereka sendiri dan memiliki kontrol penuh.[125] Chaplin memutuskan untuk memulai dengan perusahaan tersebut dan menawarkan penarikan kontraknya dengan First National. Mereka menolaknya dan meminta agar ia menyelesaikan enam film akhirnya yang ia miliki pada mereka.[126]

The Kid (1921), dengan Jackie Coogan, mengkombinasikan komedi dengan drama dan merupakan film pertama Chaplin yang mencapai sejam.

Sebelum pembentukan United Artists, Chaplin menikah untuk pertama kalinya. Aktris berusia 17 tahun Mildred Harris menyatakan bahwa ia mengandung anaknya, dan pada September 1918, ia menikahinya diam-diam di Los Angeles untuk menghindari kontroversi.[127] Setelah itu, kehamilan tersebut ternyata sebuah pemberitahuan palsu.[128] Chaplin tak bahagia dengan penjalinan tersebut dan, merasa bahwa pernikahan tersebut menghambat kreativitasnya, beralih untuk menjalankan produksi filmnya Sunnyside.[129] Harris kemudian benar-benar dinyatakan hamil, dan pada 7 Juli 1919, melahirkan seorang putra. Norman Spencer Chaplin lahir dalam keadaan tak memungkinkan dan meninggal tiga hari kemudian.[130] Pernikahan tersebut kemudian berakhir pada April 1920, dengan Chaplin menjelaskan dalam autobiografinya bahwa mereka "tidak saling cocok".[131]

Peristiwa kehilangan anak tersebut kemudian mempengaruhi karya Chaplin, saat ia merencanakan sebuah film yang menempatkan Tramp beralih menjadi perawat seorang bocah.[132] Untuk proyek baru tersebut, Chaplin juga mengharapkan lebih dari komedi dan, menurut Louvish, "membuat tandanya pada sebuah dunia yang berubah."[133] Proyek tersebut difilmkan dengan judul The Kid yang dimulai pada Agustus 1919, dengan Jackie Coogan yang berusia empat tahun sebagai lawan mainnya.[134] Hal ini terjadi saat Chaplin sedang dalam sebuah proyek besar, sehingga untuk menuruti First National, ia menunda produksinya dan dengan cepat memfilmkan A Day's Pleasure.[135] The Kid diproduksi selama sembilan bulan sampai Mei 1920 dan, dengan jangka waktu 68 menit, film tersebut menjadi film terpanjang buatan Chaplin pada masa itu.[136] Menyoroti masalah kemiskinan dan perpisahan orangtua dan anak, The Kid dianggap terinspirasi oleh masa kecil awal Chaplin[117] dan menjadi salah satu film terawal yang mengkombinasikan komedi dan drama.[137] Film tersebut dirilis pada Januari 1921 dengan kesuksesan instan, dan, pada 1924, telah ditayangkan di lebih dari 50 negara.[138]

Chaplin menjalani lima bulan untuk film berikutnya, film two-reeler The Idle Class.[125] Setelah perilisan September 1921-nya, ia memutuskan untuk kembali ke Inggris untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.[139] Ia kemudian berkarya untuk memenuhi kontrak First National-nya, merilis Pay Day pada Februari 1922. The Pilgrim – film pendek terakhirnya – tertunda karena ketidaksepakatan distribusi dengan studio tersebut, dan dirilis setahun kemudian.[140]

1923–1938: Film bisu[sunting | sunting sumber]

A Woman of Paris dan The Gold Rush[sunting | sunting sumber]

Karena telah memenuhi kontraknya dengan First National, Chaplin dibebaskan untuk membuat film pertamanya sebagai produser independen. Pada November 1922, ia memulai pemfilman A Woman of Paris, sebuah film drama percintaan tentang kekasih yang merasa tersakiti.[141] Chaplin memutuskan untuk menjadi pendorong Edna Purviance agar menjadi bintang,[142] dan tak tampil dalam filmnya sendiri selain dalam sebuah peran cameo yang tak disebutkan.[143] Ia berharap agar film tersebut memiliki rasa realistis dan menyutradarai perannya untuk memberikan penampilan yang diinginkan. Dalam kehidupan nyata, ia menjelaskan, "pria dan wanita berupaya untuk menyembunyikan emosi mereka ketimbang menunjukkan ekpresi mereka".[144] A Woman of Paris tayang perdana pada September 1923 dan meraih sambutan meriah, kemudian menjadi inovasi.[145] Namun, masyarakat hanya menangkap sedikit pemahaman dalam film Chaplin tanpa memahami faedahnya, dan menjadi sebuah ketidaksepakatan box office.[146] Pembuat film tersebut menganggapnya sebagai sebuah kegagalan – ia telah lama ingin memproduksi film dramatis dan bangga dengan hasilnya – dan kemudian menarik A Woman of Paris dari peredaran.[147]

Tramp sedang memakan sepatu botnya dalam sebuah adegan terkenal dari The Gold Rush (1925).

Chaplin kembali ke komedi untuk proyek berikutnya. Menyetingkan standar tingginya, ia berkata kepada dirinya sendiri: "Film berikut ini harus menjadi sebuah epik! Hebat!"[148] Terinspirasi oleh sebuah foto dari Demam Emas Klondike 1898, dan kemudian cerita dari Donner Party tahun 1846–47, ia membuat apa yang Geoffrey Macnab sebuah "sebuah komedi epik dari materi subyek mengerikan."[149] Dalam The Gold Rush, Tramp bersaing sendirian melawan para pencari dan menemukan cinta. Dengan Georgia Hale sebagai pemeran perempuan utama barunya, Chaplin memulai pemfilman film tersebut pada Februari 1924.[150] Produksi bersamanya, yang menghabiskan biaya hampir $1 juta,[151] termasuk pengambilan gambar di pegunungan Truckee dengan 600 pemeran tambahan, set tambahan, dan efek khusus.[152] Adegan terakhir baru diambil pada Mei 1925, setelah 15 bulan pemfilman.[153]

Chaplin merasa The Gold Rush menjadi film terbaiknya yang ia buat pada masa itu.[154] Penayangannya dimulai pada Agustus 1925 dan menjadi salah satu film dengan keuntungan tertinggi pada era film bisu dengan keuntungan sejumlah $5 juta.[155] Film komedi tersebut berisi beberapa adegan paling terkenal buatan Chaplin, seperti Tramp memakan sepatunya dan "Dance of the Rolls".[156] Macnab menyebutnya sebagai "film Chaplin paling berkesan".[157] Chaplin menyatakan, "Ini adalah film yang aku ingin ingat" pada masa perilisan film tersebut.[158]

Lita Grey dan The Circus[sunting | sunting sumber]

Lita Grey, istri kedua Chaplin, setahun setelah pernikahan mereka

Saat membuat The Gold Rush, Chaplin menikah untuk kedua kalinya. Bercermin dari puncak kehidupan rumah tangga pertamanya, Lita Grey adalah seorang aktris remaja, awalnya berencana untuk membintangi film tersebut, yang pengumuman mengejutkan dari kehamilannya memaksa Chaplin untuk menikah. Grey berusia 16 tahun dan Chaplin berusia 35 tahun, menandakan bahwa Chaplin tersenggol dengan dakwaan pemerkosaan statuori di bawah hukum California.[159] Kemudian, ia berencana untuk mengadakan pengesahan pernikahan di Meksiko pada 25 November 1924.[160] Putra pertama mereka, Charles Spencer Chaplin, Jr., lahir pada 5 Mei 1925, disusul oleh Sydney Earl Chaplin pada 30 Maret 1926.[161]

Pernikahannya tak bahagia, dan Chaplin menjalani lebih banyak waktu di studio untuk menghindari kedekatannya dengan istrinya.[162] Pada November 1926, Grey mengambil anak-anaknya dan pergi ke rumah keluarganya.[163] Sebuah perceraian pahit menyertainya, dimana pengakuan Grey – menuduh Chaplin tak berperikemanusiaan, melecehkan, dan melabuhkan "keinginan seksual yang menyimpang" – dibocorkan ke pers.[164][note 11] Chaplin dikabarkan mengalami kegelisahan, karena cerita tersebut menjafi berita utaka dan sekelompok orang di sepanjang Amerika menyerukan agar film-filmnya dicekal.[166] Dalam rangka mengakhiri kasus tersebut tanpa skandal lanjutan, para pengacara Chaplin sepakat untuk membayar denda sebesar $600,000 – jumlah terbesar yang diminta oleh pengadilan Amerika pada masa itu.[167] Basis penggemarnya masih bertahan dalam insiden tersebut, dan kemudian terlupakan, namun sangat berdampak bagi Chaplin.[168]

Sebelum perceraian terpenuhi, Chaplin mulai mengerjakan sebuah film baru, The Circus.[169] Ia membangun sebuah cerita tentang gagasan berjalan di sebuah tali tipis saat dikepung oleh para monyet, dan membuat Tramp menjadi bintang sirkus secara tak sengaja.[170] Pemfilmannya tertunda selama 10 bulan karena ia sedang tersandung skandal perceraian,[171] dan secara umum produksinya mengalami gonjang-ganjing.[172] Akhirnya terselesaikan pada Oktober 1927, The Circus dirilis pada Januari 1928 dengan sambutan positif.[173] Di Academy Awards ke-1, Chaplin diberi sebuah trofi istimewa "untuk kemampuan dan kepintaran dalam akting, penulisan, penyutradaraan dan produksi pada The Circus".[174] Disamping kesuksesannya, ia secara permanen mengasosiasikan film tersebut dengan kesetresan produksinya; Chaplin menghilangkan The Circus dari autobiografinya, dan memperjuangkan pengkaryaannya saat ia merekam iring-iringannya pada tahun-tahun berikutnya.[175]

City Lights[sunting | sunting sumber]

"Aku memutuskan untuk tetap membuat film-film bisu ... Aku adalah seorang pantonim dan dalam median tersebut, aku unik dan, tanpa tindak pemalsuan, seorang master."[176]

—Chaplin menjelaskan keputusannya melawan film bersuara pada 1930an

Pada sat The Circus dirilis, Hollywood memperkenalkan film-film bersuara. Chaplin meremehkan media baru tersebut dan teknik yang dipersembahkan, menganggap bahwa "suara-suara" mengurangi artistik dari film-film bisu.[177] Ia juga memutuskan untuk mengubah rumusan agar ia tetap sukses,[178] dan mengkhawatirkan bila Tramp diberikan suara maka akan membatasi penampilan internasionalnya.[179] Selain itu, ia menolak tren Hollywood baru tersebut dan mulai mengerjakan sebuah film bisu baru. Chaplin tetap bersikukuh terhadap keputusan tersebut dan masih mempertahankan keputusannya sepanjang produksi film tersebut.[179]

City Lights (1931), dianggap sebagai salah satu karya terbaik Chaplin

Saat pemfilman dimulai pada akhir 1928, Chaplin telah mengerjakan ceritanya selama hampir setahun.[180] City Lights mengisahkan kisah cinta Tramp dengan seorang gadis penjual bunga yang tuna netra (diperankan oleh Virginia Cherrill) dan upayanya untuk mengumpulkan uang untuk operasi agar ia dapat melihat. Produksinya berjalan selama 2 bulan,[181] dengan Chaplin kemudian menyatakan bahwa ia " telah mengerjakannya sendiri dalam keadaan menyoroti kesempurnaan yang diinginkan".[182] Pada satu kemajuan, Chaplin menyadari bahwa teknologi suara adalah kesempatan untuk merekam sebuah iring-iringan musikal untuk film tersebut, yang ia komposisikan sendiri.[182][183]

Chaplin menyelesaikan penyuntingan City Lights pada Desember 1930, dimana film-film bisu masih marak pada masa itu.[184] Sebuah pratinjau terhadap para audien tidak meraih kesuksesan,[185] namun ditayangkan karena pers memberikan ulasan-ulasan positif. Seorang jurnalis menyatakan, "Tak ada satupun orang di dunia namun Chaplin dapat melakukannya. Ia adalah satu-satunya orang yang telah memberikan suatu hal yang disebut 'keinginan audien' dalam menampilkan kualitas untuk membumbui tren populer bagi film-film bersuara."[186] Memberikan perilisan umumnya pada Januari 1931, City Lights meraih ketenaran dan kesuksesan finansial – kemudian meraih keuntungan lebih dari $3 juta.[187] British Film Institute menyebutnya sebagai karya terbaik Chaplin, dan kritikus James Agee menyanjung adegan penutupnya sebagai "karya akting terbesar dan momen tertinggi dalam perfilman".[188][189] City Lights menjadi film kesukaan bagi Chaplin pribadi dan masih dinghap demikian sepanjang masa hidupnya.[190]

Perjalanan, Paulette Goddard, dan Modern Times[sunting | sunting sumber]

City Lights meraih kesuksesan, namun Chaplin tak sepakat bila ia membuat film lainnya tanpa dialog. Ia masih bersikukuh tak melibatlan suara dalam film-filmnya, namun juga "terobsesi karena kekhawatiran akan terkikisnya gaya lama."[191] Dalam keadaan tak menentu tersebut, pada awal 1931, komedian tersebut memutuskan untuk mengambil liburan dan mengisinya dengan melakukan perjalanan selama 16 bulan.[192][note 12] Dalam autobiografinya, Chaplin menyatakan bahwa saat ia pulang ke Los Angeles, "Aku menjadi percaya diri dan tanpa rencana, kurang istirahat dan sadar akan kesendirian yang ekstrim". Ia banyak dianggap pensiun dan pindah ke Tiongkok.[195]

Dalam film Modern Times (1936), Chaplin sedang makan dilayani mesin.

Kesendirian Chaplin berakhir saat ia bertemu aktris 21 tahun Paulette Goddard pada Juli 1932, dan kemudian keduanya sukses memulai hubungan.[196] Namun, ia belum mempersiapkan sebuah film dan berfokus pada penulisan sebuah serial tentang perjalanannya (diterbitkan dalam Woman's Home Companion).[197] Perjalanan tersebut telah menjadi sebuah pengalaman yang merasuk bagi Chaplin, termasuk pertemuannya dengan beberapa pemikir terkenal, dan ia menjadi semakin memahami urusan dunia.[198] Keadaan buruh di Amerika mengguncangkannya, dan ia khawatri terhadap kapitalisme dan permesinan dalam tempat kerja akan meningkatkan tingkat pengangguran. Sorotan tersebut telah mendorong Chaplin untuk mengembangkan film barunya.[199]

Modern Times diumumkan oleh Chaplin sebagai "sebuah satir pada fase-fase tertentu dari kehidupan industrial kita."[200] Menampilkan Tramp dan Goddard saat mereka berada pada masa Depresi Besar, pemfilmannya membutuhkan waktu sepuluh setengah bulan.[201] Chaplin memutuskan untuk memakai dialog namun berubah pikiran saat didengarkan ulang. Seperti pendahulunya, Modern Times diberi efek suara namun hampir tak ada yang berbicara.[202] Namun, penampilan Chaplin dari sebuah lagu memberikan suara kepada Tramp untuk satu-satunya kesempatan pada film.[203] Setelah merekam musiknya, Chaplin merilis Modern Times pada Februari 1936.[204] Film tersebut adalah film pertamanya dalam 15 tahun untuk mengadopsi rujukan politik dan realisme sosial,[205] sebuah faktor yang mendatangkan sorotan pers disamping Chaplin berupaya untuk mengurungkan penyorotan tersebut.[206] Film tersebut meraih smbutan rendah di box-office ketimbang film-film sebelumnya dan meraih ulasan campuran, karena beberapa pengulasnya membenci hal-hal yang dipolitisasi.[207] Saat ini, Modern Times dipandang oleh British Film Institute sebagai salah satu "film besar" Chaplin,[188] sementara David Robinson menyatakan bahwa film tersebut menunjukkan pembuat film tersebut sedng berada di "puncaknya yang tak tertandingi sebagai seorang pembuat komedi visual."[208]

Setelah perilisan Modern Times, Chaplin pergi dengan Goddard untuk berkeliling di Timur Jauh.[209] Keduanya menolak berkomentar tentang hubungan mereka, dan tidak diketahui apakah mereka menikah atau tidak.[210] Beberapa waktu kemudian, Chaplin menyatakan bahwa mereka menikah di Kanton pada saat perjalanqn tersebut.[211] Pada 1938, pasangan tersebut memutuskan untuk berpisah, karena keduanya lebih berfokus pada karya mereka, meskipun Goddard kembali menjadi pemeran utama perempuannya dalam film fitur berikutnya, The Great Dictator. Ia kemudian bercerai dengan Chaplin di Meksiko pada 1942, dengan alasan tidak saling cocok dan berpisah selama lebih dari setahun.[212]

1939–1952: Konteoversi dan penurunan ketenaran[sunting | sunting sumber]

The Great Dictator[sunting | sunting sumber]

Chaplin memplesetkan Adolf Hitler dalam The Great Dictator (1940)

Pada 1940an, Chaplin menghadapi serangkaian kontroversi, baik dalam karyanya maupun kehidupan pribadinya, yang mengubah nasibnya dan berdampak pada ketenarannya di Amerika Serikat. Mula-mula tindakan barunya dalam mengekspresikan keyakinan politiknya. Sangat terganggu oleh timbulnya nasionalisme militeristik dalam politik dunia tahun 1930an,[213] Chaplin menyadari bahwa ia tak akan memasukkan hal-hal tersebut ke dalam karyanya.[214] Persamaan antara dirinya sendiri dan Adolf Hitler telah banyak dicatat: keduanya memiliki tanggal kelahiran yang hanya berjarak empat hari, keduanya sama-sama dibesarkan dari kemiskinan sampai meraih ketenaran dunia, dan Hitler memiliki kumis sikat gigi yang sama dengan Chaplin. Persamaan fisik tersebut mempengaruhi alur untuk film Chaplin berikutnya, The Great Dictator, yang secara jelas memplesetkn Hitler dan menyerang fasisme.[215]

Chaplin menjalani dua tahun untuk mengembangkan naskahnya,[216] dan memulai pemfilman pada September 1939 – enam hari setelah Inggris mendeklarasikan perang terhadap Jerman.[217] Ia memutuskan untuk menggunakan dialog bersuara, yang diterima setengah hati karena tak ada pilihan lain, selain juga karena ia mengakuinya sebagai metode bagus untuk memberikan pesan politik.[218] Membuat sebuah komedi tentang Hitler dipandang sangat kontroversial, namun kemerdekaan keuangan Chaplin membolehkannya mengambil resiko tersebut.[219] "Aku memutuskan untuk melangkah maju," ia kemudian menuliskan, "agar Hitler tertawa."[220][note 13] Chaplin menggantikan Tramp (dengan tetap mengenakan busana serupa) dengan "Seorang Tukang Cukur Yahudi", sebuah rujukan kepada keyakinan partai Nazi bahwa ia adalah Yahudi.[note 14] Dalam sebuah penampilan berganda, ia juga memerankan diktator "Adenoid Hynkel", yang memplesetkan Hitler.[222]

The Great Dictator diproduksi selama setahun dan dirilis pada Oktober 1940.[223] Film tersebut meraih banyak sorotan, dengan seorang kritikus untuk The New York Times menyebutnya "film paling ditunggu-tunggu pada tahun ini", dan film tersebut menjadi salah satu penghasil uang terbesar pada masa itu.[224] Namun, akhirannya tak populer dan mengundang kontroversi.[225] Chaplin memasukkan film tersebut dengan sebuah pidato lima menit dimana ia meninggalkan karakter tukang cukurnya, terlihat langsung di kamera, dan dianggap menentang perang dan fasisme.[226] Charles J. Maland menyatakan bahwa terlalu berlebihan jika keadaan tersebut menurunkan ketenaran Chaplin, dan menyatakan, "Meskipun demikian, tak ada penggemar film yang akan memisahkan dimensi politik dari citra bintang[nya]".[227][note 15] The Great Dictator meraih lima nominasi Academy Award, yang meliputi Film Terbaik, Permainan Latar Asli Terbaik dan Aktor Terbaik.[229]

Ketegangan hukum dan Oona O'Neill[sunting | sunting sumber]

Pada pertengahan 1940an, Chaplin terlibat dalam serangkaian pengadilan yang menghabiskan sebagian besar waktunya dan secara aignifikan berdampak pada citra publiknya.[230] Ketegangan tersebur bermula dari hubungannya dengan seorang aktris bernama Joan Barry, yang mendakwanya menjalin hubungan terlarang dengannya antara Juni 1941 sampai musim gugur 1942.[231] Barry, yang menyimpan perilaku obsesif dan dua kali ditangkap setelah mereka berpisah,[note 16] muncul lagi pada tahun berikutnya dan mengumumkan bahwa ia mengandung anak Chaplin. Karena Chaplin menyangkal klaim tersebut, Barry melayangkan hak asuh terhadapnya.[232]

Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), J. Edgar Hoover, yang telah lama mengamati gerak-gerik politik Chaplin, mengambil kesempatan tersebut untuk memberikan publisitas negatif terhadapnya. Sebagai bagian dari kampanye busuk untuk merusak citra Chaplin,[233] FBI memasukkannya dalam empat dakwaan terkait kasus Barry. Dakwaan yang paling serius adalah tuduhan pelanggaran Mann Act, yang melarang membawa seorang wanita ke perbatasan negara bagian untuk tujuan seksual.[note 17] Sejarawan Otto Friedrich menyatakan hal tersebut sebagai "dakwaan rancu" dari sebuah "statuta kuno",[236] sehingga jika Chaplin dinyatakan bersalah, ia menghadapi 23 tahun penjara.[237] Meskipun tiga dakwaan memiliki bukti yang kurang untuk diproses ke pengadilan, namun pengadilan Mann Act dimulai pada Maret 1944. Chaplin didakwa dua pekan kemudian.[234] Kasus tersebut kemudian menjadi berita utama, dengan Newsweek menyebutnya "skandal hubungan masyarakat terbesar sejak pengadilan pembunuhan Fatty Arbuckle pada 1921."[238]

Istri keempat Chaplin Oona O'Neill, yang ia nikahi dari 1943 sampai ia wafat. Pasangan tersebut memiliki delapan anak.

Anak Barry, Carole Ann, lahir pada Oktober 1944, dan hak asuh dibawa ke pengadilan pada Februari 1945. Setelah dua pengadilan, dimana para penggugat menuduhnya "kelewatan moral",[239] Chaplin dideklarasikan menjadi ayahnya. Bukti dari tes darah yang mengindikasikan hal sebaliknya tidak diterima[note 18], dan hakim memutuskan agar Chaplin membayar dukungan perawatan sampai Carole Ann berusia 21 tahun. Sorotan media terhadap hak asuh tersebut dipengaruhi oleh FBI, karena informasi yang disebarkan kolumnis gosip berpengaruh Hedda Hopper, dan Chaplin digambarkan mendapatkan sorotan terlalu kritis.[241]

Kontroversi terhadap Chaplin tersebut meningkat saat, dua pekan setelah hak asuh diserahkan, ia dilaporkan menikahi pasangan terbarunya, Oona O'Neill yang berusia 18 tahun – putri dari pengarang drama Amerika Eugene O'Neill.[242] Chaplin, yang saat itu berusia 54 tahun, telah diperkenalkan kepadanya oleh seorang agen film pada tujuh bulan sebelumnya.[note 19] Dalam autobiografinya, Chaplin menyebut pertemuannya dengan O'Neillsebagai "peristiwa terbahagia dari hidupku", dan mengklaim bahwa ia telah menemukan "cinta sejati".[245] Putra Chaplin, Charles Jr., melaporkan bahwa Oona "memuja" ayahnya.[246] Pasangan tersebut masih berumah tangga sampai Chaplin wafat, dan memiliki delapan anak sepanjang 18 tahun: Geraldine Leigh (l. Juli 1944), Michael John (l. Maret 1946), Josephine Hannah (l. Maret 1949), Victoria (l. Mei 1951), Eugene Anthony (l. Agustus 1953), Jane Cecil (l. Mei 1957), Annette Emily (l. Desember 1959), dan Christopher James (l. Juli 1962).[247]

Monsieur Verdoux dan tuduhan komunis[sunting | sunting sumber]

Monsieur Verdoux (1947), sebuah film komedi gelap tentang seorang pembunuh berantai, menandai penurunan signifikan bagi Chaplin. Ia menjadi tak populer pada masa perilisannya di Amerika Serikat.

Chaplin mengklaim bahwa pengadilan Barry telah "mengekang kekreativitasan[nya]", dan terjadi beberapa kali sebelum ia mulai berkarya lagi.[248] Pada April 1946, ia akhirnya memulai pemfilman sebuah proyek yang telah dikembangkan sejak 1942.[249] Monsieur Verdoux merupakan sebuah film komedi gelap yang menceritakan tentang seorang pegawai bank Perancis, Verdoux (Chaplin), tang kehilangan pekerjaannya dan mulai menikahi dan membunuh para janda kaya untuk mendukung keluarganya. Inspirasi Chaplin untuk proyek tersebut datang dari Orson Welles, yang menginginkannya untuk membintangi sebuah film tentang pembunuh berantai Perancis Henri Désiré Landru. Chaplin memutuskan agar konsepnya akan "membuat sebuah komedi menakjubkan",[250] dan dibayar Welles dengan uang sejumlah $5,000 atas gagasan tersebut.[251]

Chaplin kembali menyuarakan pandangan politiknya dalam Monsieur Verdoux, mengkritik kapitalisme dan berpendapat bahwa dunia telah diwarnai pembunuhan massal dan senjata-senjata penghancuran massal.[252] Karena itu, film tersebut mengundang kontroversi saat dirilis pada April 1947;[253] Chaplin dicerca saat penayangan perdana dan pemboikotan diserukan terhadap film tersebut.[254] Monsieur Verdoux menjadi film Chaplin pertama yang meraih kegagalan kritis dan komersial di Amerika Serikat.[255] Film tersebut lebih sukses di luar negeri,[256] dan permainan latar Chaplin dinominasikan di Academy Awards.[257] Ia bangga terhadap film tersebut, dengan menyatakan dalam autobiografinya bahwa "Monsieur Verdoux adalah film paling brilian dan menonjol yang aku buat."[258]

Reaksi negatif kepada Monsieur Verdoux banyak mengubah citra publik Chaplin.[259] Bersamaan dengan kerusakan dari skandal Joan Barry, ia secara terbuka dituduh komunis.[260] Kegiatan politiknya telah nampak pada Perang Dunia II, saat ia berkampanye untuk pembukaan sebuah Front Kedua untuk membantu Uni Soviet dan mendukung berbagai kelompok persahabatan Soviet–Amerika.[261] Ia juga berteman dengan beberapa orang yang diduga komunis, dan menghadiri acara-acara yang disuguhkan oleh para diplomat Soviet di Los Angeles.[262] Dalam iklim politik di Amerika pada 1940an, kegiatan semacam itu membuat Chaplin dicurigai, yang Larcher sebut, "progresif dan amoral yang berbahaya."[263] FBI menginginkan agar ia keluar dari negara tersebut,[264] dan meluncurkan sebuah penyelidikan resmi pada awal 1947.[265][note 20]

Chaplin menyangkal dirinya seorang komunis, dan sebagai gantinya menyebut dirinya sendiri "penjaja perdamaian",[267] namun mengecam upaya pemerintah untuk membuat ideologi tersebut dianggap menghambat kebebasan sipil.[268] Tanpa berniat untuk menyelewengkan masalah tersebut, ia secara terbuka memprotes pengadilan para anggota Partai Komunis dan kegiatan-kegiatan House Un-American Activities Committee.[269] Chaplin meraih sebuah subpoena untuk diserahkan kepada HUAC namun tidak dipanggil untuk ditestifikasi.[270] Karena kegiatannya banyak dikabarkan dalam pers, dan kekhawatiran Perang Dingin bertumbuh, pertanyaan merebak atas kegagalannya untuk meraih kewarganegaraan Amerika.[271] Seruan dibuat agar ia dideportasi; dalam satu contoh ekstrim dan banyak dipublikasi, anggota DPR John E. Rankin, yang membantu pendirian HUAC, berkata kepada Kongres pada Juni 1947: "Kehidupan [Chaplin] di Hollywood mengancam tatanan moral Amerika [Jika ia dideportasi] ... gambar-gambarnya dapat hengkang dari tontonan kaum muda Amerika. Ia harus dideportasi dan disingkirkan ke suatu tempat."[272]

Dikelilingi wanita[sunting | sunting sumber]

Charlie Chaplin dan Paulette Goddard dalam film Modern Times (1936). Penampilan terakhir di layar perak bagi karakter Tramp.

Chaplin dikelilingi banyak wanita yang berpengaruh penting dalam hidup dan kariernya. Charlie Chaplin pernah dua kali berlibur di Hindia Belanda bersama pacarnya. Ia menginap di Grand Hotel Ngamplang di Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat. Kunjungan pertama Chaplin ditemani aktris Mary Pickford pada tahun 1927. Kunjungan kedua bersama Paulette Goddard pada tahun 1935.[273] Di Bandung, Chaplin pernah menginap di Hotel Homann ditemani Mary Pickford.[274]

Hetty Kelly[sunting | sunting sumber]

Cinta pertamanya adalah pada Hetty, penari yang ditemuinya di London ketika Hetty masih berusia 15 tahun dan Chaplin 19 tahun. Chaplin tergila-gila dan melamarnya, tetapi ditolak. Chaplin memutuskan keduanya untuk tidak saling berjumpa lagi, walaupun keputusan ini membuat hatinya hancur. Hetty tewas menjadi korban epidemi influenza tahun 1918.

Edna Purviance[sunting | sunting sumber]

Chaplin dan aktris lawan main tetapnya, Edna Purviance terlibat hubungan asmara sewaktu memproduksi film-film di studio Essanay dan Mutual dari tahun 1916 hingga 1917. Hubungan mereka tampaknya putus pada tahun 1918, dan keduanya tidak mungkin rujuk sebab Chaplin menikah dengan Mildred Harris pada akhir tahun yang sama. Edna terus berperan sebagai peran utama wanita di film-film Chaplin sampai tahun 1923, dan terus menerima gaji dari Chaplin hingga wafat tahun 1958.

Mildred Harris[sunting | sunting sumber]

Mildred yang berusia 16 tahun menikah dengan Chaplin yang sudah berusia 29 tahun pada 23 Oktober 1918. Pernikahan ini akibat Mildred yang masih di bawah umur mengira dirinya sudah hamil. Di antara keduanya lahir Norman Spencer Chaplin (dikenal sebagai "The Little Mouse") yang meninggal sewaktu masih kecil. Chaplin dan Mildred bercerai tahun 1920.

Pola Negri[sunting | sunting sumber]

Dari tahun 1922–1923, Chaplin terlibat hubungan dengan aktris Pola Negri yang baru datang dari Polandia untuk memulai karier di Hollywood. Hubungan mereka berdua sangat unik, dan tidak seperti biasanya Chaplin mau terang-terangan membeberkan hubungannya dengan wanita di muka publik. Penulis biografi Chaplin sebagian berpendapat hubungan Chaplin dan Pola adalah semata-mata untuk publisitas.

Lita Grey[sunting | sunting sumber]

Di usia 35, Chaplin berhubungan dengan Lita Grey yang berusia 16 tahun sewaktu persiapan film The Gold Rush. Setelah Lita hamil, mereka menikah tanggal 26 November 1924. Perkawinan menghasilkan 2 anak, aktor Charles Chaplin Jr. (1925–1968) dan Sydney Earle Chaplin (1926–). Perkawinan ini menjadi bencana karena keduanya tidak saling cocok. Chaplin dan Lita bercerai tahun 1928, dan menerima uang tunjangan perceraian yang jumlahnya memecahkan rekor pada saat itu. Chaplin harus membayar 825.000 dolar AS kepada bekas istrinya, ditambah 1 juta dolar AS untuk mengurus perkara ini. Perceraian ini begitu sensasional hingga membuatnya stres, dan diduga sebagai penyebab memutihnya rambut Chaplin. Penulis biografi Chaplin, Joyce Milton menulis dalam buku Tramp: The Life Of Charlie Chaplin.

May Reeves[sunting | sunting sumber]

May mulanya diterima bekerja sebagai sekretaris pribadi untuk menemani Chaplin dalam perjalanan panjang ke Eropa (1931-1932). Tugas May nantinya membacakan surat-surat pribadi yang ditujukan kepada Chaplin, tetapi baru sepagian bekerja, May dipertemukan dengan Chaplin yang langsung jatuh cinta. Keduanya menjadi sangat lengket hingga Syd kakak Chaplin jadi sebal. Setelah Syd ikut terlibat asmara May, hubungan cinta segitiga ini berakhir dan May keluar dari rombongan Chaplin. Reeves mengisahkan hubungan singkatnya dengan Chaplin dalam buku The Intimate Charlie Chaplin.

Paulette Goddard[sunting | sunting sumber]

Chaplin terlibat hubungan asmara sekaligus hubungan kerja dengan aktris Paulette Goddard dari tahun 1932-1940. Pada waktu itu, Goddard tinggal di rumah kediaman Chaplin di Beverly Hills. Chaplin "menemukan" bakat Goddard dan memberikannya peran utama wanita untuk film Modern Times dan The Great Dictator. Status pernikahan dengan Chaplin yang tidak mau dijelaskan Goddard membuat namanya dicoret dari calon pemeran Scarlett O'Hara untuk film Gone with the Wind. Setelah berpisah pada tahun 1940, Chaplin dan Goddard mengaku keduanya pernah menikah diam-diam pada tahun 1936. Pengakuan ini kemungkinan dibuat untuk mencegah rusaknya karier Goddard, karena secara pribadi Chaplin pernah mengaku tidak menikahi Goddard secara resmi. Chaplin membayar sejumlah tunjangan perceraian untuk Goddard setelah perkawinan secara hukum adat di antara keduanya berakhir damai pada tahun 1942.

Joan Berry[sunting | sunting sumber]

Chaplin sempat sebentar terlibat hubungan asmara dengan aktris Joan Berry pada tahun 1942. Chaplin ingin memasangnya sebagai peran utama wanita dalam film yang akan diproduksi. Hubungan mereka berakhir setelah Joan mulai menunjukkan gejala sakit jiwa. Keterlibatan singkat Chaplin dengan Joan nantinya banyak membuat repot. Setelah melahirkan anak pada tahun 1943, Joan menuntut Chaplin untuk bertanggung jawab. Walaupun tes darah menunjukkan anak yang dilahirkan Joan bukanlah anak Chaplin, pengadilan tidak menerima tes darah tersebut sebagai bukti. Chaplin diperintahkan membayar dukungan finansial bagi anak Joan.

Oona O'Neill[sunting | sunting sumber]

Sewaktu berperkara dengan Joan Berry, Chaplin bertemu dengan Oona O'Neill, putri Eugene O'Neill, dan menikahinya tanggal 16 Juni 1943. Chaplin di usianya yang ke 54, sedangkan Oona baru 17 tahun. Setelah perkawinan berlangsung, ayah Oona sampai meninggal dunia tidak pernah menghubungi atau mau dihubungi putrinya. Chaplin dan Oona ternyata saling akur, Oona merindukan cinta laki-laki dengan sosok kebapakan, sebaliknya Chaplin haus kesetiaan seorang wanita muda. Perkawinan ini sekaligus digunakan Chaplin untuk mengangkat popularitasnya di mata publik yang mulai menurun. Pernikahan dikaruniai 8 anak, berlangsung lama dan bahagia. Putra Chaplin dari Oona ada 3 orang: Christopher, Eugene, dan Michael Chaplin, serta 5 putri: Geraldine, Josephine, Jane, Victoria, dan Annette-Emilie Chaplin.

Gelar ksatria[sunting | sunting sumber]

Chaplin menerima gelar Knight Commander of the British Empire (KBE) dari Ratu Elizabeth II pada 4 Maret 1975. Nama Chaplin pertama kali diusulkan sebagai penerima pada tahun 1931, dan masuk dalam daftar calon untuk yang kedua kali pada tahun 1956, tetapi diveto pemerintah Konservatif yang tidak ingin merusak hubungan dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan Perang Dingin dan Krisis Terusan Suez.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Chaplin wafat di usia 88 tahun dalam tidurnya pada Hari Natal tahun 1977, di Vevey, Swiss. Chaplin dimakamkan di Pekuburan Corsier-Sur-Vevey di Corsier-sur-Vevey, Kanton Vaud, tetapi makamnya dipindah di dekat Danau Jenewa setelah pernah dicuri sekelompok orang.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Tanggal rilis ditulis di dalam tanda kurung

Keystone Studios
(*) tidak ditulis/disutradarai Charlie Chaplin
1914

Essanay
1915

1916

1918

  • 50. Triple Trouble (disusun 2 tahun setelah Chaplin keluar dari studio Essanay dari karya Chaplin yang belum selesai)

Lain-lain:

Mutual Film
1916

1917

First National
1918

1919

1920

1922

1923

United Artists
1923

1925

1928

1931

1936

1940

1947

1952

Produksi yang lain
1957

1959

  • 81. The Chaplin Revue (1 September) (Kumpulan film pendek sewaktu dikontrak studio First National: A Dog’s Life, Shoulder Arms, dan The Pilgrim yang disunting Chaplin menjadi film bermasa putar standar).

1967

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sebuah penyelidikan MI5 pada 1952 tidak menemukan catatan apapun tentang kelahiran Chaplin.[3] Biografer Chaplin David Robinson menyatakan bahwa merupakan sesuatu yang tak mengejutkan bahwa orangtuanya gagal untuk mendaftarkan kelahirannya: "Ini bukanlah hal yang muda, terutama bagi para artis balai musik, yang biasanya berpindah-pindah (jika mereka beruntung) dari satu kota ke kota lainnya, untuk bekerja dan kemudian melupakan keharusan tersebut; pada waktu itu, keputusan akhir dinyatakan secara bulat atau tak dapat diganggu gugat."[2] Pada 2011, sebuah surat yang dikirimkan kepada Chaplin pada 1970an datang untuk menerangkan klaim bahwa ia lahir pada sebuah karapan Gipsi di Black Patch Park, Smethwick, Staffordshire. Putra Chaplin Michael menyatakan bahwa informasi tersebut seharusnya menjadi sebuah kepastian bagi ayahnya saat mendapat surat tersebut.[4] Terkait tanggal kelahirannya, Chaplin meyakini bahwa tanggal kelahirannya adalah 16 April, namun sebuah pengumumkan dalam edisi 11 Mei 1889 The Magnet menyatakan bahwa tanggal kelahirannya adalah 15.[5]
  2. ^ Sydney lahir saat Hannah Chaplin berusia 19 tahun. Identitas ayah biologis tidak diketahui pasti, namun Hannah mengklaim bahwa ayahnya adalah Mr. Hawkes.[7]
  3. ^ Hannah terserang penyakit pada Mei 1896, dan dilarikan ke rumah sakit. Southwark Council memerintahkan bahwa anak-anak yang ayahnya tidak ada dan ibunya sakit atau dalam keadaan mendesak akan dikirimkan ke rumah kerja.[15]
  4. ^ Menurut Chaplin, Hannah tidak bisa tampil ke atas panggung, dan manajer memilihnya untuk menggantikannya. Ia mengingat bagaimana ia menghibur para penonton, dan beralih tawa dan tepuk tangan.[27]
  5. ^ The Eight Lancashire Lads masih melakukan tur sampai 1908; waktu kapan Chaplin meninggalkan kelompok tersebut tak terverifikasi, namun berdasadkan pada riset, A. J. Marriot meyakini bahwa hal tersebut terjadi pada Desember 1900.[30]
  6. ^ William Gillette merupakan salah satu penulis permainan panggung Sherlock Holmes bersama dengan Arthur Conan Doyle, dan membintanginya dalam dalam pembukaan penampilannya di New York pada 1899. Ia datang ke London pada 1905 untuk menampilkan permainan panggung baru, Clarice. Sambutannya rendah, dan Gillette memutuskan untuk menambahkan "after-piece" yang berjudul The Painful Predicament of Sherlock Holmes. Permainan panggung pendek tersebut yang awaknya ditampilkan Chaplin saat datang ke London. Setelah tiga malam, Gillette memutuskan untuk menutup Clarice dan menggantinya dengan Sherlock Holmes. Chaplin meminta kepada Gillette untuk menampilkannya dalam The Painful Predicament dimana ia berperan sebagai Billy untuk permainan panggung penuhnya.[38]
  7. ^ Chaplin berupaya untuk menjadi "komedian Yahusu", namun aktingnya meraih sambutan rendah dan hanya tampil sekali.[45]
  8. ^ Robinson menyatakan bahwa "ini tidak sepenuhnya benar: karakter tersebut menghabiskan waktu setahun atau lebih untuk melibatkan dimensi penuhnya dan kemudian – yang menjadi sebagian kekuatannya – ini akan melibatkan pada seluruh sisa masa karirnya".[65]
  9. ^ Setelah meninggalkan Essanay, Chaplin berjuang dalam pertarungan hukum dengan perusahaan tersebut yang berlangsung sampai 1922. Hal ini dimulai saat Essanay mengeluarkan film terakhirnya, Burlesque on Carmen, dari two-reeler sampai film fitur (dengan menambahkan adegan baru dan di luar dari alur dengan Leo White) tanpa ijin darinya. Chaplin menggugat agar distribusinya dihentikan, namun kasus tersebut ditolak pengadilan. Dalam klaim berseberangan, Essanay menuduh bahwa Chaplin telah memutuskan kontaknya dengan tidak memproduksi sejumlah film yang disetujui dan mendendanya $500,000 atas perpecahan tersebut. Selain itu, perusahaan tersebut mengkompilasikan film lainnya, Triple Trouble (1918), dari berbagai adegan Chaplin yang belum digunakan dan hasil pengambilan gambar yang baru oleh White.[91]
  10. ^ Kedutaan besar Inggris membuat sebuah pernyataan yang menyatakan: "[Chaplin] sekarang terlalu digunakan di Britania Raya untuk membuat uang besar dan menganggap rendah perang karena ia akan berada di parit-parit."[108]
  11. ^ Dalam memoir-memoirnya, Lita Grey kemudian bahwa beberapa aduannya "dipoles, dibuat berlebihan atau disortir" oleh para pengacaranya.[165]
  12. ^ Chaplin meninggalkan Amerika Serikat pada 31 Januari 1931, dan pulang pada 10 Juni 1932.[193] Selama berbulan-bulan, ia menjelajahi Eropa Barat, termasuk singgah di Perancis dan Swiss, dan secara mendadak memutuskan untuk mendatangi Jepang.[194]
  13. ^ Chaplin kemudian berkata bahwa jika ia mengetahui keberadaan tindakan Partai Nazi, ia tak akan membuat film tersebut; "Jika akj mengetahui kisah horor sebenarnya dari kamp-kamp konsentrasi Jerman, aku tak akan membuat The Great Dictator; aku tak akan membuat kelucuan dari peristiwa pembunuhan pasukan Nazi."[216]
  14. ^ Spekulasi tentang asal muasal rasial Chaplin telah ada dari masa-masa awal ketenarannya, dan ia sering dikabarkan sebagai orang Yahudi. Riset tidak menemukan bukti terhadap hal tersebut, dan saat seorang wartawan bertanya pada 1915 jika itu kebenaran, Chaplin menjawab "Aku tak memiliki firasat bagus." Partai Nazi meyakini bahwa ia adalah Yahudi dan mencekal The Gold Rush atas dasar tersebhr. Chaplin menanggapinya dengan berperan sebagai seorang Yahudi dalam The Great Dictator dan mengumumkan, "Aku membuatkan film tersebut untum Yahudi di seluruh dunia."[221]
  15. ^ Selain itu, Winston Churchill dan Presiden Roosevelt menyukai film tersebut, yang mereka tonton di penayangan pribadi sebelum perilisannya. Roosevelt kemudian mengundang Chaplin untuk membacakan pidato akhir film tersebut di radio sat inagurasinya pada Januari 1941, dengan pidato tersebur menjadi sebuah "hit" dari selebrasi tersebut.[228] Chaplin sering diundang ke acara patriotik lainnya untuk membacakan pidato tersebut kepada para audien saat masa-masa perang.[228]
  16. ^ Pada Desember 1942, Barry merusak rumah Chalin menggunakan sebuah pistol dan mengancam akan bunuh diri saat mengarahkan pistolnya ke arah Chaplin. Hal tersebut berlangsung sampai esok paginya. Saat Chaplin dapat merebut pistol tersebut darinya. Barry kembali merusak rumah Chaplin untuk kedua kalinya pada bulan berikutnya, dan Chaplin meminta agar ia ditangkap. Barry kemudian didakwa atas dakwaan penggelandangan pada Januari 1943 – Barry tidak dapat membayar biaya hotelnya, dan ditemukan keluyuran di jalan Beverly Hills setelah mengalami overdosis barbiturat.[232]
  17. ^ Menurut pengadu, Chaplin telah melanggar UU tersebut saat ia dibayar untuk kunjungan Barry ke New York pada Oktober 1942, saat ia juga mengunjungi kota tersebut. Chaplin dan Barry sepakat agar mereka bertemu disana, dan menurut Barry, mereka melakukan hubungan badan.[234] Chaplin mengklaim bahwa ia terakhir kali melakukan hubungan intim dengan Barry pada Mei 1942.[235]
  18. ^ Golongan darah Carol Ann adalah B, Barry adalah A, dan Chaplin adalah O. Di California, tes darah tidak diterima sebagai bukti dalam pengadilan hukum.[240]
  19. ^ Chaplin dan O'Neill bertemu pada 30 Oktober 1942 dan menikah pada 16 Juni 1943 di Carpinteria, California.[243] Akibatnya, Eugene O'Neill ditinggal putrinya.[244]
  20. ^ Chaplin telah dilirikFBI lama sebelum 1940an, yang mula-mula menyebutnya dalam berkas-berkas mereka dari 1922. J. Edgar Hoover mula-mula meminta agar Security Index Card diberkaskan untuk Chaplin pada September 1946, namun pihak Los Angeles lambat dalam menanggapi dan baru memulai penyelidikan aktif pada musim semi berikutnya.[265] FBI juga meminta dan meraih bantuan dari MI5, tertuama untuk menyelidiki klaim-klaim palsu bahwa Chaplin tidak lahir di Inggris namun di Perancis atau Eropa Timur, dan bahwa nama aslinya adalah Israel Thornstein. MI5 tak menemukan bukti bahwa Chaplin terlibat dalam Partai Komunis.[266]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Cousins, p. 72; Kemp, pp. 8, 22; Gunning, p. 41, Sarris, p. 139, Hansmeyer, p. 3.
  2. ^ a b Robinson, p. 10.
  3. ^ "MI5 files: Was Chaplin really a Frenchman and called Thornstein?". The Telegraph. 17 February 2012. Diakses tanggal 11 April 2012. 
  4. ^ "Charlie Chaplin was 'born into a Midland gipsy family'". Express and Star. 18 February 2011. Diakses tanggal 17 February 2012. 
  5. ^ Robinson, p. xxiv.
  6. ^ Robinson, pp. 3–4, 19.
  7. ^ a b Robinson, p. 3.
  8. ^ Robinson, pp. 5–7.
  9. ^ Weissman (2009), p. 10.
  10. ^ Robinson, pp. 9–10, 12.
  11. ^ Robinson, p. 13.
  12. ^ Robinson, p. 15.
  13. ^ Robinson, p. xv.
  14. ^ Robinson, p. 16.
  15. ^ Robinson, p. 19.
  16. ^ Chaplin, p. 29.
  17. ^ Robinson, pp. 24–26.
  18. ^ Chaplin, p. 10.
  19. ^ Weissman (2009), pp. 49–50.
  20. ^ Chaplin, pp. 15, 33.
  21. ^ a b Robinson, p. 27.
  22. ^ Robinson, p. 36.
  23. ^ Robinson, p. 40.
  24. ^ Weissman (2009), p. 6; Chaplin, pp. 71–74; Robinson, p. 35.
  25. ^ Robinson, p. 41.
  26. ^ Chaplin, p. 88; Robinson, pp. 55–56.
  27. ^ Robinson, p. 17; Chaplin, p. 18.
  28. ^ Chaplin, hlm. 41.
  29. ^ Marriot, hlm. 4.
  30. ^ Marriot, hlm. 213.
  31. ^ Chaplin, hlm. 44.
  32. ^ Louvish, hlm. 19.
  33. ^ Robinson, hlm. 39.
  34. ^ Chaplin, hlm. 76.
  35. ^ Robinson, hlmn. 44–46.
  36. ^ Marriot, pp. 42–44; Robinson, pp. 46–47; Louvish, p. 26.
  37. ^ Robinson, hlmn. 45, 49–51, 53, 58.
  38. ^ Robinson, hlmn. 59–60.
  39. ^ Chaplin, hlm. 89.
  40. ^ Marriot, hlm. 217.
  41. ^ Robinson, hlm. 63.
  42. ^ Robinson, hlmn. 63–64.
  43. ^ Marriot, hlm. 71.
  44. ^ Robinson, pp. 64–68; Chaplin, p. 94.
  45. ^ Robinson, p. 68; Marriot, pp. 81–84.
  46. ^ Robinson, p. 71; Kamin, p. 12; Marriot, p. 85.
  47. ^ Robinson, hlm. 76.
  48. ^ Robinson, hlmn. 76–77.
  49. ^ Marriot, hlmn. 103, 109.
  50. ^ Marriot, pp. 126–128; Robinson, pp. 84–85.
  51. ^ Robinson, hlm. 88.
  52. ^ Robinson, hlmn. 91–92.
  53. ^ Robinson, p. 82; Brownlow, p. 98.
  54. ^ Robinson, hlm. 95.
  55. ^ Chaplin, pp. 133–134; Robinson, p. 96.
  56. ^ Robinson, hlm. 102.
  57. ^ Chaplin, hlmn. 138–139.
  58. ^ Consumer Price Index (estimate) 1800–. Federal Reserve Bank of Minneapolis. Retrieved November 10, 2015.
  59. ^ Robinson, p. 103; Chaplin, p. 139.
  60. ^ Robinson, hlm. 107.
  61. ^ Chaplin, hlm. 141.
  62. ^ Robinson, hlm. 108.
  63. ^ Robinson, hlm. 110.
  64. ^ Chaplin, hlm. 145.
  65. ^ Robinson, hlm. 114.
  66. ^ a b Robinson, hlm. 113.
  67. ^ Robinson, hlm. 120.
  68. ^ Robinson, hlm. 121.
  69. ^ Robinson, hlm. 123.
  70. ^ Maland (1989), hlm. 5.
  71. ^ Kamin, hlm. xi.
  72. ^ Chaplin, hlm. 153.
  73. ^ Robinson, p. 125; Maland (1989), pp. 8–9.
  74. ^ Robinson, hlmn. 127–128.
  75. ^ Robinson, hlm. 131.
  76. ^ Robinson, hlm. 135.
  77. ^ Robinson, hlmn. 138–139.
  78. ^ Robinson, hlmn. 141, 219.
  79. ^ Neibaur, p. 23; Chaplin, p. 165; Robinson, pp. 140, 143.
  80. ^ Robinson, hlm. 143.
  81. ^ Maland (1989), hlm. 20.
  82. ^ Maland (1989), hlmn. 6, 14–18.
  83. ^ Maland (1989), hlmn. 21–24.
  84. ^ Robinson, p. 142; Neibaur, pp. 23–24.
  85. ^ Robinson, hlm. 146.
  86. ^ Louvish, hlm. 87.
  87. ^ Robinson, pp. 152–153; Kamin, p. xi; Maland (1989), p. 10.
  88. ^ Maland (1989), hlm. 8.
  89. ^ Louvish, p. 74; Sklar, p. 72.
  90. ^ Robinson, hlm. 149.
  91. ^ Robinson, hlmn. 149–152.
  92. ^ Robinson, hlm. 156.
  93. ^ "C. Chaplin, Millionaire-Elect". Photoplay (Chicago, Illinois, USA: Photoplay Publishing Co) IX (6): 58. May 1916. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 January 2014. 
  94. ^ Robinson, hlm. 160.
  95. ^ Larcher, hlm. 29.
  96. ^ Robinson, hlm. 159.
  97. ^ Robinson, hlm. 164.
  98. ^ Robinson, hlmn. 165–166.
  99. ^ Robinson, hlmn. 169–173.
  100. ^ Robinson, hlm. 175.
  101. ^ Robinson, hlmn. 179–180.
  102. ^ Robinson, hlm. 191.
  103. ^ ""The Happiest Days of My Life": Mutual". Charlie Chaplin. British Film Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 November 2012. Diakses tanggal 28 April 2012. 
  104. ^ Brownlow, p. 45; Robinson, p. 191; Louvish, p. 104; Vance (2003), p. 203.
  105. ^ Chaplin, hlm. 188.
  106. ^ Brownlow, Kevin; Gill, David (1983). Unknown Chaplin. Thames Silent. 
  107. ^ Robinson, hlm. 185.
  108. ^ Robinson, hlm. 186.
  109. ^ Robinson, hlm. 187.
  110. ^ a b Robinson, hlm. 210.
  111. ^ Robinson, hlmn. 215–216.
  112. ^ a b Robinson, hlm. 213.
  113. ^ Robinson, hlm. 221.
  114. ^ Schickel, hlm. 8.
  115. ^ Chaplin, p. 203; Robinson, pp. 225–226.
  116. ^ Robinson, hlm. 228.
  117. ^ a b "Independence Won: First National". Charlie Chaplin. British Film Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 March 2012. Diakses tanggal 5 May 2012. 
  118. ^ Chaplin, hlm. 208.
  119. ^ Robinson, hlm. 229.
  120. ^ Robinson, hlmn. 237, 241.
  121. ^ Robinson, hlm. 244.
  122. ^ Chaplin, hlm. 218.
  123. ^ Robinson, hlmn. 241–245.
  124. ^ Chaplin, pp. 219–220; Balio, p. 12; Robinson, p. 267.
  125. ^ a b Robinson, hlm. 269.
  126. ^ Chaplin, hlm. 223.
  127. ^ Robinson, hlm. 246.
  128. ^ Robinson, hlm. 248.
  129. ^ Robinson, pp. 246–249; Louvish, p. 141.
  130. ^ Robinson, hlm. 251.
  131. ^ Chaplin, p. 235; Robinson, p. 259.
  132. ^ Robinson, p. 252; Louvish, p. 148.
  133. ^ Louvish, hlm. 146.
  134. ^ Robinson, hlm. 253.
  135. ^ Chaplin, hlmn. 255–253.
  136. ^ Robinson, hlm. 261.
  137. ^ Chaplin, hlmn. 233–234.
  138. ^ Robinson, hlm. 265.
  139. ^ Robinson, hlm. 282.
  140. ^ Robinson, hlmn. 295–300.
  141. ^ Robinson, hlm. 310.
  142. ^ Robinson, hlm. 302.
  143. ^ Robinson, hlmn. 311–312.
  144. ^ Robinson, hlmn. 319–321.
  145. ^ Robinson, hlmn. 318–321.
  146. ^ Louvish, hlm. 193.
  147. ^ Robinson, hlmn. 302, 322.
  148. ^ Louvish, hlm. 195.
  149. ^ Kemp, p. 64; Chaplin, p. 299.
  150. ^ Robinson, hlm. 337.
  151. ^ Robinson, hlm. 358.
  152. ^ Robinson, hlmn. 340–345.
  153. ^ Robinson, hlm. 354.
  154. ^ Robinson, hlm. 357.
  155. ^ Robinson, p. 358; Kemp, p. 63.
  156. ^ Kemp, pp. 63–64; Robinson, pp. 339, 353; Louvish, p. 200; Schickel, p. 19.
  157. ^ Kemp, hlm. 64.
  158. ^ Vance (2003), hlm. 154.
  159. ^ Robinson, hlm. 346.
  160. ^ Chaplin and Vance, p. 53; Vance (2003), p. 170.
  161. ^ Robinson, hlmn. 355, 368.
  162. ^ Robinson, hlmn. 350, 368.
  163. ^ Robinson, hlm. 371.
  164. ^ Louvish, p. 220; Robinson, pp. 372–374.
  165. ^ Maland (1989), hlm. 96.
  166. ^ Robinson, pp. 372–374; Louvish, pp. 220–221.
  167. ^ Robinson, hlm. 378.
  168. ^ Maland (1989), pp. 99–105; Robinson, p. 383.
  169. ^ Robinson, hlm. 360.
  170. ^ Robinson, hlm. 361.
  171. ^ Robinson, hlmn. 371, 381.
  172. ^ Louvish, hlm. 215.
  173. ^ Robinson, hlmn. 382.
  174. ^ Pfeiffer, Lee. "The Circus - Film by Chaplin [1928]". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 September 2015. Diakses tanggal 9 August 2015. 
  175. ^ Brownlow, p. 73; Louvish, p. 224.
  176. ^ Chaplin, hlm. 322.
  177. ^ Robinson, p. 389; Chaplin, p. 321.
  178. ^ Robinson, p. 465; Chaplin, p. 322; Maland (2007), p. 29.
  179. ^ a b Robinson, p. 389; Maland (2007), p. 29.
  180. ^ Robinson, p. 398; Maland (2007), pp. 33–34, 41.
  181. ^ Robinson, hlm. 409, records the date filming ended as 22 September 1930.
  182. ^ a b Chaplin, hlm. 324.
  183. ^ "Chaplin as a composer". CharlieChaplin.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 July 2011. 
  184. ^ Robinson, hlm. 410.
  185. ^ Chaplin, hlm. 325.
  186. ^ Robinson, hlm. 413.
  187. ^ Maland (2007), pp. 108–110; Chaplin, p. 328; Robinson, p. 415.
  188. ^ a b "United Artists and the Great Features". Charlie Chaplin. British Film Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 April 2012. Diakses tanggal 21 June 2012. 
  189. ^ Maland (2007), hlmn. 10–11.
  190. ^ Vance, p. 208.
  191. ^ Chaplin, hlm. 360.
  192. ^ Louvish, p. 243; Robinson, p. 420.
  193. ^ Robinson, hlmn. 664–666.
  194. ^ Robinson, hlmn. 429–441.
  195. ^ Chaplin, hlmn. 372, 375.
  196. ^ Robinson, p. 453; Maland (1989), p. 147.
  197. ^ Robinson, hlm. 451.
  198. ^ Louvish, hlm. 256.
  199. ^ Larcher, p. 63; Robinson, pp. 457–458.
  200. ^ Louvish, hlm. 257.
  201. ^ Robinson, hlm. 465.
  202. ^ Robinson, hlm. 466.
  203. ^ Robinson, hlm. 468.
  204. ^ Robinson, hlmn. 469–472, 474.
  205. ^ Maland (1989), hlm. 150.
  206. ^ Maland (1989), hlmn. 144–147.
  207. ^ Maland (1989), p. 157; Robinson, p. 473.
  208. ^ Schneider, hlm. 125.
  209. ^ Robinson, hlm. 479.
  210. ^ Robinson, hlm. 469.
  211. ^ Robinson, hlm. 483.
  212. ^ Robinson, hlmn. 509–510.
  213. ^ Robinson, p. 485; Maland (1989), p. 159.
  214. ^ Chaplin, hlm. 386.
  215. ^ Schickel, p. 28; Maland (1989), pp. 165, 170; Louvish, p. 271; Robinson, p. 490; Larcher, p. 67; Kemp, p. 158.
  216. ^ a b Chaplin, hlm. 388.
  217. ^ Robinson, hlm. 496.
  218. ^ Maland (1989), hlm. 165.
  219. ^ Maland (1989), hlm. 164.
  220. ^ Chaplin, hlm. 387.
  221. ^ Robinson, hlmn. 154–155.
  222. ^ Maland (1989), hlmn. 172–173.
  223. ^ Robinson, hlmn. 505, 507.
  224. ^ Maland (1989), hlmn. 169, 178–179.
  225. ^ Maland (1989), p. 176; Schickel, pp. 30–31.
  226. ^ Maland, p. 181; Louvish, p. 282; Robinson, p. 504.
  227. ^ Maland (1989), hlmn. 178–179.
  228. ^ a b Gehring, hlm. 133.
  229. ^ Pfeiffer, Lee. "The Great Dictator". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 July 2015. Diakses tanggal 16 March 2013. 
  230. ^ Maland (1989), hlmn. 197–198.
  231. ^ Maland (1989), hlm. 200.
  232. ^ a b Maland (1989), hlmn. 198–201.
  233. ^ Nowell-Smith, hlm. 85.
  234. ^ a b Maland (1989), hlmn. 204–205.
  235. ^ Robinson, hlmn. 523–524.
  236. ^ Friedrich, hlmn. 190, 393.
  237. ^ Maland (1989), hlm. 215.
  238. ^ Maland (1989), hlmn. 214–215.
  239. ^ Louvish, hlm. xiii.
  240. ^ Maland (1989), hlmn. 205–206.
  241. ^ Frost, pp. 74–88; Maland (1989), pp. 207–213; Sbardellati and Shaw, p. 508; Friedrich, p. 393.
  242. ^ Louvish, hlm. 135.
  243. ^ Chaplin, pp. 423–444; Robinson, p. 670.
  244. ^ Sheaffer, hlmn. 623, 658.
  245. ^ Chaplin, hlmn. 423, 477.
  246. ^ Robinson, hlm. 519.
  247. ^ Robinson, hlmn. 671–675.
  248. ^ Chaplin, hlm. 426.
  249. ^ Robinson, hlm. 520.
  250. ^ Chaplin, hlm. 412.
  251. ^ Robinson, hlmn. 519–520.
  252. ^ Louvish, p. 304; Sbardellati and Shaw, p. 501.
  253. ^ Louvish, pp. 296–297; Robinson, pp. 538–543; Larcher, p. 77.
  254. ^ Louvish, pp. 296–297; Sbardellati and Shaw, p. 503.
  255. ^ Maland (1989), hlmn. 235–245, 250.
  256. ^ Maland (1989), hlm. 250.
  257. ^ Louvish, hlm. 297.
  258. ^ Chaplin, hlm. 444.
  259. ^ Maland (1989), hlm. 251.
  260. ^ Robinson, pp. 538–539; Friedrich, p. 287.
  261. ^ Maland (1989), hlm. 253.
  262. ^ Maland (1989), hlmn. 221–226, 253–254.
  263. ^ Larcher, p. 75; Sbardellati and Shaw, p. 506; Louvish, p. xiii.
  264. ^ Sbardellati, hlm. 152.
  265. ^ a b Maland (1989), hlmn. 265–266.
  266. ^ Norton-Taylor, Richard (17 February 2012). "MI5 Spied on Charlie Chaplin after the FBI Asked for Help to Banish Him from US". The Guardian (London). Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 November 2010. Diakses tanggal 17 February 2012. 
  267. ^ Louvish, pp. xiv, 310; Chaplin, p. 458; Maland (1989), p. 238.
  268. ^ Robinson, hlm. 544.
  269. ^ Maland (1989), hlmn. 255–256.
  270. ^ Friedrich, p. 286; Maland (1989), p. 261.
  271. ^ Larcher, p. 80; Sbardellati and Shaw, p. 510; Louvish, p. xiii; Robinson, p. 545.
  272. ^ Robinson, hlm. 545.
  273. ^ "Charlie Chaplin Kepincut Ngamplang". Pikiran Rakyat. 23 Juni 2006. Diakses tanggal 4 February 2007. [pranala nonaktif]
  274. ^ "Sekelumit Sejarah Bangunan Hotel Savoy Homann" (PDF). Hotel Savoy Homann. 23 Juni 2006. Diakses tanggal 4 February 2007. [pranala nonaktif]

Sumber[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]