Nu metal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Nu metal (disebut juga new metal / nü metal / neo metal / aggro metal[1][2]) adalah genre musik yang mirip dengan musik grunge dan alternative metal dikombinasikan dengan musik funk, hip-hop. Musik ini merupakan subgenre[3] dari heavy metal[4][5][6][7]. Nu metal lahir pada pertengahan 1990-an, diperkenalkan oleh band Limp Bizkit dan Korn, namun istilah nu metal akrab pada awal era 2000-an. Sekarang, band nu metal paling populer adalah Linkin Park dan Slipknot.

Musik nu metal yang menonjolkan banyak rap sering disebut rapcore. Tahun 90an banyak bermunculan band-band yang menganut istilah Nu Metal ini seperti POD, Static-X, Korn, dsb yang jelas bergenre Aggro Rock,genre Aggro Rock ini lah yang merupakan musik Nu Metal yang selama ini kita dengar atau kenal hingga sekarang,nah record label / media mengganti nama "Aggro Rock" dengan istilah New Metal atau Nu Metal untuk menarik pasar.awalnya label Nu Metal ini dicetus oleh seorang produser bernama Ross Robinson yang bekerja sama dengan Korn dan Limp Bizkit

Unsur[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Genre: Alternative Metal". Allmusic. Diakses tanggal 22 May 2010. By the latter half of the '90s, most new alt-metal bands were playing some combination of simplified thrash, rap, industrial, hardcore punk, and grunge. This new sound was more about grinding textures... Korn, Deftones, and Limp Bizkit were the biggest stars of this new movement -- sometimes dubbed aggro-metal, nu-metal... 
  2. ^ Van Pelt, Doug (2004). "Static X". Rock Stars on God: 20 Artists Speak Their Mind about Faith. Relevant Media Group. hlm. 180. ISBN 0-9729276-9-7. 
  3. ^ Wilson, Scott (2008). Great Satan's rage: American negativity and rap/metal in the age of supercapitalism. Manchester University Press. hlm. 199. ISBN 0-7190-7463-0. 
  4. ^ Pieslak, Jonathan (2008). "Sound, text and identity in Korn's 'Hey Daddy'". Popular Music. 27: 35–52. doi:10.1017/S0261143008001451. 
  5. ^ Halnon, Karen Bettez (2006). "Heavy Metal Carnival and Dis-alienation: The Politics of Grotesque Realism". Symbolic Interaction. 29 (1): 33–48. doi:10.1525/si.2006.29.1.33. 
  6. ^ Tompkins, Joseph (2009). "What's the Deal with Soundtrack Albums? Metal Music and the Customized Aesthetics of Contemporary Horror". Cinema Journal. 49 (1). 
  7. ^ Robinson, Greg (2008). Ozzfest. The Rosen Publishing Group. hlm. 48. ISBN 1-4042-1756-8. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]