Bella Vista

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bella Vista
Format Sinetron
Pembuat Multivision Plus
Pemeran Season 1 dan 2
Roy Marten
Ira Wibowo
Angel Ibrahim
Agus Melasz
Venna Melinda
Ryan Hidayat
Jeremy Thomas
Deddy Rizaldi
Dwi Yan
Fransisca
Season 3
Teuku Ryan
(sebagai Andre)

Anna Valiana
(sebagai Bella)

Piet Pagau
(sebagai Darsa)

Cut Ancesarra
Komposer lagu tema Dwiki Darmawan
Negara Indonesia
Jumlah musim 3
Jumlah episode Season 1
10 episode
Season 2
11 episode
Season 3
10 episode
Produksi
Produser eksekutif Gobind Punjabi
Produser Raam Punjabi
Lokasi Jakarta
Durasi 1 Jam
Siaran
Stasiun televisi RCTI
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Siaran sejak 1995  1997

Bella Vista merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di RCTI dari tahun 1995 hingga tahun 1997.

Sinetron yang disutradarai oleh Nasri Cheppy ini mengisahkan seorang pengusaha sukses yang menghadapi berbagai rintangan dengan melawan musuh-musuhnya yang tidak terima dengan meluasnya bisnis Bella Vista

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Sinetron ini menceritakan Beni Latin (diperankan oleh Roy Marten) sebagai pengusaha sukses yang memperluas jaringan bisnis.

Season 1[sunting | sunting sumber]

Beni Latin menikah dengan Vivi Suryani Tamia (diperankan oleh Ira Wibowo). Masa kebahagiaannya mulai rapuh saat Suryo, mantan mitra bisnis Beni Latin, melakukan percobaan pembunuhan terhadap Beni. Vivi Tamia yang saat itu tengah hamil seorang anak perempuan, mengalami depresi hebat dan mengalami kelumpuhan akibat ketakutan menyaksikan suaminya nyaris dibunuh. Sadar akan kondisi Vivi Tamia, Beni menyuruh Frans, mata-mata dari Beni, untuk memberi pelajaran kepada Suryo dengan menghilangkan kakinya karena diamputasi setelah remuk akibat tabrakan mobil.

Beni Latin mulai dekat dengan asisten pribadinya, bernama Lydia (diperankan oleh Angel Ibrahim). Kedekatan ini muncul saat Vivi mengalami koma selama 4 tahun lamanya pascamelahirkan Bella (saat dewasa diperankan oleh Venna Melinda), putri semata wayang Beni dan Vivi. Lydia sendiri tinggal satu rumah dengan Johan (diperankan oleh Agus Melasz) selama 5 tahun lamanya. Merasa bahwa Johan adalah seorang pria yang tidak bertanggung jawab karena tidak mendapatkan pekerjaan yang pasti, Lydia meninggalkan Johan sendirian. Dan Lydia diketahui sedang mengandung anak laki-laki oleh dokter yang juga temannya.

Setelah Vivi meninggal dunia, Beni mulai merasa kesepian dan akhirnya menjadikan Lydia sebagai istrinya, hingga lahirlah Andre (saat dewasa diperankan oleh Ryan Hidayat). Dan Beni tidak sadar bahwa anak yang dikandung oleh Lydia merupakan buah dari Johan. Johan yang masih menyimpan rasa dendam karena Lydia jatuh ke tangan Beni, mulai melancarkan serangan balas dendam. Juga, Johan merupakan rekan dekat Suryo, yang pernah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Beni.

Kebahagiaan Beni akan kehadiran Bella dan Andre yang semula baik-baik saja. mengalami masalah. Beni mendadak sakit serta mengalami kelumpuhan dan harus dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan. Andre yang terjebak dalam dunia gemerlap, berpacaran dengan Vera (diperankan oleh Fransisca), Andre sendiri tidak menyadari bahwa Vera adalah anak dari musuhnya Beni, Suryo. Andre yang mulai mabuk kepayang dengan Vera, kemudian diculik oleh orang suruhan Johan, bernama Martin (diperankan oleh Sellen Fernandez). Sementara Bella dan Dicky Alamsyah (diperankan oleh Deddy Rizaldy) yang telah bertunangan, diusik oleh kehadiran Indra (diperankan oleh Jeremy Thomas) yang sengaja menyimpan niat jahat terhadap Bella dan juga Dicky.

Vera dan Indra juga bersekongkol. Dicky dibius oleh Vera dan kemudian direkam dalam sebuah kaset seolah bahwa Dicky telah berselingkuh dengan perempuan lain. Sementara Indra mencoba memperkosa Bella yang telah dibiusnya, namun berhasil digagalkan oleh Dicky. Johan yang bekerja sebagai Asisten Beni, diam-diam juga menyimpan rencana jahatnya, termasuk menyatakan Andre sebagai anaknya. Upaya membuktikan dengan tes DNA ini gagal setelah dokter yang juga rekannya Lydia sebagai saksi, meninggal karena serangan jantung.

Saat Beni terbaring di rumah sakit, Lydia menceritakan semuanya. Sebenarnya Beni sudah sadar, namun ia berpura-pura sakit untuk membiarkan Bella memegang kendali bisnisnya, juga untuk mendengarkan semua rahasia yang disimpan Lydia. Beni menceritakan kembali semua akting sakitnya kepada dokter pribadinya bernama dokter Slamet (diperankan oleh Fuad Baradja). Saat itu, Frans, mata-mata kepercayaan Beni, tewas tertembak oleh Martin. Martin yang mengetahui Frans sebagai mata-mata Beni, kemudian melakukan percobaan pembunuhan kepada Beni di rumah Sakit, namun digagalkan oleh Dedi (diperankan oleh Dwi Yan).

Dedi datang saat itu, untuk mencari siapa pembunuh Frans, yang merupakan kakaknya. Upaya Dedi untuk mencari siapa pembunuh kakaknya, menjadi tantangan sekaligus pekerjaan baru untuk Dedi. Secara tidak langsung, Dedi direkrut oleh Beni. Dedi dipercaya memiliki strategi yang bagus dan menolak perintah untuk membunuh. Dedi lebih memilih menjebloskan musuhnya ke penjara, dan itu pula yang akan dilakukan Dedi kepada siapa pembunuh kakaknya.

Andre mulai menemukan pengganti Vera, bernama Cinthia. Namun Cinthia beserta ayahnya diancam dibunuh apabila Cinthia mendekati Andre. Andre yang tidak terima melakukan upaya balas dendam dengan mencelakai Vera. Indra yang awalnya berencana melakukan pembunuhan terhadap Dicky, digagalkan oleh Dedi yang direkrut sebagai pengawal Bella dan Dicky. Gagalnya membunuh Dicky oleh seseorang bernama Alex, suami dari Susi (diperankan oleh Gitty Srinita) yang juga sekretaris Indra, dan baru bebas dari penjara. Alex yang berupaya membunuh Dedi, juga gagal, karena ia tewas terjatuh dari Apartemen tempat Dedi tinggal.

Indra ditangkap oleh Polisi karena berupaya melakukan pembunuhan terhadap Susi, sekretarisnya. dan mendapatkan hukuman penjara. Dedi saat itu menjalankan strategi Beni untuk menjadi mata-mata Johan, Vera, dan Martin. Hingga akhirnya ketiganya dipenjara karena akan mencelakai serta membunuh Beni pada saat pesta pernikahan Bella dan Dicky yang digelar sebagai simulasi untuk meyakinkan Johan.[1]

Season 2[sunting | sunting sumber]

Setelah Indra, Vera, dan Johan bebas. Masalah baru kembali muncul. Bahkan Bella yang saat itu sedang hamil, diculik oleh Indra. Begitupun Dicky yang dikeroyok hingga nyaris lupa ingatan. Dedi terkena luka tembak saat mencoba mengamankan Bella dari upaya penculikan yang dilakukan Johan dan Indra. Dan pada akhir cerita di sesi ini, Johan tewas ditembak oleh Lydia, setelah mencoba menembak Beni yang digagalkan oleh Lydia. Lydia terkena luka tembak pada bagian pundak, sementara Johan tewas terkena tembakan bertubi-tubi. Indra beserta Vera, tewas dalam kecelakaan mobil dan terbakar setelah masuk ke dalam jurang, pada saat berupaya melarikan diri dari kejaran polisi

Season 3[sunting | sunting sumber]

Setelah kematian musuh-musuh Beni, sebenarnya keluarga Beni sudah hidup dengan tenang, penuh kedamaian meskipun Lydia penglihatannya agak kurang. Benni memang selama ini tidak mengetahui bahwa istrinya mengalami gangguan penglihatan, walaupun Beni sering kecewa Lidya selalu menolak jika diajak makan bersama di luar.

Darsa (diperankan oleh Piet Pagau), rekan Beni pada saat mereka sama-sama masih muda dulu, 20 tahun yang lalu keluar dari penjara, setelah mendekam kurang lebih 20 tahun. Kedamaian yang baru saja dinikmati keluarga Beni kembali terguncang pada saat Darsa muncul menemui Beni untuk menuntut pembagian harta sepertiga dari kekayaan Bella Vista. Karena Darsa merasa mempunyai andil untuk membuat Bella Vista menjadi perusahaan besar.

Pada sesi ini, pemeran Bella digantikan oleh Anna Valiana, sedangkan Andre digantikan oleh Teuku Ryan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1], Bella Vista episode ke-10.


Pranala luar[sunting | sunting sumber]