Alfabet Lidia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Alfabet Lidia
Lydian Text.jpg
Jenis aksara
BahasaLidia
Periode
700-200 SM
Arah penulisanKanan ke kiri
Aksara terkait
Silsilah
Aksara kerabat
Beberapa Alfabet Anatolia
ISO 15924
ISO 15924Lydi, 116 Sunting ini di Wikidata, ​Lydian
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Lydian
U+10920–U+1093F
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (IPA). Untuk bantuan dalam membaca simbol IPA, lihat Bantuan:IPA. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan  , Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Alfabet Lidia merupakan aksara berjenis alfabet yang pernah digunakan untuk menulis bahasa Lidia. Seperti aksara-aksara di Anatolia pada Zaman Besi, alfabet Lydia diturunkan dari alfabet Yunani Timur Kuno, dengan tambahan dan modifikasi huruf.

Kodifikasi modern pertama dari alfabet Lydian dibuat oleh Roberto Gusmani pada tahun 1964, dalam gabungan leksikon, tata bahasa, dan koleksi naskah.

Naskah-naskah berbahasa Lidia pada awalnya ditulis dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri. Naskah selanjutnya semua dari kanan ke kiri. Satu naskah yang bertahan adalah dengan cara terbalik. Spasi memisahkan kata-kata kecuali dalam satu teks yang menggunakan titik sebagai gantinya. Alfabet Lidia secara unik menampilkan tanda kutip dalam bentuk segitiga siku-siku.

Aksara[sunting | sunting sumber]

Alfabet Lidia[2][3] sangat mirip dengan alfabet-alfabet di Anatolia serta Alfabet Yunani Timur. Beberapa diwakili oleh lebih dari satu simbol, yang dianggap sebagai satu "huruf". Berbeda dengan Alfabet Karia, yang memiliki bunyi "f" yang berasal dari Φ, bunyi f pada alfabet Lidia memiliki bentuk 8 aneh yang juga ditemukan dalam Alfabet Etruria Baru dan Alfabet Italik Kuno pada rumpun bahasa Osko-Umbri seperti bahasa Oska, Umbri, Sabine Kuno, dan Pikenum Selatan (Volski Kuno).[4][4]

The Lydian Alphabet
Huruf Transliterasi Bunyi
(IPA)
Catatan
Simbol Gambar
𐤠 EtruscanA-01.svg a [a]
𐤡 EtruscanB-01.svg tradisional: b
baru: p
[p~b] Konsonan labial polos dilafalkan [b] sebelum nasal dan mungkin dilafalkan [r]
𐤢 g [ɡ] Kadang-kadang diganti dengan bunyi sekunder /k/.
𐤣 d [θ~ð]? Turunan dari lafal PIE *t yang terlenisi; kemungkinan besar konsonan interdental [θ~ð] meskipun konsonan frikatif koronal lain seperti [z] dimungkinkan
𐤤 Runic letter fehu.svg e [eː] Cukup tinggi dan panjang, seperti ει pada albaet Yunani; hanya terjadi bila ada penekanan aksen.
𐤥 EtruscanF-01.svg tradisional: v
baru: w
[w~v] Turunan dari lafal PIE * w; mungkin labiodental. Sekarang biasanya ditranskripsikan sebagai w untuk menghindari kebingungan dengan ν untuk konsonan nasal 𐤸.
𐤦 EtruscanI-01.svg i [i]
𐤧 EtruscanD-01.svg y [i̯~j]? Alofon untuk bunyi /i/, mungkin ketika aksen tidak ditekan. Hanya ditemukan 11 kali pada naskah: artymu- ~ artimu-.[5] Mungkin diserap dari 𐊹 pada Alfabet Karia.
𐤨 EtruscanK-01.svg k [k~ɡ] Dilafalkan [ɡ] sebelum konsonan nasal [r]
𐤩 EtruscanP-01.svg l [l]
𐤪 m [m]
𐤫 EtruscanN-01.svg n [n]
𐤬 EtruscanO-01.svg o [oː] Cukup tinggi dan panjang, seperti alfabet Yunani; hanya terjadi jika ada penekanan aksen.
𐤭 r [r]
𐤮 PhoenicianN-01.png tradisional: ś baru: s [s] Dilafalkan [s], terlepas dari transkripsinya.
𐤯 t [t~d] Dilafalkan [d] sebelum konsonan nasal [r]
𐤰 u [u]
𐤱 EtruscanF-02.svg f [f] or [ɸ] Konsonan Labiodental atau bilabial frikatif. Bergantian dengan bunyi /w/ pada:
𐤩𐤤𐤱𐤮~‎𐤩𐤤𐤥𐤮 lewś~lefś "Zeus"
𐤲 PhoenicianT-01.png q [kʷ] Setidaknya bunyi [kʷ] secara historis; idak jelas apakah pengucapan ini masih berlaku.
𐤳 EtruscanZ-01.svg tradisional: s
baru: š
[ç] or [ʃ] Palatalisasi *s. Transkripsi baru menggunakan bunyi š.
𐤴 τ [tç] or [tʃ] 𐤴𐤴 ττ results from 𐤯+‎𐤳 t+s as in:
𐤨𐤠𐤯+𐤳𐤠𐤣𐤪𐤶𐤮 >‎ 𐤨𐤠𐤴𐤴𐤠𐤣𐤪𐤶𐤮
kat+sadmẽś > kaττadmẽś
𐤵 EtruscanSAN-01.svg ã Vokal sengau Mungkin dilafalkan [ãː], hanya terjadi bila ada penekanan aksen. Ã atau a ditemukan sebelum konsonan nasal: aliksãntru ~ aliksantru.[6]
𐤶 EtruscanKH-01.svg Vokal sengau Bukan dilafalkan [ẽ]; mungkin [ã] atau [æ̃] seperti pada bahasa Likia. Hanya terjadi jika ada penekanan aksen.
𐤷 λ [ʎ] (atau [ɾʲ]?) Palatalisasi *l (atau palatisasi sentuhan?[7])
𐤸 ν [ɲ] atau [ŋ]? Muncul pada akhir kata/bunyi atau palatisasi *m dan *n; kemudian hilangnya vokal akhir menyebabkannya kontras dengan pelafalan itu. Ditransliterasikan pada huruf Yunani sebagai ν (nu)
𐤹 Runic letter tiwaz.svg c [ts~dz]? Afrikatif atau frikatif yang tidak ditentukan: [ts], [z], [dz], atau [dʒ]. Setidaknya satu asal berasibilasi dari bunyi *d pada PIE.

Selain itu, dua digraf, aa dan ii, tampak sebagai alofon dari [a] dan [i] dalam keadaan spekulatif, seperti pemanjangan dari tekanan.[8] Gugus konsonan kompleks sering muncul dalam prasasti dan, jika ada, epenthetic pepet swarabakti jelas tidak tertulis: 𐤥𐤹𐤯𐤣𐤦𐤣 wctdid [wt͡stθiθ], 𐤨𐤮𐤡𐤷𐤯𐤬𐤨 kśbλtok- [kspʎ̩tok].

Catatan: transliterasi yang lebih baru menggunakan p untuk b, s untuk ś, š untuk s, dan w for v muncul dalam terbitan terbaru dan Kamus Daring Bahasa Minor Anatolia Kuno (eDiAna), serta naskah bahasa Lidia oleh Melchert.[9][10]

Contoh kata[sunting | sunting sumber]

𐤬𐤭𐤠 ora [ora] "mulut"

𐤩𐤠𐤲𐤭𐤦𐤳𐤠 laqrisa [lakʷrisa] "tembok", "dromos", atau "prasasti"[11]

𐤡𐤦𐤭𐤠 bira [pira] "rumah", "balai"

𐤥𐤹𐤡𐤠𐤲𐤶𐤫𐤯 wcbaqẽnt [w̩t͡spaˈkʷãnd] "menginjak-injak" (dari *pekʷ- dalam PIE, berarti "menghancurkan")

Unicode[sunting | sunting sumber]

Alfabet Lydian ditambahkan ke Unicode Baku pada bulan April 2008 dengan rilis versi 5.1. Alfabet itu dikodekan dalam Paket 1 (Supplementary Multilingual Plane).

Blok Unicode untuk alfabet Lidia adalah U+10920–U+1093F:

Lidia[1][2]
Official Unicode Consortium code chart (PDF)
  0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F
U+1092x 𐤠 𐤡 𐤢 𐤣 𐤤 𐤥 𐤦 𐤧 𐤨 𐤩 𐤪 𐤫 𐤬 𐤭 𐤮 𐤯
U+1093x 𐤰 𐤱 𐤲 𐤳 𐤴 𐤵 𐤶 𐤷 𐤸 𐤹 𐤿
Catatan
1.^Per Unicode versi 8.0
2.^Abu-abu berarti titik kode kosong

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Himelfarb, Elizabeth J. "First Alphabet Found in Egypt", Archaeology 53, Issue 1 (Jan./Feb. 2000): 21.
  2. ^ Adiego (2007) page 769.
  3. ^ Everson (2006).
  4. ^ a b McDonald, Katherine (2015). Oscan in Southern Italy and Sicily (dalam bahasa Inggris). Cambridge, UK: Cambridge University Press. hlm. 65–82. ISBN 9781107103832. 
  5. ^ Gérard (2005) page36.
  6. ^ Gérard (2005) page 35.
  7. ^ Sasseville, David; Euler, Katrin (2019). "Die Identität des lydischen Qλdãns und seine kulturgeschichtlichen Folgen". Kadmos. 58 (1/2): 125–156. Diakses tanggal 2021-03-14. 
  8. ^ Gérard (2005) page 34.
  9. ^ "EDIANA - Corpus". www.ediana.gwi.uni-muenchen.de. Diakses tanggal 2019-03-26. 
  10. ^ "Lydian Corpus" (PDF). 
  11. ^ Kelder, Jorrit. "A new reading of Lydian laqrisa as "words" or "inscriptions" (?)" (dalam bahasa Inggris). 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Adiego, I. J. (2007). "Greek and Lydian". Dalam Christidis, A.F.; Arapopoulou, Maria; Chriti, Maria. A History of Ancient Greek From the Beginning to Late Antiquity. Chris Markham (trans.). Cambridge University press. ISBN 0-521-83307-8. . Translator Chris Markham.
  • Gérard, Raphaël (2005). Phonétique et morphologie de la langue lydienne. Louvain-la-Neuve: Peeters. ISBN 9042915749.  French language text.
  • Gusmani, R. Lydisches Wörterbuch. Mit grammatischer Skizze und Inschriftensammlung, Heidelberg 1964 (Ergänzungsband 1-3, Heidelberg 1980-1986).
  • Melchert, H. Craig (2004) "Lydian", in Roger D. Woodard (ed.), The Cambridge Encyclopedia of the World's Ancient Languages. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-56256-2. pp. 601–608.
  • Shevoroshkin, V. The Lydian Language, Moscow, 1977.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]