Lompat ke isi

Aksara Phagspa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Aksara Phagspa
Jenis aksara
Abugida
BahasaMongol
Sanskerta
Tibet
Tionghoa
Uyghur
PenciptaDrogön Chögyal Phagpa
Periode
sejak 1269 hingga sekitar 1360
Arah penulisanAtas ke bawah
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
Aksara turunan
kemungkinan Hangul
Aksara kerabat
Aksara Lepcha
ISO 15924
ISO 15924Phag, 331 Sunting ini di Wikidata, Phags-pa
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Phags-pa
U+A840–U+A87F
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan  , Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Aksara Phagspa[1] adalah suatu aksara alfasilabis (abugida) yang dirancang oleh tokoh Tibet Lama Zhogoin Qoigyai Pagba (Drogön Chögyal Phagpa) untuk Kaisar Kublai Khan dari Dinasti Yuan, sebagai tulisan persatuan bagi kesastraan Dinasti Yuan.

Penggunaannya secara luas hanya terbatas sekitar seratus tahun selama Dinasti Yuan, dan mulai memudar seiring kebangkitan Dinasti Ming. Dokumentasi penggunaannya memberi jejak bagi para ahli bahasa mengenai perubahan dalam bahasa Tionghoa, Tibet, Mongol, dan bahasa-bahasa sekitarnya selama kekuasaan Dinasti Yuan.

Penggunaan aksara Mongol berbasis Uyghur kurang cocok bagi penutur bahasa Mongol Tengah, dan tidak praktis bila dikembangkan untuk menuliskan bahasa yang fonologinya berbeda jauh seperti bahasa Tionghoa. Maka dari itu, selama Dinasti Yuan (sekitar 1269), Kublai Khan menitahkan Phagpa untuk merancang suatu aksara baru yang akan digunakan di seluruh wilayah kekaisarannya sehingga dapat dipakai untuk menuliskan bahasa-bahasa yang ada di wilayah kekuasaannya. Phagpa mengembangkan aksara Tibet (suatu aksara asal India) dari daerah asalnya agar penggunaannya dapat mencakup bahasa Mongol dan Tonghoa, yakni menurut standar Mandarin Zhongyuan.[2] Sejumlah 38 huruf yang tercipta dikenali menurut nama-nama yang deskriptif, misalnya disebut "tulisan kotak" karena keunikan bentuknya, tetapi kini terutama disebut sebagai aksara Phagspa.

Tidak seperti tulisan asalnya, aksara ini ditulis secara vertikal (dari atas ke bawah) seperti aksara Mongol sebelumnya. Hal ini kurang diterima secara luas dan mulai ditinggalkan seiring jatuhnya Dinasti Yuan pada tahun 1368. Setelahnya aksara ini terutama digunakan untuk memberi keterangan fonetis bagi orang Mongol yang mempelajari aksara Tionghoa. Aksara ini juga digunakan di Tibet: sebagai salah satu aksara dalam mata uang Tibet pada abad ke-20; sebagai aksara untuk tulisan segel di Tibet sejak Abad Pertengahan sampai abad ke-20; dan sebagai aksara bagi tulisan pada pintu masuk di kuil-kuil Tibet.

Aksara Phagspa, dengan huruf konsonan yang diurutkan menurut fonologi bahasa Tionghoa. Di sisi paling kiri adalah huruf vokal dan konsonan madya.
Atas: Perkiraan nilai bunyi dalam bahasa Tionghoa Pertengahan. (nilai bunyi dalam tanda kurung tidak digunakan dalam bahasa Tionghoa.)
Tingkat kedua: Bentuk standar huruf Phagspa.
Tingkat ketiga: Bentuk tulisan segel. (beberapa huruf, ditandai dengan tanda penghubung, tidak jauh berbeda dengan huruf sebelumnya.)
Bawah: Bentuk "Tibet". (beberapa huruf memiliki bentuk alternatif, ditandai dengan tanda )

Berikut ini adalah huruf dasar Phagspa seperti yang disebutkan dalam Menggu Ziyun. Huruf-huruf ini diurutkan menurut tradisi filologis Tionghoa.

36 huruf dasar dalam Menggu Ziyun
No.NamaNilai
fonetis
Huruf
Phagspa
Konsonan
inisial
Catatan
1見 jiàn*[k]g-
2溪 qī*[kʰ]kh-
3群 qún*[ɡ]k-
4疑 yí*[ŋ]ng-
5端 duān*[t]d-
6透 tòu*[tʰ]th-
7定 dìng*[d]t-
8泥 ní*[n]n-
9知 zhī*[ʈ]j-
10徹 chè*[ʈʰ]ch-
11澄 chéng*[ɖ]c-
12娘 niáng*[ɳ]ny-
13幫 bāng*[p]b-
14滂 pāng*[pʰ]ph-
15並 bìng*[b]p-
16明 míng*[m]m-
17非 fēi*[p̪]f-Bentuk normal huruf fa
18敷 fū*[p̪ʰ]f¹-Bentuk varian huruf fa
19奉 fèng*[b̪]f-Bentuk normal huruf fa
20微 wēi*[ɱ]w-Huruf wa melambangkan [v]
21精 jīng*[ts]dz-
22清 qīng*[tsʰ]tsh-
23從 cóng*[dz]ts-
24心 xīn*[s]s-
25邪 xié*[z]z-
26照 zhào*[tɕ]j-
27穿 chuān*[tɕʰ]ch-
28床 chuáng*[dʑ]c-
29審 shěn*[ɕ]sh¹-Bentuk varian huruf sha
30禪 chán*[ʑ]sh-Bentuk normal huruf sha
31曉 xiǎo*[x]h-Bentuk normal huruf ha
32匣 xiá*[ɣ]x-
h¹-Bentuk varian huruf ha
33影 yǐng*[ʔ]·-Bunyi hamzah
y-Bentuk normal huruf ya
34喻 yù*[j]ʼ-jeda awal
y¹-Bentuk varian huruf ya
35來 lái*[l]l-
36日 rì*[ɲ]zh-

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. Aksara Phagspa: ꡏꡡꡃ ꡣꡡꡙ ꡐꡜꡞ mongxol tshi, "aksara Mongol"; bahasa Mongol: дөрвөлжин үсэг dörvöljin üseg, "tulisan kotak"; Tibet: ཧོར་ཡིག་གསར་པ་ Horyig Sarba, "aksara Mongol Baru"; Tionghoa: 蒙古新字 měnggǔ xīnzì, "aksara Mongol Baru" (istilah zaman Dinasti Yuan) atau 八思巴文 bāsībā wén, "tulisan Phags-pa" (istilah sekarang)
  2. Coblin, W. South (2002). "Reflections on the Study of Post-Medieval Chinese Historical Phonology". Dalam 何大安 (ed.). 第三屆國際漢學會議論文集: 語言組. 南北是非 : 漢語方言的差異與變化. Taibei: Institute of Linguistics, Academia Sinica. hlm. 23–50. ISBN 978-957-671-936-3. ; ; ; [pranala nonaktif permanen] p. 31.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  • Coblin, W. South (2006). A Handbook of 'Phags-pa Chinese. ABC Dictionary Series. Honolulu: University of Hawai'i Press. ISBN 978-0-8248-3000-7.
  • Everding, Karl-Heinz (2006). Herrscherurkunden aus der Zeit des mongolischen Großreiches für tibetische Adelshäuser, Geistliche und Klöster. Teil 1: Diplomata Mongolica. Mittelmongolische Urkunden in ´Phags-pa-Schrift. Eidtion, Übersetzung, Analyse. Halle: International Institute for Tibetan and Buddhist Studies. ISBN 978-3-88280-074-6.
  • Poppe, Nicholas (1957). The Mongolian Monuments in hP´ags-pa Script (Edisi Second). Wiesbaden: Harrassowitz.
  • Schuh, Dieter (1981). Grundlagen tibetischer Siegelkunde. Eine Untersuchung über tibetische Siegelaufschriften in ´Phags-pa-Schrift. Sankt Augustin: VGH Wissenschaftsverlag. ISBN 978-3-88280-011-1.
  • Sampson, Geoffrey (1985). Writing Systems: A Linguistic Introduction. Great Britain: Anchor Brenton Ltd. ISBN 978-0-09-156980-8.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]