Portal:Biologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Hoatzin in Peru.jpg Rafflesia kerrii flower closeup.jpg Single lycoperdon perlatum.jpg Surirella spiralis - SEM MUSE - sharpened.jpeg Brain coral.jpg
Opisthocomus hoazin Rafflesia kerrii Lycoperdon perlatum Surirella spiralis Diploria labyrinthiformis
Selamat datang di Portal Biologi Wikipedia
Blume mit Schmetterling und Biene 1uf.JPG

Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, bios ("hidup") dan logos ("lambang", "ilmu"). Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan"), yang diambil dari bahasa Arab. Objek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup, dan karenanya dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme. Selengkapnya...

Artikel pilihan

Sumatran Rhino 2.jpg

Badak sumatera, juga dikenal sebagai badak berambut atau badak Asia bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis), merupakan spesies langka dari famili Rhinocerotidae dan termasuk salah satu dari lima spesies badak yang masih ada. Badak sumatera merupakan satu-satunya spesies yang terlestarikan dari genus Dicerorhinus. Badak ini adalah badak terkecil, meskipun masih tergolong hewan mamalia yang besar. Tingginya 112-145 cm sampai pundak, dengan panjang keseluruhan tubuh dan kepala 2,36-3,18 m, serta panjang ekornya 35–70 cm. Beratnya dilaporkan berkisar antara 500 sampai 1.000 kg, dengan rata-rata 700–800 kg, meskipun ada suatu catatan mengenai seekor spesimen dengan berat 2.000 kg. Sebagaimana spesies badak Afrika, badak sumatera memiliki dua cula; yang lebih besar adalah cula pada hidung, biasanya 15–25 cm, sedangkan cula yang lain biasanya berbentuk seperti sebuah pangkal. Sebagian besar tubuh badak sumatera diselimuti rambut berwarna cokelat kemerahan. Spesies ini pernah menghuni hutan hujan, rawa, dan hutan pegunungan di India, Bhutan, Bangladesh, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Tiongkok. Dalam sejarahnya, badak sumatera dahulu tinggal di bagian barat daya Tiongkok, khususnya di Sichuan. Mereka sekarang terancam punah, dengan hanya enam populasi yang cukup besar di alam liar: empat di Sumatera, satu di Kalimantan, dan satu di Semenanjung Malaysia. Jumlah badak sumatera sulit ditentukan karena mereka adalah hewan penyendiri yang tersebar secara luas, tetapi dapat diperkirakan kalau jumlahnya kurang dari 100 ekor. Ada keraguan mengenai kelangsungan hidup populasinya di Semenanjung Malaysia, dan salah satu populasi di Sumatera mungkin sudah punah. Jumlah mereka saat ini mungkin hanya 80 ekor. Pada tahun 2015, para peneliti mengumumkan bahwa badak sumatera timur di bagian utara Kalimantan (Sabah, Malaysia) telah punah. Dalam sebagian besar masa hidupnya, badak sumatera merupakan hewan penyendiri, kecuali selama masa kawin dan memelihara keturunan. Mereka merupakan spesies badak yang paling vokal dan juga berkomunikasi dengan cara menandai tanah dengan kakinya, memelintir pohon kecil hingga membentuk pola, dan meninggalkan kotorannya. Spesies ini jauh lebih baik untuk dipelajari daripada badak jawa yang sama tertutupnya, sebagian dikarenakan adanya program yang membawa 40 badak sumatera ke dalam konservasi ex-situ dengan tujuan melestarikan spesies tersebut. Program ini bahkan dianggap sebagai bencana oleh pemrakarsanya; sebagian besar badak tersebut mati dan tidak ada keturunan yang dihasilkan selama hampir 20 tahun, sehingga menggambarkan penurunan populasi yang bahkan lebih buruk daripada habitatnya di alam liar.

Artikel pilihan sebelumnya: Lamtoro, Paus biru, dan Penyakit Hansen.

Artikel pilihan lainnya...

Tokoh pilihan

Camillo Golgi nobel.jpg

Camillo Golgi (7 Juli 184321 Januari 1926) adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Italia. Golgi lahir di Córteno Golgi, provinsi Brescia, Italia. Ayahnya adalah seorang dokter dan petugas kesehatan daerah tersebut. Golgi belajar ilmu kedokteran di Universitas Pavia, di mana ia bekerja dalam percobaan laboratorium patologi bersama Giulio Bizzozero, tokoh yang menjelaskan sumsum tulang. Golgi lulus pada 1865. Ia banyak menghabiskan masa kariernya dengan meneliti sistem saraf pusat.

Gambar pilihan

Curcuma longa roots.jpg

Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.), adalah termasuk salah satu tanaman rempah-rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal, seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), janar (Banjar), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura). (Selengkapnya...)

Gambar pilihan sebelumnya...

Tahukah Anda

  • "... bahwa lembu laut masih sekerabat dengan gajah?"
  • "... bahwa penanda tumor, yaitu senyawa yang ditemukan di atas jumlah normal bila terdapat kanker tertentu di dalam tubuh, digunakan untuk menunjang diagnosis atau pemantauan pasien penderita kanker?"
  • "... bahwa karena ukurannya yang sangat besar dibandingkan virus pada umumnya, Mimivirus (gambar) disangka sebagai bakteri ketika ditemukan pada tahun 1992?"

Topik utama

Umum Kehidupan | Spesies | Biologi
Evolusi (Pengenalan) Seleksi alam | Hanyutan genetik | Seleksi seksual | Spesiasi | Mutasi | Aliran gen
Pohon kehidupan Kladistik | Hewan | Tumbuhan | Fungi | Protista | Bakteri | Arkaea | Prokariota | Eukariota | Sistem tiga domain | Tumbuhan berbunga | Serangga | Moluska | Nematoda | Virus
Klasifikasi manusia Primata | Mamalia | Vertebrata | Craniata | Kordata | Deuterostoma | Hewan
Sejarah biologi Rantai keberadaan | Omne vivum ex ovo | Garis waktu biologi dan kimia organik
Sejarah... Ekologi | Biologi evolusi | Geografi | Organisme model | Biologi molekular | Paleontologi
Biokimia DNA | RNA | Protein | Enzim | Pelipatan protein | Karbohidrat | Lipid | Glikolisis | Siklus asam sitrat | Rantai transpor elektron | Fosforilasi oksidatif | Fotosintesis | Struktur protein
Genetika (Pengenalan) Gen | Genom | Kariotipe | Transkripsi | Translasi | Rekombinasi | Kromosom | Hukum Pewarisan Mendel | Fenotipe | Genotipe | Epigenetika | Mutasi | Pengujian DNA | Kromatin | Genetika klasik | Genetika ekologi | Genetika molekular | Genetika populasi | Genetika kuantitatif
Sel Dinding sel | Membran sel | Sitoskeleton | Mitokondrion | Kloroplas | nukleus | Retikulum endoplasma | Badan Golgi | Siklus sel | Mitosis | Metabolisme | Pensinyalan sel | Penyasaran protein
Daur hidup Replikasi DNA | Reproduksi | Ploidi | Spermatogenesis | Pergiliran keturunan | Oogenesis | Parasitisme | Evolusi seksual | Meiosis | Penuaan
Perkembangan Jaringan | Fertilisasi | Embriogenesis | Gastrulasi | Neurulasi | Organogenesis | Diferensiasi | Morfogenesis | Metamorfosis | Ontogeni
Teknik lab Rekayasa genetika | Transformasi | Elektroforesis gel | Kromatografi | Sentrifugasi | Kultur sel | Pengurutan DNA | Microarray DNA | Protein berpendar hijau | Vektor | Asai enzim | Pemurnian protein | Blot Western | Blot Northern | Blot Southern | Enzim restriksi | Reaksi berantai polimerase | Penapisan dua hibrida | In vivo - In vitro - In silico
Sejarah kehidupan Altrisial - Prekosial | Rasio seks
Perilaku Altruisme - Kooperasi - Pelanjaan - Pembelajaran - Rawatan induk - Konflik seksual - Wilayah
Ekologi Biomassa | Rantai makanan | Spesies indikator | Kepunahan | Biogeografi | Habitat | Persebaran spesies | Hipotesis Gaia | Metapopulasi
Konservasi Keanekaragaman hayati | Titik hangat keanekaragaman hayati | Cagar alam | Efek tepi | Efek Allee | Koridor | Fragmentasi | Polusi | Spesies invasif | in situ - ex situ | Bank benih | Ekonomi lingkungan
Teknik bidang Sabuk transek | Penandaan dan penangkapan ulang | Kurva penemuan spesies
Bidang lain Anatomi | Astrobiologi | Antropologi biologis | Botani | Teknik biologis | Bioinformatika | Ilmu lingkungan | Etologi | Biologi manusia | Biologi laut | Mikrobiologi | Sejarah alam | Abiogenesis | Paleontologi | Parasitologi | Patologi | Farmakologi | Filogenetika | Fisiologi | Biologi sintetik | Biologi sistem | Taksonomi | Zoologi
Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran