Portal:Biologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Frilled shark head2.jpg Rhododendron catawbiense.jpg Haloquadratum walsbyi00.jpg Gifthäublinge.jpg Antedon mediterranea (Lamarck, 1816).jpg
Chlamydoselachus anguineus Rhododendron catawbiense Haloquadratum walsbyi Galerina marginata Antedon mediterranea
Selamat datang di Portal Biologi Wikipedia
Blume mit Schmetterling und Biene 1uf.JPG

Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, bios ("hidup") dan logos ("lambang", "ilmu"). Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan"), yang diambil dari bahasa Arab. Objek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup, dan karenanya dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme. Selengkapnya...

Artikel pilihan

Aplysina fistularis (Yellow Tube Sponge).jpg

Porifera (Latin:"berpori") atau Spons adalah organisme multiseluler, yang mempunyai banyak pori sehingga air dapat melewatinya. Tubuh mereka terdiri dari mesohil yang diapit dua lapisan tipis sel. Spons memiliki sel yang tak terspesialisasi (tdk memiliki tugas khusus) dan dapat berubah menjadi tipe sel lain serta dapat berpindah antara lapisan sel utama dan mesohil. Spons tidak memiliki sistem saraf, pencernaan maupun sistem peredaran darah. Sebaliknya, sebagian besar mengandalkan aliran air melalui pori-pori tubuh mereka untuk mendapatkan makanan dan oksigen dan untuk membuang limbah.

Walaupun sangat berbeda, spons termasuk kelompok binatang karena multiseluler, heterotrof, tidak punya dinding sel, dan menghasilkan sel sperma. Tapi, tidak seperti hewan lainnya mereka tidak punya jaringan dan organ, serta tidak punya kesimetrisan tubuh. Mereka beradaptasi dengan bentuk tubuh yang memungkinkan air masuk lewat pori-pori dan zat makanan mengendap, kemudian air keluar bersama limbah lewat oskulum di bagian atas mirip cerobong asap. Spons memiliki rangka dalam dari spongin atau spikula. Semua spons adalah makhluk air yang tidak berpindah tempat (sesil). Kebanyakan spons adalah spesies air laut, dari zona pasang surut sampai kedalaman 8000 m, ada juga yang tinggal di air tawar.

Kebanyakan spons memakan bakteri dan partikel makanan yang masuk bersama air lewat pori-pori mereka, ada juga yang bekerjasama dengan mikroorganisme yang dapat berfotosintesis untuk mendapatkan makanan, sisanya yang tinggal di daerah miskin makanan beradaptasi menjadi karnivora dan memakan krustasea kecil.

Porifera bereproduksi secara seksual atau aseksual, spesies yang bereproduksi secara seksual mengeluarkan sel sperma ke air dan bertemu sel telur (ada yang dilepas ke air dan ada yang tetap di tubuh "ibu"). Telur yang berfertilisasi berenang mencari tempat untuk menempel, dan tumbuh menjadi individu baru. Spons dapat beregenerasi dari bagian yang terpotong, apabila bagian tersebut punya sel yang tepat. Sedangkan yang bereproduksi secara aseksual menggunakan tiga cara, yaitu: Tunas, Gemula, dan fragmentasi.

Artikel pilihan sebelumnya: lainnya...

Tokoh pilihan

Gregor Mendel Monk.jpg

Gregor Johann Mendel (lahir di Hynčice (Heinzendorf bei Odrau), Kekaisaran Austria , 20 Juli 1822 – meninggal di Brno, Kekaisaran Austria-Hungaria , 6 Januari 1884 pada umur 61 tahun) adalah ilmuwan dan biarawan Augustinian berbahasa Jerman Silesian yang meraih ketenaran anumerta sebagai pendiri baru ilmu dari genetika. Mendel menunjukkan bahwa warisan biologis gen tertentu darisifat dalam tanaman kacang ercis mengikuti pola-pola tertentu, sekarang disebut sebagai Hukum Mendel. Makna mendalam dari karya Mendel tidak diakui sampai pergantian abad ke-20, ketika ditemukan kembali hukum-hukum Mendel memprakarsai ilmu genetika modern.

Gregor Mendel, yang dikenal sebagai "bapak genetika modern", terinspirasi oleh kedua profesornya di Universitas Olomouc (yaitu Friedrich Franz & Johann Karl Nestler) dan rekan-rekannya di biara (misalnya, Franz Diebl) untuk mempelajari variasi tanaman, dan ia melakukan penelitian di biara kebun percobaan, yang awalnya ditanam oleh NAPP pada tahun 1830. Antara 1856 dan 1863, Mendel dibudidayakan dan diuji beberapa 29.000 pea tanaman ( yaitu' Pisum sativum). Studi ini menunjukkan bahwa satu dari empat tanaman kacang memiliki ras resesif alel, dua dari empat orang hibrida dan satu dari empat ras yang dominan. Percobaan-Nya memimpin dia untuk membuat dua generalisasi, yang Hukum Segregasi dan Hukum Assortment Independen, yang kemudian lebih dikenal sebagai Hukum Pewarisan Mendel.

Gambar pilihan

Ctenophore.jpg

Ctenophora atau Ubur-Ubur sisir adalah filum hewan tak bertulang belakang yang hidup di perairan laut di seluruh dunia. Anggota filum ini sekilas menyerupai hewan ubur-ubur walaupun memiliki perbedaan yang mendasar. Fitur khas mereka adalah “sisir” yang berjumlah delapan baris, sisir ini adalah kumpulan silia yang mereka gunakan untuk berenang, dan mereka adalah hewan terbesar yang berenang dengan menggunakan silia. Kebanyakan ctenophora yang tinggal dekat permukaan tanah hampir transparan dan tak berwarna. Sebaliknya beberapa spesies laut dalam berwarna cerah, contohnya "Tortuga merah" (di gambar).(Selengkapnya...)

Gambar pilihan sebelumnya...

Tahukah Anda

  • "... bahwa saat ditemukan pada tahun 2013, Tapirus kabomani adalah hewan berkuku ganjil pertama yang ditemukan selama 100 tahun terakhir?"
  • "... bahwa sekalipun turi (gambar) bisa digunakan untuk mencuci pakaian karena saponin yang terkandung di dalamnya, ia bisa pula digunakan untuk obat karena tidak berbahaya?"
  • "... bahwa sekitar 40.000 butir air yang berukuran 0,5 hingga 5 µm dan mengandung bibit penyakit dapat dihasilkan dalam satu kali bersin?"
  • "... bahwa biologi konservasi adalah sebuah studi mengenai alam dan status dari keanekaragaman hayati bumi dengan tujuan melindungi spesies, habitat, dan ekosistem hewan dan tumbuhan dari laju kepunahan dan erosi interaksi biotik?"

Topik utama

Umum Kehidupan | Spesies | Biologi
Evolusi (Pengenalan) Seleksi alam | Hanyutan genetik | Seleksi seksual | Spesiasi | Mutasi | Aliran gen
Pohon kehidupan Kladistik | Hewan | Tumbuhan | Fungi | Protista | Bakteri | Arkaea | Prokariota | Eukariota | Sistem tiga domain | Tumbuhan berbunga | Serangga | Moluska | Nematoda | Virus
Klasifikasi manusia Primata | Mamalia | Vertebrata | Craniata | Kordata | Deuterostoma | Hewan
Sejarah biologi Rantai keberadaan | Omne vivum ex ovo | Garis waktu biologi dan kimia organik
Sejarah... Ekologi | Biologi evolusi | Geografi | Organisme model | Biologi molekular | Paleontologi
Biokimia DNA | RNA | Protein | Enzim | Pelipatan protein | Karbohidrat | Lipid | Glikolisis | Siklus asam sitrat | Rantai transpor elektron | Fosforilasi oksidatif | Fotosintesis | Struktur protein
Genetika (Pengenalan) Gen | Genom | Kariotipe | Transkripsi | Translasi | Rekombinasi | Kromosom | Hukum Pewarisan Mendel | Fenotipe | Genotipe | Epigenetika | Mutasi | Pengujian DNA | Kromatin | Genetika klasik | Genetika ekologi | Genetika molekular | Genetika populasi | Genetika kuantitatif
Sel Dinding sel | Membran sel | Sitoskeleton | Mitokondrion | Kloroplas | nukleus | Retikulum endoplasma | Badan Golgi | Siklus sel | Mitosis | Metabolisme | Pensinyalan sel | Penyasaran protein
Daur hidup Replikasi DNA | Reproduksi | Ploidi | Spermatogenesis | Pergiliran keturunan | Oogenesis | Parasitisme | Evolusi seksual | Meiosis | Penuaan
Perkembangan Jaringan | Fertilisasi | Embriogenesis | Gastrulasi | Neurulasi | Organogenesis | Diferensiasi | Morfogenesis | Metamorfosis | Ontogeni
Teknik lab Rekayasa genetika | Transformasi | Elektroforesis gel | Kromatografi | Sentrifugasi | Kultur sel | Pengurutan DNA | Microarray DNA | Protein berpendar hijau | Vektor | Asai enzim | Pemurnian protein | Blot Western | Blot Northern | Blot Southern | Enzim restriksi | Reaksi berantai polimerase | Penapisan dua hibrida | In vivo - In vitro - In silico
Sejarah kehidupan Altrisial - Prekosial | Rasio seks
Perilaku Altruisme - Kooperasi - Pelanjaan - Pembelajaran - Rawatan induk - Konflik seksual - Wilayah
Ekologi Biomassa | Rantai makanan | Spesies indikator | Kepunahan | Biogeografi | Habitat | Persebaran spesies | Hipotesis Gaia | Metapopulasi
Konservasi Keanekaragaman hayati | Titik hangat keanekaragaman hayati | Cagar alam | Efek tepi | Efek Allee | Koridor | Fragmentasi | Polusi | Spesies invasif | in situ - ex situ | Bank benih | Ekonomi lingkungan
Teknik bidang Sabuk transek | Penandaan dan penangkapan ulang | Kurva penemuan spesies
Bidang lain Anatomi | Astrobiologi | Antropologi biologis | Botani | Teknik biologis | Bioinformatika | Ilmu lingkungan | Etologi | Biologi manusia | Biologi laut | Mikrobiologi | Sejarah alam | Abiogenesis | Paleontologi | Parasitologi | Patologi | Farmakologi | Filogenetika | Fisiologi | Biologi sintetik | Biologi sistem | Taksonomi | Zoologi
Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran