Gen dominan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Susunan gen

Gen dominan adalah suatu gen yang menutupi ekspresi gen lainnya sehingga sifat yang dibawanya terekspresikan pada keturunannya.[1] Gen dominan biasanya dilambangkan menggunakan huruf besar.[1] Contohnya dalam persilangan dua organisme dengan satu sifat, beda antara tanaman yang berbunga merah dan tanaman berbunga putih maka turunan atau filialnya adalah adalah tanaman berbunga merah dengan lambang gen Mm.[2] Huruf M adalah lambang untuk gen pembawa warna merah yang dominan terhadap warna putih.[2] Contoh lain dari peran gen dominan adalah gen yang mengatur warna kulit sehingga kulit memiliki warna adalah gen A, sedangkan gen a adalah gen yang tidak mampu memunculkan pigmen sehingga menimbulkan kulit albino.[3] Ketika seseorang memiliki pasangan gen AA maka akan tetap memiliki kulit normal.[3] Saat memiliki gen Aa akan tetap memiliki kulit berwarna karena gen A dominan terhadap a tetapi saat memiliki gen aa maka kulitnya akan albino.[3] Gen dominan dapat pula diartikan sebagai gen yang tetap menunjukkan sifat atau ekspresinya meskipun berpasangan dengan gen yang resesif.[3] Gen dominan tidak selamanya selalu bersifa baik, karena pada kenyataannya ada gen dominan yang membawa sifat buruk.[3] Contoh gen dominan yang membawa sifat buruk adalah gen dominan langka yang menyebabkan penyakit tumor pada mata anak.[3]

Beberapa contoh kelainan yang diwariskan secara dominan adalah : (1).Penyakit anonikia yaitu suatu kelainan dimana beberapa atau semua kuku jari dan kaki tidak terbentuk atau rudimeter. Penyebab keanekaragaman anonikia karena adanya satu gen abnormal yang terletak pada salah satu dari pasangan kromosom tertentu dari 23 pasang kromosom pada manusia. (2).Gigi kekurangan email, yaitu suatu penyakit email pada gigi sehingga gigi kelihatan coklat. (3). Thallasemia, yaitu suatu penyakit darah bawaan yang menyebabkan sel darah merah pecah (hemo-lisis), sel darah merah penderita mengandung sedikit hemoglobin dan sel darah putihnya meningkat jumlahnya.[4]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Genetika dan Hukum Mendel". Academia. Diakses tanggal 25 Juni 2014. 
  2. ^ a b Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: Ichtiar Baru. hlm. 1105-1106. 
  3. ^ a b c d e f Karmana, Oman. Biologi. Jakarta: Grafindo Media Pratama. hlm. 68. ISBN 978-979-758-586-0. 
  4. ^ Ambarwati. "13Genetika dalam Sudut Pandang Islam (Ambarwati dan Umi Budi R.)GENETIKA DALAMSUDUT PANDANG ISLAM" (PDF). Universitas Muhammadiyah Surakarta.