Simbiosis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Dalam hubungan mutualistik simbiosis, ikan badut memakan invertebrata kecil yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada anemon laut, dan kotoran dari ikan badut memberi nutrisi pada anemon laut. Ikan badut juga dilindungi dari predator oleh sel penyengat anemon, dimana ikan badut sendiri kebal terhadap penyengat tersebut. Ikan badut juga mengeluarkan suara bernada tinggi yang menghalangi ikan kupu-kupu, yang jika tidak diusir bisa memakan anemon tersebut.[1]

Simbiosis (dari bahasa Yunani συμβίωσις "hidup bersama", yang berasal dari kata σύν "bersama" dan βίωσις "hidup")[2] adalah semua jenis interaksi biologis jangka panjang dan dekat antara dua organisme biologis yang berbeda, baik itu mutualisme, komensalisme, atau parasitisme. Organisme yang terlibat tersebut , masing-masing disebut simbion, bisa berasal dari spesies yang sama atau berbeda. Pada tahun 1879, Heinrich Anton de Bary mendefinisikannya sebagai "organisme berbeda yang hidup bersama".

Simbiosis dapat menjadi sesuatu yang obligat, yang berarti satu atau kedua simbion sepenuhnya bergantung satu sama lain untuk bisa bertahan hidup, atau fakultatif (opsional) ketika mereka umumnya dapat hidup mandiri.

Simbiosis juga diklasifikasikan berdasarkan keterikatan fisik; Simbiosis dimana organisme memiliki persatuan tubuh disebut simbiosis konjungtif, dan simbiosis dimana mereka tidak bersatu disebut simbiosis disjungtif.[3] Ketika satu organisme hidup di organisme lain seperti mistletoe, disebut ektosimbiosis, ketika satu partner hidup di dalam jaringan organisme lain, seperti Symbiodinium pada koral maka disebut endosimbiosis.[4][5]

Definisi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1877, Albert Bernhard Frank menggunakan istilah simbiosis yang sebelumnya digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang tinggal bersama di masyarakat untuk menggambarkan hubungan mutualistik pada liken.[6] Pada tahun 1879, ahli mikologi Jerman Heinrich Anton de Bary mendefinisikannya sebagai "organisme berbeda yang hidup bersama."[7][8] Definisi ini bervariasi di antara para ilmuwan dengan beberapa anjuran bahwa simbiosis hanya mengacu pada mutualisme yang persisten, sementara yang lain berpikir bahwa hal itu harus diterapkan pada semua jenis interaksi biologis yang terus-menerus dengan kata lain termasuk mutualistik, komensalisme, atau parasitisme.[9]

Setelah perdebatan selama 130 tahun,[10] buku teks biologi dan ekologi saat ini menggunakan definisi "de Bary" yang terakhir atau definisi yang lebih luas lagi dimana simbiosis berarti semua interaksi spesies, dan definisi sempit dimana simbiosis berarti hanya berupa hubungan mutualisme tak lagi digunakan.[11]

Obligat versus fakultatif[sunting | sunting sumber]

Hubungan simbiosis dapat menjadi obligat, yang berarti bahwa satu atau kedua simbion sepenuhnya bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup. Misalnya, pada liken, yang terdiri dari simbion jamur dan simbion yang bisa berfotosintesis, partner jamurnya tidak dapat hidup sendiri.[7][12][13][14] Simbion alga atau sianobakteri pada lumut, seperti Trentepohlia, umumnya dapat hidup mandiri, oleh karena itu simbiosisnya bersifat fakultatif (opsional).[butuh rujukan]

Interaksi fisik[sunting | sunting sumber]

Bintil (nodul) akar pada pohon Alder

Endosimbiosis adalah hubungan simbiosis di mana satu simbion hidup di dalam jaringan organisme lain, baik di dalam sel atau secara ekstraselular.[5][15] Contohnya termasuk beragam mikrobioma, rhizobia, bakteri pengikat nitrogen yang hidup di nodul akar pada legume; actinomycete bakteri pengikat nitrogen yang disebut Frankia , yang hidup di nodul akar alder; sel tunggal alga di dalam bangunan terumbu karang koral; dan bakteri endosimbion yang memberikan nutrisi penting sekitar 10% -15% pada serangga.

Bentuk-bentuk simbiosis[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa bentuk simbiosis yakni:

  • Parasitisme adalah di mana pihak yang satu mendapat keuntungan dan merugikan pihak lainnya.

Contoh:

    • Tanaman benalu (mendapat sari makanan) dengan inangnya (diambil sari makanannya)
    • Tali putri (menyerap sari makanan yang berupa zat organik) dengan inangnya (diambil sari makanannya)
    • Cacing perut dan cacing tambang (mengambil sari makanan) yang hidup di dalam usus manusia (sari makanan diambil)
    • Bunga Rafflesia (menyerap sari - sari makanan) dengan inangnya (diambil sari makanannya)

Contoh :

  • Komensalisme, adalah di mana pihak yang satu mendapat keuntungan tetapi pihak lainnya tidak dirugikan dan tidak diuntungkan.

Contoh:

    • Anggrek (menumpang tempat hidup) dengan Pohon Mangga
    • Paku tanduk rusa (menumpang tempat hidup) dengan tumbuhan inangnya
    • Sirih (menumpang hidup) pada tumbuhan inangnya.
  • Amensalisme, adalah di mana satu pihak dirugikan dan pihak lainnya tidak diuntungkan dan tidak dirugikan.[16]

Contoh:

  • Kompetisi, adalah di mana kedua pihak saling merugikan, biasanya terjadi melalui kompetisi dalam memperebutkan makanan.[16]. Kompetisi ada dua yaitu kompetisi intraspesifik dan kompetisi interspesifik

Contoh kompetisi interspesifik (antar individu yang berbeda spesies)

    • Persaingan antara kambing dengan sapi di padang rumput

Contoh kompetisi intraspesifik (antar individu yang spesiesnya sama)

    • Persaingan antara para singa jantan dalam memperebutkan wilayah atau pasangan
  • Netralisme, adalah di mana kedua pihak tidak saling diuntungkan maupun dirugikan. Interaksi antar kedua spesies tidak menyebabkan keuntungan maupun kerugian bagi keduanya.[16]

Contoh:

Simbiosis dapat dibedakan menjadi dua kategori berbeda.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Miller, Allie. "Intricate Relationship Allows the Other to Flourish: the Sea Anemone and the Clownfish". AskNature. The Biomimicry Institute. Diakses tanggal 15 Februari 2015. 
  2. ^ συμβίωσις, σύν, βίωσις. Liddell, Henry George; Scott, Robert; A Greek–English Lexicon at the Perseus Project
  3. ^ "symbiosis." Dorland's Illustrated Medical Dictionary. Philadelphia: Elsevier Health Sciences, 2007. Credo Reference. Web. 17 September 2012
  4. ^ Moran 2006
  5. ^ a b Paracer & Ahmadjian 2000, hlm. 12
  6. ^ "symbiosis". Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed. 1989.
  7. ^ a b Wilkinson 2001
  8. ^ Douglas 1994, hlm. 1
  9. ^ Douglas 2010, hlmn. 5–12
  10. ^ Martin, Bradford D.; Schwab, Ernest (2012), "Symbiosis: 'Living together' in chaos", Studies in the History of Biology, 4 (4): 7–25. 
  11. ^ Martin, Bradford D.; Schwab, Ernest (2013), "Current usage of symbiosis and associated terminology", International Journal of Biology, 5 (1): 32–45., doi:10.5539/ijb.v5n1p32 
  12. ^ Isaac 1992, hlm. 266
  13. ^ Saffo 1993
  14. ^ Douglas 2010, hlm. 4
  15. ^ Sapp 1994, hlm. 142
  16. ^ a b c Hutagalung RA. 2010. Ekologi Dasar. Jakarta.

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]