Kembang sepatu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kembang sepatu
Hibiscus rosa-sinensis

Taksonomi
DivisiTracheophyta
SubdivisiSpermatophytes
KladAngiospermae
Kladmesangiosperms
Kladeudicots
Kladcore eudicots
KladSuperrosidae
Kladrosids
Kladmalvids
OrdoMalvales
FamiliMalvaceae
SubfamiliMalvoideae
TribusHibisceae
GenusHibiscus
SpesiesHibiscus rosa-sinensis
Linnaeus, 1753
Tata nama
Sinonim taksonHibiscus javanicus (en)


Bunga sepatu atau bunga raya (bahasa Latin: Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunganya besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan kacukan ini bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, jingga hingga merah tua atau merah jambu.

Peristilahan[sunting | sunting sumber]

Bunga ini dikenal dengan berbagai nama, di antaranya bunga sepatu, bunga raya, uribang, atau worawari.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Kembang Sepatu di Kebun Raya Bogor

Bunga jenis ini terdiri dari 5 helai daun kelopak, yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx), sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.

Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.

Bunga berbentuk trompet dengan diameter bunga sekitar 6 cm hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh.

Tanaman kembang sepatu memiliki kandungan fenolik dan flavonoid. Selain itu, kandungan tanaman ini juga menunjukkan aktivitas antioksidan.[1]

Di Okinawa, Jepang digunakan sebagai tanaman pagar. Di bagian selatan Okinawa, tanaman ini disebut Gushōnu hana (bunga kehidupan sesudah mati) sehingga banyak ditanam di makam.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rengarajan, Sumathy; Melanathuru, Vijayalakshmi; Govindasamy, Chandramohan; Chinnadurai, Veeramani; Elsadek, Mohamed Farouk (2020-04-01). "Antioxidant activity of flavonoid compounds isolated from the petals of Hibiscus rosa sinensis". Journal of King Saud University - Science. 32 (3): 2236–2242. doi:10.1016/j.jksus.2020.02.028. ISSN 1018-3647.