Tanaman hias

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Petunia ditanam di pot untuk memperindah ruangan.

Tanaman hias mencakup semua tumbuhan, baik berbentuk terna, merambat, semak, perdu, ataupun pohon, yang sengaja ditanam orang sebagai komponen taman, kebun rumah, penghias ruangan, upacara, komponen riasan/busana, atau sebagai komponen karangan bunga. Bunga potong pun dapat dimasukkan sebagai tanaman hias. Dalam konteks umum, tanaman hias adalah salah satu dari pengelompokan berdasarkan fungsi dari tanaman hortikultura. Bagian yang dimanfaatkan orang tidak semata bunga, tetapi kesan keindahan yang dimunculkan oleh tanaman ini. Selain bunga (warna dan aroma), daun, buah, batang, bahkan pepagan dapat menjadi komponen yang dimanfaatkan. Sebagai contoh, beberapa ranting tumbuhan yang mengeluarkan aroma segar dapat diletakkan di ruangan untuk mengharumkan ruangan dapat menjadikannya sebagai tanaman hias.

Dalam arsitektur lansekap, bentuk dan penempatan tanaman hias menjadi pertimbangan yang penting. Isu lainnya yang penting dalam tanaman hias adalah habitat alami yang disukai tumbuhan tersebut serta bentuk tajuk yang dimilikinya. Dalam pengertian ini, tanaman hias dapat mencakup pula tanaman tepi jalan serta tanaman penaung (di ruang terbuka).

Karena tanaman hias dikelompokkan berdasarkan fungsinya, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu tanaman sayuran, tanaman obat, atau tanaman buah menjadi tanaman hias, atau sebaliknya.

Budidaya Tanaman Hias

1. Proses penanaman tanaman hias.

• Rendam bibit bunga dalam air selama 24 jam.

• Siapkan pot untuk media menanam dengan lubang drainase yang cukup.

Masukkan pecahan batu bata atau genting kedalam dasar pot sebagai pengikat air, dan masukkan media tanam tanah yang subur lengkap dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, atau dengan campuran media pakis, sekam, sabut kelapa, arang kayu, pasir, dan lainnya.

• Tanamkan bibit bunga kedalam tanah. Cara penanaman tiap bunga berbeda, ada yang ditanam sedalam 10 cm atau 5 cm, bahkan adapula yang hanya menancapkan sebagian badan bibit ke dalam tanah.

• Beri etiket tanaman atau tanda untuk membedakan tanaman satu dengan lainnya jika memang anda menanam banyak jenis bunga dalam pot berbeda.

• Taruh pot tersebut di tempat teduh dan sejuk.

• Siram bibit dengan air cukup seminggu sekali.

• Tunggu hingga akhirnya bibit bunga tumbuh setinggi kira-kira 10 cm dengan 2-3 daun yang muncul, dan bisa dipindahkan ke lahan terbuka, atau bisa memindahkannya ke dalam pot baru.

2. Proses pemupukan, jenis pupuk, dan fungsi setiap pupuk

Pemupukan harus disesuaikan dengan jenis pupuk berdasarkan cara aplikasinya.

a. Pupuk akar

  • Terlebih dahulu buat buat parit kecil dengan lebar dan kedalaman kurang lebih 7-10 cm dan berjarak sekitar 10 cm dari tanaman
  • Pupuk akar yang berbentuk butiran disebarkan secara merata dalam parit tersebut
  • Tutup parit dengan tanah.  Penutupan bertujuan untuk mencegah terjadinya penguapan karena pupuk akar mudah menguap bila terkena cahaya matahari
  • Lakukan penyiraman kepada tanah yang terdapat pupuk tersebut

b. Pupuk Organik

 Sesuaikan waktu pemupukan sesuai dengan tanaman hias yang hendak diberi pupuk

 Jika menggunakan pot berukuran diameter 20 cm maka anda bisa menggunakan pupuk urea sekitar 2g

 Lakukan pemupukan pada akar ataupun daun

3. Proses pemeliharaan tanaman hias

a. Penyiraman

Metode Penyiraman:

Jika anda menyiram menggunakan tangan maka anda dapat melakukan hal ini:

 Pada tanaman berukuran kecil, buatlah ceruk pada tanah tepat dibawah garis tetes air dari daun dan mengisinya 2 atau 3 kali.

 Pada tanaman berukuran besar aplikasikan air yang meresap perlahan selama 20-30 menit dibeberapa titik sekitar garis tetes tanaman.                

               Waktu menyiram:

Mengenai jadwal penyiraman, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengetahui tingkat kebutuhan airnya. Caranya dengan mengukur secara berkala waktu yang tanaman butuhkan, mulai dari penyiraman secara menyeluruh sampai menjadi layu.

Ingat baik-baik kondisi ini sebagai waktu maksimal yang dibutuhkan tanaman, di luar kondisi cuaca tertentu yang membutuhkan sistem penyiraman khusus.

               Selain metode dan waktu, ada sejumlah poin lain yang harus diperhatikan untuk setiap tanaman.

Pertama, jenisnya. Akar tanaman berjenis pohon-pohonan biasanya menjangkau ke dalam tanah lebih dalam daripada jenis semak-semak atau tanaman hias. Tanaman berdaun kecil, keabu-abuan, dan menyerupai jarum biasanya membutuhkan air lebih sedikit.

Kedua, waktu hingga tanaman mandiri. Dengan asumsi praktik penyiraman yang berjalan tepat, semakin lama tanaman di atas tanah, semakin mandiri dan berkurang kebutuhan akan asupan air tambahan.

Tanaman yang baru dipindahkan bisa saja membutuhkan air lebih dari sekali dalam sehari. Pastikan dengan mengeceknya secara berkala.

Ketiga, kondisi tanah. Partikel halus pada tanah lempung menyerap air lebih lambat dan menahan lebih kuat daripada tanah pasir atau tanah liat yang dapat mengering lebih cepat. Oleh karena itu, pada tanah landai, siram air secara perlahan hingga menyerap sempurna.

Keempat, pencahayaan. Kuantitas cahaya dan kapan tanaman menerimanya akan memengaruhi kecepatannya untuk menjadi kering. Ketahui suhu udara dengan cara meraba tembok atau merasakan angin yang berhembus di sekitar tanaman.

Kelima, cuaca. Kondisi dingin dan lembap pada musim hujan menimalisir penggunaan air. Sementara kondisi panas dan kering saat kemarau akan membutuhkan air yang lebih banyak.

b. Penyiangan

Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lahan dari gulma.

Penyiangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya :

Secara manual dengan tangan, yaitu dilakukan dengan menggunakan tangan yang mencabut rumput disela-sela tanaman. Mencabut rumput penganggu atau gulma dengan tangan cenderung melelahkan dan pada umumnya dikerjakan dengan tenaga kerja yang banyak atau pada lahan yang sempit, misalnya pertanian dalam pot atau polybag.

Secara kimiawi dengan herbisida, yaitu dilakukan dengan memberikan herbisida pada rumput yang menjadi gulma disekitar tanaman utama (tanaman produksi) . Herbisida yang di pilih secara selektif mampu membunuh gulma, namun tidak menyakiti tanaman produksi. Herbisida digunakan ketika mekanisasi tidak memungkinkan atau tidak diinginkan.