PSMS Medan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari PSMS)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PSMS Medan
Logo PSMS
Nama lengkapPersatuan Sepak bola Medan dan Sekitarnya
JulukanAyam Kinantan
Berdiri21 April 1950
StadionStadion Teladan Medan, Indonesia
(Kapasitas: 25.000)
Manajer-
PelatihAbdul Rahman Gurning
LigaLiga 2
Liga 1 2018Peringkat 18, degradasi ke Liga 2
Kostum Kandang
Kostum Tandang

Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatra Utara. PSMS Medan saat ini bermain di Liga 2 Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli".

PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini.

Menjelang digelarnya Liga Super Indonesia pada 12 Juli 2008, tim ini masih dipayungi dengan polemik internal antar pengurus tim dengan pihak pengelola yang mencuatkan pengunduran diri PSMS Medan dari ajang LSI 2008 di mana akhirnya pada tanggal 10 Juli 2008 Badan Liga Indonesia memutuskan untuk tetap mengikutsertakan PSMS Medan mengikuti ajang Liga Super Indonesia meski harus menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada paruh musim pertama setelah pihak pengelola setuju memberi kompensasi sebesar Rp. 10 miliar sebagai dana renovasi infrastruktur Stadion Teladan, Medan.

Era Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada musim pertama Liga Indonesia yang saat itu terbagi atas 2 wilayah, di mana PSMS berada Wilayah Barat, prestasi PSMS hanyalah di papan tengah klasemen.

Pada musim kedua Liga Indonesia, PSMS kembali bergabung di Wilayah Barat, dan PSMS kembali hanya berada di papan tengah klasemen. Musim ke-2 ini adalah awal sejarah di mana PSSI mensubsidi dua pemain asing bagi setiap tim.

Pada musim ketiga Liga Indonesia, PSMS tergabung di Wilayah Tengah. Pada musim ini, PSMS hampir saja terdegradasi.

Era Liga Super Indonesia[sunting | sunting sumber]

Mengawali Musim pertama penyelenggaraan Liga Super Indonesia 2008-09, PSMS dilanda banyak masalah. Mulai dari eksodus besar-besaran para pemain bintang yang keluar karena masalah gaji yang tak terselesaikan, ditambah Stadion Teladan yang tak lulus verifikasi PT Liga Indonesia selaku operator yang membuat PSMS harus menjadi tim musafir yang berpindah - pindah home base.

Perpecahan dua kubu[sunting | sunting sumber]

Mengawali musim baru 2011 kekacauan terjadi di Manajemen PSSI yang turut mempengaruhi keikutsertaan PSMS di liga indonesia. Terpecahnya kompetisi di indonesia menjadi dua yaitu Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia membuat manajemen PSMS ikut membagi dua tim untuk mengikuti kedua kompetisi ini. PSSI yang mengusung Liga Prima Indonesia mengikutsertakan PSMS Medan sebagai salah satu peserta Liga Prima Indonesia karena dianggap sebagai tim yang memiliki sejarah kuat dalam sepak bola indonesia. Sementara PT. Liga Indonesia memilih PSMS sebagai satu dari empat tim pengganti setelah Persiraja Banda Aceh, Persijap Jepara, Semen Padang FC, dan Persiba Bantul memilih mengikuti Liga Prima Indonesia. PSMS Medan dipersiapkan untuk mengikuti Liga Super Indonesia sementara PSMS IPL dipersiapkan untuk mengikuti Liga Primer Indonesia bersama tiga tim pengganti lainnya yaitu Gresik United, Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro.

Supporter[sunting | sunting sumber]

PSMS Medan memiliki beberapa kelompok pendukung. Yg tertua dan pertama kali berdiri yaitu sejak 17 Januari 2001 adalah ""KAMPAK FC"" (Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan - Fans Club). Lalu akibat dinamika organisasi lahir lah Kelompok supporter kedua yang bernama SMeCK Hooligan (Supporter Medan Cinta Kinantan Hooligan) yang terbentuk pada 30 September 2003 dan kemudian lahir juga PSMS Medan Fans Club (PFC) sebagai Kelompok termuda saat ini. Selain mendukung PSMS di Stadion Teladan Medan, mereka juga ikut memberikan dukungan kepada tim yang terbentuk 30 April 1950 itu kala bertandang ke Pulau Jawa. Kampak FC merupakan klub supporter pendukung pertama yang dimiliki PSMS Medan yang menginisiasi perubahan paradigma supporter modern di Sumatra Utara. Menjadi Supporter mandiri dan penuh kreasi menjadi tujuan dan identitas supporter sepak bola di tanah Deli saat ini.

Pencapaian era Perserikatan[sunting | sunting sumber]

  • 1954 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
  • 1957 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
  • 1967 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
  • 1971 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
  • 1975 - Juara bersama, dengan Persija Jakarta
  • 1983 - Juara, mengalahkan Persib Bandung
  • 1985 - Juara, mengalahkan Persib Bandung
  • 1992 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang

Pencapaian di Liga domestik[sunting | sunting sumber]

  • 1994/1995 - Peringkat ke-9 Divisi Utama Wilayah Barat
  • 1995/1996 - Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Barat
  • 1996/1997 - Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Tengah
  • 1997/1998 - Peringkat ke-1 Divisi Utama Wilayah Tengah (Liga dihentikan)
  • 1998/1999 - Semifinalis Divisi Utama ( Juara Grup A, Peringkat ke-2 Grup Q Babak 10 Besar)
  • 1999/2000 - Babak 8 Besar Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat)
  • 2001 - Semifinalis Divisi Utama (Juara Wilayah Barat, Juara Grup Barat Babak 8 Besar)
  • 2002 - Peringkat ke-11 Divisi Utama (Degradasi)
  • 2003 - Divisi Satu, Peringkat ke-2 (Juara Grup A)
  • 2004 - Peringkat ke-7 Divisi Utama
  • 2005 - Peringkat ke-4 Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat, Peringkat ke-2 Grup Timur Babak 8 Besar)
  • 2006 - Peringkat ke-5 Wilayah Satu
  • 2007 - Runner-up Divisi Utama
  • 2008 - degardasi ke divisi utama
  • 2010 - Masuk 8 Besar Divisi Utama (sehingga masuk ke Liga Super)
  • 2011/2012 - Kembali terdegradasi ke Divisi Utama (PSMS ISL dan PSMS IPL)
  • 2016 - Peringkat 5 Grup 1
  • 2017 - Runner-up Liga 2
  • 2018 - Peringkat Ke-18 Liga 1 (Degradasi kembali ke Liga 2)

Gelar lain[sunting | sunting sumber]

  • 2005 - Juara ke-4 Copa Dji Sam Soe
  • 2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos II (14 Februari 2005), di final mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor 5-1.
  • 2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos III (17 Desember 2005), di final mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1.
  • 2006 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos IV(16 Desember 2006), di final mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 4-2 (1-1) melalui drama adu penalti dan PSMS Medan dinobatkan sebagai pemilik abadi Piala Emas Bang Yos.
  • 2008 - Babak 16 Besar AFC Cup
  • 2015 - Juara Pertama Piala Kemerdekaan[1]
  • 2018 - Juara Ke-4 Piala Presiden[2]

Liga Nasional[sunting | sunting sumber]

Piala Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Piala Indonesia
  • Juara (0):
  • Runner-Up (0)

Turnamen Nasional[sunting | sunting sumber]

Internasional[sunting | sunting sumber]

  • Aga Khan Gold Cup
  • Juara (1): 1967
  • AFC Cup
  • 16 Besar (1): 2008

Rekor musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Musim Liga Piala IIC Asia Topskor tim
Komp. Main M S K GM GK SG Poin Pos Nama Gol
2016 ISC B 5 2 1 2 8 5 +3 7 5 (Grup 1) Tidak ikut Tidak ikut
2017 Liga 2 2[5]
2018 Liga 1 34 11 4 19 50 70 −20 37 18[6]

Keterangan

  • M = Menang
  • S = Seri
  • K = Kalah
  • GM = Gol Memasukkan
  • GK = Gol Kemasukkan
  • SG = Selisih Gol
Juara Peringkat kedua Promosi Degradasi

Pelatih[sunting | sunting sumber]

Daftar pemain[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan daftar pemain PSMS Medan untuk ajang Liga 2 2019.[8]

Per 19 Februari 2019.

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
2 Bendera Indonesia DF Dimas Sumantri
4 Bendera Indonesia DF Syaiful Ramadhan (Vice-captain)
5 Bendera Indonesia DF Afiful Huda
6 Bendera Indonesia MF Bayu Tri Sanjaya
7 Bendera Indonesia FW Mamadou Diallo
8 Bendera Indonesia MF Aidun Sastra Utamy
10 Bendera Indonesia FW Natael Siringoringo
11 Bendera Indonesia MF Muhammad Iqbal
12 Bendera Indonesia DF Muhammad Effendy
14 Bendera Indonesia FW Tambun Naibaho
15 Bendera Indonesia DF Egas Adhasi
17 Bendera Indonesia MF Yudha Rizky Irawan
18 Bendera Indonesia MF Faris Yusuf Suaib
19 Bendera Indonesia FW Aldino Herdianto
No. Pos. Pemain
20 Bendera Indonesia GK Guntur Pranata
22 Bendera Indonesia MF Eki Fauzy Saputra
23 Bendera Indonesia MF Donni Hasibuan
24 Bendera Indonesia MF Legimin Raharjo (Captain)
25 Bendera Indonesia GK Bayu Anggara
26 Bendera Indonesia GK Choirul Nasirin
27 Bendera Indonesia DF Wira Satria
32 Bendera Indonesia MF Munawir Basri
59 Bendera Indonesia MF Wahyu Susilo
86 Bendera Indonesia DF Mohammadou Al Hadji
90 Bendera Indonesia DF Andre Sitepu
96 Bendera Indonesia FW Rendi Saputra
97 Bendera Indonesia MF Ilham Fathoni

Mantan Pemain[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kardi, Dika Dania. "Bermain dengan 10 Orang, PSMS Juara Piala Kemerdekaan". olahraga (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-08. 
  2. ^ "Pupus Sudah Juara Ketiga Piala Presiden, PSMS Medan Dipecundangi 4-0 oleh Sriwijaya FC". Tribun Medan. Diakses tanggal 2019-03-08. 
  3. ^ Kardi, Dika Dania. "Bermain dengan 10 Orang, PSMS Juara Piala Kemerdekaan". olahraga (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-08. 
  4. ^ "Pupus Sudah Juara Ketiga Piala Presiden, PSMS Medan Dipecundangi 4-0 oleh Sriwijaya FC". Tribun Medan. Diakses tanggal 2019-03-08. 
  5. ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2017-11-26). "PSMS Promosi ke Liga 1, Djanur: Terima Kasih Bandung! – VIVA". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2019-03-08. 
  6. ^ "PSMS Degradasi ke Liga 2, Ini Penyebabnya Menurut Julius Raja". Tribun Medan. Diakses tanggal 2019-03-08. 
  7. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama suh
  8. ^ PSMS