Melbourne

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Melbourne, Australia)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Melbourne
Victoria
Melbourne city montage.jpg
Peta Melbourne, Australia
Peta Melbourne, Australia
Melbourne berlokasi di Australia
Melbourne
Melbourne
Koordinat37°48′49″S 144°57′47″E / 37.81361°S 144.96306°E / -37.81361; 144.96306Koordinat: 37°48′49″S 144°57′47″E / 37.81361°S 144.96306°E / -37.81361; 144.96306
Jumlah penduduk5,000,000 (2018)[1] (ke-2)
 • Kepadatan50/km2 (130/sq mi)
Didirikan30 Agustus 1835
Ketinggian31 m (102 ft)
Luas9.992,5 km2 (3.858,1 sq mi)(GCCSA)[2]
Zona waktuAEST (UTC+10)
 • Musim Panas (DST)AEDT (UTC+11)
Letak
LGA31 kotamadya di Melbourne Raya
CountyGrant, Bourke, Mornington
Daerah pemilihan negara bagian54 daerah pemilihan
Divisi Federal23 divisi
Suhu maks rata-rata Suhu min rata-rata Curah hujan tahunan
20.4 °C
69 °F
11.4 °C
53 °F
602,6 mm
23,7 in

Melbourne (Dengarkani/ˈmɛlbərn/ MEL-bərn)[8][9] adalah ibu kota dan kota terpadat di negara bagian Victoria sekaligus kota terpadat kedua di Australia dan Oseania.[1] Namanya mengacu kepada wilayah perkotaan seluas 9992,5 km2 (3858,1 sq mi)[2] yang terdiri atas satu wilayah metropolitan dan 31 kotamadya.[10] Nama Melbourne juga sering dipakai untuk menyebut kawasan pusat kota. Kota ini menduduki sebagian besar pesisir Teluk Port Phillip dan menyebar ke pedalaman hingga barisan pegunungan Dandenong dan Macedon, Semenanjung Mornington, dan Lembah Yarra. Jumlah penduduknya kurang lebih 4,9 juta (19% penduduk Australia). Penduduknya disebut "Melburnian".[11][12]

Kota ini didirikan tanggal 30 Agustus 1835 di koloni kerajaan New South Wales oleh pemukim bebas dari koloni Daratan Van Diemen.[13] Kota ini menjadi permukiman berbadan hukum pada tahun 1837 dan mengambil nama Perdana Menteri Britania Raya, William Lamb, 2nd Viscount Melbourne.[13] Melbourne diresmikan sebagai kota oleh Ratu Victoria pada tahun 1847, kemudian menjadi ibu kota koloni baru Victoria tahun 1851.[14] Berkat demam emas Victoria tahun 1850-an, kota ini memasuki masa keemasan "Marvellous Melbourne" dan menjelma menjadi salah satu kota terpenting di Imperium Britania dan salah satu kota terbesar dan terkaya di dunia.[15][16] Usai federasi Australia tahun 1901, Melbourne menjadi pusat pemerintahan sementara Australia sampai Canberra ditetapkan sebagai ibu kota permanen pada tahun 1927.[17] Kini, Melbourne merupakan pusat keuangan terdepan di kawasan Asia-Pasifik dan menempati peringkat ke-20 dalam Global Financial Centres Index.[18]

Berbagai lembaga kebudayaan ternama di Australia bertempat di kota ini, termasuk Melbourne Cricket Ground, National Gallery of Victoria, dan Royal Exhibition Building yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Kota ini juga merupakan tempat lahirnya impresionisme Australia, sepak bola Australia, perfilman, industri televisi, dan tarian kontemporer Australia. Melbourne diberi gelar Kota Sastra UNESCO dan pusat seni jalanan, musik langsung, dan teater global. Melbourne adalah tuan rumah sejumlah kegiatan internasional tahunan seperti Australian Grand Prix, Australian Open, dan Melbourne Cup. Kota ini juga pernah menyelenggarakan Olimpiade Musim Panas 1956 dan Pesta Olahraga Persemakmuran 2006. Berkat kemajuan sektor hiburan, pariwisata, olahraga,[19] pendidikan, layanan kesehatan, penelitian dan pengembangan, Melbourne mendapat gelar kota ternyaman kedua di dunia dari Economist Intelligence Unit.[20]

Bandara utama yang melayani kota ini adalah Bandar Udara Melbourne (juga disebut Bandar Udara Tullamarine), bandara tersibuk kedua di Australia. Port of Melbourne merupakan pelabuhan tersibuk di Australia.[21] Stasiun utama kereta metropolitan di kota ini adalah stasiun Flinders Street. Stasiun utama kereta regional dan kereta jalanan di kota ini adalah stasiun Southern Cross. Melbourne juga memiliki jaringan jalan bebas hambatan terbesar di Australia dan jaringan trem kota terbesar di dunia.[22]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah awal dan pembangunan[sunting | sunting sumber]

Pribumi Australia sudah menetap di daerah Melbourne selama 31.000 hingga 40.000 tahun.[23] Ketika pemukim Eropa datang pada abad ke-19, hampir 2.000 pemburu-pengumpul dari tiga suku besarWurundjeri, Boonwurrung, dan Wathaurong—menghuni daerah ini.[24][25] Daerah ini merupakan tempat bertemunya persemakmuran suku Kulin serta sumber pangan dan air yang penting.[26][27]

Permukiman Britania pertama di Victoria, waktu itu bagian dari koloni tahanan New South Wales, didirikan oleh Kolonel David Collins pada Oktober 1803 di Sullivan Bay, dekat Sorrento. Para pemukim menganggap daerah ini kekurangan sumber daya. Mereka pindah ke Daratan Van Diemen (sekarang Tasmania) pada tahun berikutnya dan mendirikan kota Hobart. Mereka mencoba lagi bermukim di Melbourne 30 tahun kemudian.[28]

Ilustrasi perundingan John Batman dengan para tetua suku Wurundjeri pada akhir abad ke-19

Pada bulan Mei dan Juni 1835, John Batman, tokoh asosiasi pemukim Port Phillip di Daratan Van Diemen, menjelajahi kawasan Melbourne dan mengklaim telah merundingkan pembelian tanah seluas 600000 are (60 km2) dengan delapan tetua suku Wurundjeri.[26][27] Batman memilih tanah di bantaran utara Sungai Yarra dan menyatakan bahwa "sebuah desa akan dibangun di sini", lalu berlayar kembali ke Daratan Van Diemen.[29] Pada Agustus 1835, sekelompok pemukim dari Daratan Van Diemen datang dan bermukim di tanah tempat Melbourne Immigration Museum saat ini berdiri. Batman dan rekan-rekannya menyusul pada bulan berikutnya. Kedua kelompok pemukim sepakat untuk berbagi tempat. Waktu itu, permukiman ini dikenal dengan nama pribumi Dootigala.[30][31]

Perjanjian Batman dengan suku Aborigin dibatalkan oleh Richard Bourke, Gubernur New South Wales yang saat itu menguasai seluruh Australia timur. Semua anggota asosiasi mendapat kompensasi.[26] Pada tahun 1836, Bourke menetapkan kota ini sebagai ibu kota administratif Distrik Port Phillip, New South Wales, dan menerbitkan rancangan tata kota pertama bernama Hoddle Grid pada tahun 1837.[32] Kota ini sempat diberi nama Batmania,[33] kemudian diganti menjadi Melbourne tahun 1837 sesuai nama Perdana Menteri Britania Raya, William Lamb, 2nd Viscount Melbourne; kediaman keluarganya bernama Melbourne Hall yang terletak di kota dagang Melbourne, Derbyshire. Pada tahun yang sama, kantor pos kota dibuka secara resmi dengan nama yang sama.[34]

Pada 1836 hingga 1842, suku-suku Aborigin Victoria kehilangan tanahnya karena ditempati oleh pemukim Eropa.[35] Pada Januari 1844, 675 warga Aborigin diketahui tinggal di perkampungan kumuh di Melbourne.[36] Departemen Kolonial Britania mengangkat lima Pelindung Aborigin untuk mengurus suku Aborigin di Victoria. Tahun 1839, aktivitas mereka dihentikan oleh kebijakan tanah yang berpihak dengan para pemukim ilegal yang menduduki tanah suku Aborigin.[37] Pada 1845, hampir 240 pendatang kaya asal Eropa memegang izin mukim di Victoria. Mereka menjadi penggerak politik dan ekonomi utama di Victoria selama beberapa generasi.[38]

Surat paten Ratu Victoria tertanggal 25 Juni 1847 meresmikan status kota Melbourne.[14] Pada 1 Juli 1851, Distrik Port Phillip dipisahkan dari New South Wales dan menjadi Koloni Victoria yang beribu kota di Melbourne.[39]

Demam emas Victoria[sunting | sunting sumber]

"Canvas Town" (Kota Tenda) di Melbourne Selatan menjadi tempat tinggal sementara bagi ribuan migran yang tiba setiap minggu di tengah demam emas 1850-an.

Penemuan emas di Victoria pada pertengahan 1851 memicu demam emas. Melbourne, kota terbesar di koloni ini, mengalami pertumbuhan pesat. Dalam kurun beberapa bulan, jumlah penduduk kota hampir berlipat ganda dari 25.000 jiwa menjadi 40.000 jiwa.[40] Pertumbuhan eksponensial pun terjadi. Pada tahun 1865, Melbourne mengalahkan Sydney sebagai kota berpenduduk terbanyak di Australia.[41]

Berkat influks migran dari berbagai koloni dan negara lain, khususnya Eropa dan Tiongkok, perkampungan kumuh merebak di Melbourne, termasuk Chinatown dan "kota tenda" sementara di bantaran selatan Sungai Yarra. Usai Pemberontakan Eureka tahun 1854, dukungan masyarakat terhadap penderitaan penambang memicu perubahan politik besar di koloni ini, termasuk perbaikan kondisi kerja di sektor pertambangan, pertanian, pabrik, dan UKM. Pemberontakan ini diikuti oleh orang-orang dari 20 suku bangsa sehingga bisa dibayangkan besarnya arus imigrasi kala itu.[42]

Kerumunan di luar Mahkamah Agung Victoria menyambut pembebasan pemberontak Eureka tahun 1855

Seiring meningkatnya peredaran uang usai demam emas serta kebutuhan gedung pemerintahan, program pembangunan sipil massal dimulai. Pada tahun 1850-an dan 1860-an, Parliament House, Treasury Building, Old Melbourne Gaol, Victoria Barracks, State Library, University of Melbourne, General Post Office, Customs House, Melbourne Town Hall, St Patrick's Cathedral dibangun, tetapi banyak di antaranya yang mangkrak puluhan tahun dan bahkan belum selesai hingga 2018.

Pinggiran kota terdalamnya berpola kotak-kotak dengan selang satu mil dan dilintasi oleh jalan raya dan jalan taman lingkar yang mengitari pusat kota. Tata kota ini diwujudkan[oleh siapa?] pada tahun 1850-an dan 1860-an. Daerah ini langsung dipenuhi rumah baris, rumah terpisah, dan puri mewah. Sebagian jalan besarnya menjelma menjadi pusat belanja. Melbourne menjadi pusat keuangan raksasa, tempat bermarkasnya bank-bank besar, Royal Mint, dan bursa efek pertama di Australia (tahun 1861).[43] Melbourne Cricket Club mulai berkandang di MCG sejak 1855. Anggota Melbourne Football Club menyusun aturan sepak bola Australia tahun 1859.[44] Tahun 1861, Melbourne Cup ke-1 diselenggarakan. Melbourne meresmikan tugu publik pertamanya, patung Burke dan Wills, pada tahun 1864.

Dengan berakhirnya demam emas tahun 1860, Melbourne terus berkembang sebagai pelabuhan ekspor hasil tani Victoria (khususnya wol) dan sektor manufaktur yang dilindungi oleh tarif tinggi. Jaringan rel kereta api melingkar dibangun hingga pedesaan pada akhir 1850-an. Pembangunan gedung-gedung pemerintahan besar berlanjut pada 1860-an dan 1870-an, termasuk Supreme Court, Government House, dan Queen Victoria Market. Pusat kota mulai dijejali pertokoan dan perkantoran, bengkel, dan gudang. Beberapa bank dan hotel besar berdiri menghadap jalan raya utama. Puri-puri mewah berdiri di ujung timur Collins Street berdampingan dengan rumah-rumah kecil di belakangnya. Jumlah penduduk Aborigin terus menyusut, berkurang 80% pada tahun 1863, akibat wabah penyakit (khususnya cacar[24]), kekerasan di desa, dan perampasan tanah.

Kenaikan dan penurunan harga tanah[sunting | sunting sumber]

Litograf Royal Exhibition Building, tempat diselenggarakannya Melbourne International Exhibition tahun 1880

Dasawarsa 1880-an adalah masa-masa pertumbuhan pesat. Kepercayaan konsumen, kemudahan kredit, dan kenaikan harga tanah memicu pembangunan besar-besaran. Di tengah lonjakan harga tanah, Melbourne menjadi kota terkaya di dunia[15] dan kota terbesar kedua di Imperium Britania setelah London.[butuh rujukan]

Dasawarsaa ini diawali dengan Melbourne International Exhibition yang diadakan tahun 1880 di Exhibition Building. Pada ahun itu, gedung operator telepon dibangun, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu St Paul's Cathedral; tahun 1881, lampu listrik dipasang di Eastern Market. Pada tahun berikutnya, gardu pembangkit berkapasitas 2.000 lampu mulai beroperasi.[45] Tahun 1885, jalur pertama sistem trem kabel Melbourne dibangun, lalu berkembang menjadi sistem trem terbesar di dunia pada 1890.

Federal Coffee Palace, salah satu hotel mewah yang dibangun pada musim kenaikan harga tanah

Pada 1885, wartawan Inggris George Augustus Henry Sala menciptakan istilah "Marvellous Melbourne" yang populer hingga abad ke-20 dan masih dipakai sampai sekarang oleh warga Melbourne.[46] Musim kenaikan harga tanah Melbourne mencapai puncaknya tahun 1888 berkat kepercayaan konsumen dan meroketnya nilai jual tanah.[47] Berkat kenaikan harga tanah, bangunan-bangunan komersial besar, istana kopi, rumah baris, dan puri mewah dibangun di seluruh kota.[47] Pembangunan pabrik hidrolik pada tahun 1887 memungkinkan lift diproduksi di Melbourne. Setelah itu, gedung tinggi generasi pertama mulai dibangun,[48] termasuk APA Building, salah satu gedung komersial tertinggi di dunia pada tahun 1889.[47] Jaringan kereta api lingkar kota juga diperluas.[49]

Tahun 1888, Exhibition Building menjadi tuan rumah kegiatan kedua yang lebih besar daripada sebelumnya, Melbourne Centennial Exhibition. Dampaknya, banyak hotel baru dibangun, termasuk Federal Hotel berkapasitas 500 kamar, The Palace Hotel di Bourke Street (dua-duanya sudah dihancurkan), dan perluasan Grand (Windsor).

Boosterisme (pencitraan) dadakan yang menjadi ciri khas Melbourne berakhir pada awal 1890-an akibat depresi ekonomi parah yang mengacaukan industri keuangan dan properti lokal.[47][50] 16 "bank tanah" kecil dan perkumpulan bangunan ditutup dan 133 perseroan terbatas bangkrut. Krisis keuangan Melbourne merupakan salah satu faktor depresi ekonomi Australia 1890-an dan krisis perbankan Australia 1893. Efeknya sangat membekas di kota ini. Pembangunan baru menggeliat kembali pada akhir 1890-an.[51][52]

Ibu kota de facto[sunting | sunting sumber]

The Big Picture, pembukaan Parlemen Australia pertama tanggal 9 Mei 1901, dilukis oleh Tom Roberts.

Ketika Australia difederasikan tanggal 1 Januari 1901, Melbourne dipilih sebagai pusat pemerintahan. Parlemen federal pertama melakukan sidang pada 9 Mei 1901 di Royal Exhibition Building, kemudian pindah ke Victorian Parliament House sampai 1927, dan akhirnya pindah permanen ke Canberra. Gubernur Jenderal Australia berkediaman di Government House di Melbourne sampai 1930. Banyak lembaga negara berpusat di Melbourne sampai abad ke-20.[53]

Periode pascaperang[sunting | sunting sumber]

Beberapa tahun setelah Perang Dunia II, Melbourne berkembang pesat. Pertumbuhannya didongkrak oleh imigrasi pascaperang ke Australia, kebanyakan dari Eropa Selatan dan Mediterania.[54] Meski "Paris End" di Collins Street menjadi pelopor budaya butik dan kafe terbuka di Melbourne,[55] pusat kotanya dianggap membosankan—daerah suram yang penuh pegawai kantoran—dan tergambar dalam lukisan terkenal karya John Brack, Collins St., 5 pm (1955).[56]

ICI House, simbol kemajuan dan modernitas Melbourne pada masa pascaperang

Batas ketinggian bangunan di CBD dicabut tahun 1958 seiring rampungnya ICI House. Sejak saat itu, berbagai pencakar langit mulai menghiasi kota. Perluasan pinggiran kota semakin gencar dan dibarengi oleh pembangunan pusat-pusat perbelanjaan baru seperti Chadstone Shopping Centre.[57] CBD dan St Kilda Road juga direnovasi sehingga kota ini tampak lebih modern.[58] Peraturan anti-kebakaran dan peremajaan kota mengharuskan sebagian besar gedung CBD sebelum perang dirubuhkan seluruhnya atau dipangkas separuh melalui kebijakan fasadisme. Puri-puri besar di pinggiran kota yang berdiri pada musim kenaikan harga tanah juga dihancurkan atau dikurangi ukurannya.

Untuk melawan arus pertumbuhan pinggiran kota yang kepadatannya rendah, pemerintah melalui Housing Commission of Victoria mencanangkan proyek perumahan umum kontroversial di pusat kota. Kawasan permukiman yang sudah ada dihancurkan dan menara-menara hunian dibangun di atasnya.[59] Beberapa tahun kemudian, seiring meningkatnya jumlah pemilik kendaraan bermotor, pembangunan jalan tol dan jalan bebas hambatan mempercepat perkembangan pinggiran kota dan menyusutkan populasi pusat kota. Pemerintahan Bolte ingin mempercepat modernisasi Melbourne. Proyek-proyek jalan besar seperti penataan ulang St Kilda Junction, pelebaran Hoddle Street, dan Rencana Transportasi Melbourne 1969 mengubah Melbourne menjadi kota yang ramah mobil.[60]

Lonjakan sektor keuangan dan pertambangan Australia tahun 1969 dan 1970 menarik perusahaan-perusahaan besar seperti BHP Billiton dan Rio Tinto untuk bermarkas di kota ini. Nauru, negara yang ekonominya sedang meroket waktu itu, menanamkan modal dalam berbagai proyek di Melbourne, termasuk pembangunan Nauru House.[61] Melbourne bertahan sebagai pusat bisnis dan keuangan utama Australia hingga akhir 1970-an sebelum disalip oleh Sydney.[62]

Melbourne mengalami kelesuan ekonomi pada tahun 1989 hingga 1992 setelah beberapa lembaga keuangan di sana bangkrut. Pada tahun 1992, pemerintahan Kennett yang baru saja terpilih mencoba membangkitkan ekonomi melalui program padat karya besar-besaran dan pencitraan kota sebagai destinasi wisata untuk acara-acara besar dan ajang olahraga.[63] Waktu itu, Australian Grand Prix dipindahkan dari Adelaide ke Melbourne. Proyek-proyek besar di kota ini meliputi gedung baru Melbourne Museum, Federation Square, Melbourne Exhibition and Convention Centre, Crown Casino, dan jalan tol CityLink. Pemerintah juga melepaskan sejumlah sarana dan prasarana ke pihak swasta, termasuk listrik dan transportasi umum, serta memangkas anggaran kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur transportasi umum.[64]

Masa kini[sunting | sunting sumber]

Sejak pertengahan 1990-an, Melbourne memiliki pertumbuhan penduduk dan lapangan kerja yang tetap. Investasi ke industri dan pasar properti di kota ini terus meningkat. Peremajaan pusat kota dilakukan di Southbank, Port Melbourne, Melbourne Docklands, dan South Wharf. Menurut Australian Bureau of Statistics, Melbourne mengalami pertumbuhan penduduk dan ekonomi tertinggi di antara ibu kota negara bagian Australia selama tiga tahun sampai Juni 2004.[65] Faktor-faktor tersebut mempercepat pertumbuhan penduduk dan perluasan kawasan pinggiran kota sepanjang 2000-an.

Sejak 2006, pertumbuhan kota meluas hingga "jalur hijau" dan melewati batas pertumbuhan kota. Prediksi pertumbuhan populasi hingga 5 juta orang memaksa pemerintah Victoria meninjau ulang batas pertumbuhan pada tahun 2008 dalam rangka strategi Melbourne @ Five Million.[66] Tahun 2009, Melbourne tidak begitu terdampak oleh krisis keuangan akhir 2000-an bila dibandingkan dengan kota-kota lain di Australia. Jumlah lapangan kerja yang dibuka di Melbourne saat itu lebih banyak daripada kota-kota lain, hampir menyamai jumlah lapangan kerja di Brisbane sekaligus Perth.[67] Pasar properti Melbourne dipatok dengan harga tinggi.[68] Akibatnya, harga properti dan harga sewa mencapai titik termahal sepanjang sejarah Melbourne.[69]

Pemandangan Melbourne Docklands dan langit-langit kota dari Waterfront City ke arah Victoria Harbour.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Peta wilayah perkotaan Melbourne dan Geelong

Melbourne terletak di sebelah tenggara daratan utama Australia, tepatnya di negara bagian Victoria. Kota ini berdiri di atas pertemuan aliran lava Kuarter ke barat, batu lumpur Siluria ke timur, dan endapan pasir Holosen ke tenggara di sepanjang Port Phillip. Pinggiran kota tenggara berdiri di atas patahan Selwyn yang membelah Mount Martha dan Cranbourne.

Melbourne menyebar mengikuti Sungai Yarra hingga Lembah Yarra dan Barisan Dandenong ke timur. Kota ini meluas ke utara melewati lembah semak berbukit di daerah aliran anak sungai Yarra—Moonee Ponds Creek (hingga Bandara Tullamarine), Merri Creek, Darebin Creek, dan Plenty River—sampai koridor kota pinggiran terluar Craigieburn dan Whittlesea.

Kota ini menyebar ke tenggara melalui Dandenong ke koridor kota Pakenham sampai West Gippsland, lalu ke selatan melalui lembah Dandenong Creek, Mornington Peninsula, dan kota Frankston yang mencakup perbukitan Olivers Hill, Mount Martha, dan Arthurs Seat, menyusuri pesisir Port Phillip, dan membentuk satu konurbasi tunggal sampai kota pinggiran mewah Portsea dan Point Nepean. Di sebelah barat, kota ini meluas mengikuti aliran Sungai Maribyrnong dan anak-anak sungainya ke utara hingga Sunbury dan kaki bukit Barisan Macedon, kemudian menutupi dataran vulkanik hingga Melton di barat dan Werribee di kaki bukit pegunungan granit You Yangs di sebelah barat daya CBD. Sungai Little dan kota kecil Little River menjadi batas antara Melbourne dan Geelong.

Moondah Beach, Mount Eliza

Pantai-pantai besar di Melbourne terletak di pesisir Teluk Port Phillip, antara lain Port Melbourne, Albert Park, St Kilda, Elwood, Brighton, Sandringham, Mentone, Frankston, Altona, Williamstown, dan Werribee South. Tempat berselancar terdekat terletak 85 kilometer (53 mi) di sebelah tenggara CBD Melbourne di Rye, Sorrento, dan Portsea.[70][71]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Brighton Beach usai hujan badai musim gugur. Melbourne disebut-sebut mengalami "empat musim dalam sehari" karena cuacanya selalu berubah.

Melbourne memiliki iklim samudra sedang (klasifikasi iklim Köppen Cfb) dengan musim panas hangat hingga panas dan musim dingin sejuk.[72][73] Melbourne dikenal karena kondisi cuacanya yang berubah-ubah karena terletak di perbatasan daratan panas dan perairan selatan yang dingin. Perbedaan suhu sangat mencolok sepanjang musim semi dan panas dan menciptakan batas udara dingin. Batas udara dingin menyebabkan berbagai macam cuaca ekstrem, mulai dari angin kencang sampai badai petir dan badai es, penurunan suhu drastis, dan hujan sangat lebat. Musim dingin biasanya cukup stabil, tetapi agak lembap dan cenderung berawan.

Port Phillip biasanya lebih hangat daripada perairan dan/atau daratan sekitarnya, terutama pada saat musim semi dan gugur. Suhu ini menghasilkan "efek teluk" yang sama seperti "efek danau" di iklim dingin, ketika hujan lebih lebat di bawah angin teluk. Hujan yang relatif lebat bisa turun di tempat yang sama dalam waktu yang lama (biasanya daerah pinggiran timur), sedangkan Melbourne dan daerah sekitarnya tetap kering. Berkat bayangan hujan di Barisan Otway, seluruh Melbourne bisa dikatakan lebih kering daripada Victoria selatan pada umumnya. Di kota dan sekitarnya, curah hujan sangat bervariasi, mulai dari 425 milimeter (17 in) di Little River sampai 1250 milimeter (49 in) di batas timur kota di Gembrook. Cuaca cerah di Melbourne berlangsung selama 48,6 hari setiap tahun. Suhu embun saat musim panas berkisar antara 9,5 °C (49,1 °F) hingga 11,7 °C (53,1 °F).[74]

Melbourne juga rawan mengalami hujan konvektif terbatas yang terbentuk ketika udara dingin melintasi Victoria, apalagi setelah cuaca cerah pada siang hari. Hujannya sangat lebat dan biasanya disertai hujan es, angin kencang, dan penurunan suhu secara drastis, tetapi berlangsung sangat cepat. Cuaca sesudahnya relatif tenang dan cerah dan suhunya kembali seperti biasa. Hujan seperti ini terjadi dalam kurun beberapa menit dan bisa berulang beberapa kali dalam satu hari. Melbourne pun dijuluki kota yang memiliki "empat musim sehari".[75] Julukan ini sudah populer di kalangan warga kota.[76] Suhu terendah sepanjang sejarah kota ini adalah −2,8 °C (27,0 °F) pada tanggal 21 Juli 1869.[77] Suhu terpanas sepanjang sejarah kota ini adalah 46,4 °C (115,5 °F) pada 7 Februari 2009.[78] Meski salju sering turun di dataran tinggi di pinggiran terluar Melbourne, salju tidak pernah turun di kawasan CBD sejak 1986.[79]

Suhu laut rata-rata berkisar antara 14,6 °C (58,3 °F) pada September hingga 18,8 °C (65,8 °F) pada Februari;[80] kisaran suhu laut rata-rata di Port Melbourne juga sama.[81]

Data iklim Melbourne Regional Office
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 45.6
(114.1)
46.4
(115.5)
41.7
(107.1)
34.9
(94.8)
28.7
(83.7)
22.4
(72.3)
23.3
(73.9)
26.5
(79.7)
31.4
(88.5)
36.9
(98.4)
40.9
(105.6)
43.7
(110.7)
46.4
(115.5)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 26.3
(79.3)
26.6
(79.9)
24.4
(75.9)
21.0
(69.8)
17.5
(63.5)
14.8
(58.6)
14.2
(57.6)
15.7
(60.3)
17.7
(63.9)
20.1
(68.2)
22.6
(72.7)
24.4
(75.9)
20.4
(68.7)
Rata-rata harian °C (°F) 21.0
(69.8)
21.3
(70.3)
19.5
(67.1)
16.4
(61.5)
13.7
(56.7)
11.4
(52.5)
10.7
(51.3)
11.8
(53.2)
13.5
(56.3)
15.4
(59.7)
17.6
(63.7)
19.3
(66.7)
16.0
(60.8)
Rata-rata terendah °C (°F) 15.6
(60.1)
16.0
(60.8)
14.5
(58.1)
11.8
(53.2)
9.8
(49.6)
7.9
(46.2)
7.1
(44.8)
7.8
(46)
9.2
(48.6)
10.6
(51.1)
12.6
(54.7)
14.1
(57.4)
11.4
(52.5)
Rekor terendah °C (°F) 5.5
(41.9)
4.5
(40.1)
2.8
(37)
1.5
(34.7)
−1.1
(30)
−2.2
(28)
−2.8
(27)
−2.1
(28.2)
−0.5
(31.1)
0.1
(32.2)
2.5
(36.5)
4.4
(39.9)
−2.8
(27)
Curah hujan mm (inci) 45.1
(1.776)
39.9
(1.571)
40.7
(1.602)
50.2
(1.976)
46.5
(1.831)
46.5
(1.831)
44.7
(1.76)
50.5
(1.988)
52.9
(2.083)
58.5
(2.303)
63.1
(2.484)
64.1
(2.524)
602.6
(23.724)
Rata-rata hari hujan (≥ 0.2mm) 8.7 6.6 9.3 10.5 12.2 13.5 14.4 15.3 14.0 13.3 11.3 10.0 139.1
Rata-rata sinar matahari bulanan 266.6 228.8 223.2 186.0 142.6 120.0 136.4 164.3 183.0 223.2 225.0 263.5 2.362,6
Sumber: Bureau of Meteorology.[82][83][84]

Isu lingkungan[sunting | sunting sumber]

Golden Summer, Eaglemont, dilukis tahun 1889 oleh seniman Mazhab Heidelberg, Arthur Streeton, menampilkan desa pinggiran Heidelberg di tengah kekeringan El Niño. Daerah ini sekarang terurbanisasi mengikuti penyebaran kota Melbourne.

Seperti daerah perkotaan pada umumnya, Melbourne menghadapi banyak permasalahan lingkungan. Beberapa di antaranya disebabkan oleh sebaran kota yang besar dan tingginya kebutuhan infrastruktur dan prasarana. Salah satu isu yang dihadapi adalah dampak kekeringan terhadap pasokan air. Kekeringan rutin dan suhu musim panas yang selalu tinggi mengurangi pasokan air Melbourne. Perubahan iklim berpotensi memperparah dampaknya dalam jangka panjang.[85] Ketika kekeringan tahun 2000-an, pemerintahan Bracks memberlakukan pembatasan air dan kebijakan-kebijakan lain seperti daur ulang air, insentif tangki air di rumah, sistem air limbah, kampanye kesadaran konsumsi air, dan inisiatif penghematan dan pemakaian ulang air. Karena pasokan air terus turun, pemerintah mengambil keputusan selanjutnya; pada Juni 2007, pemerintahan Bracks mengumumkan pembangunan pabrik desalinasi Wonthaggi senilai $3,1 miliar[86] dan North-South Pipeline dari Lembah Goulburn di sebelah utara Victoria ke Melbourne. Kedua proyek ini tidak dipakai saat kekeringan tahun 2010 dan dicap sebagai proyek 'gajah putih'.[87]

Menanggapi perubahan iklim, pada tahun 2002, City of Melbourne menetapkan target pengurangan emisi karbon hingga nol persen pada 2020.[88] Moreland City Council mencanangkan program Zero Moreland. Tidak semua kota pinggiran metropolitan menerapkan kebijakan serupa; pada tahun 2009, City of Glen Eira memutuskan untuk tidak menerapkan kebijakan bebas karbon.[89] Melbourne memiliki salah satu sebaran kota terbesar di dunia karena maraknya permukiman berkepadatan rendah sehingga pinggiran kotanya menyebar sangat luas. Permukiman-permukiman ini memiliki ketergantungan mobil yang tinggi dan kekurangan transportasi umum, kecuali di pinggiran terdalam.[90] Sebagian besar tumbuhan di dalam kota merupakan spesies non-endemik, rata-rata berasal dari Eropa, termasuk spesies invasif dan rumput merambat liar.[91] Hama kota yang tumbuh subur di kota ini adalah kerak ungu,[92] merpati liar,[93] tikus got,[94][95] tawon Eropa,[96] starling Eropa, dan serigala merah.[97] Sejumlah kota pinggiran terluar, terutama kota-kota yang terletak dekat Lembah Yarra dan perbukitan di sebelah timur laut dan timur, sudah lama tidak mengalami kebakaran regeneratif sehingga kawasan semak kota tidak cukup subur. Departemen Keberlanjutan dan Lingkungan berupaya menyelesaikan masalah ini dengan memicu kebakaran rutin dengan sengaja.[98][99] Polusi udara diatur oleh EPA Victoria dan beberapa dewan kota setempat. Menurut standar global, kualitas udara Melbourne dianggap baik.[100] Musim panas dan gugur menghasilkan kabut asap pekat setiap tahunnya di wilayah kota.[101][102]

Isu lingkungan terbaru di Melbourne adalah Port Phillip Channel Deepening Project, proyek pengerukan Teluk Port Phillip yang dicanangkan oleh pemerintah Victoria untuk memperdalam kanal pelabuhan Melbourne. Proyek ini memancing kontroversi dan terikat aturan ketat untuk mencegah dampak tumpahan logam berat dan sedimen industri lainnya terhadap kawasan pantai dan spesies liar di laut.[71][103] Masalah polusi utama lainnya di Melbourne adalah kandungan bakteri, termasuk E. coli, di Sungai Yarra dan anak-anak sungainya akibat buruknya sistem septik[104] dan sampah. Hampir 350.000 puntung rokok dibuang ke saluran pipa air hujan setiap hari.[105] Pemerintah mencanangkan sejumlah program untuk meminimalkan polusi pantai dan sungai.[71][106] Pada Februari 2010, pemerintah meluncurkan The Transition Decade, program keberlanjutan masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.[107]

Struktur kota[sunting | sunting sumber]

Pemandangan CBD dan pinggiran kota terdalam dari udara
Pemandangan Royal Botanic Gardens dari udara

Hoddle Grid, tata jalanan kota berselang ±1 by 12 mil (1,61 by 0,80 km), membentuk inti distrik bisnis pusat (CBD) Melbourne. Sungai Yarra membatasi tata jalan ini di sebelah selatan. Pembangunan perkantoran, kawasan komersial, dan kawasan publik di Southbank dan Docklands membuat kedua distrik ini seolah seperti CBD kedua, tetapi bukan bagian dari CBD. Jalanan komersial seperti Block Arcade and Royal Arcade adalah efek samping tata jalan CBD.[108][109]

Berbeda dengan kota-kota lain di Australia, CBD Melbourne tidak punya batas ketinggian. Karena itu, CBD Melbourne merupakan permukiman terpadat di Australia dengan kepadatan 19.500 jiwa/km².[110] Jumlah pencakar langit di Melbourne lebih banyak daripada kota lainnya di Australia. Eureka Tower di Southbank adalah bangunan tertinggi di kota ini.[111]

CBD dan daerah sekitarnya juga memiliki banyak bangunan bersejarah seperti Royal Exhibition Building, Melbourne Town Hall, dan Parliament House.[112][113] Meski disebut pusat kota (city centre), daerah ini bukan pusat demografis Melbourne. Karena kota ini menyebar ke tenggara, pusat demografisnya terletak di Glen Iris.[114]

Melbourne seperti ibu kota negara bagian lainnya di Australia. Pada pergantian abad ke-20, kota ini meluas mengikuti prinsip 'seperempat are rumah dan kebun' untuk setiap keluarga, biasa disebut Impian Australia. Seiring populernya mobil pribadi pasca-1945, prinsip ini menghasilkan struktur kota ramah mobil yang kini bertahan di kawasan pinggiran tengah dan luar. Sebagian besar wilayah metropolitan Melbourne terdiri atas permukiman berkepadatan rendah, sedangkan permukiman di dekat pusat kota berkepadatan menengah dan mengutamakan angkutan umum. Kawasan pusat kota, Docklands, St. Kilda Road, dan Southbank memiliki kepadatan tinggi.

Melbourne sering disebut kota kebun Australia. Negara bagian Victoria dulu dijuluki negara bagian kebun (the garden state).[101][115][116] Ada banyak taman dan kebun di Melbourne.[117] Beberapa di antaranya terletak di CBD dan memiliki beragam spesies tumbuhan biasa dan langka, alam buatan, jalur pejalan kaki, dan jalan raya berjajarkan pepohonan. Taman-taman di Melbourne memiliki reputasi sebagai taman publik terbaik di antara kota-kota besar di Australia.[118] Taman juga dibangun di kota-kota pinggiran Melbourne seperti Stonnington, Boroondara, dan Port Phillip, sebelah tenggara CBD. Beberapa taman nasional ditetapkan di sekeliling perkotaan Melbourne, antara lain Taman Nasional Mornington Peninsula, Taman Nasional Laut Port Phillip Heads, dan Taman Nasional Point Nepean di sebelah tenggara, Taman Nasional Organ Pipes di sebelah utara, dan Taman Nasional Dandenong Ranges di sebelah timur. Sejumlah taman negara bagian juga ditetapkan tepat di luar batas kota Melbourne.[119][120] Kawasan perkotaan Melbourne dibagi menjadi ratusan kota pinggiran (untuk keperluan penetapan alamat dan pos) dan diberi status wilayah pemerintah daerah (local government area/LGA),[121] 31 di antaranya terletak di dalam wilayah metropolitan.[122]

Perumahan[sunting | sunting sumber]

Rumah baris "Melbourne Style" banyak dijumpai di pinggiran kota dalam dan sering mengalami gentrifikasi.

Perumahan umum di Melbourne tidak banyak dan permintaan rumah kontrakan terus meningkat. Seiring waktu, harga kontrakan semakin tidak terjangkau bagi sebagian warga.[123][124][125] Perumahan umum disediakan oleh Housing Commission of Victoria, badan yang beroperasi di bawah kerangka kerja Commonwealth-State Housing Agreement yang memandatkan pemerintah federal dan negara bagian untuk mendanai proyek perumahan.

Melbourne mengalami pertumbuhan penduduk tinggi yang turut meingkatkan kebutuhan tempat tinggal. Lonjakan pembangunan rumah menaikkan harga dan biaya sewa rumah serta ketersediaan semua jenis rumah. Pengaplingan tanah marak terjadi di pinggiran terluar Melbourne melalui berbagai paket rumah dan lahan yang ditawarkan pengembang. Kebijakan tata kota selama ini mendorong pembangunan permukiman berkepadatan menengah dan tinggi di daerah-daerah lama dengan akses transportasi umum dan prasarana lainnya. Sepuluh tahun sejak kebijakan tersebut diberlakukan, tanah terbengkalai di pinggiran kota lingkar tengah dan luar Melbourne mulai dimanfaatkan kembali secara massal.[126]

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Pencakar langit modern dimundurkan dari pinggir jalan untuk melestarikan bangunan zaman Victoria yang berjajar di Collins Street.

Kota ini dikenal karena memiliki percampuran arsitektur modern dengan bangunan-bangunan abad ke-19 dan awal abad ke-20.[127] Beberapa bangunan bersejarah yang arsitekturnya khas adalah Royal Exhibition Building (terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia) yang dibangun selama dua tahun menjelang Melbourne International Exhibition tahun 1880; A.C. Goode House, bangunan Neo-Gothik di Collins Street yang dirancang oleh Wright, Reed & Beaver (1891); Old Stock Exchange (1888) bergaya Gothik Venesia karya William Pitt; Gothic Bank (1883) karya William Wardell yang memiliki interior terbaik di Melbourne; Parliament House; St Paul's Cathedral (1891); dan Flinders Street Station (1909) karya Ivan Lazarus, stasiun kereta komuter tersibuk di dunia pada pertengahan 1920-an.[128]

Eureka Tower, gedung tertinggi di Melbourne, menembus awan pada malam hari

Di kota ini juga terdapat Shrine of Remembrance, tugu untuk mengenang warga Victoria yang bertempur pada Perang Dunia I dan sekarang dipersembahkan untuk seluruh warga Australia yang terlibat dalam perang tersebut. Gedung bergaya Ratu Anne yang sudah diruntuhkan, APA Australian Building (1889), gedung tertinggi ke-3 di dunia waktu itu,[129] konon katanya berdiri menjelang persaingan pencakar langit di New York City dan Chicago.[112] Gedung ini diruntuhkan tahun 1980 dan digantikan oleh bangunan lebih kecil berlantai empat.[130] Bangunan-bangunan besar yang dibangun sebelum perang dunia juga bernasib sama, termasuk Federal Coffee Palace (atau The Federal Hotel) bergaya Victoria yang berdiri di Collins Street sampai tahun 1971.[131]

Pada tahun 2018, kota ini memiliki 667 bangunan tinggi, 187 pencakar langit, 28 proyek dan 60 rencana pencakar langit.[132] making the city's skyline the tallest in Australia. CBD didominasi oleh gedung-gedung perkantoran modern, termasuk Rialto Towers (1986) yang dibangun di atas tanah beberapa bangunan klasik bergaya Victoria, dua di antaranya—Rialto Building (1889) karya William Pitt dan Winfield Building (1890) karya Charles D'Ebro dan Richard Speight—masih berdiri smapai saat ini. Salah satu gedung apartemen tinggi di kota ini adalah Eureka Tower (2006), bangunan hunian tertinggi ke-13 di dunia per Januari 2014.[133]

Permukiman kota ini tidak memiliki gaya arsitektur tunggal, melainkan campuran rumah, rumah kota, kondominium, dan gedung apartemen di kawsan metropolitan (khususnya di daerah sebaran kota). Rumah terpisah dengan pekarangan luas adalah jenis rumah yang paling banyak dijumpai di luar pusat kota Melbourne. Rumah baris Victoria, rumah kota, dan puri bergaya Italia, kebangkitan Tudor, dan Neo-George mudah ditemui di beberapa permukiman seperti Toorak.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Princess Theatre, bagian dari East End Theatre District, didirikan tahun 1854.

Melbourne adalah pusat budaya internasional dan ibu kota budaya Australia karena sering menjadi tuan rumah kegiatan dan festival besar. Kota ini memiliki industri drama, musikal, komedi, musik, seni, arsitektur, sastra, film, dan televisi yang mapan.[134] Iklim, lokasi pinggir laut, dan kehidupan malamnya menjadikan Melbourne salah satu kota paling meriah di Australia. Selama tujuh tahun berturut-turut (2011 sampai 2017), kota ini memuncaki survei kota ternyaman di dunia versi The Economist Intelligence Unit berkat kekayaan budayanya.[20] Kota ini menyelenggarakan berbagai kegiatan dan festival budaya setiap tahunnya, termasuk Moomba (festival masyarakat terbesar di Australia), Melbourne International Arts Festival, Melbourne International Film Festival, Melbourne International Comedy Festival, dan Melbourne Fringe Festival. Budaya kota ini menjadi daya tarik wisata; 2,7 juta pelancong internasional dan 8,9 juta pelancong domestik datang ke Melbourne pada tahun 2017.[135][136]

Jalanan komersial di pusat kota merupakan tempat wisata yang dikenal karena keragaman bar, seni jalanan, dan budaya minum kopinya.

Sejarah sastra Melbourne yang kaya dan beragam diakui pada tahun 2008 ketika Melbourne City of Literature menjadi UNESCO City of Literature ke-2. State Library of Victoria merupakan salah satu lembaga kebudayaan tertua di Australia dan salah satu perpustakaan umum di kota ini. Melbourne juga memiliki toko-toko bugu paling beragam dan sektor penerbitan terbesar di Australia.[137] Kota ini adalah tuan rumah festival-festival penulis besar, termasuk Melbourne Writers Festival. Sejumlah anugerah sastra seperti Melbourne Prize for Literature dan Victorian Premier's Literary Awards diikuti oleh kalangan penulis setempat. Novel-novel ternama yang berlatar di Melbourne adalah The Mystery of a Hansom Cab karya Fergus Hume, Monkey Grip karya Helen Garner, dan The Slap karya Christos Tsiolkas. Penulis dan penyair kenamaan dari Melbourne meliputi Thomas Browne, C. J. Dennis, Germaine Greer, dan Peter Carey.

Teater pertama di Melbourne, The Pavilion, dibuka tahun 1841, beberapa tahun setelah kota ini didirikan. East End Theatre District adalah tempat berdirinya teater-teater bersejarah zaman Victoria, termasuk Athenaeum Theatre, Her Majesty's Theatre, Princess Theatre, dan Regent Theatre. Melbourne Arts Precinct di Southbank merupakan tempat bernaungnya Arts Centre Melbourne yang meliputi State Theatre, Hamer Hall, Playhouse, dan Fairfax Studio. Melbourne Recital Centre dan Southbank Theatre (rumah MTC)[138] juga terletak di Southbank. Palais Theatre, tengaran di pesisir St Kilda, adalah teater duduk terbesar di Australia dengan kapasitas 3.000 penonton.[139] Sidney Myer Music Bowl dibangun tahun 1955 di Kings Domain. Konser musik berpenonton terbanyak di Australia (200.000 penonton), konser The Seekers tahun 1967, diadakan di tempat itu.[140]

Didirikan tahun 1861, National Gallery of Victoria merupakan museum seni umum tertua dan terbesar di Australia dan museum yang paling sering dikunjungi di belahan bumi selatan (ke-19 di dunia).[141] Aliran seni Heidelberg atau Impresionisme Australia berkembang di desa pinggiran Melbourne pada 1880-an. Heide Museum of Modern Art berdiri khusus untuk Angry Penguins, lingkar seni asal Melbourne yang memelopori modernisme Australia pada tahun 1940-an. Di kota ini juga terdapat Australian Centre for Contemporary Art. Melbourne diakui sebagai salah satu pusat seni jalanan terbesar di dunia.[142] Para pembaca Lonely Planet mengakui seni jalanan Melbourne sebagai tempat wisata terpopuler di Australia.[143]

Grup balet nasional Australian Ballet serta grup balet negara bagian Melbourne Symphony Orchestra, Melbourne Theatre Company (MTC), dan Victorian Opera berpusat di Melbourne. Kota ini juga merupakan rumah kedua bagi Opera Australia setelah dilebur dengan Victoria State Opera tahun 1996.

The Story of the Kelly Gang, film cerita pertama di dunia, direkam di Melbourne tahun 1906.[144] Sutradara-sutradara asal Melbourne memproduksi film bertema bushranger (perampok liar) sebelum dilarang oleh pemerintah Victoria tahun 1912 karena diduga mempromosikan kejahatan. Larangan ini turut mematikan salah satu industri paling produktif pada zaman film bisu.[144] Film terkenal yang direkam dan berlatar di Melbourne di tengah mandeknya perfilman Australia adalah On the Beach (1959). Pada tahun 1970-an, aliran Australian New Wave dan Ozploitation berkembang berkat film Stork dan Alvin Purple yang dibuat di Melbourne. Picnic at Hanging Rock dan Mad Max, direkam di dalam dan sekitar Melbourne, dipuji di seluruh dunia. Kompleks studio film dan televisi terbesar di Melbourne, Docklands Studios Melbourne, dibangun tahun 2004. Studio ini memproduksi film-film dalam dan luar negeri.[145] Melbourne juga merupakan markas Village Roadshow Pictures, rumah produksi film terbesar di Australia. Beberapa pemeran terkenal dari Melbourne adalah Cate Blanchett, Rachel Griffiths, Chris Hemsworth,[146] Guy Pearce, Geoffrey Rush, dan Eric Bana.

Melbourne digadang-gadang sebagai "ibu kota konser musik dunia" karena jumlah konser musik per kapitanya lebih tinggi daripada kota-kota lain.[147]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Coop's Shot Tower abad ke-19 di dalam Melbourne Central, salah satu pusat belanja terbesar di kota ini.

Melbourne memiliki ekonomi yang sangat beragam dengan fokus utama di sektor keuangan, manufaktur, riset, TI, pendidikan, logistik, transportasi, dan pariwisata. Melbourne adalah tempat berdirinya markas perusahaan-perusahaan terbesar Australia, termasuk lima dari sepuluh perusahaan terbesar (berdasarkan pendapatan) dan lima dari tujuh perusahaan terbesar (berdasarkan kapitalisasi pasar),[148] yaitu ANZ, BHP Billiton, National Australia Bank, CSL, dan Telstra. Badan perwakilan dan wadah pemikir seperti Business Council of Australia dan Australian Council of Trade Unions berpusat di kota ini. Kantor pusat anak-anak perusahaan Wesfarmers seperti Coles (termasuk Liquorland), Bunnings, Target, K-Mart, dan Officeworks berdiri di pinggiran Melbourne. Kota ini memiliki pelabuhan tersibuk kedua di Australia setelah Port Botany di Sydney.[149] Bandar Udara Melbourne menjadi gerbang bagi wisatawan domestik dan internasional dan merupakan bandara tersibuk kedua di Australia.[150]

Melbourne juga merupakan pusat keuangan penting. Dalam Global Financial Centres Index 2017, Melbourne disebut sebagai pusat keuangan paling bersaing ke-21 di dunia.[151] Dua dari empat bank besar, NAB dan ANZ, bermarkas di Melbourne. Kota ini membangun reputasi sebagai tempat peredaran dana superanuasi (pensiun) terbesar di Australia (40%). 65% dana superanuasi industri, termasuk Future Fund milik pemerintah federal sebesar AU$109 miliar dolar disimpan di kota ini. Kota ini menempati peringkat ke-41 dari 50 pusat keuangan terbaik di dunia menurut MasterCard Worldwide Centers of Commerce Index (2008),[152] menyusul Sydney di peringkat ke-12. Melbourne adalah pusat industri terbesar kedua di Australia.[153] Sejumlah merek industri besar seperti Boeing, produsen truk Kenworth dan Iveco, Cadbury, Bombardier Transportation, dan Jayco mendirikan cabang di sini. Berbagai sektor manufaktur, mulai dari petrokimia dan farmasi hingga konveksi, kertas, dan makanan, hadir di kota ini.[154] Kota pinggiran Scoresby di sebelah tenggara merupakan tempat berdirinya markas Nintendo Australia. Melbourne juga menjadi penghubung penelitian dan pengembangan Ford Australia serta studio desain global General Motors dan pusat teknik Toyota.

Crown Casino and Entertainment Complex menyumbang AU$2 miliar setiap tahun ke roda ekonomi Victoria.[155]

CSL, satu dari lima perusahaan bioteknologi terdepan dunia, dan Sigma Pharmaceuticals mendirikan kantor pusat di Melbourne. Keduanya adalah perusahaan farmasi terbesar di Australia.[156] Melbourne memiliki industri TIK mapan yang mempekerjakan lebih dari 60.000 orang (sepertiga angkatan kerja TIK Australia) dengan pemasukan AU$19,8 miliar dan pendapatan ekspor AU615 juta. Selain itu, pariwisata juga berperan penting dalam ekonomi Melbourne. Sekira 7,6 juta pengunjung domestik dan 1,88 pengunjung internasional melancong ke kota ini pada tahun 2004.[157] Melbourne perlahan menjadi destinasi konferensi domestik dan internasional. Pada Februari 2006, pemerintah memulai proyek pusat pertemuan internasional senilai AU$$1 miliar dengan kapasitas 5.000 orang, Hilton Hotel, dan distrik komersial di sebelah Melbourne Exhibition and Convention Centre yang menyatukan proyek di pinggir Sungai Yarra dengan daerah Southbank dan Docklands.[158]

Economist Intelligence Unit menempatkan Melbourne di peringkat keempat dalam daftar kota termahal di dunia menurut indeks biaya hidup global tahun 2013.[159] Biaya hidup di Melbourne, khususnya harga properti, lebih tinggi daripada Sydney.[160] Tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di kota ini adalah Federation Square, Queen Victoria Market, Crown Casino, Southbank, Melbourne Zoo, Melbourne Aquarium, Docklands, National Gallery of Victoria, Melbourne Museum, Melbourne Observation Deck, Arts Centre Melbourne, dan Melbourne Cricket Ground.[161]

Melbourne digelari kota ternyaman di dunia selama enam tahun berturut-turut (2011-2017) oleh Economist Intelligence Unit.[20]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Sensus Australia 2016[162]
Tempat lahir Populasi
Bendera Australia Australia 2.684.072
Bendera Britania Raya Britania Raya 162.954
Bendera India India 161.078
Bendera Republik Rakyat Tiongkok Daratan Tiongkok 155.998
Bendera Vietnam Vietnam 79.054
Bendera Selandia Baru Selandia Baru 78.906
Bendera Italia Italia 63.332
Bendera Sri Lanka Sri Lanka 54.030
Bendera Malaysia Malaysia 47.642
Bendera Yunani Yunani 45.618
Bendera Filipina Filipina 45.157
Bendera Afrika Selatan Afrika Selatan 24.168
Bendera Hong Kong Hong Kong 20.840
Pecinan Melbourne didirikan ketika demam emas dan merupakan permukiman Tionghoa tertua di dunia Barat.

Di Melbourne Raya (Wilayah Statistik Ibu Kota Raya), 63,3% penduduk lahir di Australia. Negara kelahiran yang paling banyak adalah Britania Raya (3,4%), India (2,7%), Tiongkok (kecuali wilayah administratif khusus dan Taiwan) (2,3%), Italia (1,7%), dan Selandia Baru (1,7%). Tahun 2011, bangsa keturunan terbanyak di Melbourne Raya (Wilayah Statistik Ibu Kota Raya) adalah Inggris (21,1%), Australia (20,7%), Irlandia (6,9%), Skotlandia (5,7%), dan Italia (5,5%).[163]

Melbourne memiliki populasi penutur bahasa Yunani terbesar di luar Eropa, setara dengan populasi kota-kota besar di Yunani seperti Larissa dan Volos.[164] Thessaloniki adalah kota kembar Melbourne di Yunani. Marga Nguyen dari Vietnam merupakan marga terbanyak kedua yang tercantum di buku telepon Melbourne setelah Smith.[165] Kota ini juga memiliki banyak penduduk kelahiran India, Sri Lanka, dan Malaysia serta imigran Afrika Selatan dan Sudan. Keragaman budaya kota ini terlihat dari banyaknya restoran yang menyajikan masakan internasional. Lebih dari dua per tiga warga Melbourne menuturkan bahasa Inggris di rumah (68.1%). Bahasa-bahasa Tiongkok, khususnya Kanton dan Mandarin, menyusul di peringkat kedua (3.6%), bahasa Yunani ketiga, bahasa Italia keempat, dan bahasa Vietnam kelima, masing-masing lebih dari 100.000 penutur.[166] Meski angka migrasi lintas negara bagian Victoria naik-turun, jumlah penduduk divisi statistik Melbourne naik sekitar 70.000 jiwa per tahun sejak 2005. Melbourne kini memiliki pangsa imigran internasional terbesar (48.000), disusul oleh Sydney. Arus migrasi lintas negara bagian dari Sydney dan ibu kota lainnya juga besar karena harga rumah dan biaya hidup di Melbourne terjangkau.[167]

Dalam beberapa tahun terakhir, Melton, Wyndham dan Casey, bagian dari divisi statistik Melbourne, mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi di antara semua daerah pemerintah daerah di Australia. Jumlah penduduk Melbourne diperkirakan melebihi Sydney pada tahun 2028.[168] Dalam dua skenario, ABS memperkirakan bahwa Sydney akan tetap lebih besar daripada Melbourne setelah tahun 2056, walaupun selisihnya kurang dari 3% (saat ini selisihnya 12%). Menurut skenario pertama, populasi Melbourne berpotensi melebihi Sydney pada 2037[169] atau 2039 karena berkurangnya migrasi dalam negeri ke Sydney.[170] Penelitian lain mengklaim bahwa populasi Melbourne akan melebihi Sydney pada tahun 2040.[171]

Setelah kepadatan penduduk terus menurun sejak Perang Dunia II, kota ini mengalami peningkatan kepadatan di pinggiran terdalam dan barat berkat program-program pemerintah Victoria, Postcode 3000 dan Melbourne 2030, yang bertujuan memperlambat perluasan kota.[172][173] Menurut Australian Bureau of Statistics pada Juni 2013, pusat kota Melbourne memiliki kepadatan penduduk tertinggi, 12.400 jiwa/km2. Kota pinggiran terdalam sekitarnya mengalami kenaikan kepadatan penduduk antara tahun 2012 dan 2013: Carlton (9.000 jiwa/km2) dan Fitzroy (7.900 jiwa/km2).[174]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Beberapa sekolah paling bergengsi di Australia terletak di Melbourne. Enam dari dua puluh SMA top di Australia menurut Better Education ranking berdiri di Melbourne.[175] Jumlah pelajar internasional yang belajar di kota ini juga bertambah. Selain itu, Melbourne disebut sebagai kota universitas terbaik keempat di dunia pada tahun 2008 setelah London, Boston, dan Tokyo menurut jajak pendapat the Royal Melbourne Institute of Technology.[176] Di Melbourne terdapat tujuh universitas negeri, yaitu University of Melbourne, Monash University, La Trobe University, Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT University), Deakin University, Swinburne University of Technology, dan Victoria University.

Universitas-universitas Melbourne memiliki kampus di seluruh Australia, beberapa di antaranya memiliki kampus di luar negeri. Swinburne University memiliki kampus di Malaysia, sedangkan Monash memiliki pusat penelitian di Prato, Italia. University of Melbourne, universitas tertua kedua di Australia,[177] adalah universitas Australia dengan peringkat tertinggi dalam indeks internasional THES tahun 2016. Tahun 2018, University of Melbourne diberi gelar universitas terbaik ke-32 di dunia oleh Times Higher Education Supplement, naik dari peringkat tahun 2016 dan 2017;[178] Monash University menempati peringkat ke-80.[179] Keduanya merupakan bagian dari Group of Eight, koalisi perguruan tinggi termaju di Australia.[180]

Pada tahun 2017, RMIT University menempati peringkat ke-17 terbaik dunia di bidang seni & desain dan peringkat ke-28 terbaik dunia di bidang arsitektur.[181] Swinburne University of Technology yang berkampus di Hawthorn menempati peringkat ke-76 terbaik dunia secara keseluruhan dan ke-100 terbaik dunia di bidang fisika dalam indeks Academic Ranking of World Universities/[butuh rujukan] Swinburne menjadi satu-satunya universitas non-Group of Eight yang masuk 100 besar universitas terbaik di bidang sains.[butuh rujukan] Deakin University memiliki dua kampus besar di Melbourne dan Geelong dan merupakan universitas terbesar ketiga di Victoria. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pelajar internasional di universitas-universitas Melbourne naik pesat karena kursi untuk mahasiswa yang membayar penuh ditambah.[182] Pendidikan di Melbourne diatur oleh Department of Education and Early Childhood Development (DEECD) Victoria. Departemen ini bertugas memberi saran kebijakan dan perencanaan untuk penyelenggaraan program pendidikan.[183]

Di Melbourne juga terdapat beberapa perguruan agama, antara lain Presbyterian Theological College, Reformed Theological College, Ridley College, dan Melbourne School of Theology.

Media[sunting | sunting sumber]

Tiga puluh saluran televisi gratis digital mengudara di Melbourne:

  1. ABC
  2. ABC HD (siaran HD)
  3. ABC Comedy/KIDS
  4. ABC ME
  5. ABC News
  6. SBS
  7. SBS HD (siaran HD)
  8. SBS Viceland
  9. SBS Viceland HD (siaran HD)
  10. Food Network
  11. NITV
  12. Seven
  13. 7HD (siaran HD)
  14. 7Two
  15. 7mate
  16. 7flix
  17. Racing.com
  18. Nine
  19. 9HD (siaran HD)
  20. 9Gem
  21. 9Go!
  22. 9Life
  23. Extra
  24. Ten
  25. Ten HD (siaran HD)
  26. One
  27. Eleven
  28. TVSN
  29. Spree TV
  30. C31 Melbourne (stasiun TV masyarakat)
  31. SBS
  32. ABC
  33. Southern Cross Nine, 9HD, 9Gem, 9Go!, 9Life (afiliasi Nine Network)
  34. Prime7, Prime7 HD, 7flix, 7mate, 7TWO (afiliasi Seven Network)
  35. WIN, WIN HD, GOLD, TVSN (afiliasi Network Ten)
Pin Oak Court, Vermont South, lokasi syuting yang disulap menjadi Ramsay Street di Neighbours, sinetron terpanjang di Australia

Tiga surat kabar harian beredar di Melbourne, yaitu Herald Sun (tabloid), The Age (dulu broadsheet, sekarang compact), dan The Australian (broadsheet nasional). Enam stasiun televisi gratis mengudara di Melbourne Raya dan Geelong, yaitu ABC Victoria, (ABV), SBS Victoria (SBS), Seven Melbourne (HSV), Nine Melbourne (GTV), Ten Melbourne (ATV), dan C31 Melbourne (MGV). Setiap stasiun (kecuali C31) menyiarkan saluran utama dan beberapa multisaluran. C31 disiarkan dari menara pemancar di Mount Dandenong dan South Yarra. Perusahaan media campuran digital-cetak seperti Broadsheet dan ThreeThousand juga beroperasi di Melbourne.

Acara-acara televisi diproduksi di Melbourne, terutama Neighbours, Kath & Kim, The Secret Life of Us, Winners and Losers, Offspring, Underbelly, House Husbands, Wentworth, dan Miss Fisher's Murder Mysteries, serta program-program berita nasional seperti The Project, Insiders, dan ABC News Breakfast. Melbourne juga dikenal sebagai pusat acara permainan Australia. Acara permainan seperti Million Dollar Minute, The Chase Australia, Millionaire Hot Seat, dan Family Feud diproduksi di Melbourne. Acara realitas seperti Dancing with the Stars, MasterChef, The Block, dan The Real Housewives of Melbourne direkam di dalam dan sekitar kota Melbourne.

Televisi berbayar di Melbourne disiarkan melalui operator kabel dan satelit. Foxtel, Optus, dan Fetch adalah penyedia layanan televisi berbayar utama. Sky News dan Fox Sports memiliki studio di Melbourne.

Banyak stasiun radio AM dan FM yang mengudara di Melbourne, termasuk stasiun milik pemerintah (ABC dan SBS) dan masyarakat. Berbagai stasiun komersial dimiliki oleh jaringan radio: DMG mengoperasikan Nova 100 dan Smooth; ARN mengoperasikan Gold 104.3 dan KIIS 101.1; dan Southern Cross Austereo mengoperasikan Fox dan Triple M. Radio kota-kota kecil di Victoria juga bisa didengar di Melbourne, misalnya 93.9 Bay FM di Geelong. Radio alternatif pemuda di kota ini adalah ABC Triple J dan SYN. Triple J, PBS, dan Triple R memutar lagu-lagu yang kurang terkenal. JOY 94.9 menyasar pendengar gay, lesbian, biseksual, dan transgender. 3MBS dan ABC Classic FM ditujukan untuk penggemar musik klasik. Light FM merupakan radio Kristen kontemporer. Stasiun radio AM di Melbourne meliputi 774, Radio National, dan News Radio yang berafiliasi dengan ABC serta 3AW dan Magic yang berafiliasi dengan Fairfax. SEN 1116 menyasar penggemar olahraga. Melbourne memiliki banyak stasiun radio yang dioperasikan masyarakat dengan berbagai kepentingan, misalnya 3CR dam 3KND yang ditujukan untuk pendengar pribumi. Beberapa kota pinggiran memiliki stasiun radio masyarakat untuk pendengar lokal.[184]

Agama[sunting | sunting sumber]

Melbourne dihuni oleh beragam umat beragama, terutama umat Kristen. Besarnya umat Kristen ditandai oleh keberadaan dua katedral besar di kota ini, yaitu St Patrick's (Katolik Roma) dan St Paul's (Anglikan). Keduanya dibangun pada zaman Victoria dan dianggap sebagai warisan sejarah kota.[185] Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang-orang tanpa agama di Melbourne Raya tumbuh pesat dan menjadi salah satu komunitas niragama terbesar di Australia.[186]

Pada sensus 2016, 31,9% penduduk Melbourne mengaku tidak beragama, disusul Katolik (23,4%), tidak mengisi kolom agama (9,1%), Anglikan (7,6%), Ortodoks Timur (4,3%), Islam (4,2%), Buddhisme (3,8%), Hinduisme (2,9%), Uniting Church (2,3%), Presbiterian dan Reformed (1,6%), Baptis (1,3%), dan Yahudi (0,9%).[187]

Lebih dari 180.000 Muslim tinggal di Melbourne.[188] Kehidupan beragama Muslim di Melbourne didukung oleh lebih dari 25 masjid dan musala di kampus universitas, kantor, dan tempat lainnya.[189]

Hingga 2000, Melbourne memiliki populasi Yahudi Polandia terbesar di Australia. Jumlah penyintas Holokaus yang tinggal di kota ini terbanyak di Australia[190] dan terbanyak kedua di dunia setelah Israel.[191] Melbourne memiliki banyak lembaga budaya, agama, dan pendidikan Yahudi, termasuk 40 sinagoge, 7 sekolah agama,[192] dan satu koran Yahudi.[193]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pelaksanaan pemerintahan kota Melbourne dibagi antara pemerintah Victoria dan 27 kota dan empat shire yang membentuk wilayah metropolitan. Tidak ada kepala pemerintahan seremonial atau politik, tetapi Lord Mayor of the City of Melbourne biasanya ditunjuk sebagai pelaksana tugas wali kota[194] saat sedang di luar Victoria atau luar negeri.

Dewan daerah menjalankan fungsi pemerintahan seperti yang tertuang dalam Local Government Act (Undang-Undang Pemerintah Daerah) tahun 1989,[195] di antaranya tata kota dan pengolahan limbah. Layanan umum lainnya disediakan atau diatur oleh pemerintah negara bagian yang berkedudukan di Parliament House, Spring Street. Pemerintah Victoria menangani berbagai layanan publik seperti transportasi umum, jalan raya, pengaturan lalu lintas, polisi, pendidikan di atas prasekolah, kesehatan, dan perencanaan proyek infrastruktur besar. Pemerintah Victoria berhak membatalkan keputusan pemerintah daerah, termasuk tata kota. Permasalahan warga Melbourne sering diangkat dalam kampanye pemilu tingkat negara bagian.

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Menurut Mercer Consulting tahun 2012, infrastruktur Melbourne merupakan infrastruktur kota terbaik ke-17 di dunia, menyusul Sydney di peringkat ke-10.[196]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Pemerintah Victoria mengoperasikan 30 rumah sakit umum di wilayah metropolitan Melbourne dan 13 organisasi penyedia layanan kesehatan.[197]

Berbagai lembaga riset kedokteran, neurosains, dan bioteknologi berdiri di Melbourne, antara lain St. Vincent's Institute of Medical Research, Australian Stem Cell Centre, Burnet Institute, Australian Regenerative Medicine Institute, Victorian Institute of Chemical Sciences, Brain Research Institute, Peter MacCallum Cancer Centre, Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research, dan Melbourne Neuropsychiatry Centre.

Lembaga lainnya yang juga berdiri di kota ini adalah Howard Florey Institute, Murdoch Childrens Research Institute, Baker Heart and Diabetes Institute, dan Australian Synchrotron.[198] Beberapa lembaga di antaranya berafiliasi dengan universitas dan bermarkas dekat kampus. Royal Children's Hospital dan Monash Children's Hospital terletak di Melbourne.

Dari semua ibu kota negara bagian Australia, Melbourne dan Canberra memiliki harapan hidup laki-laki tertinggi (80,0 tahun) dan harapan hidup perempuan tertinggi kedua (84,1 tahun) setelah Perth.[199]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Bolte Bridge adalah bagian dari sistem jalan tol CityLink.

Layaknya kota-kota lain di Australia, penduduk Melbourne sangat bergantung kepada mobil pribadi,[200] khususnya di kawasan pinggiran terluar yang jumlah mobil pribadinya sangat banyak.[201] 3,6 juta mobil pribadi bergerak di jalanan sepanjang 22320 km (13870 mi). Melbourne pun menjadi salah satu kota dengan panjang jalan per kapita tertinggi di dunia.[200] Pada awal abad ke-20, mobil pribadi semakin diminati dan mendorong perluasan permukiman pinggir kota sekaligus perebakan kota.[202] Pada pertengahan 1950-an, kota ini memiliki kurang dari 200 mobil pribadi per 1.000 jiwa. Tahun 2013, jumlahnya naik menjadi 600 mobil pribadi per 1.000 jiwa.[203] Kini, Melbourne memiliki jaringan jalan bebas hambatan dan jalan arteri massal yang digunakan oleh mobil pribadi, truk, dan transportasi umum seperti bus dan taksi. Jalan bebas hambatan yang menuju kota Melbourne adalah Eastern Freeway, Monash Freeway, dan West Gate Freeway (mencakup West Gate Bridge), sedangkan jalan bebas hambatan lingkar kota Melbourne adalah CityLink (mencakup Bolte Bridge), Eastlink, Western Ring Road, Calder Freeway, Tullamarine Freeway (jalan utama ke bandara), dan Hume Freeway yang menghubungkan Melbourne dan Sydney.[204]

Melbourne memiliki sistem transportasi umum terintegrasi yang terdiri atas kereta api, trem, bus, dan taksi. Stasiun Flinders Street merupakan stasiun kereta penumpang tersibuk di dunia pada tahun 1927. Jaringan trem Melbourne mengalahkan Sydney sebagai jaringan trem terbesar di dunia pada tahun 1940-an. Waktu itu, 25% komuter menggunakan transportasi umum. Pada tahun 2003, jumlahnya turun menjadi 7,6%.[205] The public transport system was privatised in 1999, symbolising the peak of the decline.[206] Meski operator transportasi umum dilepas ke swasta dan beberapa pemerintahan mengutamakan pembangunan kota yang ramah mobil,[207] jumlah penumpang transportasi umum perlahan meningkat. Jumlah komuter pengguna transportasi umum naik menjadi 14,8%.[208] Tahun 2006, pemerintah Victoria menargetkan kenaikan pengguna transportasi umum hingga 20% di Melbourne pada 2020.[209] Sejak 2006, jumlah pengguna transportasi umum naik lebih dari 20%.[209]

Jaringan kereta api Melbourne dibangun pada masa demam emas tahun 1850-an. Kini, jaringan ini memiliki 218 stasiun pinggir kota dan 16 jalur yang membentang keluar kota dari jalur City Loop, sistem kereta bawah tanah di CBD. Stasiun Flinders Street, stasiun transit tersibuk di Australia, adalah salah satu tempat wisata terkenal di Melbourne.[128] Kota ini terhubung oleh kereta api dengan kota-kota lain di Victoria. Kereta antarnegara bagian berangkat dari stasiun Southern Cross di Docklands. Kereta The Overland tujuan Adelaide beroperasi dua kali seminggu, sedangkan kereta XPT tujuan Sydney berangkat dua kali sehari. Pada tahun 2013–2014, jaringan kereta api Melbourne mengangkut 232 juta penumpang, tertinggi sepanjang sejarah.[210] Banyak jalur kereta api, jalur khusus, dan balai yasa yang juga dimanfaatkan oleh kereta barang.

Jaringan trem Melbourne adalah jaringan trem terbesar di dunia dan satu-satunya jaringan trem multijalur di Australia.

Jaringan trem Melbourne sudah ada sejak 1880-an ketika harga tanah sedang naik. Pada tahun 2016, jaringan trem ini memiliki rel sepanjang 250 km (155,3 mi), 487 trem, 25 rute, dan 1.763 halte trem.[211] Trem Melbourne adalah jaringan trem terbesar di dunia.[22][212] Pada tahun 2013–2014, jaringan trem Melbourne mengangkut 176,9 juta penumpang.[210] Sekitar 80 persen jalur trem berbagi tempat dengan jalan raya, sedangkan sisanya terpisah dari jalan atau menjadi bagian dari jalur kereta ringan.[211] Trem Melbourne diakui sebagai warisan budaya dan tempat wisata. Trem tua beroperasi secara gratis di rute City Circle dan menyasar wisatawan yang berkunjung ke Melbourne. Trem restoran berjalan mengelilingi kota dan sekitarnya pada malam hari.[213] Melbourne saat ini sedang memproduksi 50 trem baru kelas E. Beberapa di antarany sudah beroperasi pada tahun 2014. Trem kelas E memiliki panjang 30 meter dan lebih canggih daripada trem kelas C2 dengan panjang yang sama. Jaringan bus Melbourne terdiri atas ±300 rute yang melayani kota pinggiran terluar dan daerah-daerah yang tidak dilalui kereta api dan trem.[213][214] Jaringan bus kota ini mengangkut 127,6 juta penumpang pada tahun 2013–2014, naik 10,2 persen dari tahun sebelumnya.[210]

Transportasi laut adalah bagian penting dari sistem transportasi Melbourne. Port of Melbourne merupakan pelabuhan barang dan penumpang terbesar dan tersibuk di Australia. Pelabuhan ini menangani 2 juta kontainer kapal sepanjang tahun 2007 dan menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di belahan bumi selatan.[215] Station Pier di Port Phillip Bay adalah terminal kapal penumpang utama untuk kapal pesiar dan kapal feri Spirit of Tasmania yang menghubungkan Melbourne dengan Tasmania lewat Selat Bass.[216] Feri dan taksi air beroperasi di beberapa pelabuhan kecil di pinggir Sungai Yarra yang tersebar sampai South Yarra dan Port Phillip Bay.

Melbourne dilayani oleh empat bandara. Bandar Udara Melbourne di Tullamarine adalah gerbang domestik dan internasional utama sekaligus bandara tersibuk kedua di Australia. Bandara ini merupakan pangkalan maskapai penumpang Jetstar Airways dan Tiger Airways Australia dan maskapai kargo Australian air Express dan Toll Priority serta penghubung utama Qantas dan Virgin Australia. Bandar Udara Avalon, terletak di antara Melbourne dan Geelong, adalah penghubung kedua Jetstar. Bandara ini juga dimanfaatkan sebagai fasilitas kargo dan perawatan pesawat. Bus dan taksi merupakan satu-satunya moda transportasi umum yang menghubungkan kota dengan kedua bandara ini. Ambulans terbang juga tersedia untuk pemindahan pasien ke dalam dan luar negeri.[217] Melbourne juga memiliki bandara penerbangan umum besar, yaitu Bandar Udara Moorabbin di sebelah tenggara Melbourne. Bandara ini juga melayani beberapa penerbangan penumpang. Bandar Udara Essendon, dulu bandara utama Melbourne, juga melayani penerbangan penumpang, penerbangan umum, dan beberapa penerbangan kargo.[218]

Kota ini meresmikan sistem berbagi sepeda pada tahun 2010.[219] Sepeda berjalan di jalur khusus dan dilengkapi fasilitas sepeda terpisah.

Utilitas[sunting | sunting sumber]

Sugarloaf Reservoir di Christmas Hills merupakan salah satu sumber air Melbourne.

Penyimpanan dan pasokan air Melbourne dikelola oleh Melbourne Water, badan usaha milik pemerintah Victoria. Organisasi ini juga menangani limbah dan waduk air di sekitar Melbourne serta pabrik desalinasi Wonthaggi dan North–South Pipeline. Air disimpan di beberapa waduk di dalam dan luar Melbourne Raya. Bendungan terbesar, Thomson River Dam yang terletak di pegunungan Victorian Alps, menampung kurang lebih 60% persediaan air Melbourne.[220] Bendungan-bendungan kecil seperti Upper Yarra Dam, Yan Yean Reservoir, dan Cardinia Reservoir merupakan pemasok sekunder.

Gas dipasok oleh tiga perusahaan distributor:

  • AusNet Services memasok gas dari pinggiran terdalam barat Melbourne ke Victoria barat daya.
  • Multinet Gas memasok gas dari pinggiran terdalam timur Melbourne ke Victoria timur (milik SP AusNet usai akuisisi, tetapi tetap beroperasi dengan merek Multinet Gas).
  • Australian Gas Networks memasok gas dari pinggiran terdalam utara Melbourne ke Victoria utara dan sebagian besar Victoria tenggara.

Listrik disalurkan oleh lima perusahaan distributor:

  • Citipower menyalurkan listrik ke CBD Melbourne dan beberapa kota pinggiran terdalam.
  • Powercor menyalurkan listrik ke pinggiran terluar barat dan Victoria barat (Citipower dan Powercor dimiliki oleh perusahaan yang sama).
  • Jemena menyalurkan listrik ke pinggiran terluar barat dan utara.
  • United Energy menyalurkan listrik ke pinggiran terdalam timur dan tenggara serta Mornington Peninsula.
  • AusNet Services menyalurkan listrik ke pinggiran terluar timur dan Victoria utara dan timur.

Sejumlah perusahana telekomunikasi menyediakan layanan komunikasi darat dan seluler serta layanan internet nirkabel. Sejak 2016, Melbourne menyediakan fasilitas Wi-Fi umum gratis berkecepatan 250 MB di beberapa daerah.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Melbourne Aquarium.

Beberapa objek pariwisata yang cukup terkenal di Melbourne adalah:


Sekitar Melbourne[sunting | sunting sumber]

Daerah sekitar Melbourne juga memiliki atraksi tersendiri seperti:

Kejahatan[sunting | sunting sumber]

Meski tingkat kejahatan di Melbourne turun 6,2% pada tahun 2017, kota ini masih memiliki tingkat kejahatan tertinggi di Victoria dengan lebih dari 18.280 pelanggaran per 100.000 penduduk.[221] Namun demikian, Melbourne adalah kota teraman ke-5 di dunia menurut The Economist Safe Cities Index 2017.[222]

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Melbourne memiliki enam kota kembar internasional.[223] Menurut dewan City of Melbourne, "seluruh kota ini diperkaya oleh pengaruh mereka, mulai dari pertukaran pendidikan, kebudayaan, dan olahraga hingga kesempatan kerja sama bisnis yang tidak tertandingi."[224][225][226] Kota-kota tersebut adalah:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

  • Melway, direktori jalan dan sumber informasi umum di Melbourne

Daftar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "3218.0 – Regional Population Growth, Australia, 2016–17:ESTIMATED RESIDENT POPULATION – Australia's capital city populations, June 2017". Australian Bureau of Statistics. Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 14 January 2019.  Estimated resident population, 30 June 2017.
  2. ^ a b "3218.0 – Regional Population Growth, Australia, 2015–16: Population Estimates by Statistical Area Level 2 (ASGS 2016), 2006 to 2016". Australian Bureau of Statistics. Australian Bureau of Statistics. 28 July 2017. Diakses tanggal 26 October 2017.  Estimated resident population, 30 June 2016.
  3. ^ "Great Circle Distance between MELBOURNE and CANBERRA". Geoscience Australia. March 2004. 
  4. ^ "Great Circle Distance between MELBOURNE and ADELAIDE". Geoscience Australia. March 2004. 
  5. ^ "Great Circle Distance between MELBOURNE and SYDNEY". Geoscience Australia. March 2004. 
  6. ^ "Great Circle Distance between MELBOURNE and BRISBANE". Geoscience Australia. March 2004. 
  7. ^ "Great Circle Distance between MELBOURNE and PERTH". Geoscience Australia. March 2004. 
  8. ^ Di Britania Raya dan Amerika Serikat, varian pengucapannya adalah /ˈmɛlbɔːrn/ MEL-born: Wells, John C. (2008), Longman Pronunciation Dictionary (edisi ke-3rd), Longman, ISBN 9781405881180 
  9. ^ Butler, S., ed. (2013). "Melbourne". Macquarie Dictionary (edisi ke-6th). Sydney: Macmillan Publishers Group Australia 2015. 1952 pages. ISBN 978-18-7642-966-9. 
  10. ^ "Victorian Local Government Directory" (PDF). Department of Planning and Community Development, Government of Victoria. hlm. 11. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 15 September 2009. Diakses tanggal 11 September 2009. 
  11. ^ The use of the term Melburnian can be traced back to 1876 where the case for Melburnian over Melbournian was made in the Melbourne Grammar School publication, the Melburnian. "The diphthong, 'ou' is not a Latin diphthong: hence, we argued this way,Melburnia would be [the] Latin form of name, and from it comes Melburnian." See Oxford English Dictionary Additions Series, iii, s.v. "Melburnian".
  12. ^ Macquarie Dictionary, Fourth Edition (2005) Or less commonly Melbournites. Melbourne, The Macquarie Library Pty Ltd. ISBN 1-876429-14-3
  13. ^ a b "History of the City of Melbourne" (PDF). City of Melbourne. November 1997. hlm. 8–10. Diakses tanggal 28 January 2018. 
  14. ^ a b Lewis, Miles (1995). Melbourne: the city's history and development (edisi ke-2nd). Melbourne: City of Melbourne. hlm. 25. ISBN 0-949624-71-3. 
  15. ^ a b Cervero, Robert B. (1998). The Transit Metropolis: A Global Inquiry. Chicago: Island Press. hlm. 320. ISBN 1-55963-591-6. 
  16. ^ Davidson, Jim (2 August 2014). "Rise and fall of British empire viewed through its cities". The Australian. Australia. Retrieved 7 September 2018.
  17. ^ "Commonwealth of Australia Constitution Act" (PDF). Department of the Attorney-General, Government of Australia. hlm. 45 (Section 125). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 11 March 2010. Diakses tanggal 11 September 2009. 
  18. ^ "The Global Financial Centres Index 22" (PDF). Long Finance. September 2017. 
  19. ^ Langmaid, Aaron (28 April 2010). We're sport's champion city again. Herald Sun. News Limited. Retrieved 29 December 2013.
  20. ^ a b c Stephanie Chalkley-Rhoden (16 August 2017). "World's most liveable city: Melbourne takes top spot for seventh year running". Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 17 August 2017. 
  21. ^ Government outlines vision for Port of Melbourne Freight Hub. Siaran pers. Diakses pada 26 July 2007.
  22. ^ a b "Investing in Transport Chapter 3 – East/West, Section 3.1.2 – Tram Network" (PDF). Department of Transport, Government of Victoria. Diakses tanggal 21 November 2009. 
  23. ^ Gary Presland, The First Residents of Melbourne's Western Region, (revised edition), Harriland Press, 1997. ISBN 0-646-33150-7
  24. ^ a b [1] Archived 8 September 2008 di Wayback Machine.
  25. ^ Gary Presland, Aboriginal Melbourne: The Lost Land of the Kulin People, Harriland Press (1985), Second edition 1994, ISBN 0-9577004-2-3
  26. ^ a b c "Foundation of the Settlement". History of the City of Melbourne. City of Melbourne. 1997. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 February 2011. Diakses tanggal 13 July 2010. 
  27. ^ a b Isabel Ellender and Peter Christiansen, People of the Merri Merri. The Wurundjeri in Colonial Days, Merri Creek Management Committee, 2001 ISBN 0-9577728-0-7
  28. ^ Button, James (4 October 2003). "Secrets of a forgotten settlement". The Age. Melbourne: Fairfax. Diakses tanggal 19 October 2008. 
  29. ^ Annear, Robyn (2005). Bearbrass: Imagining Early Melbourne. Melbourne, Victoria: Black Inc. hlm. 6. ISBN 1863953973. 
  30. ^ Wikisource-logo.svg Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Melbourne". Encyclopædia Britannica. 18 (edisi ke-11). Cambridge University Press. hlm. 91. 
  31. ^ "Melbourne's Godfather". The West Australian. 50, (14,996). Western Australia. 14 July 1934. hlm. 6. Diakses tanggal 20 September 2017 – via National Library of Australia. 
  32. ^ "Roads". City of Melbourne. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 February 2011. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  33. ^ https://trove.nla.gov.au/newspaper/article/11144430
  34. ^ Premier Postal History. "Post Office List". Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 May 2008. Diakses tanggal 11 April 2008. 
  35. ^ James Boyce, 1835: The Founding of Melbourne and the Conquest of Australia, Black Inc, 2011, page 151 citing Richard Broome, "Victoria" in McGrath (ed.), Contested Ground: 129
  36. ^ James Boyce, 1835: The Founding of Melbourne and the Conquest of Australia, Black Inc, 2011, p.186
  37. ^ James Boyce, 1835: The Founding of Melbourne and the Conquest of Australia, Black Inc, 2011, p.199
  38. ^ James Boyce, 1835: The Founding of Melbourne and the Conquest of Australia, Black Inc, 2011, page 163
  39. ^ Separation, EMelbourne-Encyclopedia of Melbourne, accessed 7 July 2015
  40. ^ Victorian Cultural Collaboration. "Gold". Special Broadcasting Service. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 July 2008. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  41. ^ "The Snowy Mountains Scheme and Multicultural Australia". ATSE. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 January 2010. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  42. ^ Hagan, Kate (3 December 2006). "Eureka: where multiculturalism was born", The Age. Retrieved 15 November 2018.
  43. ^ "Media Business Communication time line since 1861". Caslon. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 December 2012. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  44. ^ Pennings, Mark (2012). Origins of Australian Football: Victoria's Early History: Volume 1: Amateur Heroes and the Rise of Clubs, 1858 to 1876. Connor Court Publishing Pty Ltd. ISBN 9781921421471, p. 11
  45. ^ "The Story of Melbourne". Argus. Melbourne, Australia: National Library of Australia. 9 September 1926. hlm. 8 Supplement: An Historic Souvenir. Diakses tanggal 24 January 2012. 
  46. ^ Button, James (10 January 2004). "He came, he saw, he marvelled". The Age. Fairfax. Diakses tanggal 7 July 2012. 
  47. ^ a b c d Cannon, Michael (1966). The Land Boomers. Melbourne University Press; Cambridge University Press. 
  48. ^ "Marvellous Melbourne – Introduction of the Hydraulic Lift". Museum Victoria. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  49. ^ Miles, Lewis (1995). Melbourne the city's history and development. City of Melbourne. hlm. 47. 
  50. ^ Lambert, Tim. "A Brief History of Melbourne". Local Histories. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  51. ^ "Melbourne (Victoria) – growth of the city". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  52. ^ "Fast Facts on Melbourne History". We Love Melbourne. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  53. ^ Lewis, Miles (Melbourne the city's history and development) p. 113–114
  54. ^ "1961 – the Impact of Post-War Immigration". Museum Victoria. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  55. ^ Ketchel, Misha (11 December 2012). "Boutique battle at Paris end of town". Age. Fairfax. 
  56. ^ The art of the forgotten people Archived 13 March 2016 di Wayback Machine. by Tom Wilson
  57. ^ "Sorry, we can't find the content you're looking for - State Library o…". 5 August 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 August 2012. 
  58. ^ Judith Raphael Buckrich (1996) Melbourne's Grand Boulevard: the Story of St Kilda Road. Published State Library of Victoria
  59. ^ Logan, William (1985). The Gentrification of inner Melbourne: a political geography of inner city housing. Brisbane, Australia: University of Queensland Press. hlm. 148–160. ISBN 0-7022-1729-8. 
  60. ^ Millar, Royce (7 November 2005). "Road to ... where?". Age. Fairfax. Diakses tanggal 11 December 2012. 
  61. ^ Shepherd, Dick (4 February 1972). "Hotel men expected to press for Govt. aid". Age. Fairfax. Diakses tanggal 25 April 2011. 
  62. ^ "Tell Melbourne it's over, we won". Sydney Morning Herald. Fairfax. 31 December 2003. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  63. ^ Saward, Joe (1 February 1996). "Interview – Judith Griggs". Grandprix. Inside F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 January 2010. Diakses tanggal 14 May 2010. 
  64. ^ Lewis, Miles Melbourne the city's history and development p203,205–206
  65. ^ Marino, Melissa; Colebatch, Tim (24 March 2005). "Melbourne's population booms". The Age. Australia. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  66. ^ "Delivering Melbourne's newest sustainable communities". Victoria Online. State of Victoria. 21 September 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 June 2010. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  67. ^ The Age, 12 February 2010
  68. ^ Ormonde, Tom (14 November 2009). "Housing the bubble that no one dares burst". Age. Melbourne. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  69. ^ Dowling, Jason (16 February 2008). "Rent crisis forces urgent action". Age. Melbourne. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  70. ^ Russell, Mark (2 January 2006). "Life's a beach in Melbourne". Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  71. ^ a b c "Beach Report 2007–08" (PDF). EPA. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 October 2008. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  72. ^ Tapper, Andrew; Tapper, Nigel (1996). Gray, Kathleen, ed. The weather and climate of Australia and New Zealand (edisi ke-First). Melbourne, Australia: Oxford University Press. hlm. 300. ISBN 0-19-553393-3. 
  73. ^ Linacre, Edward; Geerts, Bart (1997). Climates and Weather Explained. London: Routledge. hlm. 379. ISBN 0-415-12519-7. 
  74. ^ "Melbourne Regional Office". Climate statistics for Australian locations. Bureau of Meteorology. Diakses tanggal 30 October 2016. 
  75. ^ "Melbourne Regional Office". Climate statistics for Australian locations. Bureau of Meteorology. Diakses tanggal 9 November 2010. 
  76. ^ "Welcome to Melbourne". City of Melbourne. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 July 2008. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  77. ^ "Bureau of Meteorology – Climate Data Online". Diakses tanggal 6 January 2015. 
  78. ^ "Monthly climate statistics". Bureau of Meteorology. Diakses tanggal 30 March 2012. 
  79. ^ "BOM - Australian Climate Extremes". pandora.nla.gov.au. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 March 2009. 
  80. ^ "Melbourne Sea Temperature". World Sea Temperatures. 
  81. ^ "Port Melbourne Sea Temperature". World Sea Temperatures. 
  82. ^ "Climate statistics for MELBOURNE REGIONAL OFFICE". Climate statistics for Australian locations. Bureau of Meteorology. Diakses tanggal October 26, 2018. 
  83. ^ "Highest Temperature - 086071". Bureau of Meteorology. Diakses tanggal October 26, 2018. 
  84. ^ "Lowest Temperature - 086071". Bureau of Meteorology. Diakses tanggal October 26, 2018. 
  85. ^ "Water Storages: Water Report". Melbourne Water. 26 June 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 October 2009. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  86. ^ Rood, David (20 September 2007). "Desal plant to be public-private deal". Age. Melbourne: Fairfax. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  87. ^ "Victoria's desalination plant to take 33 extra years to pay off under Melbourne Water plan". ABC. 17 July 2015. Diakses tanggal 12 January 2017. 
  88. ^ "Re-directing to Home Page". Melbourne Water. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 October 2010. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  89. ^ Riordan, Paul. "Glen Eira against green tide". News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 October 2009. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  90. ^ Cardew, R; Fanning, P; George, J (1998). Urban Footprints and Stormwater Management: A Council Survey. Australian Institute of Urban Studies. hlm. 16–25. 
  91. ^ "Target Species for Biological Control". Australian Weeds Committee. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 October 2008. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  92. ^ Thompson, Jeremy (1 July 2002). "Scientists declare war on Indian mynah". 7.30 Report. Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  93. ^ Bradbury, Garth (7 September 2004). "Update on Pigeon Management Issue" (PDF). City of Melbourne. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 October 2008. Diakses tanggal 22 October 2008. 
  94. ^ "Victoria a Rat's Nest". Herald Sun. News. 1 August 2009. Diakses tanggal 7 July 2012. 
  95. ^ Benson, Eugene (21 July 2009). "Rodent Rampage". Fairfax. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 October 2009. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  96. ^ "The picnickers nightmare: European wasp". CSIRO. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  97. ^ Marks, C.A. & Bloomfield, T.E. (1999) Distribution and density estimates for urban foxes (Vulpes vulpes) in Melbourne: implications for rabies control
  98. ^ "Fire and Biodiversity: The Effects and Effectiveness of Fire Management". Australian Government — Department of environment. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 August 2008. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  99. ^ Murray, Robert; White, Kate; Kock, P (1995). State of Fire: A History of Volunteer Firefighting and the Country Fire Authority in Victoria. Hargreen. hlm. 339 pages. ISBN 0-949905-63-1. 
  100. ^ "Melbourne's air quality measure". epa.vic.gov.au. 21 November 2014. Diakses tanggal 3 February 2015. 
  101. ^ a b Lucas, Clay; Millar, Royce (11 March 2008). "Victoria: the garden state or greenhouse capital?". The Age. Melbourne. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  102. ^ CSIRO: Marine and atmospheric research. "Urban and regional air pollution". CSIRO. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 February 2008. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  103. ^ "Garrett approves Port Phillip Bay dredging". ABC News. Australian Broadcasting Corporation. 5 February 2008. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  104. ^ Gardiner, Ashley (31 May 2008). "E coli running riot in Yarra River". Herald Sun. Australia: News. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  105. ^ Australian Institute of Urban Studies and City of Melbourne. "AIUS Indicators". Environmental indicators for Metropolitan Melbourne. Australian Institute of Urban Studies. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 November 2007. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  106. ^ "Victoria's Litter reduction Strategy" (PDF). State Government of Victoria. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 22 July 2008. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  107. ^ "Transition decade launch". Beyond Zero Emissions. 19 January 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2010. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  108. ^ Freeman-Greene, Suzy (10 August 2005). "Melbourne's love affair with lanes". The Age. Australia. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  109. ^ Essential but unplanned : the story of Melbourne's lanes. Weston Bate. City of Melbourne : State Library of Victoria, 1994
  110. ^ Carey, Adam (17 June 2018). "Population pressure a fast-growing concern for Victorian voters", The Age. Retrieved 28 November 2018.
  111. ^ "Eureka Tower". Eureka Tower Official. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 July 2008. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  112. ^ a b "Walking Melbourne, Heritage, Architecture, Skyscraper and Buildings Database". Walking Melbourne. Diakses tanggal 28 September 2008. 
  113. ^ "Melbourne Architecture". Melbourne Travel Guide. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 September 2008. Diakses tanggal 28 September 2008. 
  114. ^ "Glen Iris still the heart of city's sprawl". The Age. Melbourne. 5 August 2002. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  115. ^ "Victoria". wilmap.com.au. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  116. ^ "Victoria Australia, aka "The Garden State"". goway.com. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  117. ^ "City of Melbourne — Parks and Gardens". City of Melbourne. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 August 2004. Diakses tanggal 28 September 2008. 
  118. ^ "Melbourne's Best Gardens". weekendnotes.com. Diakses tanggal 20 February 2015. 
  119. ^ "About Parks Victoria". parkweb.vic.gov.au. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 July 2008. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  120. ^ Wild Places of Greater Melbourne. R Taylor, 9780957747104, CSIRO Publishing, January 1999, 224pp, PB
  121. ^ "Vicnet Directory — Local Government". Vicnet. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 September 2008. Diakses tanggal 29 September 2008. 
  122. ^ "Metropolitan Melbourne – Live in Victoria". Liveinvictoria.vic.gov.au. 12 August 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 January 2010. Diakses tanggal 21 June 2010. 
  123. ^ Wilson, Andrew (17 April 2011). "City shortage pushes up rents". Domain. Fairfax. Diakses tanggal 7 July 2012. 
  124. ^ "rental pressure cooker". The Age. Australia: Fairfax. 3 April 2010. 
  125. ^ "Melbourne housing now 'severely unaffordable'". The Age. Australia: Fairfax. 24 January 2011. 
  126. ^ "Project Database". 
  127. ^ Peter Fischer and Susan Marsden, Vintage Melbourne: beautiful buildings from Melbourne city centre, East Street Publications, Bowden South Australia 2007
  128. ^ a b Melbourne and scenes in Victoria 1925–1926 from Victorian Government Railways From the National Library of Australia
  129. ^ "Walking Melbourne". Diakses tanggal 9 January 2012. 
  130. ^ Chapman, Heather; Stillman, Jill (2016). Lost Melbourne. Pavilion Books. ISBN 9-78-191049674-9. 
  131. ^ Annear, Robyn (2014). A City Lost and Found: Whelan the Wrecker's Melbourne. Black Inc. ISBN 9-78-192223141-3. 
  132. ^ "Emporis Skyline Ranking". Emporis Corporation. All rights reserved. Diakses tanggal 2 December 2012. 
  133. ^ "100 Tallest Residential Buildings in the World". Council on Tall Buildings and Urban Habitat. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 December 2012. Diakses tanggal 3 May 2012. 
  134. ^ "What makes Melbourne the cultural capital of Australia?". Meld Magazine - Australia's international student news website (dalam bahasa Inggris). 2016-07-12. Diakses tanggal 2018-03-26. 
  135. ^ sector=Government, ; corporateName=Department of Economic Development, Jobs, Transport and Resources; address=121 Exhibition St, MELBOURNE 3000;. "International research". www.business.vic.gov.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-27. 
  136. ^ sector=Government, ; corporateName=Department of Economic Development, Jobs, Transport and Resources; address=121 Exhibition St, MELBOURNE 3000;. "Domestic and regional research". www.business.vic.gov.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-27. 
  137. ^ "Cities of Literature". cityofliterature.com. Diakses tanggal 20 February 2015. 
  138. ^ "Southbank Theatre". Melbourne Theatre Company. Melbourne Theatre Company. 2014. Diakses tanggal 9 November 2014. 
  139. ^ Sadler, Denham (14 August 2015). "Live music in Melbourne: four of the best places to see a gig", The Guardian. Retrieved 13 November 2018.
  140. ^ National Heritage Places - Sidney Myer Music Bowl, Department of Environment and Energy. Retrieved 13 November 2018.
  141. ^ "National Gallery of Victoria cracks the Global Top 20", Arts Review. Retrieved 9 November 2018.
  142. ^ Allen, Jessica. The World's Best Cities for Viewing Street Art, International Business Times (2010). Retrieved 16 October 2010.[pranala nonaktif]
  143. ^ Topsfield, Jewel. Brumby slams Tourism Victoria over graffiti promotion, The Age (2008). Retrieved 16 October 2010.
  144. ^ a b More Australian than Aristotelian: The Australian Bushranger Film, 1904–1914. By William Routt Archived 24 December 2010 di Wayback Machine.
  145. ^ "Docklands Studios - Bringing Screen Ideas to Life". Docklands Studios. 
  146. ^ Lovece, Frank (29 September 2011). "Chris Hemsworth: Not a Thor Loser". FilmFestivalTraveler.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 October 2011. Diakses tanggal 7 October 2011. 
  147. ^ Donoughue, Paul (12 April 2018). "Melbourne is the live music capital of the world, study says", ABC News. Retrieved 13 November 2018.
  148. ^ BRW 1000 Archived 29 August 2007 di Wayback Machine.
  149. ^ https://www.portauthoritynsw.com.au/news-and-publications/news/port-botany-australias-biggest-container-port/
  150. ^ planmelbourne.vic.gov.au Archived 9 October 2016 di Wayback Machine.
  151. ^ "The Global Financial Centres Index 21" (PDF). Long Finance. March 2017. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-06-11. 
  152. ^ "Worldwide Centers of Commerce Index" (PDF). 2008. Diakses tanggal 10 October 2008. 
  153. ^ Matt Wade (8 February 2014). "Sydney takes manufacturing capital crown from Melbourne". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 30 March 2014. 
  154. ^ "Business Victoria – Manufacturing". State of Victoria, Australia. 26 May 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 November 2013. Diakses tanggal 22 October 2008. 
  155. ^ "Crown casino records profit growth, up 130%". Business Day. 26 August 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 March 2012. Diakses tanggal 10 June 2012. 
  156. ^ "Invest Victoria – Biotechnology and Life Sciences". Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 July 2013. 
  157. ^ Minister for Tourism (21 July 2004). "Media Release: Melbourne Airport passenger figures strongest on record". Department of Premier and Cabinet. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 May 2008. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  158. ^ Kleinman, Rachel (1 May 2006). "Councillors furious about convention centre deal". The Age. Melbourne. 
  159. ^ "What are the most expensive cities to live in?". Diakses tanggal 16 February 2014. 
  160. ^ "Melbourne versus Sydney: How the costs of living stack up!". RateCity.com.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-09-18. 
  161. ^ "Victoria's Top 20 Attractions". Only Melbourne. 27 September 2013. Diakses tanggal 30 March 2014. 
  162. ^ "Birthplace: Greater Melbourne". profile.id.com.au. 2016. Diakses tanggal 13 November 2018. 
  163. ^ "2011 Census QuickStats: People — demographics & education". Censusdata.abs.gov.au. Diakses tanggal 30 March 2014. 
  164. ^ http://www.oecd.org/gov/regional-policy/50242959.pdf
  165. ^ Melbourne's multicultural history, City of Melbourne. Retrieved 14 November 2010.
  166. ^ "QuickStats: Melbourne (Statistical Division)". 2006 Census. Commonwealth of Australia. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  167. ^ O'Leary, John. "Resurgence of Marvellous Melbourne" (PDF). People and Place. Monash University. 7, 1: 38. 
  168. ^ "Growth pains on the city's fringe". The Age. 1 August 2012. Diakses tanggal 24 August 2012. 
  169. ^ staff writers (27 April 2010). "Business – Melbourne will be Australia's biggest city by 2037". News.com.au. Diakses tanggal 30 March 2014. 
  170. ^ "Population Projections, Australia, 2006 to 2101". Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 4 September 2008. 
  171. ^ "Melbourne to overtake Sydney by 2040". abc.net.au. 23 May 2013. Diakses tanggal 30 March 2014. 
  172. ^ "Melbourne 2030 – in summary". Victorian Government, Department of Sustainability and Environment. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 September 2008. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  173. ^ "City of Melbourne: Strategic Planning — Postcode 3000". City of Melbourne. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 September 2008. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  174. ^ "Population Density". Australian Bureau of Statistics. ABS. Diakses tanggal 2 February 2015. 
  175. ^ "School Ranking". www.bettereducation.com.au. Diakses tanggal 14 March 2015. 
  176. ^ "World's top university cities revealed". RMIT News. RMIT University. 30 May 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 July 2008. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  177. ^ "WEHI: Our research partners". Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research. University of Melbourne. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 September 2011. Diakses tanggal 13 July 2011. 
  178. ^ "University of Melbourne". Times Higher Education (THE) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-09-20. 
  179. ^ "Monash University". Times Higher Education (THE) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-09-20. 
  180. ^ "Group of Eight Australia". go8.edu.au. Diakses tanggal 20 February 2015. 
  181. ^ "RMIT University Rankings". 
  182. ^ "University of Melbourne's international student offers rise as its demand leaps". Uni News. University of Melbourne. 12 January 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 July 2008. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  183. ^ Department of Education and Early Childhood Development: About Us Accessed: 2 May 2010
  184. ^ "Victoria Members – Community Broadcasting Association of Australia". CBAA. Diakses tanggal 28 August 2010. 
  185. ^ "Victorian Architectural Period — Melbourne". walkingmelbourne.com. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  186. ^ "Census 2016: Why Australians are Losing their Religion". ABC Religion and Ethics. Diakses tanggal 27 Mar 2018. 
  187. ^ "2016 Census Community Profiles - Greater Melbourne". Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 27 Mar 2018. 
  188. ^ "2016 Census Community Profiles - Greater Melbourne". Australian Bureau of Statistics. Diakses tanggal 27 Mar 2018. 
  189. ^ "Islam - The Encyclopedia of Melbourne Online". www.emelbourne.net.au. 
  190. ^ Freiberg, Freda (2001). "Judith Berman, Holocaust Remembrance in Australian Jewish Communities, 1945–2000". UWA Press. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 June 2012. Diakses tanggal 22 October 2008. 
  191. ^ "The Kadimah & Yiddish Melbourne in the 20th Century". Jewish Cultural Centre and National Library: "Kadima". Diakses tanggal 9 January 2007. 
  192. ^ "Jewish Community of Melbourne, Australia". The Museum of the Jewish People at Beit Hatfutsot. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  193. ^ "News". The Australian Jewish News. Diakses tanggal 28 August 2010. 
  194. ^ Dunstan, David (12 November 2004). "The evolution of 'Clown Hall'". The Age. Melbourne. Diakses tanggal 8 November 2010. 
  195. ^ Local Government Act 1989 Archived 8 November 2006 di Wayback Machine.
  196. ^ "City Mayors: Best cities in the world". www.citymayors.com. Diakses tanggal 27 July 2015. 
  197. ^ Melbourne public hospitals and Metropolitan Health Services Victorian Department of Health
  198. ^ "Victorian Government Health Information Web site". health services, Victoria. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  199. ^ Sunshine Coast and WA Country and Perth Women among Longest Life Expectancy in the World, Department of Health and Ageing. Retrieved 15 October 2010. Archived 7 January 2011 di Wayback Machine.
  200. ^ a b Most Liveable and Best Connected? The Economic Benefits of Investing in Public Transport in Melbourne, by Jan Scheurer, Jeff Kenworthy, and Peter Newman Archived 27 August 2006 di Wayback Machine.
  201. ^ "Still addicted to cars". Herald Sun. Australia. 10 October 2007. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  202. ^ "The cars that ate Melbourne". The Age. Australia. 14 February 2004. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  203. ^ "Australian Social Trends". abs.gov.au. Diakses tanggal 29 May 2015. 
  204. ^ "Victoria's Road Network". VicRoads. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 September 2008. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  205. ^ Silkstone, Dan (5 November 2005). "Trial by public transport: why the system is failing". The Age. Australia: Fairfax/Melbourne Buses. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 July 2011. Diakses tanggal 28 August 2010. 
  206. ^ Birnbauer, William (9 April 2006). "$1.2bn sting in the rail". The Age. Melbourne. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  207. ^ Gray, Darren (8 September 2003). "Bid to end traffic chaos". The Age. Melbourne: Fairfax. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  208. ^ Parliament of Australia:Senate:Committees:Rural and Regional Affairs and Transport Committee:Investment of Commonwealth and State funds in public passenger transport infrastru... Archived 6 October 2009 di Wayback Machine.
  209. ^ a b Tomazin, Farrah (14 January 2008). "Public transport makes inroads, but not beyond the fringe". The Age. Melbourne: Fairfax. Diakses tanggal 8 October 2010. 
  210. ^ a b c "PTV Annual Report 2013-2014" (PDF). Public Transport Victoria. 11 September 2014. Diakses tanggal 8 November 2015. 
  211. ^ a b "Facts & Figures". Yarra Trams. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 May 2014. Diakses tanggal 8 November 2015. 
  212. ^ "Melbourne's Tram History". railpage.org.au. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 November 2008. Diakses tanggal 28 September 2008. 
  213. ^ a b "Metlink — Your guide to public transport in Melbourne and Victoria". Metlink-Melbourne. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  214. ^ "Melbourne Buses". getting-around-melbourne.com.au. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  215. ^ "Port of Melbourne Sets Shipping Record". Bernama. 13 June 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 September 2007. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  216. ^ "Spirit of Tasmania — One of Australia's great journeys". TT-Line Company Pty Ltd. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  217. ^ http://www.vibha.info Air ambulance australia
  218. ^ "Essendon Airport". Essendon Airport Pty Ltd. Diakses tanggal 5 October 2008. 
  219. ^ Lucas, Clay (1 June 2010). "Share scheme out of the blocks for city cyclists". Age. Fairfax. Diakses tanggal 20 May 2012. 
  220. ^ "Dam Water Storage Levels". Melbourne Water. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 July 2008. Diakses tanggal 18 July 2008. 
  221. ^ "'Biggest decline' in Victoria's crime rate in 12 years as car thefts, aggravated burglaries fall, data reveals". ABC News. ABC News. Diakses tanggal 26 March 2018. 
  222. ^ "The Safe Cities Index 2017". Economist. Diakses tanggal 27 Mar 2018. 
  223. ^ "International connections". City of Melbourne. Diakses tanggal 29 July 2016. 
  224. ^ "City of Melbourne — International relations — Sister cities". City of Melbourne. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 September 2008. Diakses tanggal 4 April 2008. 
  225. ^ "Melbourne and Boston: Sister Cities Association". Melbourne-Boston.org. Diakses tanggal 18 February 2015. 
  226. ^ "The World Today – Melbourne makes Milan sister city". ABC Australia. 22 July 2003. Diakses tanggal 18 February 2015. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Bell, Agnes Paton (1965). Melbourne: John Batman's Village. Melbourne, Vic: Cassell Australia. 
  • Boldrewood, Rolf (1896). Old Melbourne Memories. Macmillan and Co. 
  • Borthwick, John Stephen; McGonigal, David (1990). Insight Guide: Melbourne. Prentice Hall Travel. ISBN 978-0-13-467713-2. 
  • Briggs, John Joseph (1852). The History of Melbourne, in the County of Derby: Including Biographical Notices of the Coke, Melbourne, and Hardinge Families. Bemrose & Son. 
  • Brown-May, Andrew; Swain, Shurlee (2005). The Encyclopedia of Melbourne. Melbourne, Vic: Cambridge University Press. 
  • Carroll, Brian (1972). Melbourne: An Illustrated History. Lansdowne. ISBN 978-0-7018-0195-3. 
  • Cecil, David (1954). Melbourne. Grosset's universal library. Bobbs-Merrill. LCCN 54009486. 
  • Cervero, Robert (1998). The Transit Metropolis: A Global Inquiry. Washington: Island Press. ISBN 9781559635912. 
  • Collins, Jock; Mondello, Letizia; Breheney, John; Childs, Tim (1990). Cosmopolitan Melbourne. Explore the world in one city. Rhodes, New South Wales: Big Box Publishing. ISBN 978-0-9579624-0-8. 
  • Coote, Maree (2003). The Melbourne Book: A History of Now (edisi ke-2009). Melbournestyle Books. ISBN 978-0-9757047-4-5. 
  • Jim Davidson, ed. (1986). The Sydney-Melbourne Book. North Sydney, New South Wales: Allen and Unwin. ISBN 978-0-86861-819-7. 
  • Lewis, Miles Bannatyne; Goad, Philip; Mayne, Alan (1994). Melbourne: The City's History and Development (edisi ke-2nd). City of Melbourne. ISBN 978-0-949624-71-0. 
  • McClymont, David; Armstrong, Mark (2000). Lonely Planet Melbourne. Lonely Planet. ISBN 978-1-86450-124-7. 
  • Newnham, William Henry (1956). Melbourne: The Biography of a City. F. W. Cheshire. LCCN 57032585. 
  • O'Hanlon, Seamus; Luckins, Tanja (eds) (2005). Go! Melbourne. Melbourne in the Sixties. Beaconsfield, Victoria: Melbourne Publishing Group. ISBN 978-0-9757802-0-6. 
  • Priestley, Susan (1995). South Melbourne: A History. Melbourne University Press. ISBN 978-0-522-84664-5. 
  • Deborah Tout-Smith, ed. (2009). Melbourne: A city of stories. Museum Victoria. ISBN 978-0-9803813-7-5. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]