Kriket

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Suasana sebuah pertandingan kriket.

Kriket adalah sebuah olahraga tim yang dimainkan antara dua kelompok yang masing-masing terdiri dari sebelas orang. Bentuk modern kriket berawal dari Inggris, dan olahraga ini populer di negara-negara Persemakmuran. Di beberapa negara di Asia Selatan, misalnya India, Pakistan, dan Sri Lanka, kriket adalah olahraga paling populer. Kriket juga merupakan olahraga yang penting di Inggris dan Wales, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Zimbabwe dan wilayah Karibia yang penduduknya bertuturkan bahasa Inggris (dipanggil Hindia Barat atau West Indies).

Kriket merupakan permainan yang menggunakan pemukul ("bat") dan bola. Tujuan permainan adalah untuk mencetak lebih banyak run (angka) dibandingkan tim lainnya. Permainan kriket dapat berlangsung hingga lima hari dan dapat berlangsung enam jam atau lebih setiap harinya.

Hukum dan aturan permainan[sunting | sunting sumber]

Diagram lapangan kriket.

Aturan permainan kriket terkodifikasi dalam The Laws of Cricket (Hukum Kriket) yang berlaku global. Versi paling awal yang diketahui dari Laws of Cricket disusun tahun 1744. Sejak 1788, pedoman ini dimiliki dan dijaga oleh Marylebone Cricket Club di London.[1]

Area permainan[sunting | sunting sumber]

Kriket dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain di atas lapangan khusus (lihat gambar kanan).[2] Lapangan kriket biasanya berbentuk lingkaran atau oval. Batas luar area permainan ditandai dengan boundary (pembatas) yang dapat berupa pagar, ujung tribun penonton, tali tambang, dan/atau garis di rumput; boundary sedapat mungkin ditandai sepanjang keseluruhan sisi lapangan..[3]

Di tengah lapangan terdapat pitch (lihat gambar bawah) berbentuk persegi panjang. Di tiap ujung pitch terdapat struktur sasaran yang disebut wicket; jarak antar wicket adalah 22 yard (20 m).[4] Pitch adalah permukaan rata selebar 3 meter, dengan rumput lebih pendek dari lapangan bagian luar. Tiap wicket terdiri dari tiga stump, batang kayu sepanjang 28 inches (710 mm) yang ditancapkan ke tanah dalam posisi segaris, dan dua bail yang ditaruh di atas sela-sela stump.[5]

Pitch dan crease

Sesuai gambar di atas, pitch ditandai di tiap ujung dengan empat garis putih: bowling crease, popping crease, dan dua return crease. Ketiga stump disusun di tengah bowling crease yang memiliki panjang 104 inches (2.600 mm). Popping crease digambar sejajar 4 feet (1,2 m) di depan bowling crease; walau biasanya garis yang tergambar hanya 4 meter (2 meter kiri dan kanan wicket), panjang asli popping crease tak terbatas. Return crease digambar dengan sudut tegak dari popping crease sepanjang 8 feet (2,4 m) walau panjang aslinya juga tak terbatas.[6]

Struktur pertandingan[sunting | sunting sumber]

Tongkat pemukul kriket modern, merek SG (tampak belakang).

Sebelum pertandingan dimulai, kapten tim (yang juga ikut sebagai pemain) melakukan undian koin untuk menentukan siapa yang akan memukul pertama, yang berarti mengambil innings pertama.[7] Innings adalah istilah untuk tiap babak permainan.[7] Dalam tiap innings, salah satu tim memukul, berusaha untuk mencetak run (larian), sementara tim lawannya melembar dan menjada bola, berusaha untuk menghentikan skor dan men-dismiss pemukul.[8][9] Setelah satu innings berakhir, kedua tim bertukar peran. Satu pertandingan dapat terdiri dari dua atau empat innings, tergantung jenis pertandingannya. Pertandingan empat innings biasanya dimainkan selama tiga sampai lima hari, sementara pertandingan dua innings biasanya selesai dalam satu hari.[7] Dalam suatu innings, kesebelas pemain tim jaga berada di atas lapangan, namun hanya dua pemain tim memukul yang berada di lapangan dalam satu waktu.[7] Urutan pemukul biasanya diumumkan sebelum pertandingan, namun masih bisa diubah.[2]

Tujuan utama tiap tim adalah mencetak lebih banyak run dari lawan. Dalam beberapa format kriket, tim juga harus men-dismiss semua pemukul lawan dalam innings terakhir mereka agar bisa menang; hasil dinyatakan draw jika tidak semua ter-dismiss.[10] Jika tim yang memukul terakhir all out dengan run lebih sedikit dari lawannya, mereka dinyatakan "kalah n run" (di mana n adalah selisih dari jumlah run tiap tim). Jika tim yang memukul terakhir telah mencetak run yang cukup untuk menang, mereka dinyatakan "menang n wicket", dengan n merupakan jumlah wicket yang belum jatuh. Sebagai contoh, tim yang memenuhi target total angka lawan setelah kehilangan 6 wicket (artinya 6 pemukul ter-dismiss) dinyatakan "menang 4 wicket".[10]

Dalam pertandingan dua innings per tim, agregat run dari innings pertama dan kedua satu tim bisa lebih sedikit daripada jumlah run dari innings pertama lawan. Dalam kasus ini, tim dengan skor lebih banyak dinyatakan "menang satu innings dan n run" dan tidak perlu memukul lagi: n adalah selisih agregat tiap tim. Jika tim yang memukul terakhir sudah all out, dan jumlah skor kedua tim sama, maka pertandingan dinyatakan seri. Dalam format tradisional, jika waktu yang dialokasikan untuk pertandingan telah habis sebelum ada tim yang bisa menang, maka pertandingan dinyatakan draw.

Dalam pertandingan satu innings per tim, ada batas maksimal over untuk tiap innings. Pertandingan ini disebut pertandingan "over terbatas" atau "satu hari", dan tim yang mencetak lebih banyak run dinyatakan menang tanpa melihat jumlah out, sehingga draw tidak memungkinkan. Jika pertandingan jenis ini terpotong oleh karena cuaca buruk, maka satu rumusan matematis bernama metode Duckworth-Lewis digunakan untuk menghitung target skor baru. Pertandingan satu hari juga dapat dinyatakan "tanpa hasil" jika pertandingan hanya dapat dimainkan lebih singkat dari batas minimal (yang sudah disepakati sebelumnya).

Dalam semua format kriket, umpire dapat menghentikan dan/atau membatalkan pertandingan jika keadaan, seperti hujan atau pencahayaan buruk, tidak memungkinkan kelangsungan permainan.[11]

Tongkat pemukul dan bola[sunting | sunting sumber]

Bola putih bekas
Bola merah bekas
Dua jenis bola kriket, dengan ukuran sama:

i) Bola putih bekas. Bola putih biasanya digunakan di pertandingan over terbatas, terutama pertandingan malam hari, dengan lampu (kiri).

ii) Bola merah bekas. Bola merah digunakan dalam Test cricket, kriket kelas satu, dan beberapa format lain (kanan).

Inti olahraga ini adalah seorang pelempar melempar bola dari ujung pitch-nya menuju sang pemukul yang "on strike" di ujung lainnya (Lihat bagian berikut: Dasar permainan)

Tongkat pemukul kriket terbuat dari kayu dan berbentuk bilah dengan gagang silinder. Lebar bilah pemukul tidak boleh lebih dari 425 inches (10.800 mm). Panjang total pemukul tidak boleh lebih dari 38 inches (970 mm). Tidak ada standar mengenai berat pemukul, namun biasanya berkisar antara 1.1 hingga 1.4 kg.[12][13]

Bola kriket berupa sferoid keras berlapis kulit, dengan keliling 22.9 cm. Berat bola diatur antara 55 ounce (1.600 g) dan 575 ounce (16.300 g).[14]

Dasar permainan: pelempar ke pemukul[sunting | sunting sumber]

Saat permainan berlangsung, terdapat tiga belas pemain dan dua umpire di dalam lapangan. Dua pemain adalah pemukul dan sisanya adalah kesebelas anggota tim jaga. Sembilan pemain lain dari tim pemukul berada di luar lapangan. Gambar berikut menunjukkan apa yang terjadi saat bola dilempar dan siapa yang berada di atas atau di dekat pitch. Foto ini diambil dari pertandingan internasional antara Australia dan Sri Lanka; Muttiah Muralitharan dari Sri Lanka melempar bola ke pemukul Australia Adam Gilchrist.

Muralitharan bowling to Adam Gilchrist.jpg
1
2
3
4
5
6
7
7
8
9
10
11
12
12
1
Umpire
2
Wicket
3
Pemukul non-striking
4
Pelempar
5
Bola
6
Pitch
7
Popping crease
8
Pemukul striking
9
Wicket
10
Wicket-keeper
11
First slip
12
Return crease

Dalam gambar tersebut, kedua pemukul (3 dan 8; baju kuning) mengambil posisi di tiap ujung pitch (6). Tiga anggota tim jaga (4, 10 dan 11; baju biru) juga termasuk dalam foto. Satu dari dua umpire (1; topi putih) berjaga di belakang wicket (2) di ujung pitch pelempar (4). Sang pelempar (4) melempar bola (5) dari ujung pitch-nya menuju pemukul (8) "striker" di ujung lainnya. Pemukul kedua (3) di ujung pelempar disebut pemukul "non-striking". Wicket-keeper (10), posisi khusus, berada di belakan wicket pemukul "striking" (9) dan di belakangnya berdiri salah satu fielder (penjaga) dalam posisi yang disebut first slip (11). Pelempar dan fielder hanya memakai seragam biasa, sementara kedua pemukul dan sicket-keeper memakai tambahan aksesoris pelindung yang mencakup helm, sarung tangan, dan bantalan kaki.

Umpire kedua (tidak masuk foto) berdiri di lapangan luar pitch, di garis popping crease di ujung pemukul "striking". Bowling crease (tanpa nomor) adalah garis tempat wicket berada di antara kedua return crease (12). Pelempar (4) berusaha mengenai wicket (9) dengan bola (5) atau paling tidak mencegah pemukul (8) mencetak run. Pemukul (8) berusaha, dengan tongkatnya, menjaga wicket-nya dan, jika mungkin, memukul bola jauh dari pitch untuk mencetak run.

Fielding[sunting | sunting sumber]

Posisi fielding untuk pemukul non-kidal

Dari sebelas fielder, ada tiga yang masuk dalam foto di atas. Delapan sisanya berada di posisi lain di lapangan, dengan posisi persis ditentukan secara taktis oleh kapten atau pelempar. Para fielder sering berganti posisi tiap lemparan, juga sesuai arahan kapten atau pelempar[15]

Jika seorang fielder cidera atau sakit saat pertandingan berlangsung, dia dapat digantikan oleh pemain lain, namun sang pengganti tidak boleh melempar, menjadi wicket-keeper, atau bertindak sebagai kapten. Sang pengganti keluar lapangan saat pemain yang cidera sudah bisa kembali bermain.[16]

Peran khusus[sunting | sunting sumber]

Wicket-keeper adalah fielder khusus dengan aturan tersendiri mengenai perlengkapan dan batasannya. Ia adalah satu-satunya fielder yang boleh menggunakan sarung tangan dan bantalan kaki.[17]

Seragam dan perlengkapan[sunting | sunting sumber]

Pemain kriket Inggris W. G. Grace, tahun 1883. Bantalan dan tongkatnya mirip dengan yang dipakai di masa kini. Sarung tangan telah berkembang cukup jauh saat ini. Banyak pemain modern yang memakai perlangkapan lebih defensif dari yang tersedia di jaman Grace, terutama helm dan pelindung lengan.

Wicket-keeper dan pemukul menggunakan peralatan pelindung dikarenakan kerasnya bola yang dilempar dengan kecepatan mencapai 145 km/jam menimbulkan resiko kesehatan dan keselamatan. Pakaian pelindung termasuk bantalan kaki (dirancang untuk melindungi lutut dan tulang kering), sarung tangan, helm, dan pelindung selangkangan.[18] Fielder yang diperbolehkan memakai pelindung (selain wicket-keeper) adalah yang berjaga sangat dekat dengan pemukul, namun mereka tidak boleh menggunakan sarung tangan atau bantalan kaki.[15]

Seragam lapangan biasanya mencakup kaos berkerah lengan pendek atau panjang, celana panjang, topi (untuk fielder) atau helm, dan sepatu bergigi. Seragam secara tradisi berwarna putih penuh dan masih diikuti dalam pertandingan Test dan kelas satu, namun dalam pertandingan over terbatas, tim memakai warna sendiri.[19]

Innings[sunting | sunting sumber]

Innings (dengan 's') adalah istilah untuk tiap babak pertandingan. Tergantung format pertandingan, tiap tim memiliki satu atau dua innings. Terkadang kesebelas anggota tim pemukul memiliki giliran memukul namun, dalam beberapa kondisi, satu innings dapat selesai sebelum semua mendapat giliran. Satu innings dihentikan jika tim pemukul "all out" yang didefinisikan dalam Hukum Kriket sebagai "saat satu wicket jatuh atau satu pemukul berhenti, masih ada lemparan bola namun tidak ada pemukul lain yang dapat masuk".[7] Dalam situasi ini, salah satu pemukul belum di-dismiss dan disebut not out; ini dikarenakan ia tidak punya rekan tersisa sementara harus ada dua pemukul di lapangan untuk melanjutkan innings.

Satu innings dapat selesai lebih awal walau masih ada dua pemukul yang "not out" jika:[7]

  • kapten tim memukul mendeklarasikan innings-nya ditutup walau masih ada pemain yang belum memukul: ini adalah keputusan taktis dari kapten, biasanya karena ia yakin timnya sudah mencetak cukup run dan perlu waktu untuk men-dismiss lawan dalam innings mereka.
  • jumlah lemparan telah mencapai batas jumlah over (dalam pertandingan over terbatas)
  • pertandingan diakhiri lebih awal dikarenakan cuaca buruk atau kehabisan waktu
  • dalam innings terakhir pertandingan, tim pemukul telah mencapai target dan memenangkan pertandingan.

Over[sunting | sunting sumber]

Hukum Kriket menyatakan bahwa, dalam satu innings, "bola harus dilempar dari tiap ujung bergantian tiap over yang terdiri dari 6 bola".[20] Seorang pelempar melempar seluruh 6 bola dalam 1 over namun tidak boleh melempar dua over berturut-turut. Setelah tiap over selesai, pelempar lain diturunkan di ujung lain, dan tim fielding berganti ujung namun pemukul tidak, sehingga peran "striking" dan "non-striking" ditukar. Kedua umpire juga berganti posisi sehingga yang mengawasi popping crease sekarang mengawasi dari belakang wicket dan sebaliknya (tidak bertukar ujung).[20]

Umpires and scorers[sunting | sunting sumber]

Seorang umpire mengisyaratkan putusan kepada pencatat skor

Di lapangan, tiap pertandingan diatur oleh dua umpire, seorang berdiri di belakang wicket pelempar, dan yang lainnya berdiri di posisi "square leg", 15-20 meter dari pemukul "striking" dan segaris dengan popping crease. Umpire memiliki tanggung jawab yang meliputi: memutuskan apakah bola telah dilempar dengan benar (bukan no ball ataupun wide); apakah run telah dicetak; apakah seorang pemukul out (tim jaga harus terlebih dahulu meng-appeal ke umpire, biasanya dengan berkata "How's that?"); kapan interval mulai dan selesai; serta kelayakan lapangan dan cuaca untuk bermain. Umpire berwenang untuk menunda atau bahkan membatalkan pertandingan jika keadaan dapat membahayakan permainan, seperti lapangan basah atau pencahayaan buruk.[11]

Di luar lapangan pada pertandingan yang disiarkan di televisi, biasanya terdapat umpire ketiga yang dapat membuat keputusan di saat-saat tertentu dengan bantuan tayangan ulang. Umpire ketiga ini diwajibkan dalam pertandingan Test dan Limited Overs International antara dua negara anggota penuh ICC. Pertandingan ini juga memiliki referee yang bertugas memastikan bahwa pertandingan berjalan mengikuti Hukum dan semangat permainan.[11]

Rincian pertandingan, termasuk run dan dismissal, dicatat oleh dua orang pencatat skor resmi, mewakili kedua tim. Pencatat skor diarahkan oleh isyarat tangan umpire (lihat gambar kanan). Sebagai contoh, umpire mengangkat telunjuk untuk menandakan pemukul out (telah di-dismiss); mengangkat kedua tangan di atas kepala jika pemukul telah memukul 6 run. Pencatat skor diharuskan mencatat semua run diperoleh, wicket diambil, dan over yang telah dilempar.[21]

Dismissal[sunting | sunting sumber]

Terdapat sembilan cara seorang pemukul di-dismiss: lima cara umum dan empat cara langka. Cara yang umum adalah bowled (lemparan bola mengenai wicket),[22] caught (bola yang dipukul ditangkap sebelum mengenai tanah),[23] leg before wicket (lbw),[24] run out (pemukul tidak berada di belakang popping/bowling crease saat bola kembali ke wicket),[25] dan stumped.[26] Cara yang langka adalah hit wicket (tongkat mengenai wicket),[27] mengenai bola dua kali,[28] "menghalangi lapangan",[29] dan timed out.[30] Sesuai Hukum Kriket, tim fielding harus mengajukan appeal untuk dismissal sebelum umpire dapat memberi keputusan. Jika pemukul out, umpire mengangkat satu telunjuk dan berkata "Out!"; jika tidak, ia menggelengkan kepala dan berkata "Not out".[31]

Memukul, run dan extra[sunting | sunting sumber]

Para pemukul bergiliran memukul sesuai dengan urutan yang ditentukan oleh kapten dan diserahkan kepada umpire, walaupun urutan masih bisa diubah.[2] Pemukul pengganti tidak diperbolehkan[16]

Pemukul tidak diharuskan memainkan bola (berusaha memukul) dan dapat membiarkan bola lewat menuju wicket-keeper. Ia juga tidak harus berusaha memperoleh run setelah pukulannya kena.

Pemukul "striking" harus mencegah bola mengenai wicket, dan mencoba mencetak run dengan cara memukul bola dengan tongkatnya sehingga ia dan rekannya memiliki waktu untuk berlari dari satu ujung pitch ke ujung lainnya sebelum tim fielding dapat mengembalikan bola. Agar satu run sah, kedua pelari harus menyentuh tanah di belakang crease dengan badan atau tongkatnya (tongkat dibawa serta saat berlari). Tiap run yang berhasil akan menambah skor tim dan sang "striker".[32]

Victor Trumper dari Australia melangkah maju untuk memukul

Lebih dari satu run dapat dicetak dari satu pukulan: pukulan bernilai satu sampai tiga run termasuk umum, namun ukuran lapangan menyulitkan untuk empat atau lebih.[32] Sebagai kompensasi, pukulan yang mencapai boundary lapangan secara otomatis menghasilkan empat run jika bola menyentuh tanah sebelum mencapai boundary, atau enam run jika bola tidak menyentuh tanah sebelum boundary. Dalam kasus ini, pemukul tidak perlu berlari.[33] Jika jumlah run tercetak berupa angka ganjil, kedua pemukul telah bertukar ujung, dan pemukul "non-striking" sekarang menjadi "striker". Run individu hanya dicatatkan untuk pemukul striking, namun seluruh run dijumlahkan ke total tim.

Run tambahan, atau extra, dapat diperoleh tim pemukul dari kesalahan yang dilakukan tim pelempar. Ada empat cara mendapat extra: no ball, pinalti satu extra dari pelempar jika lemparannya tidak sah;[34] wide, pinalti satu ekstra dari pelempar jika lemparannya di luar jangkauan pemukul;[35] bye, satu extra dihadiahkan jika pemukul tidak mengenai bola dan bola meluncur melewati wicket-keeper, memberikan waktu kepada pemukul untuk berlari mencetak run;[36], dan leg bye, seperti bye namun mengenai badan pemukul selain tongkat.[36] Jika pelempar melakukan no ball atau wide, lemparan tersebut harus diulang.[34][35]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Laws". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 4 July 2017. 
  2. ^ a b c "Law 1 – Players". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 1 July 2017. 
  3. ^ "Law 19 – Boundaries". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 3 July 2017. 
  4. ^ "Law 7 – The pitch". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 3 July 2017. 
  5. ^ "Law 8 – The wickets". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 3 July 2017. 
  6. ^ "Law 9 – The bowling, popping and return creases". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 3 July 2017. 
  7. ^ a b c d e f "Law 12 – Innings". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 2 July 2017. 
  8. ^ "Law 18 – Scoring runs". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 2 July 2017. 
  9. ^ "Law 27 – Appeals". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 2 July 2017. 
  10. ^ a b "Law 21 – The result". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 2 July 2017. 
  11. ^ a b c "Law 3 – The umpires". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 4 July 2017. 
  12. ^ "Law 6 – The bat". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 4 July 2017. 
  13. ^ "Appendix E – The bat". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 4 July 2017. 
  14. ^ "Law 5 – The ball". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 4 July 2017. 
  15. ^ a b "Law 41 – The fielder". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 7 July 2017. 
  16. ^ a b "Law 2 – Substitutes, etc.". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 7 July 2017. 
  17. ^ "Law 40 – The wicket-keeper". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 4 July 2017. 
  18. ^ "Appendix D". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 7 July 2017. 
  19. ^ Birley (1999), p. 343.
  20. ^ a b "Law 22 – The over". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 4 July 2017. 
  21. ^ "Law 4 – The scorers". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 4 July 2017. 
  22. ^ "Law 30 – Bowled". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  23. ^ "Law 32 – Caught". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  24. ^ "Law 36 – Leg before wicket". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  25. ^ "Law 38 – Run out". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  26. ^ "Law 39 – Stumped". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  27. ^ "Law 35 – Hit wicket". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  28. ^ "Law 34 – Hit the ball twice". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  29. ^ "Law 37 – Obstructing the field". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  30. ^ "Law 31 – Timed out". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  31. ^ "Law 27 – Appeals". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 6 July 2017. 
  32. ^ a b "Law 18 – Scoring runs". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 7 July 2017. 
  33. ^ "Law 19 – Boundaries". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 7 July 2017. 
  34. ^ a b "Law 24 – No ball". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 7 July 2017. 
  35. ^ a b "Law 25 – Wide ball". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 7 July 2017. 
  36. ^ a b "Law 26 – Bye and Leg bye". Laws of Cricket. MCC. Diakses tanggal 7 July 2017.