Ernest Douwes Dekker: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
1 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
ibukota → ibu kota
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k (ibukota → ibu kota)
Kondisi kehidupan di kamp sangat memprihatinkan. Sampai-sampai DD, yang waktu itu sudah memasuki usia 60-an, sempat kehilangan kemampuan melihat. Di sini kehidupannya sangat tertekan karena ia sangat merindukan keluarganya. Surat-menyurat dilakukannya melalui [[Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah|Palang Merah Internasional]] dan harus melalui [[sensor]].
 
Ketika kabar berakhirnya perang berakhir, para interniran (buangan) di sana tidak segera dibebaskan. Baru menjelang pertengahan tahun 1946 sejumlah orang buangan dikirim ke Belanda, termasuk DD. Di Belanda ia bertemu dengan Nelly Albertina Gertzema nee Kruymel, seorang perawat. Nelly kemudian menemaninya kembali ke Indonesia. Kepulangan ke Indonesia juga melalui petualangan yang mendebarkan karena DD harus mengganti nama dan menghindari petugas intelijen di [[Pelabuhan Tanjung Priok]]. Akhirnya mereka berhasil tiba di [[Daerah Istimewa Yogyakarta|Yogyakarta]], ibukotaibu kota Republik Indonesia pada waktu itu pada tanggal [[2 Januari]] [[1947]].
 
=== Perjuangan pada masa Revolusi Kemerdekaan dan akhir hayat ===
268.871

suntingan

Menu navigasi