Ferdinand Marcos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ferdinand Marcos
Presiden Filipina ke-10
Presiden ke-6 dari Republik ke-3
Presiden ke-1 dari Republik ke-4
Masa jabatan
30 Desember 1965 – 25 Februari 1986
Wakil Presiden Fernando Lopez (1965-1972)
Arturo Tolentino (1986)
Didahului oleh Diosdado Macapagal
Digantikan oleh Corazon Aquino
Informasi pribadi
Lahir 11 September 1917
Sarrat, Ilocos Norte, Filipina
Meninggal 28 September 1989 (umur 72)
Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat
Partai politik Partai Liberal (1946-1965)
Partai Nacionalista (1965-1978)
Kilusang Bagong Lipunan (1978-1986)
Suami/istri Imelda Romualdez
Agama Katolik Roma (sebelumnya Aglipayan)

Ferdinand Edralín Marcos (Templat:Lahir mati) adalah Presiden kesepuluh Filipina. Ia menjabat dari 30 Desember 1965 hingga 25 Februari 1986.

Marcos lulus dari Fakultas Hukum Universitas Filipina dengan gelar cum laude pada tahun 1939. Ia turut berperang melawan Jepang dalam Perang Dunia II dan memperoleh penghargaan atas jasa-jasanya selama perang. Pada tahun 1954, ia menikah dengan Imelda Romuáldez yang kelak akan membantunya dalam kampanye presidennya. Ia kemudian bergabung dengan Partai Nacionalista, dan bersama dengan calon wakil presidennya Fernando Lopez, ia mengalahkan presiden Diosdado Macapagal dalam pemilu 1965.

Marcos adalah presiden Filipina pertama yang terpilih untuk menjabat selama dua masa bakti berturut-turut secara penuh. Pada tahun 1972, ia mendirikan rezim otoriter yang memperbolehkannya tetap berkuasa hingga rezim tersebut dihapus pada 1981, dengan menggunakan hukum darurat militer sebagai alat untuk menekan oposisi. Ia kemudian dilantik kembali pada tahun yang sama untuk menjabat masa bakti selama enam tahun yang diwarnai pengaturan politik yang tidak baik, masalah kesehatan, serta pelanggaran hak asasi manusia oleh pihak militer dan korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Pada masa inilah, terjadilah kasus pembunuhan pemimpin oposisi Benigno Aquino, Jr., yang terjadi tahun 1983. Hal ini mulai memicu ketidakpuasan publik terhadap pemerintahannya. Secara umum, rezim Marcos sama dengan rezim Orde Baru di Indonesia, dengan karakteristik yang hampir sama. Marcos memiliki visi Bagong Lipunan (Masyarakat baru), dimana doktrinnya adalah "orang miskin dan kaya harus bekerjasama satu sama lain untuk menuju satu tujuan masyarakat dan mencapai kebebasan melalui kesadaran diri". Karakter rezim ini yang serupa Orde Baru adalah lebih menekankan pembangunan ekonomi negara, yang banyak memanfaatkan pinjaman dari luar negeri.

Pada tahun 1986, ia terpilih untuk keempat kalinya dalam sebuah pemilu yang diduga dipengaruhi kecurangan. Marcos akhirnya diturunkan dari jabatannya sebagai presiden dalam Revolusi EDSA, sebuah revolusi yang damai di bawah pimpinan Corazon Aquino (janda Benigno Aquino), pada tahun yang sama.

Bersama dengan istrinya, Imelda, Marcos melarikan diri ke Hawaii. Di sana ia dituduh menggelapkan uang negara dan pinjaman dari luar negeri untuk kepentingannya dan kroni-kroninya (terutama pinjaman dari Amerika Serikat, yang merupakan sekutu terdekat Filipina) dan ditemukan bersalah. Marcos meninggal dunia di Honolulu, Hawaii pada tahun 1989 akibat penyakit ginjal, jantung, dan paru-paru. Marcos pertama dikebumikan di Hawaii, sejak itu dimakamkan di kuburan besar indah di Kota Batac, provinsi Ilocos Utara.

Didahului oleh:
Pedro A. Albano
Perwakilan kedua Distrik Ilocos Norte
1949–1959
Diteruskan oleh:
Simeon M. Valdez
Didahului oleh:
Eulogio Rodriguez
Presiden Senat Filipina
1963–1965
Diteruskan oleh:
Arturo M. Tolentino
Didahului oleh:
Diosdado Macapagal
Presiden Filipina
1965–1986
Diteruskan oleh:
Corazon Aquino
Didahului oleh:
Jabatan baru
Presiding Officer Batasang Bayan
23 September 197630 Oktober 1978
Diteruskan oleh:
Jabatan ditiadakan
Didahului oleh:
Restorasi
Jabatan kemudian dikendalikan oleh Pedro Paterno
Perdana Menteri Filipina
12 Juni 197827 Juli 1981
Diteruskan oleh:
Cesar Virata

Pranala luar[sunting | sunting sumber]