Lompat ke isi

Daftar Menteri Pertahanan Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Menteri Pertahanan
Republik Indonesia
Lambang Kementerian Pertahanan
Petahana
Sjafrie Sjamsoeddin

sejak 21 Oktober 2024
Kementerian Pertahanan
Ditunjuk olehPresiden Indonesia
Pejabat perdanaSoeprijadi
DibentukSeptember 2, 1945; 80 tahun lalu (1945-09-02)
Situs webwww.kemhan.go.id

Menteri Pertahanan Indonesia adalah kepala Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Posisi ini terbentuk di kabinet pertama setelah Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Sebanyak 27 orang pernah menduduki posisi ini.

Posisi ini pertama kali dijabat oleh Soeprijadi, bernama Menteri Keamanan Rakyat. Namun, walaupun Soeprijadi ditunjuk sebagai menteri pertahanan, dia tidak pernah muncul maupun melaksanakan tugas sebagai menteri. Raden Imam Mochammad Soeljoadikoesoemo mengisi kekosongan menggantikan posisi Soeprijadi.[1]

Sepanjang sejarah, sebanyak 15 pejabat definitif dari kalangan militer yang pernah menduduki posisi ini. Soeprijadi menteri pertama dari kalangan militer dengan pangkat Komandan Peleton dari Pembela Tanah Air. Sultan Hamengkubuwana IX pejabat dengan dari kalangan militer dan kerajaan dengan pangkat tituler.[2] Abdul Haris Nasution adalah menteri pertahanan pertama yang mewakili ABRI, dari total 7 orang.

Amir Sjarifoeddin pejabat sipil pertama yang menduduki posisi ini. Walaupun dari kalangan sipil, dia mempunyai pengalaman perang dalam peristiwa Revolusi Nasional Indonesia. Sebanyak 12 pejabat definitif dari kalangan sipil yang pernah menduduki posisi ini. Juwono Sudarsono menjadi Menteri Pertahanan pertama dalam kurun waktu 40 tahun yang berasal dari kalangan sipil saat dilantik pada 29 Oktober 1999. Sebelumnya, jabatan ini selalu dipegang oleh kalangan tentara dari tahun 1959.

Beberapa menteri merangkap sebagai Panglima ABRI pada saat menjadi sebagai Menteri Pertahanan, yakni Soeharto, Maraden Panggabean, M. Jusuf, Edi Sudradjat, dan Wiranto. Menteri yang merangkap sebagai Kepala Staf Angkatan Darat/Panglima Angkatan Darat, yakni Abdul Haris Nasution, Soeharto, dan Edi Sudrajat. Edi Sudrajat adalah satu-satunya menteri yang merangkap jabatan Panglima ABRI dan Kepala Staf Angkatan Darat dalam waktu yang bersamaan.[3]

Terdapat pula menteri yang merangkap sebagai kepala/wakil pemerintahan dan kepala/wakil kepala negara. Kepala/wakil kepala negara (presiden/wakil presiden) yang merangkap jabatan sebagai menteri, yakni Mohammad Hatta dan Soeharto. Kepala pemerintahan berupa Perdana Menteri Indonesia yang merangkap menteri pertahanan dijabat oleh 6 orang, yakni Amir Sjarifoeddin, Mohammad Hatta (menteri ad-interim), Wilopo, Ali Sastroamidjojo, Burhanuddin Harahap, dan Djoeanda Kartawidjaja. Soeharto merangkap jabatan sebagai menteri pertahanan hingga tahun 1971, dengan jabatan utama kepala/wakil kepala pemerintahan berupa Wakil Perdana Menteri (1966), Ketua Presidium Kabinet (1966–1967), dan Presiden (1967–1971).

Berdasarkan jumlah kabinet, Amir Sjarifoeddin, Hamengkubuwono IX, dan Abdul Haris Nasution pejabat yang dipercayakan sebagai menteri pertahanan dengan kabinet terbanyak, yakni 5 kabinet berbeda. Berdasarkan durasi jabatan, Juwono Sudarsono, menteri pertahanan terlama menjabat (1999–2001, 2004–2009) dengan durasi 5 tahun 301 hari. Sedangkan Agum Gumelar, menteri pertahanan tersingkat menjabat dengan durasi hanya 3 hari.

Berikut adalah daftar orang yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Indonesia.[4]

Mantan Menteri Pertahanan yang masih hidup

[sunting | sunting sumber]

Hingga saat ini, mantan Menteri Pertahanan yang masih hidup, yakni:


Perubahan nama
  1. 1 2 Bernama Menteri Keamanan Rakyat
  2. 1 2 3 Bernama Menteri Pertahanan
  3. Bernama Menteri Keamanan dan Pertahanan
  4. Bernama Menteri Keamanan Nasional
  5. Bernama Wakil Menteri Pertama/Koordinator Pertahanan dan Keamanan
  6. Bernama Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan
  7. Bernama Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan / KASAB
  8. Bernama Wakil Perdana Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan
  9. Bernama Menteri Utama bidang Pertahanan dan Keamanan
  10. 1 2 Bernama Menteri Pertahanan dan Keamanan
Keterangan
  1. 1 2 3 4 5 6 7 Merangkap jabatan sebagai Perdana Menteri
  2. Merangkap jabatan sebagai Wakil Presiden
  3. 1 2 Dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2A Tahun 1951 tertanggal 9 Januari 1951, Abdul Halim berhenti menjabat sebagai Menteri Pertahanan mulai tanggal 17 Desember 1950 karena alasan kesehatan. Posisinya digantikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX.[7]
  4. Merangkap jabatan sebagai Menteri/Kepala Staf Angkatan Darat
  5. Merangkap jabatan sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat
  6. Merangkap jabatan sebagai Ketua Presidium Kabinet
  7. Sejak 12 Maret 1967 menjadi Pejabat Presiden
  8. 1 2 3 4 Merangkap jabatan sebagai Panglima ABRI
  9. Merangkap jabatan sebagai Pejabat Presiden, sejak 27 Maret 1968 menjadi Presiden
  10. Merangkap jabatan sebagai Presiden
  11. Merangkap jabatan sebagai Panglima ABRI sampai 21 Mei 1993
  12. Pensiun dari militer (ABRI)
  13. Merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan
  14. Berpangkat Letnan Jenderal TNI (Purn.) hingga 28 Februari 2024
  15. Berpangkat Letnan Jenderal TNI (Purn.) hingga 10 Agustus 2025
Catatan lainnya

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Susunan Kabinet Presidentil Pertama yang Perlu Diketahu". Kumparan.com. 2 Maret 2024. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  2. "Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat Nomor 14 Tahun 1950 Tentang Pemberian Pangkat Militair Titulair Jenderal kepada J.M. Hamengku Buwono IX". Sistem Informasi Kearsipan Nasional. Arsip Nasional Republik Indonesia. 4 Januari 1950. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-29. Diakses tanggal 2021-09-29.
  3. 1 2 "Sosok Edi Sudrajat, Satu-satunya Jenderal TNI yang Pernah Duduki Tiga Posisi Strategis Sekaligus". Merdeka.com. 22 Mei 2024. Diakses tanggal 23 Januari 2026.
  4. "Sejarah Kementerian Pertahanan Republik Indonesia". kemhan.go.id. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Desember 2016.
  5. "Perjuangan Amir Sjarifuddin: Melawan Fasisme Hingga Menjadi Perdana Menteri". Arah Juang. 27 Mei 2025. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  6. "Mohammad Hatta: Pahlawan Nasional dan Tokoh Proklamator". Seratus Istitute. 22 Januari 2026. Diakses tanggal 11 Agustus 2018.
  7. Kusumo, Gajah (1 Februari 2024). "16 Menteri Mundur karena Beda Haluan Politik dan Mosi Tidak Percaya, Kisah Kejatuhan Kabinet Pertama RI". Bisnis.com. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  8. "BERITA FOTO: Wajah 34 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II". Kompas.com. 22 Oktober 2009. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  9. "Pernah Batal Jadi Panglima TNI, Ryamizard Kini Jabat Menteri Pertahanan". detik.com. 27 Oktober 2014. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  10. Rahayu, Lisye Sri (23 Oktober 2019). "Tak Langsung Sertijab, Menhan Prabowo Pulang ke Rumah Usai Dilantik". detik.com. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  11. "Sjafrie Sjamsoeddin Dilantik Sebagai Menteri Pertahanan RI Periode 2024-2029". Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. 21 Oktober 2024. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  12. Halawa, Ohiao (1999). Profil 48 Ketua Umum Parpol RI [Profile of the 48 Chairpersons of the Political Parties in Indonesia] (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: NIAS and Kreasi Karya Wiguna. hlm. 54. Kedua, selama menguasai pemerintahan, secara jelas telah menjadikan lembaga kekuasaan negara sebagai perangkat organisasi Golkar. Presiden adalah Ketua Dewan Pembina. Menteri, Panglima ABRI, dan pimpinan lembaga pemerintahan menjadi anggota Dewan Pembina. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)