Kabinet Amir Sjarifuddin II
| Kabinet Amir Sjarifuddin II | |
|---|---|
Kabinet Pemerintahan Indonesia ke-6 | |
| 1947–1948 | |
| Dibentuk | 11 November 1947 |
| Diselesaikan | 29 Januari 1948 |
| Struktur pemerintahan | |
| Kepala negara | Soekarno |
| Kepala pemerintahan | Amir Sjarifoeddin |
| Jumlah menteri | 32 menteri |
| Partai anggota | PS Masyumi PSII PBI PNI Parkindo PKI Pemuda Rakyat BTI Katolik Independen |
| Sejarah | |
| Pendahulu | Kabinet Amir Sjarifuddin I |
| Pengganti | Kabinet Hatta I |
| ||
|---|---|---|
|
Prakemerdekaan Kebijakan dalam negeri Kebijakan luar negeri Media dan warisan Galeri: Gambar, Suara, Video |
||
Kabinet Amir Sjarifuddin II adalah kabinet keenam Indonesia dan merupakan hasil perombakan kabinet untuk memungkinkan masuknya Partai Masyumi, yang memperoleh lima kursi. Kabinet ini hanya berkuasa selama dua bulan dan sebelas hari, dari 11 November 1947 hingga 29 Januari 1948, setelah Partati Masyumi menarik kembali menterinya sebagai protes terhadap Perjanjian Renville yang ditandatangani pemerintah dengan Belanda.
Susunan kabinet
[sunting | sunting sumber]Pimpinan Kabinet
[sunting | sunting sumber]Setelah perombakan tanggal 11 November 1947, komposisi kabinet baru diumumkan pada pertemuan komite kerja dari Komite Nasional Indonesia Pusat, yang pada saat itu bertugas sebagai badan legislasi. Kabinet Amir Sjarifuddin II dilantik pada 12 November 1947.[1]
| No. | Jabatan | Pejabat | Partai Politik | ||
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Perdana Menteri | Amir Sjarifoeddin | PS | ||
| PKI | |||||
| Wakil Perdana Menteri | R. Syamsudin[2] | Masyumi | |||
| Wondoamiseno | PSII | ||||
| Setyadjit Soegondo | PBI | ||||
| AK Gani | PNI | ||||
Anggota Kabinet
[sunting | sunting sumber]Akhir kabinet
[sunting | sunting sumber]Masyumi tidak puas dengan komposisi kabinet sejak awal, merasa bahwa hal itu tidak mencerminkan langkah nyata menuju kabinet yang inklusif.[1] Menyadari bahwa pemerintah akan menandatangani Perjanjian Renville dengan Belanda, Masyumi menarik diri dari kabinet sebagai protes pada 16 Januari 1948. Setelah perjanjian ditandatangani keesokan harinya, PNI juga menarik dukungannya terhadap Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin, yang mengundurkan diri pada 23 Januari.[3]
Sumber
[sunting | sunting sumber]- Kahin, George McTurnan (1952) Nationalism and Revolution in Indonesia Cornell University Press, ISBN 0-8014-9108-8
- P. N. H. Simanjuntak (2003) Kabinet-Kabinet Republik Indonesia: Dari Awal Kemerdekaan Sampai Reformasi (Cabinets of the Republic of Indonesia: From the Beginning of Independence to the Reform Era), Djambatan, Jakarta ISBM 979-428-499-8 Indonesian
Referensi
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Profil Kabinet Amir Sjarifuddin II pada situs web Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
- (Indonesia) Profil pada Kepustakaan Presiden-Presiden Republik Indonesia Diarsipkan 2014-01-11 di Wayback Machine.
Kabinet Pemerintahan Indonesia | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Kabinet Amir Sjarifuddin I |
Kabinet Amir Sjarifuddin II 1947–1948 |
Diteruskan oleh: Kabinet Hatta I |