Cinta Sebening Embun (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Cinta Sebening Embun
GenreDrama
PembuatTripar Multivision Plus
PengarangTeam MVP
SutradaraSridhar Jetty
Irwan Ibon
Rantochin
PemeranAmanda Manopo
Ridwan Ghany
Lian Firman
Shaquilla Nugraha
Annisa Aurelia
Jasmine Noor
Hj. Leily Sagita
Tengku Resi Revado
Sania Velova
Zora Vidyanata
Kanaya Gleadys
Lagu pembukaKepastian, Rossa
Lagu penutupKepastian, Rossa
Negara Indonesia
BahasaBahasa Indonesia
Jumlah episode119 (13 Juli 2019)
Produksi
Produser eksekutifRaakhee Punjabi
Gobind Punjabi
ProduserRaam Punjabi
LokasiJakarta
Durasi120 Menit
Rumah produksiTripar Multivision Plus
DistributorMNC Pictures
Rilis
Jaringan penyiarRCTI
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tayang perdanaSenin, 8 April 2019
Tanggal rilisSenin, 8 April 2019 – sekarang
Pranala luar
[www.mvpindonesia.com Situs web]

Cinta Sebening Embun merupakan sinetron Indonesia yang ditayangkan perdana pada 8 April 2019 pukul 14.00 WIB. Sinetron ini diproduksi oleh Multivision Plus.[1]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Intan (Shaquilla Nugraha), seorang gadis kecil berjuang merawat ibunya yang tidak pernah mengakuinya sebagai anak, karena kondisinya yang mengalami gangguan jiwa…

Hari itu setelah acara tedak sinten di rumahnya, Nayla (Amanda Manopo) meminta izin pada Ardi (Ridwan Ghany) untuk menginap di rumah Bu Narsih (Ayu Dyah Pasha) bersama Tiara (Annisa Aurelia), anak mereka. Naas, malam itu rumah Bu Narsih disambangi perampok. Selain mengambil uang milik Bu Narsih, perampok yang tak lain adalah Mirza (Lian Firman) teman kecil Nayla juga memperkosa Nayla.

Nayla begitu shock dengan kejadian itu, putus asa dan hilang harapan. Dia merasa kotor dan tidak pantas lagi untuk suaminya. Bu Narsih meminta Nayla merahasiakan kejadian malam itu demi kebahagiaan rumah tangga Nayla. Nayla pun kembali ke rumah Ardi dalam keadaan shock dan mulai depresi. Kondisi Nayla semakin bertambah parah ketika ia dinyatakan hamil lagi.

Sembilan bulan kemudian, Nayla melahirkan anak perempuan dan di bernama Intan. Tapi Nayla tidak pernah peduli bahkan membenci Intan. Sampai suatu ketika Intan jatuh sakit dan membutuhkan donor darah, terbongkarlah bahwa golongan darah Intan tidak sama dengan kedua orangtuanya. Ardi memutuskan melakukan tes DNA dan hasilnya DNA Intan hanya sama dengan DNA Nayla. Akhirnya dengan terpaksa Nayla jujur kejadian malam itu.

Ardi marah dan mengusir Nayla karena Nayla tidak pernah jujur padanya. Nayla dipaksa keluar dari rumahnya membawa Intan, sementara Tiara tetap bersama Ardi. Nayla kembali ke rumah Bu Narsih. Depresinya semakin parah dan sangat membenci Intan. Mirza yang melihat kejadian ini merasa terenyuh dan bersalah pada Nayla.

Tujuh tahun kemudian, Intan tumbuh besar dalam kasih sayang neneknya. Sementara kondisi Nayla semakin parah dan tidak mengenali Intan. Namun Intan tetap berusaha menyayangi ibunya dan memahami jika ibunya sedang sakit. Kemalangan Intan semakin bertambah saat neneknya terserang stroke. Intan kecil harus mengurus nenek dan ibunya.

Intan tidak bisa merasakan kebahagiaan di usianya. Ia bekerja menjual dan menjajakan gorengan di depan sekolah. Mirza yang tidak tega melihat kondisi ini semakin memperhatikan Intan dan keluarganya. Namun Intan bersikeras untuk tidak dikasihani. Hidup Intan dipenuhi harapan ibunya akan mengenali dirinya dan bisa menyayangi dirinya…

Bagaimana kisah Intan selanjutnya?....

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Musiman/Tidak Muncul Lagi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]