Daerah Operasi VI Yogyakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
PT. Kereta Api (Persero)
Daerah Operasi VI Yogyakarta
Letak
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Kota Yogyakarta
Kecamatan Gondokusuman
Alamat Jalan Lempuyangan No. 1 Yogyakarta
Sejarah
Informasi Lain

PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta atau disingkat dengan DAOP 6 Jogja atau Daop VI YK adalah salah satu daerah operasi perkereta-apian terluas di Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api (Persero) dipimpin oleh seorang Kepala Daerah Operasi (KADAOP) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api (Persero).

Daerah Operasi VI Yogyakarta memiliki beberapa stasiun besar, di antaranya adalah stasiun Yogyakarta,

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api penumpang yang berada di bawah pengoperasian DAOP 6 Yogyakarta di antaranya adalah:

  1. Kereta api Progo, ekonomi relasi Stasiun Lempuyangan s.d. Stasiun Pasar Senen
  2. Kereta api Sancaka II, eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Yogyakarta dengan nomor gapeka 10074 s.d. 10075
  3. Kereta api Senja Bengawan, ekonomi relasi Stasiun Purwosari s.d. Stasiun Tanjung Priok
  4. Kereta api Senja Utama Yogya, kereta bisnis tujuan Stasiun Pasar Senen-Stasiun Yogyakarta
  5. Kereta api Gajah Wong , kereta Ac Ekonomi tujuan Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kutoarjo-Stasiun Yogyakarta
  6. Kereta api Fajar Utama Yogya, kereta bisnis tujuan Stasiun Pasar Senen-Stasiun Yogyakarta
  7. Kereta api Argo Dwipangga, eksekutif relasi Stasiun Solo Balapan s.d. Stasiun Gambir
  8. Kereta api Argo Lawu, kereta eksekutif tujuan Stasiun Gambir-Stasiun Solo Balapan
  9. Kereta api Taksaka, kereta eksekutif tujuan Stasiun Gambir-Stasiun Yogyakarta
  10. Kereta api Prambanan Ekspres, kereta komuter ekspress tujuan Stasiun Kutoarjo-Stasiun Solo Balapan
  11. Kereta api Senja Utama Solo, kereta bisnis tujuan Stasiun Pasar Senen-Stasiun Solo Balapan
  12. Kereta api Bogowonto,ekonomi AC relasi Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kutoarjo-Stasiun Yogyakarta

Adapun Kereta api yang melayani Daerah Operasi VI Yogyakarta di bawah pengoperasian daerah lain adalah:

  1. Kereta api Sancaka I,eksekutif dan bisnis relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Yogyakarta nomor gapeka 10073 s.d. 10076 (Operator Daop 8 SB)
  2. Kereta api Sri Tanjung,ekonomi relasi Stasiun Banyuwangi Baru s.d. Stasiun Lempuyangan (Operator Daop 9 JR)
  1. Kereta api Madiun Jaya Ekspres,ekonomi AC relasi Stasiun Madiun s.d. [Stasiun Yogyakarta]] nomor gapeka 10163 s.d. 10166 (OperatorDaop 7 MN)

Tata laksana[sunting | sunting sumber]

  • Daerah Operasi VI Yogyakarta dipimpin oleh seorang Vice President (VP). Dalam melaksanakan tugasnya [[Vice President)] dibantu oleh Deputy Vice President (DVP) dan para Manajer,dan para Kepala UPT wajib menerapkan prinsip-prinsip koordinasi, konsolidasi, integrasi, sinkronisasi dan komunikasi pada satuan organisasi masing-masing dalam lingkup Daerah Operasi dan dengan satuan organisasi lain di dalam dan di luar PT Kereta Api (Persero);
  • Setiap pemimpin satuan organisasi di dalam lingkungan PT Kereta Api (Persero) bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan bawahannya masing-masing, serta berkewajiban untuk memberikan bimbingan. pengarahan dan keteladanan bagi bawahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.;
  • Setiap pemimpin satuan organisasi berkewajiban untuk selalu mengikuti dan menaati petunjuk pelaksanaan teknis, prosedur kerja, reglemen (peraturan dinas) dan peraturan umum yang berlaku, bertanggung jawab kepada atasan masing-masing, serta selalu menyampaikan laporan berkala kepada atasannya secara tepat waktu;
  • Setiap laporan yang diterima dari pemimpin satuan organisasi di bawahnya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut, pemberian pengarahan kepada bawahan dan bahan untuk melaksanakan kelancaran pekerjaan;
  • Para Kepala Seksi, Pemeriksa Kas Daerah, HUMASDA dan Kepala UPT menyampaikan laporan kepada Kepala Daerah Operasi berdasarkan laporan yang diterima dari para bawahan untuk selanjutnya Kepala Daerah Operasi menyusun laporan berkala tentang Kegiatan Daerah Operasi;
  • Dalam menyampaikan laporan kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan kepada Kepala Satuan Organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja;
  • Dalam melaksanakan tugas pokoknya para Kepala Satuan Organisasi wajib berpedoman kepada uraian jabatan (Job Description) dan peraturan-peraturan yang masih berlaku.

Lintas Operasi[sunting | sunting sumber]

Lintas tak beroperasi[sunting | sunting sumber]

  • Lintas Wonogiri - Baturetno .
  • Lintas Yogyakarta - Palbapang .

Tugas pokok[sunting | sunting sumber]

  • menyelenggarakan pengusahaan angkutan kereta api.
  • merumuskan dan menyusun program pembinaan angkutan penumpang dan/atau barang.
  • pengendalian pelaksanaan angkutan penumpang dan/atau barang di wilayah Daerah Operasi.

Fungsi[sunting | sunting sumber]

  • Pengelolaan sumber daya manusia (SDM), administrasi kerumahtanggaan dan umum, pertimbangan dan bantuan hukum, serta pengujian, pengendalian dan pembinaan hygiene perusahaan, kesehatan (HIPERKES) dan keselamatan kerja.
  • Pendayagunaan keuangan, serta pelaksanaan dan pembinaan anggaran dan akuntansi.
  • Pemeriksaan kas daerah.
  • Pelaksanaan hubungan masyarakat di daerah.
  • Pemeliharaan dan pengendalian jalan rel dan jembatan.
  • Pelaksanaan dan pengendalian operasi dan pemasaran.
  • Pemeliharaan dan pengendalian sinyal, telekomunikasi dan listrik umum.

Seksi-seksi[sunting | sunting sumber]

  • Seksi Sumber Daya Manusia dan Umum.
  • Seksi Keuangan.
  • Seksi Asset
  • Seksi Pengusahaan Asset
  • Seksi Hubungan Masyarakat Daerah (HUMASDA).
  • Seksi Jalan Rel dan Jembatan.
  • Seksi Operasi
  • Seksi Sarana
  • Seksi Pemasaran dan Angkutan
  • seksi Pelayanan
  • Seksi Sinyal, Telekomunikasi dan Listrik.
  • Seksi Pengadaan Barang dan Jasa
  • Seksi Hukum

Stasiun kereta api[sunting | sunting sumber]

Catatan: Stasiun besar yang bercetak miring tebal, dan stasiun menengah (Kelas 1) yang bercetak tebal.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]