Kabupaten Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Bogor
Lambang Kabupaten Bogor.png
Lambang Kabupaten Bogor
Moto: Prayoga Tohaga Sayaga Kuta Udaya Wangsa Tegar Beriman


Locator kabupaten bogor.png
Peta lokasi Kabupaten Bogor
Koordinat: antara 6.19 o - 6.47 o lintang selatan dan 106 o 1'-107 o 103' bujur timur
Provinsi Jawa Barat
Ibu kota Cibinong
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Rahmat Yasin, M.M.
 - Wakil Hj. Nurhayanti, S.H., M.M., M.Si.
 - DAU Rp. 1.887.770.112.500.-(2013)
Luas 2.071,21 km2
Populasi
 - Total 4.771.932 jiwa (2010)
 - Kepadatan 2.303,93 jiwa/km2
Demografi
 - Bahasa Sunda (semua kecamatan di Kabupaten Bogor), Indonesia (Kecamatan Cileungsi, Kecamatan Cibinong)
 - Kode area telepon 021 dan 0251
Pembagian administratif
 - Kecamatan 40
 - Kelurahan 410 desa
16 kelurahan
 - Situs web www.bogorkab.go.id
Pemandangan desa di daerah Bogor pada tahun 1880-an, dengan latar belakang Gunung Salak.

Kabupaten Bogor adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Cibinong. Kabupaten Bogor berbatasan dengan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Banten), Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi di utara; Kabupaten Karawang di timur, Kabupaten Cianjur di tenggara, Kabupaten Sukabumi di selatan, serta Kabupaten Lebak (Banten) di barat. Kabupaten Bogor terdiri atas 40 kecamatan, yang dibagi atas sejumlah desa dan kelurahan.

Kabupaten Bogor secara garis besar terdiri atas tiga wilayah dan 40 kecamatan yang dibagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan Kabupaten Bogor terletak di Kecamatan Cibinong, yang berada di sebelah utara Kota Bogor.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1745, cikal bakal masyarakat Bogor semula berasal dari sembilan kelompok pemukiman digabungkan oleh Gubernur Baron Van Inhof menjadi inti kesatuan masyarakat Kabupaten Bogor. Pada waktu itu Bupati Demang Wartawangsa berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat yang berbasis pertanian dengan menggali terusan dari Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer sampai ke Kalibaru/Kalimulya. Penggalian untuk membuat terusan kali dilanjutkan di sekitar pusat pemerintahan, namun pada tahun 1754 pusat pemerintahannya terletak di Tanah Baru kemudian dipindahkan ke Sukahati (Kampung Empang sekarang).[2]

Terdapat berbagai pendapat tentang lahirnya nama Bogor itu sendiri. Salah satu pendapat menyatakan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bahai atau Baqar yang berarti sapi dengan alasan terdapat bukti berupa patung sapi di Kebun Raya Bogor.

Pendapat lainnya menyebutkan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bokor yang berarti tunggul pohon enau (kawung). Pendapat di atas memiliki dasar dan alasan tersendiri diyakini kebenarannya oleh setiap akhlinya. Namun berdasarkan catatan sejarah bahwa pada tanggal 7 April 1752 telah muncul kata Bogor dalam sebuah dokumen dan tertulis Hoofd Van de Negorij Bogor, yang berarti kepala kampung Bogor. Pada dokumen tersebut diketahui juga bahwa kepala kampung itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya itu sendiri mulai dibangun pada tahun 1817.

Perjalanan sejarah Kabupaten Bogor memiliki keterkaitan yang erat dengan zaman kerajaan yang pernah memerintah di wilayah tersebut. Pada empat abad sebelumnya, Sri Baduga Maharaja dikenal sebagai raja yang mengawali zaman kerajaan Pajajaran, raja tersebut terkenal dengan 'ajaran dari leluhur yang dijunjung tinggi yang mengejar kesejahteraan'. Sejak saat itu secara berturut-turut tercatat dalam sejarah adanya kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut, yaitu :

  • Kerajaan Taruma Negara, diperintah oleh 12 orang raja. Berkuasa sejak tahun 358 sampai dengan tahun 669.
  • Kerajaan Galuh, diperintah oleh 14 raja. Berkuasa sejak 516 hingga tahun 852.
  • Kerajaan Sunda, diperintah oleh 28 raja. Bertahta sejak tahun 669 sampai dengan tahun 1333. Kemudian dilanjutkan Kerajaan Kawali yang diperintah oleh 6 orang raja berlangsung sejak tahun 1333 hingga 1482.
  • Kerajaan Pajajaran, berkuasa sejak tahun 1482 hingga tahun 1579. Pelantikan raja yang terkenal sebagai Sri Baduga Maharaja, menjadi satu perhatian khusus. Pada waktu itu terkenal dengan upacara Kuwedabhakti, dilangsungkan tanggal 3 Juni 1482. Tanggal itulah kiranya yang kemudian ditetapkan sebagai hari Jadi Bogor yang secara resmi dikukuhkan melalui sidang pleno DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor pada tanggal 26 Mei 1972.

Pada tahun 1975, Pemerintah Pusat(dalam hal ini Menteri Dalam Negeri) menginstruksikan bahwa Kabupaten Bogor harus memiliki Pusat Pemerintahan di wilayah Kabupaten sendiri dan pindah dari Pusat Pemerintahan Kotamadya Bogor. Atas dasar tersebut, pemerintah daerah Tingkat II Bogor mengadakan penelitian dibeberapa wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor untuk dijadikan calon ibu kota sekaligus berperan sebagai pusat pemerintahan. Alternatif lokasi yang akan dipilih diantaranya adalah wilayah Kecamatan Ciawi (Rancamaya), Leuwiliang, Parung dan Kecamatan Cibinong (Desa Tengah).

Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa yang diajukan ke pemerintah Pusat untuk mendapat persetujuan sebagai calon ibu kota adalah Rancamaya wilayah Kecamatan Ciawi. Akan tetapi pemerintah Pusat menilai bahwa Rancamaya masih relatif dekat letaknya dengan pusat pemerintahan Kotamadya Bogor dan dikhawatirkan akan masuk ke dalam rencana perluasan dan pengembangan wilayah Kotamadya Bogor.

Oleh karena itu atas petunjuk pemerintah Pusat agar pemerintah daerah Tingkat II Bogormengambil salah satu alternatif wilayah dari hasil penelitian lainnya. Dalam sidang Pleno DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor tahun 1980, ditetapkan bahwa calon ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor terletak di Desa Tengah Kecamatan Cibinong.

Penetapan calon ibu kota ini diusulkan kembali ke pemerintah Pusatdan mendapat persetujuan serta dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, yang menegaskan bahwa ibu kota pusat pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor berkedudukan di Desa Tengah Kecamatan Cibinong. Sejak saat itu dimulailah rencana persiapan pembangunan pusat pemerintahan ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor dan pada tanggal 5 Oktober 1985 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bogor pada saat itu

Jalur utama[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bogor dilintasi jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Jalan tol ini adalah jalur wisata utama dari Jakarta menuju Bandung. Jalur ini melewati rute Jalan Tol Jagorawi-Puncak-Cianjur-Bandung. Jalur Ciawi-Puncak merupakan salah satu yang terpadat pada musim libur, karena kawasan tersebut merupakan tempat berlibur warga Jakarta dan sekitarnya.[3]

Apabila jalur wisata utama tersebut macet, yang biasanya terjadi pada hari-hari libur, maka dapat menggunakan rute alternatif melewati Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cianjur-Bandung.

Untuk angkutan kereta api, terdapat jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta-Bogor yang jalur kereta apinya berlanjut hingga ke Sukabumi, Cianjur dengan menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD), dan akhirnya di Padalarang, jalur ini bersatu dengan jalur KA dari Cikampek yang kemudian akan menuju Bandung.

Kode Area Teleponnya 021 hanya sampai di Cibinong, Citeureup, Gunung Putri, Cileungsi dan Bojonggede

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bogor Terdiri atas tiga wilayah, yakni:

  1. Wilayah Timur
  2. Wilayah Barat
  3. Wilayah Tengah

Angkutan Kota[sunting | sunting sumber]

  1. Metromini x1 patas ke Senen (via Cibubur - Tol Jagorawi - Cempaka Putih)
  2. Mayasari Bakti AC42 patas ke Tanjung Priok (via Cibubur - Tol Jagorawi - Sunter)
  3. Mayasari Bakti AC42A patas ke Kalideres (via Cibubur - Tol Jagorawi - Komdak - Slipi - Grogol - Daan Mogot)
  4. Mayasari Bakti AC70A patas ke Tanah Abang (via Cibubur - Tol Jagorawi - Komdak - Sudirman - Thamrin)
  5. Maya Raya MYR AC patas ke Kalideres (via Cibubur - Tol Jagorawi - Slipi - Grogol - Daan Mogot)
  6. Angkutan Kabupaten Bogor D64 ke Jonggol
  7. Angkutan Kabupaten Bogor D121 ke Kampung Rambutan
  8. Angkutan Kabupaten Bogor D121A Ke Kampung Rambutan
  9. Angkot D56 ke UKI
  10. Angkot P01 ke Gas Alam
  11. Angkot 02B Trayek Terminal Cileungsi - Pondok Gede Kota Bekasi
  12. Angkot 49 Trayek Terminal Cileungsi - Bojong Kulur
  13. Angkot 69 Trayek Terminal Cileungsi - Citereup
  14. Angkot 109 Trayek Ciracas-Ciawi

Transjakarta[sunting | sunting sumber]

  1. APTB Transjakarta 10 patas ke Blok M (via Cibubur - UKI - Koridor 9 - Koridor 1)

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Puncak
  2. Taman Safari
  3. Gunung Salak Endah (Gn. Bunder)
  4. Gunung Gede Pangrango
  5. Gunung Salak
  6. Sirkuit Sentul
  7. Taman Wisata Mekarsari
  8. Hutan Pinus Catang Malang
  9. Taman Wisata Air Panas Tirta Sanita Ciseeng
  10. Penangkaran Rusa Cariu milik Perhutani

Taman Wisata Mekarsari berlokasi di Jonggol, Cileungsi dan merupakan salah satu pusat pelestarian keanekaragaman hayati buah-buahan tropika terbesar di dunia, khususnya jenis buah-buahan unggul yang dikumpulkan dari seluruh daerah di Indonesia. Selain kegiatan pelestarian, dilakukan juga penelitian budidaya (agronomi), pemuliaan (breeding) dan perbanyakan bibit unggul untuk kemudian disebarluaskan kepada petani dan masyarakat umum.

Pemekaran Bogor Barat[sunting | sunting sumber]

Rencana pemerintah untuk pemekaran daerah otonomi Kabupaten Bogor Barat yang akan pisah dengan Kabupaten induknya yakni Kabupaten Bogor masih menunggu proses lebih lanjut.[4]

Rencananya Kabupaten Bogor Barat ada 14 kecamatan yang nantinya masuk kedalam kabupaten Bogor Barat. Kecamatan tersebut terdiri dari:

  • Kecamatan Dramaga
  • Kecamatan Nanggung
  • Kecamatan Leuwiliang
  • Kecamatan Leuwisadeng
  • Kecamatan Pamijahan
  • Kecamatan Cibungbulang
  • Kecamatan Ciampea
  • Kecamatan Tenjolaya
  • Kecamatan Rumpin
  • Kecamatan Tenjo
  • Kecamatan Jasinga
  • Kecamatan Parung Panjang
  • Kecamatan Suka Jaya
  • Kecamatan Cigudeg

Menurut rencana ibukota pemerintahan akan berpusat di Cigudeg yang luasnya sekitar 17.000 hektare dan dengan jumlah penduduk sekitar 120.000 jiwa yang tersebar di 15 desa dengan lahan pertanian perbukitan dan pegunungan yang indah. Desa tersebut adalah Argapura, Bangunjaya, Banyuasih, Banyuresmi, Banyuwangi, Batujajar, Cintamanik, Mekarjaya, Rengasjajar, Sukamaju, Sukaraksa, Tegarlega, Wargajaya dan desa Cigudeg.

Dilihat dari segi strategisnya, Cigudeg dilintasi oleh jalan lintas daerah yaitu antara Jawa Barat dengan daerah Banten. Tidak hanya itu Cigudeg juga memiliki panorama pegunungan dan perbukitan yang hijau dan indah.

Kelayakan Cigudeg sebagai pusat pemerintahan didukung juga dengan tingkat pendapatan penduduk yang terus meningkat dibidang perdagangan dan pertanian khusunya. Dari segi distribusi hasil pertanian dan perdagangannya daerah ini juga memiliki beberapa pasar tradisional yang sudah besar dengan peluang bisnis yang besar juga bagi warganya. Ditambah lagi banyak warga yang mulai berani berbisnis bengkel kendaraan, toko pakaian dan mini market yang skalanya tidak kalah dengan yang ada diperkotaan. Bisnis ini terlihat disepanjang jalan raya menuju Cigudeg.[5]

Pusat perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Berada di Kabupaten Bogor Wilayah Timur

  1. Giant Hypermaket Metland Transyogi Jonggol Cileungsi Cibubur
  2. Giant Supermaket Cikeas Cibubur
  3. Superindo Limusnunggal Cileungsi Cibubur
  4. Superindo Cileungsi Cibubur
  5. Superindo Gunung Puteri Cibubur
  6. Ramayana Cileungsi Plasa
  7. Hero Supermaket Kota Wisata Gunung Puteri Cibubur
  8. Latwson Market Kota Wisata Gunung Puteri Cibubur

Pasar tradisional modern[sunting | sunting sumber]

  1. Pasar tradisional Cileungsi
  2. Pasar Fresh Market (Pasar Segar) Kota Wisata Cileungsi-Gunung Puteri Cibubur

Mall[sunting | sunting sumber]

  1. Mall Cileungsi, Cibubur
  2. Mall Metropolitan Cileungsi, Cibubur (Tahap Pembangunan)
  3. Mall Harvest City (Rencana Pembangunan)

Perbankan[sunting | sunting sumber]

Berada di Kabupaten Bogor Wilayah Timur

  1. BRI, OCBC, BCA, Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga terletak di Kota Wisata Cibubur Kecamatan Gunung Puteri.
  2. BRI, OCBC terletak di Legenda Wisata Cibubur Kecamatan Gunung Puteri.
  3. BRI, BTN terletak di Cikeas Cibubur Kecamatan Gunung Puteri.
  4. Bank Muamalat, Bank BNI Syariah terletak di Jalan Alternatif Cibubur (Trans Yogi) Kecamatan Gunung Puteri.
  5. Bank Jabar Banten terletak di Jalan Alternatif Cibubur (Trans Yogi) Kecamatan Cileungsi.
  6. BRI, BRI Syariah Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga terletak di Kecamatan Cileungsi.

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Bogor:

  • Institut Pertanian Bogor (IPB) di Dramaga
  • STIE IPWIJA Jakarta Kampus II, Jalan Letda Natsir, Cikeas, Gunung Puteri, Cibubur
  • Politeknik LP3i Jakarta Kampus Cileungsi, Jalan Raya Cileungsi-Jonggol

Media massa[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bogor Barat memiliki rencana membangun stasiun televisi, di antaranya:

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]