Ciomas, Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ciomas
—  Kecamatan  —
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bogor
Pemerintahan
 • Camat Rudy Gunawan, S.H
Luas 1630,537 ha
Jumlah penduduk 128.885
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 11

Ciomas adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat, Indonesia. Letak kecamatan ini hanya berjarak 3 km dari pusat kota Bogor (titik nol Bogor). Karena letaknya yang strategis membuat kecamatan ini semakin tahun, semakin padat mulai dari banyaknya perumahan, penduduk, permasalahan yang terjadi dan pertokoan yang membentang dari pertigaan Pasirkuda (Jl. Raya Ciomas-Kreteg) hingga depan SMP Negeri 1 Ciomas (Jl. Cibinong-Sukamakmur), membuat nama kecamatan Ciomas sebagai kecamatan terpadat di kabupaten Bogor sekaligus luas wilayah terkecil di kabupaten Bogor dengan luas wilayah hanya 16,3 km2.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ciomas dahulu memiliki 3 wilayah bantu yang kini dikenal dengan kecamatan Ciomas, Dramaga dan Tamansari. Kini masing-masing wilayah tersebut telah memiliki kecamatan sendiri setelah pemekaran wilayah pada tahun 1997. Sejak tahun 1995 luas wilayah kecamatan Ciomas semakin menyusut, semula luas wilayah kecamatan ini lebih dari 70 km2, kini hanya 16,3 km2. Penyusutan itu dikerenakan pemekaran luas wilayah Kota Bogor di bulan September tahun 1995, lalu pemekaran wilayah baru kecamatan Dramaga (tahun 1997) dan Tamansari (tahun 2002). Jumlah desa yang semula berjumlah 40, kini hanya menyisakan 11 desa di kecamatan Ciomas itu sendiri.

  • Bogor Barat : 11 desa (kini menjadi kelurahan)
  • Ciomas (wilayah sekarang) : 10 desa dan 1 kelurahan

Total = 40 desa (sebelum tahun 1995)

Kelurahan/desa[sunting | sunting sumber]

  1. Ciapus
  2. Ciomas Rahayu
  3. Ciomas
  4. Kota Batu
  5. Laladon
  6. Mekarjaya
  7. Padasuka
  8. Pagelaran
  9. Parakan
  10. Sukaharja
  11. Sukamakmur

Karakteristik wilayah[sunting | sunting sumber]

  • Pemukiman : 60% dari total wilayah
  • Lahan pertanian : 25% dari total wilayah
  • Lahan kosong/gambut : 10 %
  • Lain-lain : 5 %