Transgender

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Seorang aktivis transgender pada sebuah demonstrasi di Paris, Oktober 2005.

Transgender merupakan ketidaksamaan identitas gender seseorang terhadap jenis kelaminnya yang ditentukan.[1] Transgender bukan merupakan orientasi seksual. Seseorang yang transgender dapat mengidentifikasi dirinya sebagai seorang heteroseksual, homoseksual, biseksual, maupun aseksual. Beberapa menilai penamaan orientasi seksual yang umum tidak cukup atau tidak dapat diterapkan terhadap kondisi transgender. Beberapa definisi dari "transgender" adalah sebagai berikut.

  • "Seseorang yang ditunjuk sebagai seks tertentu, umumnya setelah kelahiran berdasarkan kondisi kelamin, namun merasa bahwa hal tersebut adalah salah dan tidak mendeskripsikan diri mereka secara sempurna."[2]
  • "Tidak mengidentifikasi [diri mereka] atau tidak berpenampilan sebagai seks (serta gender yang diasumsikan) yang ditunjuk saat lahir."[3]

Individu transgender dapat memiliki karakteristik yang biasanya dikaitkan dengan gender tertentu dan dapat pula mengidentifikasi gender mereka di luar dari definisi umum yaitu seperti agender, gender netral, genderqueer, non-biner, atau gender ketiga. Seseorang yang transgender dapat pula mengidentifikasi diri mereka sebagai seorang bigender, pangender, atau mencakup bagian-bagian dari beberapa rangkaian kesatuan transgender yang umum atau juga mencakup bagian lainnya yang berkembang dengan adanya studi-studi terkini yang lebih rinci.[4] Lebih lanjut lagi, banyak orang transgender mengalami masa perkembangan identitas termasuk pemahaman yang lebih baik terhadap citra, refleksi, serta ekspresi diri mereka. Secara lebih spesifik, keadaan seseorang merasa lebih asli, autentik, serta nyaman terhadap penampilan luar mereka dan menerima identitas asli mereka disebut sebagai keselarasan transgender.[5]

Asal mula istilah transgender[sunting | sunting sumber]

Psikiater John F. Oliven dari Universitas Columbia kala menulis edisi kedua pustaka referensinya yang ditujukan untuk ahli-ahli kesehatan berjudul Sexual Hygiene and Pathology pada tahun 1965, menggunakan gugus leksikal trans+gender pada bab Transexualism (Transeksualisme) bagian Primary Transvestism (Transvetisme Primer) dengan menulis, "...'transgenderisme' is what is meant, karena seksualitas bukanlah sebuah faktor utama dalam transvestisme primer."[6][7] Tokoh pemuka crossdressing Virginia Charles Prince menggunakan istilah tersebut Desember 1969 untuk judul Transvestia sebagai judul majalah yang didirikan olehnya untuk para crossdresser.[8] Pada pertengahan era 1970-an, baik istilah trans-gender dan trans people (orang trans) digunakan sebagai kata umum.[note 1] "Transgenderis" (akhiran -is pembentuk kata benda, Transgenderist) digunakan untuk menyebut seseorang yang ingin hidup lintas-gender tanpa operasi penentuan ulang seks.[9] Pada tahun 1976, transgenderist disingkat sebagai TG dalam material-material edukasi.[10]

Christine Jorgensen pada tahun 1979 menolak istilah transsexual dalam publik serta mengidentifikasi dirinya sebagai seperti ditulis dalam surat kabar sebagai seorang trans-gender dengan berkata, "... gender tidak ada hubungannya dengan siapa kita di atas ranjang, melainkan terhadap identitasa."[11][12] Pada tahun 1984, konsep dari sebuah "komunitas transgender" telah berkembang dengan transgender digunakan sebagai istilah umum.[13] Pada tahun 1985, Richard Elkins mendirikan "Trans-Gender Archive" di Universitas Ulster.[8] International Conference on Transgender Law and Employment Policy (Konferensi Internasional Hukum dan Ketenagakerjaan Transgender) pada tahun 1992 mendefinisikan transgendered sebagai sebuah istiah umum yang luas yang mencakup "transseksual, transgenderis, crossdresser" yang bertransisi.[14]

Perbedaan transgender dengan transseksual[sunting | sunting sumber]

Beberapa definisi yang ambigu dan dapat saling bertentangan dapat ditemukan untuk kedua istilah transgender dan transseksual. Harry Benjamin membuat sebuah sistem klasifikasi yang diberi nama Sex Orientation Scale (SOS, Skala Orientasi Seks). Terdapat enam kategori yang dibedakan berdasarkan alasan seseorang melakukan crossdress serta tingkat keinginan mereka untuk melakukan operasi penentuan ulang seks.[15] Namun, istilah "transseksual asli" Benjamin mensyaratkan estrogen atau testosteron sebagai sebuah pengganti atau tahap awal dari operasi.[15] Selain itu, terdapat pula orang yang telah menjalani operasi penentuan ulang seks (bahasa Inggris: sex reassignment surgery, SRS), tetapi tidak memenuhi definisi seseorang yang transseksual,[16][17] sementara orang lain yang tidak menginginkan SRS, namun memenuhi definisi tersebut dalam Skala Benjamin, di antarany seperti Miriam Rivera.

Sebagai tambahan untuk kategori besar transgender dan transseksual, terdapat berbagai ekspresi dan identitas gender yang berbeda dengan sistem biner laki-laki-perempuan di antaranya adalah cross dresser, drag queen, drag king, transvetis, dan genderqueer. Beberapa pihak tidak setuju dengan istilah transseksual sebab Virginia Charles Prince, pendiri majalah Transvestia serta organisasi crossdress Tri-Ess, menggunakan istilah transgender untuk membedakan crossdresser dari seorang gay, biseksual, dan transseksual.[18] Dalam "Men Who Choose to Be Women," Prince menulis "Saya, paling tidak, mengetahui perbedaan antara seks dan gender dan secara sederhana hanya memilih untuk mengubah [pengertian] yang terakhir [gender] bukan yang awal [seks]."[19]

Terdapat banyak pustaka akademik mengenai perbedaan antara seks dan gender di antaranya seperti kamus Medilexicon Medical yang menyebutkan bahwa seks seseorang adalah keadaan kualitas biologi atau fisiologinya sementara gender seseorang adalah sebuah kategori (psikologis)-nya yang ditentukan oleh dirinya atau orang lain...".[20] Dengan demikian, transsekualitas dapat dipahami sebagai isitilah yang memiliki arti cenderung pada aspek material dari seksualitas seseorang sementara pertimbangan-pertimbangan transgender dapat disebut memiliki arti lebih pada kecenderungan gender internal dari diri seseorang itu serta pengaruh penilaian masyarakat yang diharapkan yang terkait dengan peran gender tersebut.[21] Namun, dalam bahasa tertentu seperti bahasa Inggris pragmatis, pembedaan seks (bahasa Inggris: sex) dan gender (bahasa Inggris: gender) seringkali dihiraukan sehingga "gender" digunakan untuk mendeskripsikann perbedaan kategoris laki-laki-perempuan dan "seks" digunakan untuk mendeskripsikan aktivitas seksual.[22]

Terdapat tekanan politik dan administratif antaridentitas-identitas transgender sebagai kata umum.[23] Sebuah contoh adalah pria dan wanita transseksual yang dapat membayar untuk perawatan medis (atau memiliki tunjangan finansial untuk hal tersebut) cenderung cemas terhadap privasi medis mereka sehingga mengurus status sah gender mereka di kala waktu lain. Cakupan asuransi yang luas untuk perawatan medis merupakan sebuah masalah yang terkait dalam interaksi antara transseksualitas dan golongan ekonomi.

Identitas-identitas transgender[sunting | sunting sumber]

Identitas umum transgenderi mencakup kategori yang saling meliputi satu sama lain seperti transseksual, transvetis atau crossdresser, genderqueer, androgini, dan bigender[24] tetapi umumnya tidak mencakup transvetis fetis, karena dinilai sebagai sebuah parafilia dibandingkan identifikasi gender), serta drag king dan drag queens, yang merupakan pemain yang melakukan crossdress untuk tujuan hiburan.

Definisi kini dari "transgender" mencakup seluruh orang transseksual, namun definisi ini telah menuai kritik. See below.) Orang interseks memiliki organ genitalia atau jenis kelamin fisik lainnya yang berbeda dan tidak dapat didefiinisikan secara sempurna dalam pengertian laki-laki atau perempuan. Akan tetapi, individu interseks belum tentu beridentitas transgender karena mereka dapat merasa sesuai dengan gender yang diberikan kepada mereka saat lahir. Permasalahan transgender dan interseks seringkali meliputi hal yang sama tetapi hal tersebut diakibatkan keduanya berlainan dengan anggapan terhadap definisi kaku dari seks dan gender.

Istilah "pria trans" mengacu kepada seseorang yang transgender perempuan-ke-laki-laki (bahasa Inggris: female-to-male, FtM atau F2M) sementara "wanita trans" mengacu kepada seseorang yang transgender laki-laki-ke-perempuan (bahasa Inggris: male-to-female, MtF atau M2F). Asumsi yang ada adalah terdapat lebih banyak wanita trans dibandingkan dengan pria trans. Akan tetapi, sebuah studi di Swedia memperkirakan nilai rasio 1,4 wanita trans banding 1 pria trans untuk orang transgender yang mengajukan permohonan operasi penentuan ulang seks serta rasio 1:1 untuk jumlah orang yang kemudia meneruskan prosedur tersebut.[25]

Istilah "cisgender" telah dicetuskan sebagai antonim yang mengacu kepada orang-orang non-transgender yang mengidentifiasi diri mereka sebagai gender yang diberikan kepada mereka saat lahir.[26] GLAAD menyatakan bahwa ketika membicarakan seseorang yang transgender, menggunakan nama dan kata ganti yang orang tersebut pilih tanpa mempedulikan status legal dari gender mereka (karena tidak semua orang yang transgender mampu membiayai prosedur operasi atau pengubahan tubuh lainnya) merupakan sikap sopan. Tidak seperti "transseksual", kata "transgender" digunakan sebagai sebuah kata sifat dibandingkan dengan sebuah kata benda. Contoh adalah "Max adalah seseorang yang transgender" atau "Max adalah seorang pria yang transgender" daripada "Max adalah (seorang) transgender."[27]

Manual praktik kesehatan, pedoman gaya jurnalisme professional, serta kelompok advokasi LGBT menyarankan penggunaan nama dan kata ganti yang mengidentifikasi seseorang tersebut, termasuk saat mengacu terhadap orang tersebut mengenai masa lalunya.[28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39]


Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^
    • Pada April 1970, TV Guide menerbitkan sebuah artikel yang membahas seoarang tokoh film transseksual-post-operative dengan menyebut transgendered (ter-transgender, -ed imbuhan pasif dalam bahasa Inggris).("Sunday Highlights". TV Guide. 26 April 1970. Diakses tanggal 28 Mei 2012. [R]aquel Welch (left), moviedom’s sex queen soon to be seen as the heroine/hero of Gore Vidal's transgendered "Myra Breckinridge"… )
    • Pada edisi tahun 1974 dari Clinical Sexuality: A Manual for the Physician and the Professions, transgender digunakan sebagai sebuah istilah umum (hipernim) sementara laporan konferensi "National TV.TS Conference" tahun 1974 di Leeds, West Yorkshire, Britania Raya menggunakan "trans-gender" dan "trans.people" sebagai istilah umum.(Oliven, John F. (1974). Clinical sexuality: A Manual for the Physician and the Professions (3rd ed.). Universitas Michigan (digitasi Agustus 2008): Lippincott. pp. 110, 484–487. ISBN 9780397503292. "Transgender deviance" p 110, "Transgender research" p 484, "transgender deviates" p 485, Transvestites not welcome at "Transgender Center" p 487 ), (2006). The Transgender Phenomenon (Elkins, Richard; King, Dave (2006). The Transgender Phenomenon. Sage. p. 13. ISBN 9780761971634. )
    • Namun, A Practical Handbook of Psychiatry (1974) menyebutkan "operasi transgender", "Transvetis jarang untuk berusaha untuk memperoleh operasi transgender, karena inti dari hal perversi yang ia lakukan adalah untuk merealisasikan seorang perempuan dengan penis."(Novello, Joseph R. (1974). A Practical Handbook of Psychiatry. Universitas Michigan, digitasi Agustus 2008: C. C. Thomas. p. 176. ISBN 9780398028688. )

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gay and Lesbian Alliance Against Defamation. "GLAAD Media Reference Guide - Transgender glossary of terms", "GLAAD", Mei 2010. Diakses 2011-02-24.
  2. ^ "USI LGBT Campaign - Transgender Campaign". Diakses 11 Januari 2012.
  3. ^ Stroud District Council "Gender Equality SCHEME AND ACTION PLAN 2007"
  4. ^ "Layton, Lynne. In Defense of Gender Ambiguity: Jessica Benjamin. Gender & Psychoanalysis. I, 1996. Pp. 27–43". Diakses 2007-03-06
  5. ^ Kozee, H. B., Tylka, T. L., & Bauerband, L. A. 2012. Measuring transgender individuals' comfort with gender identity and appearance: Development and validation of the Transgender Congruence Scale. Psychology of Women Quarterly, 36, 179-196. doi: 10.1177/0361684312442161
  6. ^ A., R. (Agustus 1965). "Book Reviews and Notices: Sexual Hygiene and Pathology". American Journal of the Medical Sciences 250 (2): 235. doi:10.1097/00000441-196508000-00054. Diakses tanggal 4 Juni 2012. 
  7. ^ Oliven, John F. (1965). Sexual Hygiene and Pathology. p. 514. Where the compulsive urge reaches beyond female vestments, and becomes an urge for gender ("sex") change, transvestism becomes "transsexualism." The term is misleading; actually, "transgenderism" is what is meant, because sexuality is not a major factor in primary transvestism. Psychologically, the transsexual often differs from the simple cross-dresser; he is conscious at all times of a strong desire to be a woman, and the urge can be truly consuming. 
  8. ^ a b Elkins, Richard; King, Dave (2006). The Transgender Phenomenon. Sage. pp. 13–14. ISBN 9780761971634. 
  9. ^ Stryker, S. (2004), "... lived full-time in a social role not typically associated with their natal sex, but who did not resort to genital surgery as a means of supporting their gender presentation ..." in Transgender from the GLBTQ: an encyclopedia of gay, lesbian, bisexual, transgender and queer culture. Diakses 2007-04-10.
  10. ^ The Radio Times (2 Juni 1979)
  11. ^ Parker, Jerry (18 Oktober 1979). "Christine Recalls Life as Boy from the Bronx". Newsday/Winnipeg Free Press. Diakses tanggal 28 Mei 2012. If you understand trans-genders," she says, (the word she prefers to transsexuals), "then you understand that gender doesn’t have to do with bed partners, it has to do with identity. 
  12. ^ "News From California: 'Transgender'". Appeal-Democrat/Associate Press. 11 Mei 1982. pp. A–10. Diakses tanggal 28 Mei 2012. she describes people who have had such operations’ "transgender" rather than transsexual. "Sexuality is who you sleep with, but gender is who you are," she explained 
  13. ^ Peo, TV-TS Tapestry Board of Advisors, Roger E. (1984). "The ‘Origins’ and ‘Cures’ for Transgender Behavior". The TV-TS Tapestry (2). Diakses tanggal 28 Mei 2012. 
  14. ^ "First International Conference on Transgender Law and Employment Policy (1992)". pamflet lembaga. ICTLEP/. 1992. Diakses tanggal 28 Mei 2012. Transgendered persons include transsexuals, transgenderists, and other crossdressers of both sexes, transitioning in either direction (male to female or female to male), of any sexual orientation, and of all races, creeds, religions, ages, and degrees of physical impediment. 
  15. ^ a b Benjamin, H. 1966. The transsexual phenomenon. New York: Julian Press.
  16. ^ Conway, Lynn (2003). "The Strange Saga of Gregory Hemingway". 
  17. ^ Schoenberg, Nara (2001-11-19). "The Son Also Falls From elephant hunter to bejeweled exhibitionist, the tortured life of Gregory Hemingway". CHICAGO TRIBUNE. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2001-11-20. 
  18. ^ "glbtq >> social sciences >> Prince, Virginia Charles". glbtq.com. 
  19. ^ Prince, V. 1969. Men Who Choose to be Women. Sexology, Februari, pp. 441–444. "I, at least, know the difference between sex and gender and have simply elected to change the latter and not the former." Penggunaan istilah transgenderal.
  20. ^ "Sex -- Medical Definition". medilexicon.com. 
  21. ^ UNCW: Developing and Implementing a Scale to Assess Attitudes Regarding Transsexuality
  22. ^ Liberman, Mark. "Single-X Education". Language Log. Diakses tanggal 28 Juni 2012. 
  23. ^ Boyd, Hellen. "The Umbrella". enGender. Diakses tanggal 28 Juni 2012. the only part of the gender binary we *necessarily* challenge is the notion that people are always assigned to the right side of the binary at birth, and don’t need sympathy or help if the assignment goes wrong. 
  24. ^ R. C., Caitlin; F., Donna (1998). Lesbian and Gay Youth: Care and Counseling. Columbia University Press. p. 49. ISBN 0-231-11191-6 
  25. ^ Landén, M., Wålinder, J., Lundstrom, B. 1996. Incidence and sex ratio of transsexualism in Sweden. Acta Psychiatrica Scandanavica, v. 93, pp. 261-263. Diakses 2007-09-22. "... Results: During the 20-year period of the study, 233 requests for sex reassignment were processed, and the incidence data were calculated on the basis of this group. This means that the average annual frequency was 11.6 cases. The number of inhabitants in Sweden over 15 years of age increased during the study period from 6.5 million to 7.1 million, i.e. there was a mean population of 6.8 million (12), which gives an annual incidence of request for sex reassignment of 0.17 per 100.000 inhabitants. The sex ratio (male:female) is 1.4 :1. To resolve the question of whether transsexualism increases or decreases, we divided the group into two 10-year periods. As can be seen from Table 1, not only do our results agree with the Swedish incidence data published in the 1970s, but also they remain remarkably stable over time. Separating from all applications the group with primary transsexualism yielded 188 cases, i.e. 9.4 cases annually. As is shown in Table 2, this corresponds to an incidence of primary transsexualism of 0.14 per 100.000 inhabitants over 15 years of age. It should also be noted that primary transsexualism is equally common in women and men ...".
  26. ^ Crethar, H. C. dan Vargas, L. A. 2007. Multicultural intricacies in professional counseling. Dalam J. Gregoire & C. Jungers (ed.). The counselor’s companion: What every beginning counselor needs to know. Mahwah: Lawrence Erlbaum. ISBN 0-8058-5684-6.
  27. ^ Gay and Lesbian Alliance Against Defamation. "GLAAD's Transgender Resource Page", "GLAAD", AS. Diakses 2011-02-24.
  28. ^ Glicksman, Eve (April 2013). "Transgender terminology: It's complicated". v. 44 (4): American Psychological Association. p. 39. Diakses tanggal 2013-09-17. Use whatever name and gender pronoun the person prefers 
  29. ^ Sponsored by the American Medical Association and The Fenway Health with unrestricted support from Fenway Health and Pfizer. "Meeting the Health Care Needs of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) People: The End to LGBT Invisibility" (PowerPoint Presentation). The Fenway Institute. p. 24. Diakses tanggal 2013-09-17. Use the pronoun that matches the person’s gender identity 
  30. ^ "Glossary of Gender and Transgender Terms" (PDF). Preface: Fenway Health. January 2010. p. 2. Diakses tanggal 2013-09-17. listen to your clients – what terms do they use to describe themselves 
  31. ^ "Therapists with Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender Clients" (Word Document). Association for Behavioral and Cognitive Therapies. 2010. p. 2. Diakses tanggal 2013-09-17. transsexuals prefer to be referred to using the pronoun of identified gender, regardless of their level of transition [pranala nonaktif]
  32. ^ Elizondo, Paul M. III, D.O.; Wilkinson, Willy, M.P.H.; Daley, Christopher, M.D. (6 September 2012). "Working With Transgender Persons". Phychiatric Times. Diakses tanggal 2013-09-17. If you are not sure which pronoun to use, you can ask the patient 
  33. ^ "Competencies for Counseling with Transgender Clients" (PDF). Association for Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender Issues in Counseling. 18 September 2009. p. 3. honor the set of pronouns that clients select and use them throughout the counseling process 
  34. ^ "AP editors’ note on Manning". Associated Press. 22 Agustus 2013. Diakses tanggal 2013-09-17. Use the pronoun preferred by the individuals who have acquired the physical characteristics of the opposite sex or present themselves in a way that does not correspond with their sex at birth. 
  35. ^ Division of Public Affairs (September 2011). "Style Guide" (PDF). Vanderbilt University. p. 34. Diakses tanggal 2013-09-17. Use the pronoun preferred by the individuals who have acquired the physical characteristics of the opposite sex or present themselves in a way that does not correspond with their sex at birth. 
  36. ^ "Frequently Asked Questions on Trans Identity" (PDF). Common Ground – Trans Etiquette. University of Richmond. Diakses tanggal 2013-09-17. be considerate of one’s gender identity by using the pronouns of the respective gender pronouns, or gender-‐neutral pronouns, they use 
  37. ^ "Journalists: Commit to Fair and Accurate Coverage of Transgender People, including Pvt. Chelsea Manning". Transgender Law Center. 2013. Diakses tanggal 2013-09-17. Avoid pronoun confusion when examining the stories and backgrounds of transgender people prior to their transition. 
  38. ^ "NAMES, PRONOUN USAGE & DESCRIPTIONS" (PDF). GLAAD Media Reference Guide. GLAAD. Mei 2010. p. 11. Diakses tanggal 2013-09-17. It is usually best to report on transgender people's stories from the present day instead of narrating them from some point or multiple points in the past, thus avoiding confusion and potentially disrespectful use of incorrect pronouns. 
  39. ^ "Transgender FAQ". Resources. Human Rights Campaign. Diakses tanggal 2013-09-17. should be identified with their preferred pronoun 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]