Transgender

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Seorang demonstran transgender pada sebuah unjuk rasa di Paris, Oktober 2005.

Transgender merupakan ketidaksamaan identitas gender seseorang terhadap jenis kelamin yang ditunjuk kepada dirinya.[1] Transgender bukan merupakan orientasi seksual. Seseorang yang transgender dapat mengidentifikasi dirinya sebagai seorang heteroseksual, homoseksual, biseksual, maupun aseksual. Beberapa menilai penamaan orientasi seksual yang umum tidak cukup atau tidak dapat diterapkan terhadap kondisi transgender. Beberapa definisi dari "transgender" adalah sebagai berikut.

  • "Seseorang yang ditunjuk sebagai seks tertentu, umumnya setelah kelahiran berdasarkan kondisi kelamin, namun merasa bahwa hal tersebut adalah salah dan tidak mendeskripsikan diri mereka secara sempurna."[2]
  • "Tidak mengidentifikasi [diri mereka] atau tidak berpenampilan sebagai seks (serta gender yang diasumsikan) yang ditunjuk saat lahir."[3]

Individu transgender dapat memiliki karakteristik yang biasanya dikaitkan dengan gender tertentu dan dapat pula mengidentifikasi gender mereka di luar dari definisi umum yaitu seperti agender, gender netral, genderqueer, non-biner, atau gender ketiga. Seseorang yang transgender dapat pula mengidentifikasi diri mereka sebagai seorang yang bigender, pangender, atau mencakup bagian-bagian dari beberapa rangkaian kesatuan transgender yang umum atau juga mencakup bagian lainnya yang berkembang dengan adanya studi-studi terkini yang lebih rinci.[4] Lebih lanjut lagi, banyak orang transgender mengalami masa perkembangan identitas termasuk pemahaman yang lebih baik terhadap citra, refleksi, serta ekspresi diri mereka. Secara lebih spesifik, keadaan seseorang merasa lebih asli, autentik, serta nyaman terhadap penampilan luar mereka dan menerima identitas asli mereka disebut sebagai keselarasan transgender.[5]

Asal mula istilah transgender[sunting | sunting sumber]

Templat:LGBT sidebar

Psikiater John F. Oliven dari Universitas Columbia kala menulis edisi kedua pustaka referensinya yang ditujukan untuk ahli-ahli kesehatan berjudul Sexual Hygiene and Pathology pada tahun 1965, menggunakan gugus leksikal trans+gender pada bab Transexualism (Transeksualisme) bagian Primary Transvestism (Transvetisme Primer) dengan menulis, "...'transgenderisme' is what is meant, karena seksualitas bukanlah sebuah faktor utama dalam transvestisme primer."[6][7] Tokoh pemuka crossdressing Virginia Charles Prince menggunakan istilah tersebut Desember 1969 untuk judul Transvestia sebagai judul majalah yang didirikan olehnya untuk para crossdresser.[8] Pada pertengahan era 1970-an, baik istilah trans-gender dan trans people (orang trans) digunakan sebagai kata umum.[note 1] "Transgenderis" (akhiran -is pembentuk kata benda, Transgenderist) digunakan untuk menyebut seseorang yang ingin hidup lintas-gender tanpa operasi penentuan ulang seks.[9] Pada tahun 1976, transgenderist disingkat sebagai TG dalam material-material edukasi.[10]

Christine Jorgensen pada tahun 1979 menolak istilah transsexual dalam publik serta mengidentifikasi dirinya sebagai seperti ditulis dalam surat kabar sebagai seorang trans-gender dengan berkata, "... gender tidak ada hubungannya dengan siapa kita di atas ranjang, melainkan terhadap identitasa."[11][12] Pada tahun 1984, konsep dari sebuah "komunitas transgender" telah berkembang dengan transgender digunakan sebagai istilah umum.[13] Pada tahun 1985, Richard Elkins mendirikan "Trans-Gender Archive" di Universitas Ulster.[8] International Conference on Transgender Law and Employment Policy (Konferensi Internasional Hukum dan Ketenagakerjaan Transgender) pada tahun 1992 mendefinisikan transgendered sebagai sebuah istiah umum yang luas yang mencakup "transseksual, transgenderis, crossdresser" yang bertransisi.[14]

Perbedaan transgender dengan transseksual[sunting | sunting sumber]

Beberapa definisi yang ambigu dan dapat saling bertentangan dapat ditemukan untuk kedua istilah transgender dan transseksual. Harry Benjamin membuat sebuah sistem klasifikasi yang diberi nama Sex Orientation Scale (SOS, Skala Orientasi Seks). Terdapat enam kategori yang dibedakan berdasarkan alasan seseorang melakukan crossdress serta tingkat keinginan mereka untuk melakukan operasi penentuan ulang seks.[15] Namun, istilah "transseksual asli" Benjamin mensyaratkan estrogen atau testosteron sebagai sebuah pengganti atau tahap awal dari operasi.[15] Selain itu, terdapat pula orang yang telah menjalani operasi penentuan ulang seks (bahasa Inggris: sex reassignment surgery, SRS), tetapi tidak memenuhi definisi seseorang yang transseksual,[16][17] sementara orang lain yang tidak menginginkan SRS, namun memenuhi definisi tersebut dalam Skala Benjamin, di antaranya seperti Miriam Rivera.

Sebagai tambahan untuk kategori besar transgender dan transseksual, terdapat berbagai ekspresi dan identitas gender yang berbeda dengan sistem biner laki-laki-perempuan di antaranya adalah cross dresser, drag queen, drag king, transvetis, dan genderqueer. Beberapa pihak tidak setuju dengan istilah transseksual sebab Virginia Charles Prince, pendiri majalah Transvestia serta organisasi crossdress Tri-Ess, menggunakan istilah transgender untuk membedakan crossdresser dari seorang gay, biseksual, dan transseksual.[18] Dalam "Men Who Choose to Be Women," Prince menulis "Saya, paling tidak, mengetahui perbedaan antara seks dan gender dan secara sederhana hanya memilih untuk mengubah [pengertian] yang terakhir [gender] bukan yang awal [seks]."[19]

Terdapat banyak pustaka akademik mengenai perbedaan antara seks dan gender di antaranya seperti kamus Medilexicon Medical yang menyebutkan bahwa seks seseorang adalah keadaan kualitas biologi atau fisiologinya sementara gender seseorang adalah sebuah kategori (psikologis)-nya yang ditentukan oleh dirinya atau orang lain...".[20] Dengan demikian, transsekualitas dapat dipahami sebagai isitilah yang memiliki arti cenderung pada aspek material dari seksualitas seseorang sementara pertimbangan-pertimbangan transgender dapat disebut memiliki arti lebih pada kecenderungan gender internal dari diri seseorang itu serta pengaruh penilaian masyarakat yang diharapkan yang terkait dengan peran gender tersebut.[21] Namun, dalam bahasa tertentu seperti bahasa Inggris pragmatis, pembedaan seks (bahasa Inggris: sex) dan gender (bahasa Inggris: gender) seringkali dihiraukan sehingga "gender" digunakan untuk mendeskripsikann perbedaan kategoris laki-laki-perempuan dan "seks" digunakan untuk mendeskripsikan aktivitas seksual.[22]

Terdapat tekanan politik dan administratif antaridentitas-identitas transgender sebagai kata umum.[23] Sebuah contoh adalah pria dan wanita transseksual yang dapat membayar untuk perawatan medis (atau memiliki tunjangan finansial untuk hal tersebut) cenderung cemas terhadap privasi medis mereka sehingga mengurus status sah gender mereka di kala waktu lain. Cakupan asuransi yang luas untuk perawatan medis merupakan sebuah masalah yang terkait dalam interaksi antara transseksualitas dan golongan ekonomi.

Identitas-identitas transgender[sunting | sunting sumber]

Identitas umum transgenderi mencakup kategori yang saling meliputi satu sama lain seperti transseksual, transvetis atau crossdresser, genderqueer, androgini, dan bigender[24] tetapi umumnya tidak mencakup transvetis fetis, karena dinilai sebagai sebuah parafilia dibandingkan identifikasi gender), serta drag king dan drag queens, yang merupakan pemain yang melakukan crossdress untuk tujuan hiburan.

Definisi kini dari "transgender" mencakup seluruh orang transseksual, namun definisi ini telah menuai kritik. See below.) Orang interseks memiliki organ genitalia atau jenis kelamin fisik lainnya yang berbeda dan tidak dapat didefiinisikan secara sempurna dalam pengertian laki-laki atau perempuan. Akan tetapi, individu interseks belum tentu beridentitas transgender karena mereka dapat merasa sesuai dengan gender yang diberikan kepada mereka saat lahir. Permasalahan transgender dan interseks seringkali meliputi hal yang sama tetapi hal tersebut diakibatkan keduanya berlainan dengan anggapan terhadap definisi kaku dari seks dan gender.

Pria dan wanita trans[sunting | sunting sumber]

Istilah "pria trans" mengacu kepada seseorang yang transgender perempuan-ke-laki-laki (bahasa Inggris: female-to-male, FtM atau F2M) sementara "wanita trans" mengacu kepada seseorang yang transgender laki-laki-ke-perempuan (bahasa Inggris: male-to-female, MtF atau M2F). Terdapat asumsi bahwa lebih banyak wanita trans dibandingkan dengan pria trans. Akan tetapi, sebuah studi di Swedia memperkirakan nilai rasio 1,4 wanita trans banding 1 pria trans untuk orang transgender yang mengajukan permohonan operasi penentuan ulang seks serta rasio 1:1 untuk jumlah orang yang kemudia meneruskan prosedur tersebut.[25]

Istilah cisgender telah dicetuskan sebagai antonim yang mengacu kepada orang-orang non-transgender yang mengidentifiasi diri mereka sebagai gender yang diberikan kepada mereka saat lahir.[26]

Nama dan kata ganti[sunting | sunting sumber]

GLAAD menyatakan bahwa ketika membicarakan seseorang yang transgender, menggunakan nama dan kata ganti yang orang tersebut pilih tanpa mempedulikan status legal dari gender mereka (karena tidak semua orang yang transgender mampu membiayai prosedur operasi atau pengubahan tubuh lainnya) merupakan sikap sopan. Kata "transgender" digunakan sebagai sebuah kata sifat. Contoh adalah "Max adalah seseorang yang transgender" atau "Max adalah seorang pria transgender" bukan "Max adalah transgender."[27]

Manual praktik kesehatan, pedoman gaya jurnalisme professional, serta kelompok advokasi LGBT menyarankan penggunaan nama dan kata ganti yang mengidentifikasi seseorang tersebut, termasuk saat mengacu terhadap orang tersebut pada masa lalu di kehidupannya.[28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39]

Transseksual[sunting | sunting sumber]

Orang transseksual mengidentifikasi dirinya sebagai seks yang berlawanan dengan yang ditunjuk pada dirinya saat lahir beserta keinginan untuk hidup dan diterima sebagai seks yang berlawanan tersebut.[40][41]

Orang transseksual dapat menjalani transisi gender, proses penyesuaian ekspresi atau presentasi gender seseorang dengan identitas gendernya. Seseorang yang telah bertransisi dapat tidak lagi mengidentifikasi dirinya sebagai seorang transgender atau transseksual, sehingga cukup sebagai seorang laki-laki atau perempuan. Mereka yang tetap mengidentifikasi diri mereka sebagai seorang laki-laki atau perempuan transseksual dapat tidak ingin menghiraukan kehidupannya sebelum transisi serta dapat ingin melanjutkan ikatan dengan orang trans lainnya dalam meningkatkan kesadaran sosial.[42]

Proses transisi dapat melibatkan terapi penentuan ulang gender secara medis yang umumnya (umum namun tidak selalu) mencakup terapi penggantian hormon atau operasi penentuan ulang seks. Istilah pre-operative (pre-op, praoperasi), post-operative (post-op, pascaoperasi), dan non-operative (non-op, nonoperasi) menunjukkan apakah sesorang berencana, telah, atau tidak berencana menjalani operasi penentuan ulang seks. Beberapa orang trans menolak istilah-istilah tersebut yang mengobjekkan orang trans berdasarkan status operasi mereka bukan berdasarkan identitas gender mereka.

Transvesti dan crossdress[sunting | sunting sumber]

Seorang transvesti adalah sesorang yang ber-cross-dress, mengenakan pakaian lawan jenisnya.[43][44] Istilah "transvesti" digunakan sebagai sinonim dari istilah cross-dresser,[45][46] walaupun cross-dresser secara umum lebih direkomendasikan.[46][47] Istilah cross-dresser tidak didefinisikan secara pasti di sumber-sumber pustaka. Michael A. Gilbert,[48] guru besar Departemen Filsafat, Universitas York, Toronto, mengajukan definisi berikut. "[Seorang cross-dresser] adalah seseorang yang memiliki identifikasi gender pada jenis tertentu, serta ditunjuk sebagai jenis tertentu saat lahir, namun mengenakan pakaian lawan jenisnya karena pakaian tersebut merupakan pakaian lawan jenisnya." Definisi ini tidak mencakup seseorang "yang mengenakan pakaian lawan jenisnya untuk alasan lain" seperti "peniru perempuan yang melihat berpakaian semata-mata sebagai bagian dari pekerjaan, para aktor yang bermain peran, pria dan wanita yang menyukai pesta kostum, dsb. Mereka ber-cross dressing namun bukan cross dresser."[49]

Seorang Cross-dresser dapat tidak mengidentifikasi dirinya sebagai, atau ingin menjadi lawan gendernya, tidak ingin bertindak sebagai gender lawannya, serta secara umum tidak ingin mengubah tubuhnya secara medis. Mayoritas cross-dresser mengidentifikasi dirinya sebaga seorang heteroseksual.[50] Seseorang yang ber-cross-dress di kehidupan nyata dapat memiliki keinginan untuk pass sebagai lawan gendernya, sehingga tidak terlihat sebagai seorang cross-dresser.

Istilah "transvesti" serta isitilah lama "transvestisme" secara konseptual berbeda dari "transvesti fetishisme". Seorang "transvesti fetishis" dideskripsikan sebagai mereka yang pada beberapa saat mengenakan pakaian lawan gendernya untuk tujuan fetshisme.[51][52] Dalam istilah medis, transvesti fetishisme berbeda dari cross-dressing dengan digunakannya kode yang berbeda 302.3[52] dalam DSM dan F65.1[51] dalam ICD.

Genderqueer[sunting | sunting sumber]

Genderqueer merupakan kombinasi dari identitas gender dan orientasi seksual dengan berusaha untuk mengsignifikasi kondisi gender yang berbeda dari konsep biner. Salah satu contoh misalnya seseorang yang presentasi gendernya terkadang dilihat sebagai laki-laki, terkadang perempuan, namun memiliki identitas gender perempuan, ekspresi gender butch, serta orientasi seksual lesbian. Genderqueer menunjukkan ketidaksamaan atau pencampuran stereotipe gender, menggabungan gender dengan seksualitas,[53] serta mempertanyakan identitas dan konstruksi seksual dan gender yang selama ini ada.[54] Dalam sistem biner seks/gender, genderqueer tidak dapat disesuaikan serta dikeluarkan.[55]

Androgyne[sunting | sunting sumber]

Seorang androgyne adalah seseorang yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam peran gender secara umum di masyarakatnya. Androgyny bukan merupakan orientasi seksual. Seorang androgyne dapat mengidentifikasi dirinya berada di luar konsep gender, di antara gender, lintas gender, tidak bergender, atau beberapa atau seluruh hal itu serta menunjukan karakteristik laki-laki, perempuan, atau lainnya. Identitas-identitas androgyne di antaranya adalah pangender, ambigender, non-gender, agender, gender fluid, serta intergender. Kondisi androgyny dapat berupa fisik atau psikologis dan bukan merupakan kondisi seks saat lahir.

Seringkali, orang non-androgyny mengekspresikan dirinya agar terlihat androgyn. Hal ini telah digunakan dalam dunia tata busana. Bentuk yang lebih "ringan"-nya, seperti seorang perempuan yang mengenakan celana laki-laki atau seorang laki-laki yang memakai anting atau ditindik tidak dianggap sebagai kondisi transgender.

Istilah androgyne juga pada beberapa saat digunakan sebagai istilah sinonim medis untuk individu interseks.[56]

Bigender[sunting | sunting sumber]

Seseorang yang bigender (atau bi-gender, dual gender, atau bi+gender) adalah seseorang yang bersilih di antara peran gender maskulin dan feminin. Orang bigender bersilih di antara dua kepribadian yang berbeda berdasarkan keadaan sedangkan orang androgyne berada pada peran gender yang sama di segala situasi. Orang bigender dapat bersilih dalam peran gendernya dengan sengaja atau tanpa sengaja dari dominan maskulin menjadi dominan feminin atau sebaliknya.

Drag king dan drag queen[sunting | sunting sumber]

Drag adalah sebuah istilah yang digunakan dalam busana serta tata rias yang dikenakan dalam situasi istimewa untuk pertunjukan pentas atau hiburan, berbeda dengan kondisi transgender atau orang yang ber-cross-dress untuk alasan lain. Pertunjukan drag mencakup seluruh penampilan dan perilaku selain dari busana dan tata rias. Drag dapat berupa drama, komedi, atau grotesque. Drag queen dilihat sebagai penggambaran karikatur perempuan oleh feminisme gelombang kedua. Pemain drag memiliki riwayat panjang dalam budaya LGBT. Secara umum, istilah drag queen merujuk kepada laki-laki yang melakukan drag perempuan, istilah drag king untuk perempuan yang melakukan drag laki-laki, sementara faux queen merujuk kepada perempuan yang melakukan drag perempuan. Meskipun begitu, pemain-pemain drag terdiri atas berbagai gender dan orientasi seksual yang melakukan drag untuk berbagai alasan. Beberapa pemain drag, transvesti, serta orang dalam komunitas gay menggunakan istilah dalam pornografi tranny untuk merujuk kepada drag queen atau transvestisme atau seseorang yang ber-cross-dress. Akan tetapi, istilah tersebut secara umum dinilai ofensif untuk orang transseksual.[57]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^
    • Pada April 1970, TV Guide menerbitkan sebuah artikel yang membahas seoarang tokoh film transseksual post-operative dengan menyebut transgendered (ter-transgender, -ed imbuhan pasif dalam bahasa Inggris).("Sunday Highlights". TV Guide. 26 April 1970. Diakses tanggal 28 Mei 2012. [R]aquel Welch (left), moviedom’s sex queen soon to be seen as the heroine/hero of Gore Vidal's transgendered "Myra Breckinridge"… )
    • Pada edisi tahun 1974 dari Clinical Sexuality: A Manual for the Physician and the Professions, transgender digunakan sebagai sebuah istilah umum (hipernim) sementara laporan konferensi "National TV.TS Conference" tahun 1974 di Leeds, West Yorkshire, Britania Raya menggunakan "trans-gender" dan "trans.people" sebagai istilah umum.(Oliven, John F. (1974). Clinical sexuality: A Manual for the Physician and the Professions (3rd ed.). Universitas Michigan (digitasi Agustus 2008): Lippincott. pp. 110, 484–487. ISBN 9780397503292. "Transgender deviance" p 110, "Transgender research" p 484, "transgender deviates" p 485, Transvestites not welcome at "Transgender Center" p 487 ), (2006). The Transgender Phenomenon (Elkins, Richard; King, Dave (2006). The Transgender Phenomenon. Sage. p. 13. ISBN 9780761971634. )
    • Namun, A Practical Handbook of Psychiatry (1974) menyebutkan "operasi transgender", "Transvetis jarang untuk berusaha untuk memperoleh operasi transgender, karena inti dari hal perversi yang ia lakukan adalah untuk merealisasikan seorang perempuan dengan penis."(Novello, Joseph R. (1974). A Practical Handbook of Psychiatry. Universitas Michigan, digitasi Agustus 2008: C. C. Thomas. p. 176. ISBN 9780398028688. )

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gay and Lesbian Alliance Against Defamation. "GLAAD Media Reference Guide - Transgender glossary of terms", "GLAAD", Mei 2010. Diakses 2011-02-24.
  2. ^ "USI LGBT Campaign - Transgender Campaign". Diakses 11 Januari 2012.
  3. ^ Stroud District Council "Gender Equality SCHEME AND ACTION PLAN 2007"
  4. ^ "Layton, Lynne. In Defense of Gender Ambiguity: Jessica Benjamin. Gender & Psychoanalysis. I, 1996. Pp. 27–43". Diakses 2007-03-06
  5. ^ Kozee, H. B., Tylka, T. L., & Bauerband, L. A. 2012. Measuring transgender individuals' comfort with gender identity and appearance: Development and validation of the Transgender Congruence Scale. Psychology of Women Quarterly, 36, 179-196. doi: 10.1177/0361684312442161
  6. ^ A., R. (Agustus 1965). "Book Reviews and Notices: Sexual Hygiene and Pathology". American Journal of the Medical Sciences 250 (2): 235. doi:10.1097/00000441-196508000-00054. Diakses tanggal 4 Juni 2012. 
  7. ^ Oliven, John F. (1965). Sexual Hygiene and Pathology. p. 514. Where the compulsive urge reaches beyond female vestments, and becomes an urge for gender ("sex") change, transvestism becomes "transsexualism." The term is misleading; actually, "transgenderism" is what is meant, because sexuality is not a major factor in primary transvestism. Psychologically, the transsexual often differs from the simple cross-dresser; he is conscious at all times of a strong desire to be a woman, and the urge can be truly consuming. 
  8. ^ a b Elkins, Richard; King, Dave (2006). The Transgender Phenomenon. Sage. pp. 13–14. ISBN 9780761971634. 
  9. ^ Stryker, S. (2004), "... lived full-time in a social role not typically associated with their natal sex, but who did not resort to genital surgery as a means of supporting their gender presentation ..." in Transgender from the GLBTQ: an encyclopedia of gay, lesbian, bisexual, transgender and queer culture. Diakses 2007-04-10.
  10. ^ The Radio Times (2 Juni 1979)
  11. ^ Parker, Jerry (18 Oktober 1979). "Christine Recalls Life as Boy from the Bronx". Newsday/Winnipeg Free Press. Diakses tanggal 28 Mei 2012. If you understand trans-genders," she says, (the word she prefers to transsexuals), "then you understand that gender doesn’t have to do with bed partners, it has to do with identity. 
  12. ^ "News From California: 'Transgender'". Appeal-Democrat/Associate Press. 11 Mei 1982. pp. A–10. Diakses tanggal 28 Mei 2012. she describes people who have had such operations’ "transgender" rather than transsexual. "Sexuality is who you sleep with, but gender is who you are," she explained 
  13. ^ Peo, TV-TS Tapestry Board of Advisors, Roger E. (1984). "The ‘Origins’ and ‘Cures’ for Transgender Behavior". The TV-TS Tapestry (2). Diakses tanggal 28 Mei 2012. 
  14. ^ "First International Conference on Transgender Law and Employment Policy (1992)". pamflet lembaga. ICTLEP/. 1992. Diakses tanggal 28 Mei 2012. Transgendered persons include transsexuals, transgenderists, and other crossdressers of both sexes, transitioning in either direction (male to female or female to male), of any sexual orientation, and of all races, creeds, religions, ages, and degrees of physical impediment. 
  15. ^ a b Benjamin, H. 1966. The transsexual phenomenon. New York: Julian Press.
  16. ^ Conway, Lynn (2003). "The Strange Saga of Gregory Hemingway". 
  17. ^ Schoenberg, Nara (2001-11-19). "The Son Also Falls From elephant hunter to bejeweled exhibitionist, the tortured life of Gregory Hemingway". CHICAGO TRIBUNE. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2001-11-20. 
  18. ^ "glbtq >> social sciences >> Prince, Virginia Charles". glbtq.com. 
  19. ^ Prince, V. 1969. Men Who Choose to be Women. Sexology, Februari, pp. 441–444. "I, at least, know the difference between sex and gender and have simply elected to change the latter and not the former." Penggunaan istilah transgenderal.
  20. ^ "Sex -- Medical Definition". medilexicon.com. 
  21. ^ UNCW: Developing and Implementing a Scale to Assess Attitudes Regarding Transsexuality
  22. ^ Liberman, Mark. "Single-X Education". Language Log. Diakses tanggal 28 Juni 2012. 
  23. ^ Boyd, Hellen. "The Umbrella". enGender. Diakses tanggal 28 Juni 2012. the only part of the gender binary we *necessarily* challenge is the notion that people are always assigned to the right side of the binary at birth, and don’t need sympathy or help if the assignment goes wrong. 
  24. ^ R. C., Caitlin; F., Donna (1998). Lesbian and Gay Youth: Care and Counseling. Columbia University Press. p. 49. ISBN 0-231-11191-6 
  25. ^ Landén, M., Wålinder, J., Lundstrom, B. 1996. Incidence and sex ratio of transsexualism in Sweden. Acta Psychiatrica Scandanavica, v. 93, pp. 261-263. Diakses 2007-09-22. "... Results: During the 20-year period of the study, 233 requests for sex reassignment were processed, and the incidence data were calculated on the basis of this group. This means that the average annual frequency was 11.6 cases. The number of inhabitants in Sweden over 15 years of age increased during the study period from 6.5 million to 7.1 million, i.e. there was a mean population of 6.8 million (12), which gives an annual incidence of request for sex reassignment of 0.17 per 100.000 inhabitants. The sex ratio (male:female) is 1.4 :1. To resolve the question of whether transsexualism increases or decreases, we divided the group into two 10-year periods. As can be seen from Table 1, not only do our results agree with the Swedish incidence data published in the 1970s, but also they remain remarkably stable over time. Separating from all applications the group with primary transsexualism yielded 188 cases, i.e. 9.4 cases annually. As is shown in Table 2, this corresponds to an incidence of primary transsexualism of 0.14 per 100.000 inhabitants over 15 years of age. It should also be noted that primary transsexualism is equally common in women and men ...".
  26. ^ Crethar, H. C. dan Vargas, L. A. 2007. Multicultural intricacies in professional counseling. Dalam J. Gregoire & C. Jungers (ed.). The counselor’s companion: What every beginning counselor needs to know. Mahwah: Lawrence Erlbaum. ISBN 0-8058-5684-6.
  27. ^ Gay and Lesbian Alliance Against Defamation. "GLAAD's Transgender Resource Page", "GLAAD", AS. Diakses 2011-02-24.
  28. ^ Glicksman, Eve (April 2013). "Transgender terminology: It's complicated". v. 44 (4): American Psychological Association. p. 39. Diakses tanggal 2013-09-17. Use whatever name and gender pronoun the person prefers 
  29. ^ Sponsored by the American Medical Association and The Fenway Health with unrestricted support from Fenway Health and Pfizer. "Meeting the Health Care Needs of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) People: The End to LGBT Invisibility" (PowerPoint Presentation). The Fenway Institute. p. 24. Diakses tanggal 2013-09-17. Use the pronoun that matches the person’s gender identity 
  30. ^ "Glossary of Gender and Transgender Terms" (PDF). Preface: Fenway Health. January 2010. p. 2. Diakses tanggal 2013-09-17. listen to your clients – what terms do they use to describe themselves 
  31. ^ "Therapists with Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender Clients" (Word Document). Association for Behavioral and Cognitive Therapies. 2010. p. 2. Diakses tanggal 2013-09-17. transsexuals prefer to be referred to using the pronoun of identified gender, regardless of their level of transition [pranala nonaktif]
  32. ^ Elizondo, Paul M. III, D.O.; Wilkinson, Willy, M.P.H.; Daley, Christopher, M.D. (6 September 2012). "Working With Transgender Persons". Phychiatric Times. Diakses tanggal 2013-09-17. If you are not sure which pronoun to use, you can ask the patient 
  33. ^ "Competencies for Counseling with Transgender Clients" (PDF). Association for Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender Issues in Counseling. 18 September 2009. p. 3. honor the set of pronouns that clients select and use them throughout the counseling process 
  34. ^ "AP editors’ note on Manning". Associated Press. 22 Agustus 2013. Diakses tanggal 2013-09-17. Use the pronoun preferred by the individuals who have acquired the physical characteristics of the opposite sex or present themselves in a way that does not correspond with their sex at birth. 
  35. ^ Division of Public Affairs (September 2011). "Style Guide" (PDF). Vanderbilt University. p. 34. Diakses tanggal 2013-09-17. Use the pronoun preferred by the individuals who have acquired the physical characteristics of the opposite sex or present themselves in a way that does not correspond with their sex at birth. 
  36. ^ "Frequently Asked Questions on Trans Identity" (PDF). Common Ground – Trans Etiquette. University of Richmond. Diakses tanggal 2013-09-17. be considerate of one’s gender identity by using the pronouns of the respective gender pronouns, or gender-‐neutral pronouns, they use 
  37. ^ "Journalists: Commit to Fair and Accurate Coverage of Transgender People, including Pvt. Chelsea Manning". Transgender Law Center. 2013. Diakses tanggal 2013-09-17. Avoid pronoun confusion when examining the stories and backgrounds of transgender people prior to their transition. 
  38. ^ "NAMES, PRONOUN USAGE & DESCRIPTIONS" (PDF). GLAAD Media Reference Guide. GLAAD. Mei 2010. p. 11. Diakses tanggal 2013-09-17. It is usually best to report on transgender people's stories from the present day instead of narrating them from some point or multiple points in the past, thus avoiding confusion and potentially disrespectful use of incorrect pronouns. 
  39. ^ "Transgender FAQ". Resources. Human Rights Campaign. Diakses tanggal 2013-09-17. should be identified with their preferred pronoun 
  40. ^ APA task force (1994) "...There must be evidence of a strong and persistent cross-gender identification, which is the desire to be, or the insistence that one is of the other sex..." in DSM-IV: Sections 302.6 and 302.85. American Psychiatric Association dalam Mental Health Matters. 2007-04-08.
  41. ^ World Health Organisation (1992) "...The desire to live and be accepted as a member of the opposite sex..." in ICD-10, Gender Identity Disorder, category F64.0 published by the World Health Organisation. Diakses pada 2007-04-09.
  42. ^ Author and date unknown. "... For some, maintaining a link to their transness or their otherly-gendered past is highly significant, while for others, they view themselves as no longer trans, but now fully as a man or woman..." Post transition identification as a man or ftm or other[pranala nonaktif] from FORGE (For Ourselves: Reworking Gender Expression), an American education, advocacy and support umbrella organization supporting FTMs and others. Diakses pada 2007-04-03.
  43. ^ E. D. Hirsch, Jr., E.D., Kett, J.F., Trefil, J. 2002. "Transvestite: Someone who dresses in the clothes usually worn by the opposite sex." dalam Definition of the word "transvestite" dari The New Dictionary of Cultural Literacy, Third Edition[pranala nonaktif]. Diakses 2007-08-13.
  44. ^ beragam sumber. 2006. "trans·ves·tite...(plural trans·ves·tites), noun. Definition: somebody who dresses like opposite sex:" dalam Definition of the word "transvestite" dari Encarta World English Dictionary (North American Edition). Diakses 2007-08-13.
  45. ^ Raj, R. 2002. "transvestite (TV): n. Synonym: crossdresser (CD):" dalam Towards a Transpositive Therapeutic Model: Developing Clinical Sensitivity and Cultural Competence in the Effective Support of Transsexual and Transgendered Clients[pranala nonaktif] dari International Journal of Transgenderism 6,2. Diakses 2007-08-13.
  46. ^ a b Hall, B. et al. 2007. "...Many say this term (crossdresser) is preferable to transvestite, which means the same thing..." dan "...transvestite (TV) - same as cross-dresser. Most feel cross-dresser is the preferred term..." dalam Discussion Paper: Toward a Commission Policy on Gender Identity dari Ontario Human Rights Commission Diakses 2007-08-13.
  47. ^ Green, E., Peterson, E.N. (2006) "...The preferred term is 'cross-dresser', but the term 'transvestite' is still used in a positive sense in England..." dalam LGBTTSQI Terminology dari Trans-Academics.org. Diakses 2007-08-13.
  48. ^ Swartz, J. 1999. "Professor in drag" dalam Ivory Tower[pranala nonaktif] dari Salon.com. Diakses 2007-10-09.
  49. ^ Gilbert, Michael ‘Miqqi Alicia’. 2000. The Transgendered Philosopher dalam Special Issue on What is Transgender?[pranala nonaktif] dari The International Journal of Transgenderism, Special Issue July 2000[pranala nonaktif]. Diakses 2007-10-09.
  50. ^ Docter, R. F. dan Prince, V. 1997. Transvestism: A survey of 1032 cross-dressers. Archives of Sexual Behavior, v. 26 (6), pp. 589-605.
  51. ^ a b World Health Organisation. 1992. "...Fetishistic transvestism is distinguished from transsexual transvestism by its clear association with sexual arousal and the strong desire to remove the clothing once orgasm occurs and sexual arousal declines...." dalam ICD-10, Gender Identity Disorder, category F65.1. World Health Organisation. Diakses 2007-08-13.
  52. ^ a b APA task force. 1994. "...The paraphiliac focus of Transvestic Fetishism involves cross-dressing. Usually the male with Transvestic Fetishism keeps a collection of female clothes that he intermittently uses to cross-dress. While cross dressed, he usually masturbates..." dalam DSM-IV: Sections 302.3. American Psychiatric Association. Diakses 2007-08-13.
  53. ^ Wilchins, R. A. 2002. It’s Your Gender, Stupid. pp. 23-32 dalam Genderqueer: Voices from Beyond the Sexual Binary. Los Angeles: Alyson Publications.
  54. ^ Nestle, J. 2002. Genders on My Mind. pp. 3-10 dalam Genderqueer: Voices from Beyond the Sexual Binary. Los Angeles: Alyson Publications.
  55. ^ Hale, J.C. 1998. Consuming the Living, Dis(Re)Membering the Dead in the Butch/FtM Borderlands dalam Gay and Lesbian Quarterly 4:311, 336.
  56. ^ "Androgyne - Define Androgyne at Dictionary.com". Dictionary.com. 
  57. ^ "Is 'Tranny' Offensive?". The Bilerico Project. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]