Biologi dan orientasi seksual

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Hubungan antara biologi dan orientasi seksual adalah sebuah subyek penelitian ilmiah. Faktor penentu tunggal orientasi seksual yang sederhana belum menunjukkan hasil yang dapat disimpulkan secara memuaskan; berbagai studi menunjukkan banyak faktor berbeda — yang terkadang bertentangan — berperan di situ. Akan tetapi para ilmuwan berhipotesis, bahwa kombinasi dari faktor genetik, kondisi hormon, dan faktor sosial dapat menentukan orientasi seksual seseorang.[1][2] Teori biologi untuk menjelaskan penyebab orientasi seksual adalah teori yang populer,[1] dan faktor biologi dapat melibatkan kesalingpengaruhan yang rumit dari faktor genetik dan kondisi lingkungan awal yang dialami janin di dalam rahim.[3] Faktor-faktor tersebut, dapat berkaitan dengan perkembangan orientasi seksual seseorang, baik menjadi seorang heteroseksual, homoseksual, biseksual, atau aseksual, termasuk diantaranya gen, hormon pralahir, dan struktur otak.

Penelitian empiris[sunting | sunting sumber]

Studi kembar[sunting | sunting sumber]

Sejumlah penelitian kembar telah mencoba membandingkan peran penting relatif antara genetik dan lingkungan sebagai penentu orientasi seksual. Pada 1991, penelitian oleh Bailey dan Pillard merekrut pasangan saudara kembar dari "publikasi homofil", dan menemukan bahwa 52% laki-laki kembar monozigotik (kembar identik) (MZ) (dari 59 pasang sampel) dan 22% kembar dizigotik (DZ) kedua-duanya cocok sama-sama homoseksual.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki
  1. ^ a b Frankowski BL; American Academy of Pediatrics Committee on Adolescence (June 2004). "Sexual orientation and adolescents". Pediatrics. 113 (6): 1827–32. doi:10.1542/peds.113.6.1827. PMID 15173519. 
  2. ^ Långström, Niklas; Qazi Rahman; Eva Carlström; Paul Lichtenstein (7 June 2008). "Genetic and Environmental Effects on Same-sex Sexual Behaviour: A Population Study of Twins in Sweden". Archives of Sexual Behavior. Archives of Sexual Behavior. 39 (1): 75–80. doi:10.1007/s10508-008-9386-1. PMID 18536986. 
  3. ^ "Submission to the Church of England's Listening Exercise on Human Sexuality". The Royal College of Psychiatrists. Diakses tanggal 13 June 2013. 
  4. ^ Bailey JM, Pillard, RC (1991). "A Genetic Study of Male Sexual Orientation". Archives of General Psychiatry. 48 (12): 1089–96. doi:10.1001/archpsyc.1991.01810360053008. PMID 1845227. 
Daftar pustaka

Pranala luar[sunting | sunting sumber]