Kekerasan terhadap perempuan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kekerasan terhadap wanita)
Sebuah peta dunia yang menunjukkan Pembunuhan per 100.000 populasi yang dilakukan terhadap wanita, 2019

Kekerasan terhadap perempuan (KTP), juga dikenal sebagai kekerasan berbasis gender (KBG)[1] dan kekerasan seksual dan berbasis gender (KSBG),[2] adalah tindakan kekerasan yang para korban utamanya adalah perempuan dan anak perempuan. Kekerasan semacam itu sering dianggap sebagai bentuk kejahatan kebencian,[3] terutama karena kebanyakan korbannya adalah perempuan, dan tindakan ini memiliki bentuk yang beragam.

KTP memiliki sejarah yang panjang. Meskipun begitu, tindakan kekerasan yang terjadi atau tingkat keparahannya bervariasi dari waktu ke waktu dan juga antar masyarakat. Kekerasan semacam itu sering dilihat sebagai suatu cara untuk menindas perempuan, baik dalam masyarakat secara umum maupun dalam hubungan interpersonal. Kekerasan tersebut dapat timbul dari adanya rasa memiliki hak untuk melakukan hal tersebut (entitlement), superioritas, kebencian terhadap wanita (misogini), dorongan-dorongan lain yang serupa, serta sifat kekerasan yang dimiliki pelaku, terutama terhadap perempuan.

Definisi[sunting | sunting sumber]

Sejumlah instrumen internasional yang bertujuan untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga telah disahkan oleh berbagai lembaga internasional. Instrumen-instrumen ini umumnya dimulai dengan definisi mengenai apa itu kekerasan, dengan maksud untuk memerangi praktik dari hal-hal semacam itu. Konvensi Istanbul Dewan Eropa tentang pencegahan dan pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga menggambarkan KTP "sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan bentuk diskriminasi terhadap perempuan" dan mendefinisikan KTP sebagai "semua tindakan kekerasan berbasis gender yang mengakibatkan, atau mungkin berakibat, kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual, psikologis atau ekonomi, termasuk ancaman untuk melakukan tindakan tersebut, pemaksaan atau perampasan kebebasan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.[4][5]

Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita (bahasa Inggris: Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination Against Women, disingkat CEDAW) tahun 1979 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat rekomendasi yang berkaitan dengan KTP,[6] dan Deklarasi dan Program Aksi Wina menyebutkan KTP.[7] Walaupun begitu, instrumen internasional pertama yang secara eksplisit mendefinisikan KTP dan menguraikan masalah tersebut adalah resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1993 tentang Deklarasi Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan.[8] Definisi lain dari KTP diatur dalam Konvensi Inter-Amerika tahun 1994 tentang Pencegahan, Penghukuman, dan Pemberantasan Kekerasan terhadap Perempuan[9] dan juga oleh Protokol Maputo tahun 2003.[10]

Istilah "kekerasan berbasis gender" dan "kekerasan terhadap perempuan" kerap digunakan sebagai padanan satu sama lain.[11] Hal ini karena kebanyakan kekerasan berbasis gender telah diakui secara luas dillakukan oleh laki-laki, kepada perempuan dan anak perempuan.[12] Meskipun begitu, penggunaan istilah "berbasis gender" yang digunakan bersamaan dengan "kekerasan" juga penting untuk dipahami karena hal tersebut menyoroti kenyataan bahwa kekerasan terhadap perempuan sebenarnya berakar dari adanya kesenjangan kuasa antara perempuan dan laki-laki,[11] di mana perempuan kemudian dipaksa berada dalam status atau posisi yang lebih renda dibandingkan laki-laki.[13][14]

Dalam Rekomendasi Rec(2002)5 dari Komite Menteri untuk negara-negara anggota tentang pelindungan perempuan dari kekerasan, Dewan Eropa menetapkan bahwa KTP "termasuk, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal berikut":[15]

  1. kekerasan yang terjadi dalam keluarga atau sebuah rumah tangga, termasuk, antara lain, agresi fisik dan mental, kekerasan emosional dan psikologis, pemerkosaan dan pelecehan seksual, inses, pemerkosaan antara pasangan, baik pasangan tetap atau tidak tetap serta orang yang tinggal bersama, kejahatan yang dilakukan atas nama kehormatan, sunat perempuan dan praktik tradisional lainnya yang membahayakan perempuan, seperti kawin paksa;
  2. kekerasan yang terjadi dalam masyarakat umum, termasuk, antara lain, pemerkosaan, pelecehan seksual, pelecehan dan intimidasi seksual di tempat kerja, dalam lembaga atau di tempat lain, perdagangan perempuan untuk tujuan eksploitasi seksual dan eksploitasi ekonomi, serta pariwisata seks;
  3. kekerasan yang dilakukan maupun dibiarkan oleh negara atau pejabatnya;
  4. pelanggaran hak asasi perempuan dalam situasi konflik bersenjata, khususnya penyanderaan, pemindahan paksa, pemerkosaan sistematis, perbudakan seksual, kehamilan paksa, dan perdagangan untuk tujuan eksploitasi seksual dan eksploitasi ekonomi.

Definisi KTP sebagai kekerasan berbasis gender ini dianggap bermasalah dan tidak memuaskan bagi sebagian orang.[16] Definisi-definisi ini terkonseptualisasi dalam pemahaman bahwa masyarakat itu patriarki, menandakan hubungan yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan.[16] Penentang definisi tersebut berpendapat bahwa definisi tersebut mengabaikan kekerasan terhadap laki-laki dan bahwa istilah "gender", seperti yang digunakan dalam "kekerasan berbasis gender", hanya mengacu pada perempuan. Kritikus lain berpendapat bahwa menggunakan istilah gender dalam hal yang khusus ini dapat memperkenalkan gagasan inferioritas dan subordinasi untuk feminitas dan superioritas untuk maskulinitas.[17][18] Saat ini, tidak ada definisi yang diterima secara luas yang mencakup semua dimensi kekerasan berbasis gender, daripada satu definisi untuk perempuan yang cenderung mereproduksi konsep oposisi biner: maskulinitas versus feminitas.[19]

Perbandingan definisi mengenai KTP di beberapa instrumen Hak Asasi Manusia[sunting | sunting sumber]

Dokumen Diadopsi oleh Tanggal Definisi
Rekomendasi Umum 19 Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita 1992 'Yang dimaksud dengan diskriminasi adalah (hal-hal) yang termasuk kekerasan berbasis gender, yaitu kekerasan yang ditujukan kepada seorang perempuan karena dia perempuan atau (tindakan) yang mempengaruhi perempuan secara tidak proporsional..'[20]
Deklarasi Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan Perserikatan Bangsa-Bangsa 20 Desember 1993 '...istilah "kekerasan terhadap perempuan" berarti setiap tindakan kekerasan berbasis gender yang mengakibatkan, atau mungkin berakibat, kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual atau psikologis'.[21]
Konvensi Belém do Pará Organisasi Negara-Negara Amerika 9 Juni 1994 '...kekerasan terhadap perempuan harus dipahami sebagai setiap tindakan atau perbuatan, berdasarkan gender, yang menyebabkan kematian atau kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual atau psikologis, baik di ruang publik maupun privat.'[22]
Protokol Maputo Uni Afrika 11 Juli 2003 '"Kekerasan terhadap perempuan" berarti semua tindakan yang dilakukan terhadap perempuan yang menyebabkan atau dapat menyebabkan penderitaan fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi, termasuk ancaman untuk melakukan tindakan tersebut; atau untuk melakukan penjatuhan pembatasan sewenang-wenang atau perampasan kebebasan dasar dalam kehidupan pribadi atau publik baik dalam waktu tanpa perang dan selama situasi konflik bersenjata atau perang...'[23]
Konvensi Istanbul Dewan Eropa 11 Mei 2011 '...“kekerasan terhadap perempuan” dipahami sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan suatu bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan berarti semua tindakan kekerasan berbasis gender yang mengakibatkan, atau mungkin berakibat, kerugian fisik, seksual, psikologis atau ekonomi atau penderitaan terhadap perempuan, termasuk ancaman tindakan kekerasan serupa, pemaksaan atau perampasan kebebasan secara sewenang-wenang, baik di depan umum atau dalam kehidupan pribadi; ... "gender" berarti peran, perilaku, aktivitas dan atribut yang dibangun secara sosial yang dianggap pantas oleh masyarakat tertentu untuk perempuan dan laki-laki; Yang dimaksud dengan "kekerasan berbasis gender terhadap perempuan" adalah kekerasan yang ditujukan terhadap perempuan karena ia perempuan atau (tindakan) yang mempengaruhi perempuan secara tidak proporsional...'. Pembukaan mencatat: '...Mengakui bahwa perempuan dan anak perempuan terpapar pada risiko kekerasan berbasis gender yang lebih tinggi daripada laki-laki; Mengakui bahwa kekerasan dalam rumah tangga mempengaruhi perempuan secara tidak proporsional, dan bahwa laki-laki juga dapat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga...'[24]

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Russo, Nancy Felipe; Pirlott, Angela (November 2006). "Gender-based violence: concepts, methods, and findings". Annals of the New York Academy of Sciences. Taylor and Francis and Oxfam. 1087 (Violence and Exploitation Against Women and Girls): 178–205. Bibcode:2006NYASA1087..178R. doi:10.1196/annals.1385.024. PMID 17189506. 
  2. ^ Sexual and Gender-based Violence (WHO)
  3. ^ Citations:
  4. ^ "Details of Treaty No.210: Council of Europe Convention on preventing and combating violence against women and domestic violence". Council of Europe. Diakses tanggal 3 April 2016. 
  5. ^ Richters, J.M. Annemiek (1994). Women, culture and violence: a development, health and human rights issue. Leiden, The Netherlands: Women and Autonomy Centre (VENA), Leiden University. ISBN 9789072631374. OCLC 905570045. 
  6. ^ "General recommendations made by the Committee on the Elimination of Discrimination against Women". www.un.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 May 2015. Diakses tanggal 2015-05-08.  , General Recommendations 12 and 19
  7. ^ "Vienna Declaration and Programme of Action". UN General Assembly. 12 July 1993. Diakses tanggal 3 April 2016. , paragraph 18
  8. ^ "What We Do: Ending Violence against Women: Global Norms and Standards". UN Women. Diakses tanggal 3 April 2016. 
  9. ^ "Inter-American Convention on the Prevention, Punishment And Eradication of Violence Against Women "Convention of Belem Do Para"". Organization of American States. Diakses tanggal 3 April 2016. 
  10. ^ "Protocol to the African Charter on Human and Peoples' Rights on the Rights of Women in Africa" (PDF). African Commission on Human and Peoples' Rights. Diakses tanggal 3 April 2016. 
  11. ^ a b Krantz, Gunilla; Garcia-Moreno, Claudia (October 2005). "Violence against women". Journal of Epidemiology and Community Health. BMJ Group. 59 (10): 818–821. doi:10.1136/jech.2004.022756. JSTOR 25570854. PMC 1732916alt=Dapat diakses gratis. PMID 16166351. 
  12. ^ Sen, Purna (November 1998). "Development practice and violence against women". Gender & Development. Taylor and Francis and Oxfam. 6 (3): 7–16. doi:10.1080/741922827. JSTOR 4030497. PMID 12294415. 
  13. ^ "What is gender-based violence?". European Institute for Gender Equality (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-20. 
  14. ^ "A/RES/48/104 - Declaration on the Elimination of Violence against Women - UN Documents: Gathering a body of global agreements". www.un-documents.net. Diakses tanggal 2022-03-20. 
  15. ^ "Recommendations of the Committee of Ministers to member states on the protection of women against violence". Council of Europe Committee of Ministers. 30 April 2002. Diakses tanggal 3 April 2016. 
  16. ^ a b Ertürk, Yakin (2009). "Towards a post-patriarchal gender order: confronting the universality and the particularity of violence against women". Sociologisk Forskning. Sveriges Sociologförbund [Swedish Sociological Association]. 46 (4): 61–70. JSTOR 20853687. 
  17. ^ Visaria, Leela (13 May 2000). "Violence against women: a field study". Economic and Political Weekly. Sameeksha Trust, Mumbai, India. 35 (20): 1742–1751. JSTOR 4409296. 
  18. ^ Michau, Lori (March 2007). "Approaching old problems in new ways: community mobilisation as a primary prevention strategy to combat violence against women". Gender & Development. Taylor and Francis and Oxfam. 15 (1): 95–109. doi:10.1080/13552070601179144. JSTOR 20461184. 
  19. ^ Prügl, Elisabeth (Director) (25 November 2013). Violence Against Women. Gender and International Affairs Class 2013. Lecture conducted from The Graduate Institute of International and Development Studies (IHEID). Geneva, Switzerland. 
  20. ^ CEDAW Committee (1992). "General recommendation No. 19: Violence against women" (PDF). ohchr.org. Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights. Diakses tanggal 10 March 2021. 
  21. ^ "A/RES/48/104 – Declaration on the Elimination of Violence against Women – UN Documents: Gathering a body of global agreements". un-documents.net. 20 December 1993. Diakses tanggal 11 March 2021. 
  22. ^ "Inter-American Convention on the Prevention, Punishment, and Eradication of Violence against Women (Convention of Belém do Pará)" (PDF). oas.org. Organization of American States. 9 June 1994. Diakses tanggal 11 March 2021. 
  23. ^ "Maputo Protocol". Wikisource. African Union. 11 July 2003. Diakses tanggal 11 March 2021. 
  24. ^ "Council of Europe Convention on preventing and combating violence against women and domestic violence". coe.int. Council of Europe. 11 May 2021. Diakses tanggal 11 March 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]