Pria trans

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Seorang pria trans (atau laki-laki trans, trans pria) adalah seorang pria yang ditunjuk sebagai perempuan saat lahir. Istilah pria transgender tidak selamanya dapat diterapkan pula bagi pria transseksual meskipun terkadang kedua istilah tersebut digunakan seperti itu. Transgender merupakan sebuah kata umum yang mencakup berbagai jenis dari variasi gender masyarakat, termasuk orang transseksual. Banyak dari pria trans memilih untuk menjalani transisi medis untuk mengubah penampilannya agar selaras dengan identitas gendernya atau untuk mengatasi disforia gendernya.[1]

Meskipun kebanyakan sumber literatur menunjukkan bahwa mayoritas dari pria trans mengidentifikasi dirinya beorientasi seks heteroseksual[2][3] pria trans, seperti pria lainnya, dapat memiliki orientasi seksual lainnya termasuk homoseksual dan biseksual.

Istilah[sunting | sunting sumber]

Thomas Beatie di Stockholm Pride 2011, yang dikenal sebagai pria trans yang melahirkan tiga anak.
Lucas Silveira, vokalis/gitaris dari band The Cliks.

Istilah pria trans digunakan sebagai kependekan baik dari istilah pria transgender atau pria transseksual[4] yang mencakup individu yang terkadang juga disebut trans perempuan ke laki-laki (bahasa Inggris: female-to-male, FTM, atau F2M).[5] Istilah pria transgender itu sendiri merupakan istilah umum yang mencakup siapapun individu yang ditunjuk perempuan saat lahir namun mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai laki-laki.[6] Sebagai contoh, beberapa orang androgini, bigender, dan genderqueer bisa saja mengidentifikasi diri mereka sebagai transgender.[4] Oleh karena istilah transgender merupakan kata umum, penggunaannya belum tentu tepat dalam mendeskripsikan identitas dan pengalaman spesifik dari setiap orang.[7] Transmaskulin (bahasa Inggris: Transmasculine) merupakan istilah yang lebih luas bagi individu-individu yang mengidentifikasi identitasnya lebih condong ke sisi maskulin (atau laki-laki) pada spektrum gender.[8]

Prevalensi, identitas, dan hubungan sosial[sunting | sunting sumber]

Rasio antara jumlah pria trans terhadap populasi penduduk umum tidak begitu pasti. Di Amerika Serikat, beberapa perkiraan menyebut nilai antara 1 dari 2.000 hingga 1 dari 100.000 orang.[9][10] Sebuah penelitian dari Badan Sensus Amerika Serikat pada tahun 2015 menyebutkan bahwa terdapat sekitar 58.000 perubahan nama pada rekaman data sensus yang ditafsirkan sebagai perubahan nama dari perempuan ke laki-laki meskipun hanya sekitar 7.500 di antaranya yang juga mengubah penanda jenis kelamin.[11]

Seorang pria trans dapat memiliki orientasi gay, biseksual, panseksual, poliseksual, aseksual, dan lain-lain.[12] Tingkat ketertarikan seksual terhadap orang dengan gender yang sama (pria trans tertarik terhadap pria dan wanita trans tertarik terhadap wanita) pada pria trans lebih sedikit dibandingkan dengan pada wanita trans—kebanyakan pria trans adalah heteroseksual.[2][3]

Pria trans juga umum untuk berada dalam masyarakat lesbian atau untuk merasa lebih baik di dalam masyarakat lesbian. Beberapa pria trans juga mengidentifikasi dirinya sebagai lesbian (seringkali sebagai lesiban butch) sebelum menyadari bahwa mereka itu transgender.[2][3][13]

Pria trans lebih sulit dalam menyesuaikan diri di dalam masyarakat laki-laki gay dengan pandangan masyarakat gay umum yang lebih berfokus pada fisik dan orang cisgender. Karena itupun, pria trans yang berorientasi gay lebih cenderung memiliki pasangan dengan pria trans yang gay lainnya daripada dengan pria cisgender gay.[3][14]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Bariola, E.; Lyons, A.; Leonard, W.; Pitts, M.; Badcock, P.; Couch, M. (2015). "Demographic and Psychosocial Factors Associated With Psychological Distress and Resilience Among Transgender Individuals". American Journal of Public Health. 105 (10): 2108–2116. doi:10.2105/AJPH.2015.302763. 
  2. ^ a b c Shankle, M. (2013). The Handbook of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender Public Health: A Practitioner's Guide to Service. Routledge. hlm. 175. ISBN 1136573550. Diakses tanggal 10 Januari 2016. 
  3. ^ a b c d Binik, Y. M.; Hall, K. S. K. (2014). Principles and Practice of Sex Therapy, Fifth Edition. Guilford Publications. hlm. 252. ISBN 1462513891. Diakses tanggal 10 Januari 2016. 
  4. ^ a b APA. "what are Answers to Your Questions About Transgender Individuals and Gender Identity". Diakses tanggal 26 Januari 2015. 
  5. ^ Swann, W. B. Jr.; Gómez, Á.; Vázquez, A.; Guillamón, A.; Segovia, S.; Carrillo, B. "Fusion With The Cross-Gender Group Predicts Genital Sex Reassignment Surgery". Archives of Sexual Behavior. 44 (5): 1313–1318. doi:10.1007/s10508-014-0470-4. 
  6. ^ Carabez, R.; Pellegrini, M.; Mankovitz, A.; Eliason, M; Scott, M. "Does your organization use gender inclusive forms? Nurses' confusion about trans* terminology". Journal of Clinical Nursing. 24 (21-22): 3306–3317. doi:10.1111/jocn.12942. 
  7. ^ "Hudson's Guide: FTM Basics: Terminology". Ftmguide.org. Diakses tanggal 22 Februari 2015. 
  8. ^ MacDonald, T.; Noel-Weiss, J.; West, D.; Walks, M.; Biener, M. L.; Kibbe, A.; Myler, E. "Transmasculine individuals' experiences with lactation, chestfeeding, and gender identity: a qualitative study". BMC Pregnancy and Childbirth. 16 (1): 1–17. doi:10.1186/s12884-016-0907-y. PMC 4867534alt=Dapat diakses gratis. PMID 27183978. 
  9. ^ "Estimating the Prevalence of Transsexualism". Diakses tanggal 22 Februari 2015. 
  10. ^ Herman, J. (11 Mei 2005). "There are more of us than you think". Advocate.com. Diakses tanggal 22 Mei 2015. 
  11. ^ Harris, B. C. (2015). Likely Transgender Individuals in U.S. Federal Administrative Records and the 2010 Census. U. S. Census Bureau. 
  12. ^ "Sexual Orientation and Gender Identity Definitions | Resources | Human Rights Campaign". Hrc.org. Diakses tanggal 22 Februari 2015. 
  13. ^ George Haggerty, Bonnie Zimmerman (2003). Encyclopedia of Lesbian and Gay Histories and Cultures. Taylor & Francis. hlm. 776. ISBN 1135578702. Diakses tanggal 10 Januari 2016. 
  14. ^ Schilt, K. (2010). Just One of the Guys?: Transgender Men and the Persistence of Gender Inequality. University of Chicago Press. hlm. 153. ISBN 0226738078. Diakses tanggal 10 Januari 2016. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]