Muhammad Yunus Yosfiah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Muhammad Yunus Yosfiah
Danpussenif Yunus Yosfiah.png
Menteri Penerangan Indonesia
Masa jabatan
23 Mei 1998 – 26 Oktober 1999
PresidenBacharuddin Jusuf Habibie
PendahuluAlwi Dahlan
PenggantiJabatan dihapuskan
Informasi pribadi
Lahir7 Agustus 1944 (umur 75)
Bendera Jepang Rappang, Sulawesi Selatan, Masa Pendudukan Jepang
Partai politikLogo Gerindra.svg Partai Gerindra[1]
PasanganHj. Antonia Ricardo
AnakEric Akbar Ricardo Yunus
Erica
Melissa
Pierre Akbar
Alma materAkademi Militer Nasional (1965)
PekerjaanTentara
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
Masa dinas1965–1999
PangkatPdu letjendtni staf.png Letnan Jenderal TNI
SatuanInfanteri
KomandoKopassus
Pertempuran/perangOperasi Seroja

Letjen TNI (Purn.) Muhammad Yunus Yosfiah (lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 7 Agustus 1944; umur 75 tahun)[2] adalah salah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan yang terakhir pada masa pemerintahan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Ia adalah lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1965. Jabatan tersebut, beserta Departemen Penerangan yang dibawahinya, kemudian dihapuskan oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Pada bulan Maret 2007, petugas penyidik sebab kematian di Australia mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Yosfiah atas kematian lima wartawan di Timor Timur pada tahun 1975.[3] Saat itu Yosfiah diduga memimpin sebuah penyerangan ke Balibo. Namun, Pemerintah Indonesia menolak permintaan itu karena Australia tidak memiliki yurisdiksi untuk mengadili warganegara Indonesia dan menganggap kasus tersebut telah ditutup.[4] Kasus itu dikenal dengan nama Balibo Five.

Aksi di Timor Timur[sunting | sunting sumber]

Balibo Five[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1975, seorang Kapten memimpin unit pasukan khusus Indonesia ke Balibo, Timor Timur, dituduh bahwa Yosfiah menembaki wartawan Australia yang mencoba untuk menyerah, dan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan hal yang sama.[5] Setelah dibunuh, beberapa tubuh wartawan dipakaikan seragam tentara Portugis dan difoto dengan senapan mesin seolah-olah mereka telah tewas terbunuh karena berperang melawan pasukan Indonesia.

Pada bulan Februari 2007 Mark Tedeschi QC, penasihat pembantu koroner pada pemeriksaan kematian salah satu wartawan yang tewas, Brian Peters, mengatakan Yosfiah tidak menanggapi undangan untuk tampil pada pemeriksaan. Deputi Koroner New South Wales, Dorelle Pinch dalam temuannya menemukan bahwa: "Brian Raymond Peters, beserta rekan wartawannya Gary James Cunningham, Malcolm Rennie Harvie, Gregory John Shackleton dan Anthony John Stewart, yang dikenal sebagai Balibo Five, meninggal di Balibo, Timor Leste pada 16 Oktober 1975 akibat luka yang diderita ketika mereka ditembak dan/atau ditusuk dengan sengaja, dan tidak berada dalam panasnya pertempuran, oleh anggota Pasukan Khusus Indonesia, termasuk oleh Christoforus da Silva dan Kapten Yunus Yosfiah atas perintah Kapten Yosfiah.[6][7] Tujuannya, untuk mencegah mereka mengekspos bahwa Pasukan Khusus Indonesia telah berpartisipasi dalam serangan di Balibo."[8] Namun Yosfiah membantah tuduhan itu. Dia menyatakan tidak pernah bertemu dengan kelima wartawan asing tersebut selama bertugas di Balibo.[6]

Beberapa saksi, termasuk mantan pasukan Timor yang mendukung invasi Indonesia (UDT dan Apodeti) mengidentifikasi Yosfiah sebagai partisipan kunci dalam pembunuhan wartawan. Sebagai konsekuensi Dorelle Pinch mengeluarkan laporan pada 16 November 2007 yang menyimpulkan bahwa Yosfiah telah berpartisipasi dalam kejahatan perang, dia terlibat dalam pembunuhan dan mesti dihukum sesuai dengan konvensi Jenewa yang mana Indonesia adalah salah satu penandatangannya.[9]

Nicolau dos Reis Lobato[sunting | sunting sumber]

Dia juga diduga[10] telah membunuh Nicolau dos Reis Lobato, pemimpin Fretilin pada tahun 1978.

Menteri Penerangan[sunting | sunting sumber]

Yosfiah menjabat sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet Reformasi Pembangunan pada era Presiden Habibie tahun 1998 sampai 1999. Tindakannya dalam menghilangkan pembatasan terhadap media dan bentuk komunikasi lainnya, antara lain seperti penghapusan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) dan menjamin kebebasan pers,[11] telah digambarkan sebagai, "salah satu terobosan besar pemerintahan Habibie".[12]

Dugaan pendanaan milisi Timor Timur[sunting | sunting sumber]

Yosfiah diduga pada tahun 1999 terlibat dalam penyaluran uang pemerintah Indonesia untuk kelompok-kelompok milisi Timor Timur sebelum referendum kemerdekaan Timor Timur yang berakhir dengan terjadinya pertumpahan darah.[2][13]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Yosfiah pernah menjadi Ketua Fraksi ABRI di MPR pada 1997. Ia pensiun dari TNI pada tahun 1999.[14] Pada 2002 Yosfiah menjadi anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP).[15] Yosfiah juga adalah Sekretaris Jenderal PPP dari bulan Desember 2003 hingga tahun 2007.[11] Pada bulan Februari 2007 Yosfiah ikut dalam pemilihan Ketua Umum PPP, tetapi ia gagal.[16] Terakhir, ia menjadi anggota DPR dari PPP periode 2004-2009 dan duduk di Komisi XI.

Jabatan militer[sunting | sunting sumber]

Kolonel
  • Asisten Operasi Kepala Staf Komando ABRI XVI
  • Komandan Resort Militer 164 Wiradharma, Dili, Timor Timur
Brigadir Jenderal
  • Direktur Peningkatan Pembangunan dan Pendidikan Akademi Militer
  • Kepala Staf Daerah Militer VI/Tanjungpura
Mayor Jenderal
Letnan Jenderal
  • Kepala Staf Sosial Politik ABRI

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "SK Kepengurusan Partai Gerindra untuk Pemilu 2019" (PDF). Komisi Pemilihan Umum. Diakses tanggal 1 Agustus 2018. 
  2. ^ a b Yale University Genocide Studies Program
  3. ^ Indonesian MP laughs off Aussie arrest order
  4. ^ Pemerintah Membela Yunus Yosfiah Rakyat Merdeka, 3 Maret 2007
  5. ^ Hamish McDonald, Sydney Morning Herald Journos' bodies 'dressed as soldiers'. February 5, 2007
  6. ^ a b Yunus Yosfiah Dituduh Terlibat "Balibo Five" Suara Merdeka, 2 Maret 2007, diakses 11 Agustus 2014
  7. ^ Balibo Five Sengaja Dibunuh TNI Detik.com, 16 November 20007
  8. ^ Inquest into the Death of Brian Raymond Peters
  9. ^ Coroner urged to refer Balibo 5 case to DPP
  10. ^ GlobalSecurity KASSPSPOL - Sociopolitical Affairs Section.
  11. ^ a b Letjend (Purn) Muhammad Yunus Yosfiah: Dari Balibo Five Hingga Sekjend Partai
  12. ^ The Reform of the Indonesian Armed Forces Journal article by Damien Kingsbury; Contemporary Southeast Asia, Vol. 22, 2000. Lihat di [1]
  13. ^ Mark Davis, Dateline SBS February 16, 2000 [2] Timor Terror Fund
  14. ^ The Jakarta Post 593 senior officers opt to leave military. June 02, 1999
  15. ^ Belasan Perwira TNI Bergabung ke PPP
  16. ^ The Jakarta Post Minister Suryadharma elected PPP chairman. February 07, 2007

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Alwi Dahlan
Menteri Penerangan Indonesia
1998-1999
Jabatan dihapuskan
Jabatan militer
Didahului oleh:
Syamsir Siregar
Pangdam II/Sriwijaya
30 Agustus 1994 - 26 Juni 1995
Diteruskan oleh:
R. Karyono