Kereta rel listrik JR East seri 205

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari JR East seri 205)
Lompat ke: navigasi, cari
KRL JR East seri 205
KRL JR East 205-142F berangkat dari Stasiun Jayakarta menuju Stasiun Jakarta Kota
Beroperasi? Ya
Produsen Kawasaki Heavy Industries, Nippon Sharyo, Hitachi, Ltd., Kinki Sharyo, Tokyu Car Corporation, dan JR East Ōfuna Works
Digantikan oleh JR East E231-500 (Jalur Yamanote)
JR East E233-6000 (Jalur Yokohama)
JR East E233-7000 (Jalur Saikyo)
JR East E233-8000 (Jalur Nambu)
Tahun pembuatan 1984-1994
Tahun dinas JNR (1985-1987)
JR East, JR West (1987-sekarang)
Fuji Kyuko (2012-sekarang)
Kereta Commuter Indonesia (2013-sekarang)
Tahun diafkirkan Mulai 2013 (JR East)
Jumlah sudah diproduksi 1.461 unit
Jumlah beroperasi 557 (JR East)
44 unit (JR West)
15 unit (Fujikyu)
464 unit (KCI)
Jumlah diafkirkan 369 unit (Jepang)
12 unit (Indonesia)
Formasi

2, 3, 4, 6, 8, atau 10 kereta per rangkaian (Jepang)

10 atau 12 kereta per rangkaian (Indonesia)
Nomor armada HaE 1 - HaE 32 (Saikyo Line)
KuRa H1 - H28 (Yokohama Line)
NaHa 2 - 15, 34 - 50 (Nambu Line)
Operator JNR (1985-1987)
JR East
JR West
Fuji Kyuko
PT KAI Commuter Jabodetabek
Dipo

Jepang:

  • Miyagino
  • Nakahara
  • Keiyō
  • Kawagoe
  • Kōzu
  • Kamakura
  • Hineno
  • Miyahara

Indonesia:

  • Bukit Duri
  • Bogor
Jalur Saikyō Line, Keiyo Line, Musashino Line, Yokohama Line, Nambu Line, Tsurumi Line, Senseki Line, Nikko Line, Sagami Line, Tokaido Main Line, Sanyo Main Line, Hanwa Line, Utsunomiya Line, Kawagoe Line, Yamanote Line, Hachikō Line, Fujikyū Line sebagai Fuji Kyukō 6000 Series, KRL Commuter Line
Data teknis
Bodi gerbong Stainless Steel
Panjang gerbong 20.000 mm
Lebar 2.800 mm
Tinggi 4.086 - 4.140 mm
Pintu 4 pintu dan 6 pintu di setiap sisi
Kecepatan maksimum 100–110 km/jam
Berat 29,9-34,1 ton (unit MC)
24,9 ton (unit TC)
Percepatan 3,5 km/h/s
Perlambatan 3,5 km/h/s (normal)
4,7 km/h/s (darurat)
Sistem traksi Resistor Control + Field System Superimposed Field Excitation Control (CS57)
Motor traksi: MT-61
VVVF-IGBT (JR 205-5000)
Motor traksi: MT-74
Daya mesin 120 kW per motor
Transmisi Motor Generator (MG)
Tipe: DM-106
Pasokan tenaga Listrik Aliran Atas (LAA)
Pemanas kereta AU75G/AU75M
Sistem listrik 1.500 V DC
Metode pengambilan arus

Pantograf
Tipe: PS-21 (Diamond Shape Pantograf)

PS-33 (Single Arm Pantograf)
Bogie DT-50, TR-235 (205-0) & TR241B (TC 6 pintu) dengan pegas udara
Rem kereta Regenerative Brake, Electronically Controlled Pneumatic Brakes
Sistem keselamatan ATS-SN, ATS-SW, ATS-P, ATS-Ps, ATC-6, D-ATC, Deadman Pedal
Alat perangkai Shibata Coupling
Lebar sepur 1.067 mm (3 ft 6 in)

Kereta rel listrik JR East seri 205 (国鉄205系電車 Kokutetsu 205-kei densha?) adalah KRL yang diperkenalkan tahun 1985 oleh Japanese National Railway (JNR) dan pasca privatisasi, KRL JR 205 ini dioperasikan oleh East Japan Railway Company dan West Japan Railway Company. KRL ini beroperasi di berbagai jalur yang ada di Jepang dan kini beroperasi di lintas Commuter Jabodetabek.

KRL seri 205 pertama kali didatangkan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek pada bulan November 2013 dari jalur Saikyo, secara bertahap sampai bulan Maret-April 2014 dengan jumlah total 180 unit yang dibagi ke dalam 18 rangkaian formasi 10 kereta. Dari 180 unit, 32 unit di antaranya merupakan unit kereta dengan 6 pasang pintu per sisi yang menjadi fitur khusus pada 16 dari 18 rangkaian yang ada. 2 dari 18 rangkaian merupakan rangkaian yang keseluruhannya menggunakan kereta dengan 4 pasang pintu per sisi.[1] Mulai bulan Mei 2014, sebanyak 176 unit yang dibagi ke dalam 22 rangkaian formasi 8 kereta dari jalur Yokohama secara bertahap dikirim ke Jakarta hingga akhir 2014. Dari 176 unit, 21 unit di antaranya merupakan unit kereta dengan 6 pintu per sisi yang menjadi fitur khusus pada 21 dari 22 rangkaian yang ada. 1 rangkaian merupakan rangkaian yang keseluruhannya menggunakan kereta dengan 4 pasang pintu per sisi.[2] Mulai bulan Juli 2015, sebanyak 120 unit yang dibagi ke dalam 20 rangkaian formasi 6 kereta per rangkaian secara bertahap dikirim ke Jakarta hingga Januari 2016. Seluruh 120 unit kereta merupakan kereta dengan 4 pasang pintu per sisi.[3] Kini, KRL seri 205 merupakan KRL dengan jumlah terbanyak di Jabodetabek, dengan jumlah total 476 unit di mana 464 unit di antaranya beroperasi, sedangkan 12 unit lainnya tidak beroperasi akibat kecelakaan. 464 unit ini kemudian dibagi ke dalam 43 rangkaian, yang terdiri dari 26 rangkaian dengan formasi 10 kereta dan 17 rangkaian dengan formasi 12 kereta.

Sejarah kedatangan KRL JR 205

PT KAI Commuter Jabodetabek sudah mengincar KRL ini sejak tahun 2012, di mana pada saat itu KRL seri 205 yang beroperasi di jalur Keihin-Tohoku mulai dipensiunkan dan digantikan oleh KRL seri E233 yang lebih baru. Namun, karena pada saat yang sama PT KCJ masih mengimpor KRL seri 6000 dari Tokyo Metro, hal ini urung dilakukan. Hingga akhirnya pada tahun 2013, perjanjian kontrak antara PT KCJ dengan JR East pun terjadi untuk memboyong KRL seri 205 yang akan dipensiunkan dari jalur Saikyo sebanyak 180 unit atau 18 rangkaian formasi 10 kereta beserta penyediaan suku cadangnya, dengan waktu kontrak hingga tahun 2019 dan opsi untuk memboyong rangkaian-rangkaian dari jalur lainnya. Harga KRL ini Rp 1 miliar/unit (Rp 10 miliar untuk 10 kereta, Rp 8 miliar untuk 8 kereta). KRL ini ditujukan untuk menggantikan beberapa KRL yang AC-nya sering bermasalah dan akan diperbaiki atau dipensiunkan, memperpanjang formasi rangkaian dari 8 kereta menjadi formasi yang lebih panjang, juga menambah jajaran armada KRL untuk menambah kapasitas angkut. KRL ini juga memiliki AC yang cukup dingin, apabila tidak bermasalah. Saat ini, KRL ini merupakan KRL eks Jepang terbanyak di Indonesia, meskipun bukan yang tercanggih, dengan beberapa fitur khusus yang tidak dimiliki rangkaian jenis lainnya. Keistimewaan KRL seri 205 terdapat pada beberapa rangkaiannya yang memiliki kereta dengan 6 pintu di setiap sisi (12 pintu total), dengan tempat duduk yang lebih sedikit dan dapat dilipat jika diperlukan, sehingga dapat memuat lebih banyak penumpang dan lebih lega di dalam kereta tersebut.

Saat ini, KRL tersebut beroperasi di hampir seluruh lintas Jabodetabek. Total keseluruhan rangkaian KRL ini adalah 60 rangkaian yang terdiri dari 18 rangkaian dengan formasi 10 kereta, 22 rangkaian dengan formasi 8 kereta, dan 20 rangkaian dengan formasi 6 kereta yang digabungkan menjadi 10 rangkaian dengan formasi 12 kereta, dengan jumlah total 476 unit. Total keseluruhannya jauh melampaui rekor KRL terbanyak sebelumnya yaitu KRL Tokyo Metro 6000 (11 rangkaian beroperasi, 2 rangkaian dirucat). Kini, keseluruhan 476 unit ini disusun ke dalam 44 rangkaian yang terdiri dari 26 rangkaian formasi 10 kereta dan 18 rangkaian (1 rangkaian non operasional) formasi 12 kereta. Rangkaian 10 kereta dioperasikan di rute Bogor-Jakarta Kota, Bogor-Angke, Rangkasbitung-Tanah Abang, dan Cikarang-Jakarta Kota. Sedangkan rangkaian 12 kereta beroperasi di rute Bogor-Jakarta Kota dan Bekasi-Jakarta Kota, dan rencananya akan berdinas di jalur Rangkasbitung-Tanah Abang mulai tahun 2018 mendatang.

Debut KRL JR 205 di Indonesia dimulai pada tanggal 6 Februari 2014, yaitu ketika rangkaian eks HaE 15 (kini menjadi BOO 123) dari jalur Saikyo berdinas sebagai kereta luar biasa (KLB) uji angkut penumpang lintas Depok-Jakarta-Bogor-Depok. Untuk KRL JR 205 dari jalur Yokohama memulai debutnya pada bulan September 2014. Sedangkan KRL JR 205 dari jalur Nambu memulai debutnya pada tanggal 10 September 2015 sebagai rangkaian pengganti KRL Feeder relasi Manggarai-Duri.

KRL seri 205 ini juga menjadi KRL yang paling banyak dijadikan eksperimen oleh PT KCJ. Eksperimen-eksperimen yang sudah dilakukan pada KRL seri 205 antara lain pemasangan kamera CCTV dan pemasangan layar LCD pada rangkaian, pemrograman ulang papan penunjuk tujuan LED atau gulungan buta (roller blind) pada seluruh rangkaian untuk menampilkan stasiun-stasiun akhir KRL di wilayah Jabodetabek, dan pengacakan ulang formasi dari 8 kereta menjadi 10 dan 12 kereta serta dari 10 kereta menjadi 12 kereta.

Ciri-ciri Rangkaian dari Masing-masing Jalur Asal[4]

Setiap rangkaian KRL seri 205 dari masing-masing jalur asalnya yang beroperasi di Indonesia dapat dikenali dengan cukup mudah meskipun pada dasarnya memiliki skema pewarnaan yang sama yaitu merah kuning. Hal ini dikarenakan perbedaan waktu tiba dari rangkaian-rangkaian ini di Indonesia. Selain itu, terdapat pula ciri-ciri fisik tertentu yang dapat dengan mudah membedakan masing-masing rangkaian.

Rangkaian dari jalur Saikyo pada umumnya memiliki stiker "Kereta Khusus Wanita" pada setiap kereta 1 dan 10 atau 12, juga memiliki penyangga hewan berwarna merah cerah dengan tiang-tiang penghubung ke bagian bawah kereta yang berwarna hitam. Dari interior, rangkaian jalur Saikyo tidak memiliki sandaran pada setiap ujung-ujung jok penumpang. Selain itu, rangkaian jalur Saikyo (kecuali 205-123F) memiliki 2 kereta 6 pintu generasi awal yang memiliki bogi yang sama seperti pada kereta-kereta lainnya.

Rangkaian dari jalur Yokohama hanya memiliki papan penanda dan tidak memiliki stiker "Kereta Khusus Wanita", juga memiliki penyangga hewan berwarna merah cerah dengan tiang-tiang penghubung yang juga berwarna merah cerah. Dari interior, rangkaian jalur Yokohama memiliki sandaran pada setiap ujung-ujung jok penumpang, dan juga memiliki 1 kereta 6 pintu generasi lanjutan dengan bogi yang berbeda dengan kereta-kereta lainnya. Khusus rangkaian dengan formasi 12 kereta disusun dengan susunan 4+8.

Rangkaian dari jalur Nambu memiliki ciri-ciri interior yang sama dengan rangkaian jalur Yokohama, namun sangat mudah dikenali dari eksterior, karena pada awalnya menggunakan skema warna asli dari Jepang (kecuali 205-18F+205-23F, 205-132F+205-133F). Kini keseluruhannya sudah berganti skema menjadi khas KCJ. Rangkaian dari jalur Nambu juga selalu berjalan dengan formasi 12 kereta dengan susunan 6+6.

Formasi rangkaian

Di Jepang, rangkaian-rangkaian KRL seri 205 yang didatangkan ke Indonesia ini beroperasi dengan formasi 6, 8, atau 10 kereta. Namun di Indonesia, KRL-KRL seri 205 ini susunannya diacak ulang agar dapat dioperasikan dengan formasi 10 atau 12 kereta, sehingga hanya rangkaian dari jalur Saikyo saja yang masih menggunakan formasi aslinya ketika beroperasi di Jepang, sedangkan formasi rangkaian dari jalur Yokohama maupun Nambu hampir keseluruhannya sudah tidak lagi asli.

Rangkaian dari jalur Saikyo

Formasi asli KRL seri 205 dari jalur Saikyo adalah sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 T205 M205 M'204 T205 M205 M'204 Tc'204
Komponen   Cont MG,CP   Cont CP   Cont MG,CP  

Kemudian pada tahun 2004 saat KRL seri 205 di jalur Yamanote disebar ke jalur-jalur lain, 25 rangkaian KRL seri 205 asli jalur Saikyo (HaE 1-25) formasinya diubah menjadi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 M205 M'204 M205 M'204 T'204
(6 pintu)
T'204
(6 pintu)
Tc'204
Komponen   Cont MG,CP Cont CP Cont MG,CP DDC DDC  

Formasi pada rangkaian HaE 26-32 (kecuali HaE 31) mengikuti formasi asli KRL seri 205 Saikyo, sedangkan rangkaian HaE 31 yang kini menjadi BOO 17 mengikuti formasi KRL seri 205 Saikyo yang digunakan sejak tahun 2004.

Di Indonesia, rangkaian HaE 15 dan HaE 32 yang mengalami kecelakaan di Stasiun Juanda pada tahun 2015 disusun ulang menjadi rangkaian BOO 123 dengan formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205-123 M205-335 M'204-335 M205-336 M'204-336 M205-162 M'204-162 T205-124 T'204-104
(6 pintu)
Tc'204-54
Komponen   Cont MG,CP Cont CP Cont MG,CP      

Sedangkan rangkaian HaE 24 yang kemudian menjadi BUD 143 disusun ulang dengan formasi 12 kereta sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Kodefikasi Tc205-143 M205-388 M'204-386 M205-387 M'204-387 M205-277 M'204-277 M205-188 M'204-188 T'204-41
(6 pintu)
T'204-47
(6 pintu)
Tc'204-143
Komponen   Cont MG,CP Cont CP Cont MG,CP Cont MG,CP DDC DDC  
Rangkaian dari jalur Yokohama

Formasi asli KRL seri 205 dari jalur Yokohama adalah sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 T205 M205 M'204 Tc'204
Komponen   Cont MG,CP   Cont MG,CP  

Kemudian pada tahun 1994, satu unit kereta 6 pintu seri 204-100 ditambahkan sehingga formasinya menjadi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 8 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 T205 M205 M'204 T'204
(6 pintu)
Tc'204
Komponen   Cont MG,CP   Cont MG,CP    

Di medio 2000an, rangkaian KuRa H27 dan H28 didatangkan ke jalur Yokohama dari jalur Yamanote dengan formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 8 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205-30 M205-88 M'204-88 T205-59 M205-90 M'204-90 T'204-30
(6 pintu)
Tc'204-30
Komponen   Cont MG,CP   Cont MG,CP DDC  
Kodefikasi Tc205-15 M205-43 M'204-43 T205-29 M205-45 M'204-45 T205-30 Tc'204-15
Komponen   Cont MG,CP   Cont MG,CP    

Di Indonesia, setahun setelah kedatangannya, rangkaian ini mulai diatur ulang menjadi 10 atau 12 kereta, dimulai dari rangkaian KuRa H28 yang kemudian menjadi BOO 15. Formasi rangkaian BOO 15 setelah pengaturan ulang formasi adalah sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205-15 M205-43 M'204-43 T205-29 M205-45 M'204-45 T205-30 M205-187 M'204-187 Tc'204-15
Komponen   Cont MG,CP   Cont MG,CP   Cont MG,CP  

Rangkaian-rangkaian formasi 10 kereta lainnya disusun dengan dua jenis formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 T205 M205 M'204 M205 M'204 T'204
(6 pintu)
Tc'204
Komponen   Cont MG,CP   Cont MG, CP Cont MG,CP    
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 M205 M'204 T205 M205 M'204 T'204
(6 pintu)
Tc'204
Komponen   Cont MG,CP Cont MG, CP   Cont MG,CP    

Sedangkan rangkaian formasi 12 kereta, disusun dengan dua jenis formasi sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 T205 M205 M'204 T'204
(6 pintu)
Tc'204 Tc205 M205 M'204 Tc'204
Komponen   Cont MG,CP   Cont MG,CP       Cont MG,CP  
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 Tc'204 Tc205 M205 M'204 T205 M205 M'204 T'204
(6 pintu)
Tc'204
Komponen   Cont MG,CP     Cont MG,CP   Cont MG,CP    
Rangkaian dari jalur Nambu

Formasi asli KRL seri 205 dari jalur Nambu adalah sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 1 2 3 4 5 6
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 M205 M'204 Tc'204
Komponen   Cont MG,CP Cont MG,CP  

Di Indonesia, rangkaian dioperasikan dengan formasi 12 kereta sebagai berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 M205 M'204 Tc'204 Tc205 M205 M'204 M205 M'204 Tc'204
Komponen   Cont MG,CP Cont MG,CP     Cont MG,CP Cont MG,CP  

Beberapa rangkaian yang mengalami pertukaran kereta motor dengan trailer dari rangkaian Yokohama, formasinya berubah menjadi seperti berikut.

  Susunan rangkaian
Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Kodefikasi Tc205 M205 M'204 M205 M'204 Tc'204 Tc205 T205 T'204 M205 M'204 Tc'204
Komponen   Cont MG,CP Cont MG,CP       DDC (T'204-30)
Kosong (T'204-100)
Cont MG,CP  

Unit T' adalah unit-unit yang memiliki 6 pintu di setiap sisinya dan ruang yang lebih luas untuk penumpang berdiri, sedangkan unit M205 adalah kereta berpantograf jenis PS-21. Di lain pihak, kereta yang datang dari Yokohama dan Nambu menggunakan pantograf single arm jenis PS-33 (kecuali KuRa H7, H24, dan H25).

Daftar rangkaian[5][6]

Rangkaian Asal Jalur Saikyo

  • 205-17F
  • 205-42F
  • 205-89F
  • 205-92F
  • 205-95F
  • 205-99F
  • 205-120F
  • 205-121F
  • 205-122F
  • 205-123F*
  • 205-126F
  • 205-128F
  • 205-137F
  • 205-141F
  • 205-142F
  • 205-143F
  • 205-144F

Rangkaian Asal Jalur Yokohama

  • 205-15F
  • 205-61F
  • 205-62F
  • 205-64F+205-83F
  • 205-67F
  • 205-68F+205-66F
  • 205-69F
  • 205-71F
  • 205-72F
  • 205-73F
  • 205-74F+205-30F
  • 205-75F+205-77F
  • 205-78F
  • 205-79F
  • 205-81F+205-82F
  • 205-84F+205-85F

Rangkaian Asal Jalur Nambu

  • 205-18F+205-23F
  • 205-20F+205-87F
  • 205-22F+205-27F
  • 205-24F+205-25F
  • 205-26F+205-21F
  • 205-28F+205-19F
  • 205-88F+205-86F
  • 205-129F+205-102F
  • 205-132F+205-133F
  • 205-134F+205-131F

Keterangan:

  • Rangkaian 205-123F dan 205-54F disusun ulang sejak kecelakaan di Stasiun Juanda, dengan menggabungkan 8 kereta yang selamat ke dalam 205-123F dan 12 kereta yang rusak ke dalam 205-54F.

Rangkaian KRL seri 205 di Jepang dikelompokkan per jalur dengan kodefikasi "kode dipo - nomor urut rangkaian" yang digunakan untuk mempermudah pencirian rangkaian. Di Indonesia, awalnya kodefikasi tersebut tidak lagi digunakan, karena untuk pencirian rangkaian menggunakan nomor kepala rangkaian. Namun, mulai Februari 2017, pencirian rangkaian seri 205 di Indonesia menggunakan kodefikasi yang hampir sama dengan kodefikasi Jepang.

Dikarenakan tercampurnya kereta-kereta tengah antara rangkaian-rangkaian dari jalur Saikyo, Yokohama, dan Nambu, dan karena ada perbedaan formasi, maka supaya lebih mudah susunan rangkaian dikelompokkan berdasarkan formasinya. Ada 2 jenis panjang formasi, yaitu 10 kereta dan 12 kereta.

Rangkaian Formasi 10 Kereta

Daftar rangkaian formasi 10 kereta
  Susunan rangkaian
Nomor 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
BOO 15 205-15 205-43 204-43 205-29 205-45 204-45 205-30 205-187 204-187 204-15
BOO 17 205-17 205-49 204-49 205-50 204-50 205-51 204-51 204-22 204-23 204-17
BOO 42 205-42 205-124 204-124 205-83 205-125 204-125 205-84 205-126 204-126 204-42
BOO 61 205-61 205-181 204-181 205-121 205-182 204-182 205-192 204-192 204-101 204-61
BOO 62 205-62 205-183 204-183 205-122 205-184 204-184 205-191 204-191 204-102 204-62
BUD 67 205-67 205-210 204-210 205-193 204-193 205-127 205-194 204-194 204-107 204-67
BOO 69 205-69 205-197 204-197 205-129 205-228 204-228 205-198 204-198 204-109 204-69
BOO 71 205-71 205-201 204-201 205-131 205-202 204-202 205-90 204-90 204-111 204-71
BOO 72 205-72 205-88 204-88 205-203 204-203 205-132 205-204 204-204 204-112 204-72
BUD 73 205-73 205-205 204-205 205-209 204-209 205-133 205-206 204-206 204-113 204-73
BUD 78 205-78 205-215 204-215 205-138 205-222 204-222 205-216 204-216 204-118 204-78
BUD 79 205-79 205-217 204-217 205-139 205-221 204-221 205-218 204-218 204-119 204-79
BUD 89 205-89 205-237 204-237 205-238 204-238 205-239 204-239 204-1 204-2 204-89
BUD 92 205-92 205-246 204-246 205-247 204-247 205-248 204-248 204-14 204-34 204-92
BOO 95 205-95 205-255 204-255 205-256 204-256 205-257 204-257 204-38 204-39 204-95
BUD 99 205-99 205-267 204-267 205-268 204-268 205-269 204-269 204-20 204-21 204-99
BOO 120 205-120 205-326 204-326 205-327 204-327 205-328 204-328 204-24 204-25 204-120
BOO 121 205-121 205-329 204-329 205-330 204-330 205-331 204-331 204-26 204-27 204-121
BOO 122 205-122 205-332 204-332 205-333 204-333 205-334 204-334 204-28 204-29 204-122
BOO 123 205-123 205-335 204-335 205-336 204-336 205-162 204-162 205-124 204-104 204-54
BOO 126 205-126 205-344 204-344 205-345 204-345 205-346 204-346 204-11 204-48 204-126
BOO 128 205-128 205-350 204-350 205-351 204-351 205-352 204-352 204-5 204-10 204-128
BUD 137 205-137 205-370 204-370 205-148 205-371 204-371 205-149 205-372 204-372 204-137
BOO 141 205-141 205-380 204-380 205-381 204-381 205-382 204-382 204-37 204-45 204-141
BOO 142 205-142 205-383 204-383 205-384 204-384 205-385 204-385 204-12 204-40 204-142
BOO 144 205-144 205-389 204-389 205-390 204-390 205-391 204-391 204-13 204-49 204-144

Rangkaian Formasi 12 Kereta

Daftar rangkaian formasi 12 kereta
  Susunan rangkaian
Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
BUD 18
+
BUD 23
205-18 205-52 204-52 205-54 204-54 204-18 205-23 205-144 204-124 205-69 204-69 204-23
BUD 20
+
BUD 87
205-20 205-58 204-58 205-60 204-60 204-20 205-87 205-233 204-233 205-234 204-234 204-87
BUD 22
+
BUD 27
205-22 205-64 204-64 205-66 204-66 204-22 205-27 205-79 204-79 205-81 204-81 204-27
BUD 24
+
BUD 25
205-24 205-70 204-70 205-72 204-72 204-24 205-25 205-73 204-73 205-75 204-75 204-25
BUD 26
+
BUD 21
205-26 205-76 204-76 205-78 204-78 204-26 205-21 205-135 204-115 205-63 204-63 204-21
BUD 28
+
BUD 19
205-28 205-82 204-82 205-84 204-84 204-28 205-19 205-141 204-121 205-57 204-57 204-19
BUD 64
+
BUD 83
205-64 205-227 204-227 204-64 205-83 205-225 204-225 205-143 205-226 204-226 204-123 204-83
BUD 68
+
BUD 66
205-68 205-195 204-195 205-128 205-196 204-196 204-108 204-68 205-66 205-361 204-361 204-66
BUD 74
+
BUD 30
205-74 205-207 204-207 205-134 205-208 204-208 204-114 204-74 205-30 205-357 204-357 204-30
BUD 75
+
BUD 77
205-75 205-61 204-61 204-75 205-77 205-213 204-213 205-137 205-214 204-214 204-117 204-77
BUD 81
+
BUD 82
205-81 205-55 204-55 204-81 205-82 205-223 204-223 205-142 205-224 204-224 204-122 204-82
BUD 84
+
BUD 85
205-84 205-67 204-67 204-84 205-85 205-229 204-229 205-145 205-230 204-230 204-125 204-85
BUD 88
+
BUD 86
205-88 205-235 204-235 205-21 204-21 204-88 205-86 205-13 204-13 205-15 204-15 204-86
BUD 129
+
BUD 102
205-129 205-353 204-353 205-354 204-354 204-129 205-102 205-274 204-274 205-275 204-275 204-102
BUD 132
+
BUD 133
205-132 205-359 204-359 205-360 204-360 204-132 205-133 205-126 204-106 205-362 204-362 204-133
BUD 134
+
BUD 131
205-134 205-363 204-363 205-364 204-364 204-134 205-131 205-59 204-30 205-358 204-358 204-131
BUD 143 205-143 205-388 204-386 205-387 204-387 205-277 204-277 205-188 204-188 204-41 204-47 204-143

Insiden

  • Rabu, tanggal 23 September 2015, pukul 15.25 WIB, terjadi kecelakaan yang melibatkan dua KRL seri 205 formasi 10 (rangkaian 205-54F dan 205-123F) di Stasiun Juanda. Kondisi kedua kabin KRL JR 205 (KuHa 204 / 205) tersebut rusak berat. 12 kereta gabungan dari kedua rangkaian KRL tersebut rusak berat, dan hanya 8 kereta yang bisa diselamatkan. 42 orang luka-luka akibat kecelakaan tersebut.[7][8] Kejadian ini mengakibatkan sang masinis KRL 1156, Gustian, terluka parah dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.[9]
  • Minggu, 6 Desember 2015, terjadi kecelakaan yang melibatkan KRL 1528 rangkaian 205-30F dengan bus MetroMini nopol B 7760 FD di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, dekat stasiun Angke, dikarenakan MetroMini menerobos perlintasan sebidang. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa dari penumpang Commuter Line, begitu menurut Eva Chairunnisa, corporate communication PT KCJ.
Lalu lintas yang melewati perlintasan sebidang kemudian dialihkan melalui fly over yang terletak di atas perlintasan sebidang ini.[10] Korban tewas akibat kecelakaan ini berjumlah 18 orang (semuanya penumpang MetroMini).[11] KRL mengalami kerusakan pada sistem kelistrikan yang terletak dibawah kabin masinis, termasuk cowcatcher-nya. Namun, bodi KRL tidak mengalami kerusakan yang berat. KRL pun ditarik ke Balai Yasa Manggarai. Sedangkan MetroMini hancur menjadi beberapa bagian akibat terseret dari perlintasan sampai dengan ujung peron stasiun.
  • Kamis, 14 September 2017, KRL 1340 relasi Jakarta Kota-Bekasi yang menggunakan rangkaian 205-69F mengalami anjlok (keluar jalur) sesaat setelah diberangkatkan dari jalur 9 Stasiun Jakarta Kota. Kereta yang anjlok merupakan kereta dengan nomor urut 7-9 (205-198, 204-198, dan 204-109). Peristiwa ini mengakibatkan perjalanan KRL Bogor-Jakarta Kota hanya sampai Stasiun Manggarai, sedangkan KRL Bekasi-Jakarta Kota sebagian dialihkan melewati Stasiun Pasar Senen. Sedangkan, badan kereta 205-198 dan 204-198 mengalami penyok sehingga harus diperbaiki.[12]

Galeri

Referensi

Pranala luar