Daftar Kaisar Romawi
| Kaisar Kekaisaran Romawi | |
|---|---|
| Bekas Kerajaan | |
| Imperial | |
| Penguasa pertama | Julius Caesar |
| Penguasa terakhir | Theodosius I |
| Kediaman resmi | Roma |
| Pendirian | 59 SM atau 49 SM |
| Pembubaran | 395 M |
| Artikel ini adalah bagian dari seri Politik dan Ketatanegaraan Romawi Kuno |
| Zaman |
|
| Konstitusi Romawi |
| Preseden dan Hukum |
|
|
| Sidang-Sidang Rakyat |
| Magistratus |
| Magistratus Luar Biasa |
| Gelar dan Pangkat |
Pengangkatan Julius Caesar sebagai diktator pada 49 SM menjadi titik awal pembentukan Kekaisaran Romawi, meskipun masih disebut Republik Romawi pada saat itu, yang kemudian secara resmi dijadikan Kekaisaran Romawi oleh Octavianus.[butuh rujukan]
Berikut ini adalah daftar kaisar Romawi dari Julius Caesar (59 SM) hingga kaisar tunggal terakhir, Theodosius I (392 – 395), sebelum kekaisaran Romawi pecah menjadi kekaisaran Romawi Barat dan kekaisaran Romawi Timur:
Catatan: Tahun yang tertulis adalah tahun jabatan (bukan tahun kelahiran – kematian)
Principatus
[sunting | sunting sumber]Pencetus dan pendiri Kekaisaran Romawi (49 SM – 14 M)
[sunting | sunting sumber]- Julius Caesar konsul (59 SM), diktator (49 – 44 SM)
- Triumvirat: Octavianus, Marcus Antonius, Marcus Lepidus (44 – 27 SM)
- Octavianus (Augustus), (27 SM – 14 M)
Dinasti Yulius-Claudius (14 – 69)
[sunting | sunting sumber]Tahun Empat Kaisar (68 – 69)
[sunting | sunting sumber]- Galba (68-69)
- Otho (69)
- Vitellius (69)
- Vespasianus (69 – 79)
Dinasti Flavianus (69 – 96)
[sunting | sunting sumber]- Vespasianus (69 – 79)
- Titus (79 – 81)
- Domitianus (81 – 96)
Lima Kaisar Baik (96 – 180)
[sunting | sunting sumber]- Nerva (96 – 98)
- Trajanus (98 – 117)
- Hadrianus (117 – 138)
- Antoninus Pius (138 – 161)
- Marcus Aurelius (161 – 180)
Dinasti Antoninus (180 – 192)
[sunting | sunting sumber]- Commodus (180 – 192)
Dinasti Severanus (193 – 235)
[sunting | sunting sumber]- Pertinax (193)
- Septimius Severus (193 – 211)
- Caracalla (211 – 217)
- Macrinus (217 – 218)
- Elagabalus (218 – 222)
- Alexander Severus (222 – 235)
Krisis pada Abad Ketiga (235 – 284)
[sunting | sunting sumber]uCatatan: Krisis abad ke-3 biasa digunakan untuk menggambarkan sebuah keadaan kacau di Kekaisaran Romawi antara tahun 235 dan 284, yang hampir menyebabkan kehancuran Kekaisaran Romawi. Pada periode ini, Kekaisaran dipimpin oleh kira-kira 25 Kaisar. Periode ini dianggap berakhir setelah Diocletian berkuasa.
Dominatus
[sunting | sunting sumber]Tetrarki (285 – 324)
[sunting | sunting sumber]- Diocletian, membagi Kekaisaran Romawi menjadi dua:
- Diocletian, Augustus Wilayah Timur
- Maximian, Augustus Wilayah Barat
- Galerius, Caesar Wilayah Timur
- Constantius Chlorus, Caesar Wilayah Barat
Konstantinus Agung (324 – 337)
[sunting | sunting sumber]Anak-anak Konstantinus (337 – 361)
[sunting | sunting sumber]- Konstantius II berkuasa di Kekaisaran Romawi Wilayah Timur
- Konstantinus II dan Konstans, berkuasa di Kekaisaran Romawi Wilayah Barat
Catatan: Konstantinus II dan Konstans kemudian tewas, meninggalkan Konstantius II sebagai penguasa tunggal.
Julian dan Jovian (361 – 364)
[sunting | sunting sumber]Dinasti Valentinian (364 – 392)
[sunting | sunting sumber]- Valentinian I berkuasa di Kekaisaran Romawi Wilayah Barat
- Valens berkuasa di Kekaisaran Romawi Wilayah Barat
- Valentinian II dan Gratian
Kaisar Tunggal Terakhir (392 – 395)
[sunting | sunting sumber]- Theodosius I, sebelum akhirnya Kekaisaran Tunggal Romawi dipecah menjadi dua, antara Kekaisaran Romawi Barat yang berpusat di Roma, dengan Kekaisaran Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel.