Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandara Sam Ratulangi)
Lompat ke: navigasi, cari
Sam Ratulangi International Airport
Sam Ratulangi Airport Logo.png
Sam ratulangi international airport.jpg
IATA: MDC · ICAO: WAMM
Informasi
Jenis bandara Public
Pemilik/Pengelola '
Pengelola {{{pengelola}}}
Melayani Manado, Sulawesi Utara
Lokasi Manado, Sulawesi Utara
Penghubung untuk Lion air,Wings air
Ketinggian MDPL 81 m (266 ft)
Koordinat 01°32′57″LU 124°55′35″BT / 1,54917°LU 124,92639°BT / 1.54917; 124.92639Koordinat: 01°32′57″LU 124°55′35″BT / 1,54917°LU 124,92639°BT / 1.54917; 124.92639
Situs web samratulangi-airport.com
Peta
MDC berlokasi di Sulawesi
MDC
MDC
Lokasi Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi
Landas pacu
Arah Panjang Permukaan
m ft
18/36 2.650 8.693 Aspal
Menteri presiden Negara Indonesia Timur Ide Anak Agung Gde Agung disambut di lapangan terbang Mapanget tahun 1948

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi adalah sebuah bandar udara yang terletak di kecamatan Mapanget kira-kira 30 menit dari arah pusat Kota Manado, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Bandara udara ini selesai dipugar pada tahun 2001. Kawasan yang asri dan hijau menghiasi daerah sekitar Bandara Udara Internasional Sam Ratulangi. Bandara ini dinamai sesuai nama Dr. Gerungan Saul Samuel Yacob Ratulangi, pahlawan nasional Indonesia asal Sulawesi Utara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara Sam Ratulangi pada awalnya dibangun oleh Jepang pada tahun 1942 dengan panjang landasan 700 meter dan lebar 23 Meter serta diberi nama Lapangan Udara Mapanget. Kemudian ketika terjadi pergolakan Pergerakan Rakyat Semesta (PERMESTA), pasukan Tentara Pusat menamakan bandara ini sebagai Lapangan Udara Tugima untuk mengenang seorang tentara mereka Sersan Mayor Tugiman yang wafat ketika pertempuran terjadi di Mapanget.

Kemudian bandara ini kembali dinamakan Lapangan Udara Mapanget karena keberadaannya kala itu di Wanua Mapanget, Onderdistik Tatelu. Seiring perjalanan waktu, terjadi lagi perubahan penyebutan bandara ini menjadi Lapangan Udara A. A. Maramis, yang sekaligus digunakan sebagai nama jalan raya dari arah Manado ke bandara. Akhirnya, untuk mengenang Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara yaitu Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, bandara ini oleh pemerintah dinamakan Lapangan Udara Sam Ratulangi yang kemudian dikenal hingga saat ini sebagai Bandar Udara Sam Ratulangi Manado.

Pada tahun 1994 Bandar Udara Sam Ratulangi Manado menjadi Bandar udara Internasional kelas 1B. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa penerbangan, sehingga landasan diperluas dengan panjang 2.650 meter dan lebar 45 meter. Dengan perluasan landasan ini, maka Bandar Udara Sam Ratulangi Manado mampu menampung jenis pesawat A300, A320 dan DC10

Sebagai upaya pemerintah untuk mengembangkan Bandar Udara maka pada tahun 1990 Bandar Udara Sam Ratulangi dikelola oleh PT. Angkasa Pura 1 (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan tujuan untuk membangun perekonomian, menyediakan fasilitas penerbangan dalam memperlancar transportasi udara. Dalam usaha mengantisipasi kebutuhan masnyarakat akan transportasi udara, sehingga dilakukan pengembangan Bandar Udara Sam Ratulangi dengan membangun fasilitas Bandar Udara yang dilaksanakan oleh  proyek pembangunan Fasilitas Bandar Udara dan Keselamatan Penerbangan (FBUKP) dan dioperasikan sejak akhir tahun 2000. Kemudian dilaksanakan serah-terima secara operasional dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara kepada PT.Angkasa Pura 1 (Persero) pada tanggal 18 Desember 2003.

Maskapai dan Tujuan[sunting | sunting sumber]

Maskapai Tujuan Terminal
Batik Air Jakarta-Halim Perdanakusuma, Jakarta-Soekarno-Hatta, Makassar Domestik
Cebgo Charter: Manila Internasional
Citilink Jakarta-Soekarno-Hatta, Makassar, Surabaya Domestik
Citilink Charter: Chengdu, Hong Kong Internasional
XpressAir Luwuk, Melangguane, Sorong Domestik
Garuda Indonesia Balikpapan, Denpasar/Bali, Jakarta–Soekarno-Hatta, Makassar, Sorong, Surabaya, Ternate Domestik
Lion Air Balikpapan, Bandung, Denpasar/Bali, Jakarta–Soekarno-Hatta, Makassar, Surabaya Domestik
Lion Air Charter: Changsha, Chengdu, Chongqing, Guangzhou, Hong Kong, Macau, Shanghai-Pudong, Shenzhen, Wuhan Internasional
Malindo Air Kuala Lumpur Internasional
NAM Air Ambon, Gorontalo, Palu, Sorong Domestic
SilkAir Singapura Internasional
Sriwijaya Air Ternate Domestik
Sriwijaya Air Charter: Davao, Guangzhou Internasional
Wings Air Galela, Gorontalo, Luwuk, Melangguane, Morortai, Palu, Sorong, Tahuna, Ternate, Tobelo-Kao Domestik

Status[sunting | sunting sumber]

Tahun Domestik Internasional
Pergerakan
Penumpang
Kargo
Per Ton
Pergerakan
Pesawat
Pergerakan
Penumpang
Kargo
Per Ton
Pergerakan
Pesawat
2005 1,037,961 7,923,948 15,288 39,678 331,394 545
2006 1,065,691 9,150,055 14,112 44,043 403,650 599
2007 1,070,471 9,529,574 13,126 46,833 326,921 652
2008 1,110,634 9,776,389 13,393 52,483 245,688 678
2009 1,233,513 9,905,420 14,002 75,985 459,530 841

Sumber : Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi Sulawesi Utara (Indonesia)

Transportasi Darat[sunting | sunting sumber]

Taksi[sunting | sunting sumber]

Biasanya taksi ada sampai penerbangan terakhir. dan Perusahaan penyedia Jasa Taksi Yakni : - BlueBird Taxi - Trust TAXI - Celebrity Taxi - Kokapura Taxi - Dian TAXI - Langowan TAXI

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. http://samratulangi-airport.com/sejarah

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]