Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandar Udara Sam Ratulangi)
Jump to navigation Jump to search
Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi
Sam Ratulangi International Airport
Samratulangilogo.png
Sam ratulangi international airport.jpg
IATA: MDC · ICAO: WAMM
WMO: 97014
Informasi
Jenis bandara Publik
Pemilik Pemerintah Indonesia
Pengelola PT Angkasa Pura I
Melayani Manado
Lokasi Manado, Sulawesi Utara, Indonesia
Penghubung untuk
Kota fokus untuk
  • Citilink
  • Garuda Indonesia
  • Ketinggian MDPL 81 m (266 ft)
    Koordinat 1°32′57″N 124°55′35″E / 1.54917°N 124.92639°E / 1.54917; 124.92639Koordinat: 1°32′57″N 124°55′35″E / 1.54917°N 124.92639°E / 1.54917; 124.92639
    Situs web www.samratulangi-airport.com
    Petas
    Sulawesi daerah di Indonesia
    Sulawesi daerah di Indonesia
    MDC is located in Manado
    MDC
    MDC
    MDC is located in Sulawesi
    MDC
    MDC
    MDC is located in Indonesia
    MDC
    MDC
    MDC is located in Southeast Asia
    MDC
    MDC
    Lokasi di Manado, Sulawesi, Indonesia dan Asia Tenggara
    Landas pacu
    Arah Panjang Permukaan
    m ft
    18/36 2.650 8.934 Aspal
    Statistik (2017)
    Penumpang 3.671.997
    Pegerakan Pesawat 18,660
    Kargo 13,443,877


    Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi (bahasa Inggris: Sam Ratulangi International Airport) (IATA: MDCICAO: WAMM), merupakan sebuah bandar udara yang terletak di Sulawesi Utara, 13 kilometer (8.1 mil) timur laut dari kota Manado. Bandar udara ini diberi nama sesuai dengan nama tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, Sam Ratulangi, yang sekaligus merupakan gubernur Sulawesi yang pertama. Bandara ini merupakan pusat dari Lion Air dan Wings Air untuk bagian timur laut Indonesia dan merupakan salah satu kota fokus Garuda Indonesia dan Citilink.

    Sejarah[sunting | sunting sumber]

    Sejarah awal[sunting | sunting sumber]

    Menteri presiden Negara Indonesia Timur Ide Anak Agung Gde Agung disambut di lapangan terbang Mapanget tahun 1948

    Bandara Sam Ratulangi pada awalnya dibangun oleh tentara Jepang pada tahun 1942 dengan panjang landasan 700 meter dan lebar 23 meter. Bandara ini awalnya dinamai sebagai Lapangan Udara Mapanget karena keberadaannya kala itu di Mapanget. Kemudian ketika terjadi pergolakan Permesta, pasukan Tentara Pusat menamakan bandara ini sebagai Lapangan Udara Tugiman untuk mengenang seorang tentara Sersan Mayor Tugiman yang wafat ketika pertempuran terjadi di Mapanget.

    Bandara ini kemudian kembali dinamakan Lapangan Udara Mapanget. Seiring perjalanan waktu, terjadi lagi perubahan penyebutan bandara ini menjadi Lapangan Udara A. A. Maramis, yang sekaligus digunakan sebagai nama jalan raya dari arah Manado ke bandara. Akhirnya, untuk mengenang Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara yaitu Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, bandara ini oleh pemerintah dinamakan Lapangan Udara Sam Ratulangi yang kemudian dikenal hingga sekarang sebagai Bandar Udara Sam Ratulangi.

    Perluasan bandara[sunting | sunting sumber]

    Pada tahun 1994, Bandar Udara Sam Ratulangi menjadi Bandar udara internasional dengan kelas 1B. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa penerbangan, sehingga landasan diperluas dengan panjang 2.650 meter dan lebar 45 meter. Dengan perluasan landasan ini, maka Bandar Udara Sam Ratulangi mampu menampung jenis pesawat Airbus A300, A320 dan McDonnell Douglas DC-10.

    Sebagai upaya pemerintah untuk mengembangkan Bandar Udara, maka pada tahun 1990 Bandar Udara Sam Ratulangi dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan tujuan untuk membangun perekonomian, menyediakan fasilitas penerbangan dalam memperlancar transportasi udara. Dalam usaha mengantisipasi kebutuhan masnyarakat akan transportasi udara, sehingga dilakukan pengembangan Bandar Udara Sam Ratulangi dengan membangun fasilitas Bandar Udara yang dilaksanakan oleh proyek pembangunan Fasilitas Bandar Udara dan Keselamatan Penerbangan (FBUKP) dan dioperasikan sejak akhir tahun 2000. Kemudian dilaksanakan serah-terima secara operasional dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara kepada PT. Angkasa Pura I (Persero) pada tanggal 18 Desember 2003.


    Maskapai dan Tujuan[sunting | sunting sumber]

    MaskapaiTujuan
    Airfast Indonesia Timika
    Charter: Ambon
    Batik Air Jakarta—Soekarno—Hatta
    Citilink Jakarta–Soekarno–Hatta, Makassar, Surabaya
    Charter: Fuzhou, Nanjing
    Garuda Indonesia Jakarta–Soekarno–Hatta
    Garuda Indonesia
    dioperasikan oleh Explore Jet
    Makassar, Ternate
    Lion Air Balikpapan, Changsha, Guangzhou, Jakarta–Soekarno—Hatta, Makassar, Shanghai—Pudong, Shenzhen, Sorong, Surabaya
    Charter: Changzhou, Chengdu, Chongqing, Koror, Makau, Tianjin, Wuhan, Zhengzhou
    NAM Air Sorong, Ternate
    SilkAir Singapura
    Wings Air Ambon, Galela, Gorontalo, Kao, Luwuk, Melangguane, Miangas, Morortai, Tahuna, Tarakan, Ternate

    Status[sunting | sunting sumber]

    Tahun Domestik Internasional
    Pergerakan
    Penumpang
    Kargo
    Per Ton
    Pergerakan
    Pesawat
    Pergerakan
    Penumpang
    Kargo
    Per Ton
    Pergerakan
    Pesawat
    2005 1,037,961 7,923,948 15,288 39,678 331,394 545
    2006 1,065,691 9,150,055 14,112 44,043 403,650 599
    2007 1,070,471 9,529,574 13,126 46,833 326,921 652
    2008 1,110,634 9,776,389 13,393 52,483 245,688 678
    2009 1,233,513 9,905,420 14,002 75,985 459,530 841

    Sumber : Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi Sulawesi Utara (Indonesia)

    Transportasi Darat[sunting | sunting sumber]

    Taksi[sunting | sunting sumber]

    Biasanya taksi ada sampai penerbangan terakhir. dan Perusahaan penyedia Jasa Taksi Yakni : - BlueBird Taxi - Trust TAXI - Celebrity Taxi - Kokapura Taxi - Dian TAXI - Langowan TAXI

    Referensi[sunting | sunting sumber]

    1. ^ Informasi bandar udara untuk MDC di Great Circle Mapper
    2. ^ Informasi bandara Manado International Airport di situs web Search (for) Travel.
    1. http://samratulangi-airport.com/sejarah

    Lihat pula[sunting | sunting sumber]

    Pranala luar[sunting | sunting sumber]