Al-Irsyad

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Al-Irsyad adalah organisasi Islam nasional. Perhimpunan Al-Irsyad mempunyai sifat khusus, yaitu Perhimpunan yang berakidah Islamiyyah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, di bidang pendidikan, pengajaran, serta social dan dakwah bertingkat nasional.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Jam'iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H). Tanggal itu mengacu pada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah Kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915.

Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah Al-'Alamah Syeikh Ahmad Bin Muhammad Assoorkaty Al-Anshary, seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan. Pada mulanya Syekh Surkati datang ke Indonesia atas permintaan perkumpulan Jami'at Khair -yang mayoritas anggota pengurusnya terdiri dari orang-orang Indonesia keturunan Arab golongan sayyid, dan berdiri pada 1905.

Syekh Ahmad Surkati tiba di Indonesia bersama dua kawannya: Syeikh Muhammad Tayyib al-Maghribi dan Syeikh Muhammad bin Abdulhamid al-Sudani. Di negeri barunya ini, Syeikh Ahmad menyebarkan ide-ide baru dalam lingkungan masyarakat Islam Indonesia. Syeikh Ahmad Surkati diangkat sebagai Penilik sekolah-sekolah yang dibuka Jami'at Khair di Jakarta dan Bogor.

Berkat kepemimpinan dan bimbingannya, dalam waktu satu tahun sekolah-sekolah tersebut maju pesat. Namun Syekh Ahmad Surkati hanya bertahan tiga tahun di Jami'at Kheir, karena perbedaan faham yang cukup prinsipil dengan para penguasa Jami'at Kheir, yang umumnya keturunan Arab sayyid (alawiyin).

Sekalipun Jami'at Kheir tergolong organisasi yang memiliki cara dan fasilitas modern, namun pandangan keagamaannya, khususnya yang menyangkut persamaan derajat, belum terserap baik. Ini nampak setelah para pemuka Jami'at Kheir dengan kerasnya menentang fatwa Syekh Ahmad Surkati tentang kafaah (persamaan derajat). Karena tak disukai lagi, Syekh Ahmad memutuskan mundur dari Jami'at Kheir, pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H). Dan dihari itu juga Syekh Ahmad bersama beberapa sahabatnya dari golongan non-Alawi mendirikan Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah, serta organisasi untuk menaunginya: Jam'iyat al-Islah wal-Irsyad al-Arabiyah dan mendapat pengakuan hukum dari Gouvernuer-General Hindia Nederland No 47  pada 11 Agustus 1915. (kemudian berganti nama Jam'iyat al-Islah wal-Irsyad Al-Islamiyyah). disingkat Al-Irsyad Al-Islamiyyah atau Al-Irsyad yang kini Pimpinan Pusatnya diketuai oleh K.H. Abdullah Djaidi (Periode 2012-2017 dipilih dalam Muktamar Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang ke 39 di Jakarta pada 28 - 30 Rajab 1433 H / 18 - 20 Juni 2012 M

Kantor Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Jalan Kalibata Utara II Nomor 84 Jakarta Selatan

Organisasi

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah memiliki dua Badan Otonom yang menggarap segmen anggota masing-masing yaitu

  • Wanita dan Puteri Al-Irsyad. ( Ketua Pengurus Besar Wanita Al-Irsyad: Dra Fahima Askar)
  • Pemuda Al-Irsyad (Ketua PB Pemuda Al-Irsyad: Ir. Abdullah Baraja)

Peran masing-masing organisasi yang tengah menuju otonomisasi ini (sesuai amanat Muktamar ke 38 ), cukup besar bagi bangsa. Pemuda Al-Irsyad misalnya, ikut aktif menumpas pemberontakan G-30-S PKI bersama komponen bangsa lainnya. Sedang Pelajar Al-Irsyad termasuk salah satu eksponen 1966 yang ikut aktif melahirkan KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia).

Di luar empat badan otonom tersebut, Al-Irsyad Al-Islamiyyah memiliki majelis-majelis dan lembaga, yaitu:

  • Majelis Pendidikan & Pengajaran
  • Majelis Dakwah
  • Majelis Sosial dan Ekonomi
  • Majelis Wakaf dan Yayasan
  • Majelis Hubungan Luar Negeri.
  • Majelis Hubungan Antar Lembaga
  • Majelis Komunikasi dan Informasi
  • Majelis Organisasi dan Pengembangan SDM
  • Dewan Pakar terdiri dari tokoh-tokoh senior Al-Irsyad dan kalangan ahli.
  • Dewan Syuro.

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

Daftar ormas islam di Indonesia