Penindasan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Penindasan merugikan kesehatan dan perkembangan siswa.[1]

Penindasan atau perundungan atau perisakan (bahasa Inggris: Bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.[2][3]

Bentuk-bentuk penindasan[sunting | sunting sumber]

Penindasan fisik[sunting | sunting sumber]

Tindakan penindasan dengan kontak secara fisik yang menimbulkan perasaan sakit fisik, luka, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Contohnya memukul, menampar, atau menendang orang lain.

Penindasan psikologis[sunting | sunting sumber]

Tindakan penindasan yang menimbulkan trauma psikologis, ketakutan, depresi, kecemasan, atau stres. selain itu juga menimbulkan kegalauan/gusar.

Dalam kebudayaan populer[sunting | sunting sumber]

Penindasan atau perisakan seringkali dijadikan tema cerita dalam berbagai karya, baik karya cetak maupun elektronik seperti film, FTV, atau sinetron. Biasanya yang diangkat adalah penindasan antar remaja dan berlatar di lingkungan sekolah Beberapa judul karya seni yang mengangkat tema ini antara lain:

  • Beck - serial manga dan anime tentang musik karangan Harold Sakuishi, pada bagian awalnya karakter utama adalah korban perundungan.
  • Gajah - salah satu lagu milik Tulus yang menceritakan tentang masa lalu seseorang yang menjadi korban perundungan.
  • Ekskul - film Indonesia tahun 2006
  • Juara - film Indonesia tahun 2016

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Student Reports of Bullying, Results From the 2001 School Crime Supplement to the National Crime Victimization Survey, US National Center for Education Statistics
  2. ^ Cambridgeshire.gov.uk
  3. ^ (U.S. Dept. of Justice, Fact Sheet #FS-200127)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]