Persekusi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Persekusi (bahasa Inggris: persecution) adalah perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya. Bentuk yang paling umum adalah persekusi agama, rasisme, dan persekusi politik, meskipun kadang-kadang terdapat beberapa tumpang tindih di antara istilah-istilah ini. Menimbulkan penderitaan, pelecehan, pemenjaraan, pengasingan, ketakutan atau rasa sakit adalah unsur-unsur yang dapat dikategorikan sebagai persekusi, tetapi tidak semua penderitaan merupakan hal yang ditimbulkan oleh tindakan persekusi. Ambang batas keparahan persekusi telah menjadi topik yang banyak diperdebatkan.[1]

Hukum internasional[sunting | sunting sumber]

Sebagai bagian dari Prinsip Nuremberg, kejahatan terhadap kemanusiaan adalah bagian dari hukum internasional. Prinsip VI dalam Prinsip Nuremberg menyatakan bahwa:

Kejahatan yang selanjutnya ditetapkan dapat dihukum sebagai kejahatan menurut hukum internasional: ...

(c) Kejahatan terhadap kemanusiaan:

Pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, deportasi, dan tindakan tidak manusiawi lainnya yang dilakukan terhadap penduduk sipil mana pun, atau persekusi atas dasar politik, ras, atau agama, ketika tindakan tersebut dilakukan atau persekusi tersebut dilakukan dalam pelaksanaan atau yang berhubungan dengan kejahatan apa pun terhadap perdamaian atau kejahatan perang.

Telford Taylor, yang merupakan Penasihat Penuntutan di Pengadilan Nuremberg menulis "[di] pengadilan kejahatan perang Nuremberg, pengadilan menolak beberapa upaya penuntut untuk membawa kekejaman 'domestik' seperti itu dalam lingkup hukum internasional sebagai 'kejahatan terhadap kemanusiaan".[2] Beberapa perjanjian internasional berikutnya memasukkan prinsip ini, tetapi beberapa pihak telah membatalkan pembatasan "sehubungan dengan kejahatan apa pun terhadap perdamaian atau kejahatan perang apa pun" yang ada dalam Prinsip Nuremberg.

Dalam Pasal 7.1 Statuta Roma, persekusi terhadap suatu kelompok dianggap sebagai salah satu bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rempell, Scott (2011). "Defining Persecution". Utah Law Review. Social Science Research Network. 2013 (1). doi:10.2139/ssrn.1941006. 
  2. ^ Telford Taylor "When people kill a people", The New York Times, March 28, 1982.