Mazmur 22

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Mazmur 21       Mazmur 22       Mazmur 23
Psalms_Scroll

Naskah Gulungan Mazmur "11Q5" di antara Naskah Laut Mati memuat salinan sejumlah besar mazmur Alkitab yang diperkirakan dibuat pada abad ke-2 SM.
Kitab: Kitab Mazmur
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 19
Kategori: Ketuvim

Mazmur 22 (disingkat Maz 22, Mzm 22 atau Mz 22; penomoran Septuaginta: Mazmur 21) adalah sebuah mazmur dalam bagian pertama Kitab Mazmur di Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[1] Mazmur ini digubah oleh Daud (~1040-970 SM) dan menggambarkan ratapannya saat mengalami kesesakan.[2] Dalam versi Terjemahan Baru dari Lembaga Alkitab Indonesia, mazmur ini diberi judul "Allahku, mengapa Kautinggalkan aku?"

Teks[sunting | sunting sumber]

Gulungan Kitab Mazmur
  • Naskah-naskah kuno yang memuat pasal ini:
  • Mazmur ini dibagi atas 32 ayat.
  • Secara umum Mazmur berisi tentang nyanyian, doa, puisi dan liturgi keagamaan Israel, di mana umat menyampaikan ratapan baik secara pribadi maupun kelompok untuk meminta pertolongan dan pembebasan dari Tuhan.[1] Mazmur 22 mencerminkan refleksi umat atas penyataan Allah di tengah-tengah kehidupan secara pribadi.[3] Mazmur ratapan berfungsi mengatasi konflik iman secara terkontrol agar tidak terjadi penyimpangan.[4]
Lukisan Raja Daud

Waktu Penulisan[sunting | sunting sumber]

Mazmur 22 termasuk mazmur yang ditulis pada masa sebelum pembuangan dan lebih tepatnya pada masa kerajaan, sesuai dengan gambaran yang mengarah pada raja Daud sendiri.[2]

Jenis Mazmur[sunting | sunting sumber]

H. Gunkel membagi Mazmur sesuai jenis yang memiliki karakter antara lain mazmur pujian, mazmur ratapan, mazmur raja, mazmur ratapan yang bersifat individu, dan mazmur ucapan syukur yang bersifat pribadi dan beberapa mazmur tambahan seperti mazmur ziarah, mazmur kemenangan, mazmur ucapan syukur yang bersifat umum atau liturgi, mazmur pujian Tuhan Raja, mazmur Sion, mazmur siajah, mazmur hikmat dan pengajaran, mazmur berkat dan kutuk.[5][6][7] Mazmur 22 termasuk dalam mazmur ratapan pribadi;[3] ratapan Daud untuk dirinya sendiri dan mewakili umat.[8]

Penomoran ayat[sunting | sunting sumber]

Dalam Alkitab Indonesia, mazmur ini terdiri dari 32 ayat, dimana ayat 1 adalah pengantar "Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud." (versi Terjemahan Baru dari Lembaga Alkitab Indonesia ). Dalam Alkitab Inggris, kalimat pengantar ini tidak diberi nomor ayat, sehingga seluruhnya hanya ada 31 ayat, dimana ayat 1 bahasa Inggris sama dengan ayat 2 bahasa Indonesia dan seterusnya.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Garis Besar[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar pembagian unsur di atas adalah:[7]

  • 1-22 - ratapan penderitaan dan permohonan
  • 23-32 - ungkapan syukur kepada Tuhan.

Detail[sunting | sunting sumber]

Mazmur 22 tersusun atas:[1]

Teologi Mazmur 22[sunting | sunting sumber]

Mazmur 22 merupakan mazmur ratapan pribadi yang sedang mengalami kesesakan. Raja Daud percaya bahwa Tuhan (YHWH) sebagai Allah pengasih, Allah yang mendengar dan memperhatikan serta terlibat dalam kehidupan umat-Nya.[8] Bernhard Anderson dan Steven Bishop mengatakan:[8]

Pergerakan ratapan ini dari duka ke suka, dari penghinaan ke pengangkatan, dan terus maju kepada nyanyian ucapan syukur di pasal berikutnya

Ratapan Raja Daud membawa kepercayaan bahwa kemuliaan sang Ilahi menyertai dan memberi pengharapan pada setiap orang yang percaya pada-Nya. Hal ini berakhir pada pujian dan kemenangan umat.[8]

Mazmur ini, yang paling banyak dikutip dalam Perjanjian Baru disebut "mazmur salib" karena begitu rinci melukiskan penderitaan berat Kristus di salib. Perhatikan setidak-tidaknya dua hal tentang mazmur ini: 1) Ini adalah seruan penderitaan dan kesedihan dari seorang penderita saleh yang belum dibebaskan dari pencobaan dan penderitaan. Dalam arti ini semua orang percaya yang menderita dapat menyatukan dirinya dengan kata-kata dalam doa ini. 2) Kata-kata dalam mazmur ini mengungkapkan suatu pengalaman yang jauh melebihi pengalaman manusia biasa. Dengan ilham Roh Kudus, pemazmur menubuatkan penderitaan Yesus Kristus ketika disalib dan menunjuk kepada pembenaran diri-Nya tiga hari kemudian.[9]

Ayat 2[sunting | sunting sumber]

Ayat 2 Bahasa Indonesia[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?
Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.[10]

Ayat 2 Bahasa Ibrani[sunting | sunting sumber]

Teks Masoret

אלי אלי למה עזבתני רחוק מישועתי דברי שאגתי׃

Transliterasi

’ê·lî ’ê·lî lā·māh ‘ă·zaḇ·tā·nî; rā·ḥō·wq mî·šū·‘ā·ṯî, diḇ·rê ša·’ă·ḡā·ṯî.

Terjemahan bebas:

Allahku, Allahku, mengapa kautinggalkanku; jauh dari-keselamatanku, kata-kata seruanku.

Ayat 2 Catatan[sunting | sunting sumber]

Yesus Kristus mengucapkan seruan mengerikan ini di salib ketika kehadiran Bapa sorgawi-Nya yang memelihara dan melindungi ditarik (Yesaya 53:10-12; 2 Korintus 5:21; lihat Matius 27:46 yang mencatat perkataan ini dalam dialek bahasa Aram yang lazim diucapkan pada zaman itu). Yesus ditinggalkan oleh Allah karena Ia menderita sebagai pengganti orang berdosa, yaitu menjadi kutuk karena kita (Galatia 3:13). Dengan mengutip ayat ini, Yesus juga mengacu kepada seluruh mazmur ini sebagai gambaran diri-Nya.[9]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

Ayat 7 Bahasa Indonesia[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.[11]

Ayat 7 Bahasa Ibrani[sunting | sunting sumber]

Teks Masoret (dibaca dari kanan ke kiri)

ואנכי תולעת ולא־איש חרפת אדם ובזוי עם׃

Transliterasi

wə·’ā·nō·ḵî ṯō·w·la·‘aṯ wə·-’îsh; ḥer·paṯ ’ā·ḏām, ū·ḇə·zui ‘ām.

Ayat 7 Catatan[sunting | sunting sumber]

"Ulat" ini dimaksudkan spesies Kermes ilicis (nama lama: Coccus ilicis) yang menghasilkan warna "merah kirmizi" dan disebutkan beberapa kali di dalam Alkitab Ibrani.[12] Kematian ulat yang melekat di pohon demi keturunannya dan meninggalkan warna merah yang digunakan antara lain untuk penyucian dianggap sebagai lambang Yesus Kristus, sang Juruselamat umat manusia, yang mati disalibkan untuk menebus dosa umat-Nya dan darah-Nya yang tercurah menjadi tanda penyucian dosa.[13][14]

Tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

  • Injil Matius dan Markus mencatat bahwa salah satu perkataan Yesus ketika disalibkan adalah kutipan dari ayat awal mazmur ini dalam bahasa Aram: Eloi, eloi, lama sabakhtani? (artinya "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?"; Eloi atau Eli: "Allahku") (Matius 27:46, Markus 15:34).
  • Mazmur 22:23 (Alkitab Inggris: Mazmur 22:22): "Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah"

dikutip dalam Surat Ibrani: Ia (Yesus) tidak malu menyebut mereka saudara, kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat." (Ibrani 2:11-12)

Nubuat yang digenapi[sunting | sunting sumber]

Nubuat dalam pasal ini oleh orang Kristen diyakini mendapat penggenapan dalam hidup Yesus Kristus, terutama pada waktu penyaliban-Nya:

# Nubuat Ayat Penggenapan
1 Cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak 7 Markus 15:31-32
2 Semua yang melihat mengolok-olok,
mencibirkan bibirnya,
menggelengkan kepalanya
8 Matius 27:39
3 Dikatai: "Ia menyerah kepada TUHAN;
biarlah Dia yang meluputkannya,
biarlah Dia yang melepaskannya!
Bukankah Dia berkenan kepadanya?"
9 Matius 27:43
4 Sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku 11 Lukas 1:31-32
5 Lidahku melekat pada langit-langit mulutku 16 Yohanes 19:28
6 Mereka menusuk tangan dan kakiku 17 Markus 15:24
7 Mereka menonton, mereka memandangi aku 18 Lukas 23:35
8 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka,
dan mereka membuang undi atas jubahku.
19 Matius 27:35

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c (Indonesia) Marie C. Barth, BA Pareira, Kitab Mazmur 1-72, pembimbing dan tafsiran. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1998. 20, 21.
  2. ^ a b (Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. 64, 65.
  3. ^ a b (Inggris) William H. Holladay, The Psalm through three thousand years, prayer book of a cloud of witnesses. Minneapolis: Fortress Pres. 1993. 42.
  4. ^ (Indonesia) Yonky Karman, Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2004. 168.
  5. ^ (Inggris) John Day, Psalms. Sheffield, England: JSOT, 1990. 109.
  6. ^ (Indonesia) Blommendaal, Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2000. 150.
  7. ^ a b (Indonesia) AA. Anderson, The Book of Psalm 1-72. New Century Bible Commentary London: Eerdmans. 1992. 31-32, 184.
  8. ^ a b c d (Inggris) Bernhard Anderson, Steven Bishop, Out of the depths: The Psalm. Kentucky: Westminster. 2000. 62-63, 65.
  9. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  10. ^ Dalam Alkitab bahasa Inggris diberi nomor ayat Mazmur 22:1
  11. ^ Dalam Alkitab bahasa Inggris diberi nomor ayat Mazmur 22:6
  12. ^ Ulangan 28:39; Yesaya 14:11; Yesaya 41:14;Yesaya 66:24; Ayub 25:6; Yunus 4:7
  13. ^ The Gospel in a bug
  14. ^ The Crimson or Scarlet Worm

Pranala luar[sunting | sunting sumber]