Pandemi COVID-19 di Arab Saudi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi COVID-19 di Arab saudi
Number of confirmed cases of COVID-19 in Saudi Arabia by region as of 27th May 2020.png
Jumlah kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di Arab Saudi
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiArab Saudi
Kasus pertamaQatif, Syarqiyah
Tanggal kemunculan2 Maret 2020
(5 bulan, 1 minggu dan 3 hari)[1]
AsalWuhan, melalui Iran, Bahrain, Oman, Mesir, Inggris, Prancis
Kasus terkonfirmasi141,234[2]
Kasus sembuh91,662[2]
Kematian
1,091[2]

Pandemi COVID-19 di Arab Saudi pertama kali dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada tanggal 2 Maret 2020.[1]

Pandemi koronavirus adalah pandemi yang disebabkan koronavirus (COVID-19) dan menyerang sistem pernafasan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengumumkan pandemi koronavirus sebagai pandemi dunia pada tanggal 11 Maret 2020.[3]

Kronologi[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 2 Maret 2020, Arab Saudi mengkonfirmasi kasus pertama koronavirus, seorang warga negara Saudi yang kembali dari Iran melalui Bahrain.[1]
  • Pada tanggal 4 Maret, Arab Saudi melaporkan kasus koronavirus kedua, pasien ini merupakan seorang pendamping dari pasien kasus pertama. Orang ini disebutkan melakukan perjalanan dari Bahrain tanpa disebutkan apakah ia juga telah mengunjungi Iran.[4]
  • Pada tanggal 5 Maret, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan tiga kasus baru koronavirus; dua di antaranya adalah pasangan orang yang melakukan perjalanan dari Iran melalui Kuwait, satu orang lainnya merupakan teman dari kasus pertama dan kedua.[5]
  • Pada tanggal 7 Maret, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan dua kasus baru, keduanya perempuan. Satu orang telah melakukan perjalanan dari Iran melalui Bahrain dan satu lainnya dari Najaf, Irak melalui Uni Emirat Arab. Keduanya tidak melaporkan riwayat perjalanan mereka kepada pihak berwenang Saudi sehingga mereka telah diizinkan masuk.[6]
  • Pada tanggal 8 Maret, Kementerian Kesehatan kembali mengumumkan tambahan 4 kasus lagi. Tiga dari empat pasien adalah warga negara Saudi yang berhubungan dengan kasus-kasus pasien terinfeksi yang sebelumnya tiba dari Iran, sementara kasus keempat adalah warga negara Saudi yang tiba dari Iran melalui Uni Emirat Arab.[7]
  • Pada tanggal 9 Maret, pemerintah Saudi mengumumkan penemuan empat kasus baru koronavirus. Kasus-kasus baru ini melibatkan satu orang warga negara Saudi, dua warga Bahrain, dan seorang Amerika. Semua kasus baru menjalani prosedur karantina di Qatif dan Riyadh.[8]
  • Pada tanggal 10 Maret, Kementerian Kesehatan mengumumkan lagi 5 kasus, sehingga totalnya menjadi 20.[9]
  • Pada tanggal 11 Maret, Kementerian Kesehatan mengumumkan 1 kasus lagi, seorang warga negara Mesir.[10] Pada hari yang sama pula, dalam pengumuman lanjutan dilaporkan 24 kasus lagi. 21 orang di antaranya adalah warga Mesir yang telah melakukan kontak dengan seseorang telah dinyatakan positif sebelumnya, sehingga jumlah total negara menjadi 45 orang.[11]
  • Pada tanggal 12 Maret, diumumkan tambahan 17 kasus baru positif terinfeksi COVID-19, menjadikan totalnya di menjadi 62 kasus.[12]
  • Pada tanggal 13 Maret, Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 24 kasus baru, sehingga total di Arab Saudi menjadi 86 kasus.[13]
  • Pada tanggal 14 Maret, Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 17 kasus baru, sehingga totalnya di Arab Saudi menjadi 103 kasus.[14]
  • Pada tanggal 15 Maret, Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 15 kasus baru, sehingga totalnya di negara tersebut menjadi 118 kasus.[15]
  • Pada tanggal 16 Maret, Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 15 kasus baru, sehingga totalnya di Arab Saudi menjadi 133 kasus.[16]
  • Pada tanggal 17 Maret, Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 38 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 171 kasus.[17]
  • Pada tanggal 18 Maret, Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 67 kasus baru, 6 kasus di antaranya menimpa anak-anak, sehingga jumlah totalnya menjadi 238 kasus.[18] Pada hari yang sama juga diumumkan pemulihan 6 kasus lainnya.
  • Pada tanggal 19 Maret Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan 36 kasus baru. Sehingga jumlah total kasus virus koronavirus di Arab Saudi telah mencapai 274 kasus.[19] Dua kasus lagi telah berhasil dipulihkan sehingga jumlah total kasus yang dipulihkan menjadi 8 kasus, tidak ada kematian yang dilaporkan.
  • Pada tanggal 20 Maret, Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan 70 kasus baru. Sehingga total di Arab Saudi menjadi 344 kasus.[20] Malam harinya dalam sebuah pernyataan yang diumumkan di situs kantor berita Arab Saudi, kementerian Kesehatan mengumumkan sebelas kasus infeksi terbaru yang berasal dari: Maroko, India, Yordania, Filipina, Inggris, Uni Emirat Arab dan Swiss. Kesebelas penderita langsung diisolasi di rumah sakit bandara dan dikarantina. Dilaporkan pula ada kasus baru yang terjadi di (sanitasi saniter), terbukti efektif dalam menangani penularan infeksi. Juga disebutkan tambahan dua kasus baru di tempat pelayanan kesehatan, di Riyadh.[20]
  • Pada tanggal 21 Maret, Arab Saudi mengumumkan 48 kasus baru koronavirus, jumlah total hingga hari itu telah mencapai 392 kasus.[21]
  • Pada tanggal 22 Maret, Arab Saudi mengkonfirmasi 119 kasus baru, meningkatkan jumlah total kasus di negara itu menjadi 511.[22]
  • Pada tanggal 23 Maret, Arab Saudi mengumumkan 51 kasus baru koronavirus menambah total kasus menjadi 562 kasus, sementara hingga hari itu 19 orang telah disembuhkan dan tidak satupun kematian akibat virus yang dikonfirmasi.[23]
  • Pada tanggal 24 Maret, 205 kasus baru dengan jumlah total 767 kasus.[24] Satu kematian pertama akibat koronavirus dikonfirmasi di negara itu. Seorang lelaki Afghanistan berusia 51 tahun dilaporkan meninggal akibat COVID-19 di Madinah.[25]

Dampak dan reaksi[sunting | sunting sumber]

Situs Suci[sunting | sunting sumber]

Sebelumnya Pada tanggal 27 Februari 2020, pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan penghentian sementara waktu izin masuk bagi orang-orang yang ingin melakukan ziarah umrah di Mekah atau untuk mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah, serta para wisatawan. Aturan ini juga diperluas untuk para pengunjung yang datang dan telah melakukan perjalanan dari negara-negara yang beresiko terdampak virus SARS-CoV-2.[26]

Pada tanggal 5 Maret, Arab Saudi mengumumkan langkah-langkah pencegahan lebih lanjut terhadap dua tempat suci Islam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Langkah pencegahan termasuk penutupan harian kedua masjid untuk keperluan sterilisasi.[27]

Pada tanggal 17 Maret, Dewan Ulama Senior Arab Saudi menginstruksikan penangguhan pelaksanaan sholat Jumat dan salat berjamaah di masjid-masjid kecil dan besar di seluruh Saudi, dengan pengecualian dua masjid suci.[28]

Dua hari berikutnya, pada tanggal 19 Maret, Arab Saudi mengumumkan penghentian penyelenggaraan salat berjamaah dan sholat Jumat baik di dalam maupun luar dinding dua masjid Mekah dan Madinah untuk membatasi penyebaran virus corona.[29]

Mobilitas dan Transportasi[sunting | sunting sumber]

Melalui pengumuman yang disampaikan pada tanggal 20 Maret, Kementerian Dalam Negeri saudi menangguhkan penerbangan domestik, layanan kereta api, bus, dan taksi untuk jangka waktu selama 14 hari sebagai upaya menghentikan penyebaran COVID-19. Langkah baru ini mulai diberlakukan pada pukul 6.00 pagi hari Sabtu, 21 Maret 2020.[30][31]

Pengendalian Bea Cukai[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 28 Februari, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi memberlakukan larangan masuk sementara waktu bagi warga Dewan Kerjasama Teluk (GCC) ke kota Mekah dan Madinah. Sementara warga negara GCC yang telah berada di Arab Saudi selama lebih dari 14 hari terus menerus dan tidak menunjukkan gejala terinfeksi COVID-19 tidak termasuk dalam aturan ini.[32]

Penutupan wilayah[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 8 Maret, pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka menghentikan sementara semua transportasi keluar dan masuk dari kota Qatif di pantai timur, aturan ini mengecualikan penduduk setempat yang hendak kembali kewilayahnya. Dilaporkan jalan utama keluar dari Qatif diberi penghalang dari beton. Sementara itu kementerian dalam negeri saudi menyatakan bahwa banyak individu dengan kasus yang dikonfirmasi terinfeksi virus berasal dari Qatif.[33]

Tindakan lain[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 7 Maret, Kementerian Olahraga Arab Saudi mengumumkan bahwa semua pertandingan olahraga akan diselenggarakan secara tertutup.[34][35]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Saudi Arabia announces first case of coronavirus". 2020-03-02. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Maret 2020. Diakses tanggal 2 Maret 2020. 
  2. ^ a b c "Saudi Arabia confirms first corona death, 205 new cases detected". Saudi Gazette. 24 March 2020. Diakses tanggal 25 Maret 2020. 
  3. ^ "WHO Director-General's opening remarks at the media briefing on COVID-19 - 11 March 2020". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-14. 
  4. ^ "Saudi Arabia detects second coronavirus case". Arab News. 2020-03-04. 
  5. ^ "Saudi Arabia announces three more cases of coronavirus". Arab News. 2020-03-05. 
  6. ^ "Saudi Arabia announces 2 new cases of coronavirus coming from Iran, Iraq". Arab News. 2020-03-07. 
  7. ^ "Saudi Arabia announces 4 new coronavirus cases". Arab News. 2020-03-08. 
  8. ^ "Saudi Arabia discovers 4 more virus cases, suspends travel to 9 countries". Arab News. 2020-03-09. 
  9. ^ "Saudi health ministry announces five new coronavirus cases". Arab News (dalam bahasa Inggris). 2020-03-10. Diakses tanggal 2020-03-10. 
  10. ^ "SSaudi Arabia reports new coronavirus case in Egyptian traveler, total up to 21". alarabiya (dalam bahasa Inggris). 2020-03-11. Diakses tanggal 2020-03-11. 
  11. ^ "Saudi Arabia announces 24 new cases of coronavirus". Arab News. 2019-03-12. 
  12. ^ "17 new cases of coronavirus bring total in Saudi Arabia to 62". Arab News. 2019-03-12. 
  13. ^ "Saudi Arabia detects 24 cases of coronavirus, total rises to 86". Al Arabiya. 2019-03-13. 
  14. ^ "Saudi Arabia announces 17 new cases of coronavirus". Arab News. 2019-03-14. 
  15. ^ "Ministry of Health Reports 15 New Cases of Coronavirus The official Saudi Press Agency". www.spa.gov.sa. Diakses tanggal 2020-03-15. 
  16. ^ "Ministry of Health Reports 15 New Cases of COVID-19 The official Saudi Press Agency". www.spa.gov.sa. Diakses tanggal 2020-03-16. 
  17. ^ "Ministry of Health Reports 38 New Cases of COVID-19 the official Saudi Press Agency". www.spa.gov.sa. Diakses tanggal 2020-03-17. 
  18. ^ "Ministry of Health Reports 67 New Cases of COVID-19 the official Saudi Press Agency". 
  19. ^ "Saudi Arabia's Health Ministry announced 36 new cases of coronavirus". 2020-03-19. 
  20. ^ a b "Saudi Arabia total coronavirus cases at 344, with 70 new cases in 24 hours". www.spa.gov.sa. 2020-03-20. Diakses tanggal 2020-03-22. 
  21. ^ "Saudi Arabia announces 48 new coronavirus cases as total reaches 392". www.arabnews.com. 2020-03-23. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  22. ^ "72 new cases of coronavirus in Mecca among 119 announced in Saudi Arabia". www.gulfnews.com. 2020-03-25. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  23. ^ "Saudi Arabia reports 51 new coronavirus cases: health ministry". www.arabnews.com. 2020-03-25. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  24. ^ "Coronavirus: Saudi Arabia reports first death, 205 new cases". gulfnews.com. 2020-03-25. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  25. ^ "Saudi Arabia reports first coronavirus death". aljazeera.com. 2020-03-25. Diakses tanggal 2020-03-23. 
  26. ^ "Saudi Arabia temporarily suspends entry of GCC citizens to Mecca and Medina: foreign ministry". Reuters (dalam bahasa Inggris). 2020-02-28. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Februari 2020. Diakses tanggal 2020-02-29. 
  27. ^ "Saudi Arabia closes Grand Mosque, Prophet's Mosque between night and morning prayers". Arab News. 5 Maret 2020. Diakses tanggal 6 Maret 2020. 
  28. ^ "Senior Ulema Commission temporarily bans Friday prayers and group prayers in mosques, with the exception of the two holy mosques, throughout the day". spa.gov.sa. 17 Maret 2020. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  29. ^ "Saudi Arabia bans prayers at mosques over coronavirus fears". aljazeera.com. 20 Maret 2020. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  30. ^ "Saudi Arabia suspending domestic flights, mass land transport in fight against COVID-19". arabnews.com. 20 Maret 2020. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  31. ^ "Official Source at Ministry of Interior: Suspending All Domestic flights, Buses, Taxis and Trains For A Period of 14 Days Starting at 6 A.M, Saturday Morning". spa.gov.sa. 20 Maret 2020. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  32. ^ "Saudi Arabia temporarily suspends entry of GCC citizens to Mecca and Medina: foreign ministry". reuters.com. 29 Fenruari 2020. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  33. ^ "Saudi locks down Qatif as coronavirus surges in the Gulf". aljazeera.com. 9 Maret 2020. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  34. ^ "رياضي / وزارة الرياضة تُقرر تعليق الحضور الجماهيري في جميع المنافسات الرياضية في كافة الألعاب اعتباراً من يوم غدٍ السبت". spa.gov.sa (dalam bahasa Arab). 7 Maret 2020. Diakses tanggal 22 Maret 2020. 
  35. ^ "Saudi Ministry of Sport suspends public attendance at events from Saturday". arabnews.com. 7 Maret 2020. Diakses tanggal 22 Maret 2020.