Raksa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Mercury)
Langsung ke: navigasi, cari
emasraksatalium
Cd

Hg

Cn
Penampilan
keperakan


Garis spektrum raksa
Ciri-ciri umum
Nama, lambang, Nomor atom raksa, Hg, 80
Dibaca /ˈmɜrkjəri/
or /ˈmɜrkəri/ MER-k(y)ə-ree
alternatively /ˈkwɪksɪlvər/
or /hˈdrɑrɪrəm/ hye-DRAR-ji-rəm
Jenis unsur logam transisi
Golongan, periode, blok 126, d
Massa atom standar 200.59(2)
Konfigurasi elektron [Xe] 4f14 5d10 6s2
2, 8, 18, 32, 18, 2
Sifat fisika
Fase liquid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) 13.534 g·cm−3
Titik lebur 234.32 K, -38.83 °C, -37.89 °F
Titik didih 629.88 K, 356.73 °C, 674.11 °F
Titik kritis 1750 K, 172.00 MPa
Kalor peleburan 2.29 kJ·mol−1
Kalor penguapan 59.11 kJ·mol−1
Kapasitas kalor 27.983 J·mol−1·K−1
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
at T (K) 315 350 393 449 523 629
Sifat atom
Bilangan oksidasi 4, 2 (mercuric), 1 (mercurous)
(sedikit oksida basa)
Elektronegativitas 2.00 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 1007.1 kJ·mol−1
ke-2: 1810 kJ·mol−1
ke-3: 3300 kJ·mol−1
Jari-jari atom 151 pm
Jari-jari kovalen 132±5 pm
Jari-jari van der Waals 155 pm
Lain-lain
Struktur kristal rhombohedral
Pembenahan magnetik diamagnetik[1]
Keterhambatan elektris (25 °C) 961nΩ·m
Konduktivitas termal 8.30 W·m−1·K−1
Ekspansi termal (25 °C) 60.4 µm·m−1·K−1
Kecepatan suara (liquid, 20 °C) 1451.4 m·s−1
Nomor CAS 7439-97-6
Isotop paling stabil
Artikel utama: Isotop dari raksa
iso NA Waktu paruh DM DE (MeV) DP
194Hg syn 444 y ε 0.040 194Au
195Hg syn 9.9 h ε 1.510 195Au
196Hg 0.15% Hg stabil dengan 116 neutron
197Hg syn 64.14 h ε 0.600 197Au
198Hg 9.97% Hg stabil dengan 118 neutron
199Hg 16.87% Hg stabil dengan 119 neutron
200Hg 23.1% Hg stabil dengan 120 neutron
201Hg 13.18% Hg stabil dengan 121 neutron
202Hg 29.86% Hg stabil dengan 122 neutron
203Hg syn 46.612 d β 0.492 203Tl
204Hg 6.87% Hg stabil dengan 124 neutron
· r


Raksa (nama lama: air raksa) atau merkuri atau hydrargyrum (bahasa Latin: Hydrargyrum, air/cairan perak) adalah unsur kimia pada tabel periodik dengan simbol Hg dan nomor atom 80.

Unsur golongan logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah menguap.[rujukan?] Hg akan memadat pada tekanan 7.640 Atm.[rujukan?] Kelimpahan Hg di bumi menempati di urutan ke-67 di antara elemen lainnya pada kerak bumi.[rujukan?] Di alam, merkuri (Hg) ditemukan dalam bentuk unsur merkuri (Hg0), merkuri monovalen (Hg1+), dan bivalen (Hg2+).[rujukan?]

Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi, termometer, barometer, dan peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi termometer telah digantikan (oleh termometer alkohol, digital, atau termistor) dengan alasan kesehatan dan keamanan karena sifat toksik yang dimilikinya.[2][rujukan?] Unsur ini diperoleh terutama melalui proses reduksi dari cinnabar mineral.[rujukan?] Densitasnya yang tinggi menyebabkan benda-benda seperti bola biliar menjadi terapung jika diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan 20 persen volumenya terendam.[3][rujukan?]

Pencemaran[sunting | sunting sumber]

Secara alamiah, pencemaran Hg berasal dari kegiatan gunung api atau rembesan air tanah yang melewati deposit Hg.[rujukan?] Apabila masuk ke dalam perairan, merkuri mudah ber-ikatan dengan klor yang ada dalam air laut dan membentuk ikatan HgCl.[rujukan?] Dalam bentuk ini, Hg mudah masuk ke dalam plankton dan bisa berpindah ke biota laut lain.[rujukan?] Merkuri anorganik (HgCl) akan berubah menjadi merkuri organik (metil merkuri) oleh peran mikroorganisme yang terjadi pada sedimen dasar perairan.[rujukan?] Merkuri dapat pula bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa organo-merkuri.[rujukan?] Senyawa organo-merkuri yang paling umum adalah metil merkuri yang dihasilkan oleh mikroorganisme dalam air dan tanah.[rujukan?] Mikroorganisme kemudian termakan oleh ikan sehingga konsentrasi merkuri dalam ikan meningkat.[rujukan?] Metil Hg memiliki kelarutan tinggi dalam tubuh hewan air sehingga Hg terakumulasi melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam jaringan tubuh hewan air, dikarenakan pengambilan Hg oleh organisme air yang lebih cepat dibandingkan proses ekskresi.[rujukan?]

Toksisitas[sunting | sunting sumber]

Keracunan kronis oleh merkuri dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman, dan pernapasan. Toksisitas kronis berupa gangguan sistem pencernaan dan sistem syaraf atau gingvitis.[rujukan?] Akumulasi Hg dalam tubuh dapat menyebabkan tremor, parkinson, gangguan lensa mata berwarna abu-abu, serta anemia ringan, dilanjutkan dengan gangguan susunan syaraf yang sangat peka terhadap Hg dengan gejala pertama adalah parestesia, ataksia, disartria, ketulian, dan akhirnya kematian.[rujukan?] Wanita hamil yang terpapar alkil merkuri bisa menyebabkan kerusakan pada otak janin sehingga mengakibatkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan.[rujukan?] Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak janin lebih rentan terhadap metil merkuri dibandingkan dengan otak dewasa.[rujukan?] Konsentrasi Hg 20 µgL dalam darah wanita hamil sudah dapat mengakibatkan kerusakan pada otak janin.[rujukan?] Merkuri memiliki afinitas yang tinggi terhadap fosfat, sistin, dan histidil yang merupakan rantai samping dari protein, purin, pirimidin, pteridin, dan porifirin.[rujukan?] Dalam konsentrasi rendah ion Hg+ sudah mampu menghambat kerja 50 enzim yang menyebabkan metabolisme tubuh terganggu.[rujukan?] Garam merkuri anorganik bisa mengakibatkan presipitasi protein, merusak mukosa saluran pencernaan, merusak membran ginjal maupun membran filter glomerulus.[rujukan?] Toksisitas kronis dari merkuri organik ini dapat menyebabkan kelainan berkelanjutan berupa tremor, terasa pahit di mulut, gigi tidak kuat dan rontok, albuminuria, eksantema pada kulit, dekomposisi eritrosit, serta menurunkan tekanan darah.[rujukan?] Keracunan metil merkuri pernah terjadi di Jepang, dikenal sebagai Minamata yang mengakibatkan kematian pada 110 orang.[rujukan?]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Magnetic susceptibility of the elements and inorganic compounds" in Lide, D. R., ed. (2005). CRC Handbook of Chemistry and Physics (ed. ke-86). Boca Raton (FL): CRC Press. ISBN 0-8493-0486-5. 
  2. ^ National Health Service (Inggris) - Keracunan raksa dari termometer raksa
  3. ^ Massa jenis bola biliar = 1700 kg/m3. Massa jenis raksa = 7600 kg/m3

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Herman DZ (2006). "Tinjauan terhadap tailing mengandung unsur pencemar As, Hg, Pb, dan Cd". J Geol Indones 1: 31–36. 
  • Klaassen CD, Amdur MO, Doull J (1986). Toxicology The Basic Science of Poisons. New York: Macmillan Publishing Company. 
  • Palar H (1994). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: Rineka cipta. 
  • Widowati W, Sastiono A, Jusuf R (2008). Efek Toksik logam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Yogyakarta: Andi. ISBN 978-979-29-0448-2.