Lutesium

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
iterbiumlutesiumhafnium
Y

Lu

Lr
Penampilan
putih keperakan
Ciri-ciri umum
Nama, lambang, Nomor atom lutesium, Lu, 71
Dibaca /ljuːˈtʃiəm/
lew-TEE-shee-əm
Jenis unsur lantanida
Catatan jenis kadang dianggap logam transisi
Golongan, periode, blok n/a6, d
Massa atom standar 174.9668(4)
Konfigurasi elektron [Xe] 6s2 4f14 5d1
2, 8, 18, 32, 9, 2
Sifat fisika
Fase solid
Massa jenis (mendekati suhu kamar) 9.841 g·cm−3
Massa jenis cairan pada t.l. 9.3 g·cm−3
Titik lebur 1925 K, 1652 °C, 3006 °F
Titik didih 3675 K, 3402 °C, 6156 °F
Kalor peleburan ca. 22 kJ·mol−1
Kalor penguapan 414 kJ·mol−1
Kapasitas kalor 26.86 J·mol−1·K−1
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
at T (K) 1906 2103 2346 (2653) (3072) (3663)
Sifat atom
Bilangan oksidasi 3, 2, 1

(oksida basa lemah)

Elektronegativitas 1.27 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 523.5 kJ·mol−1
ke-2: 1340 kJ·mol−1
ke-3: 2022.3 kJ·mol−1
Jari-jari atom 174 pm
Jari-jari kovalen 187±8 pm
Lain-lain
Struktur kristal hexagonal
Pembenahan magnetik paramagnetik[1]
Keterhambatan elektris (r.t.) (poly) 582 nΩ·m
Konduktivitas termal 16.4 W·m−1·K−1
Ekspansi termal (r.t.) (poly) 9.9 µm/(m·K)
Modulus Young 68.6 GPa
Modulus Shear 27.2 GPa
Bulk modulus 47.6 GPa
Rasio Poisson 0.261
Kekerasan Viker 1160 MPa
Kekerasan Brinell 893 MPa
Nomor CAS 7439-94-3
Isotop paling stabil
iso NA Waktu paruh DM DE (MeV) DP
173Lu syn 1.37 y ε 0.671 173Yb
174Lu syn 3.31 thn ε 1.374 174Yb
175Lu 97.41% Lu stabil dengan 104 neutron
176Lu 2.59% 3.78×1010thn β 1.193 176Hf
· r

Lutesium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Lu dan nomor atom 71.[2][3] Lutesium merupakan logam berwarna campuran antara putih dan perak yang tahan terhadap korosi dan termasuk hasil bumi yang langka.[4] Lutesium merupakan logam terkeras dan terpadat dalam golongan lantanida yang terletak pada kolom terakhir dari golongan tersebut pada tabel periodik.[4]

Lutesium pertama kali ditemukan pada tahun 1907 oleh Baron Carl Auer von Welsbach, Georges Urbain, dan Charles James saat masing-masing dari mereka melakukan penelitian di tempat yang berbeda.[2] Mereka meneliti mineral yang diduga murni terdiri dari iterbium, tetapi pada akhirnya diketahui bahwa mineral tersebut juga merupakan kombinasi dari lutesium dan beberapa unsur kimia lain.[4] Karena Georges Urbain mengambil langkah cepat untuk mempublikasikan penemuannya, maka penamaan unsur kimia tersebut sebagai lutesium terpilih dan resmi diakui secara global.[2][4]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Ciri-ciri fisik[sunting | sunting sumber]

Lutesium memiliki nomor atom 71 dan konfigurasi elektron [ Xe ] 4f145d16s2.[5] Lutesium tahan terhadap korosi dan berwarna campuran antara putih dan perak.[2][4] Massa atom lutesium cukup besar bila dibandingkan dengan ukurannya, sehingga lutesium memiliki titik didih dan titik lebur yang tinggi.[4]

Sebenarnya elektron unsur lutesium tidak sepenuhnya mengisi orbital d, tetapi tetap digolongkan ke dalam lantanida karena memiliki ciri-ciri fisik dan kimiawi yang sangat mirip dengan 14 unsur kimia golongan lantanida lainnya.[5]

Isotop[sunting | sunting sumber]

Lutesium memiliki 59 isotop, namun hanya ada dua isotop yang stabil, yaitu Lu-175 dan Lu-176.[2][4] 97,41% dari total lutesium yang ditemukan di muka bumi merupakan Lu-175, sedangkan hanya 2,59% yang merupakan Lu-176.[2][4][6] Meskipun kurang berlimpah dan bersifat radioaktif, unsur Lu-176 mampu bertahan selama 4x1010 tahun.[2][6]

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Dalam kehidupan nyata, lutesium dapat diperoleh dari mineral yang mengandung campuran lutesium dan unsur kimia golongan lantanida lainnya.[4] Persentase lutesium dalam suatu mineral cenderung kecil, seperti pada mineral monazit hanya ditemukan sekitar 0,003% lutesium.[4] Oleh karena kondisi tersebut, harga lutesium menjadi sangat mahal dan pemakaiannya selain sebagai materi riset masih jarang dilakukan.[4] Salah satu kegunaan lutesium yang sudah diterapkan adalah sebagai katalis, baik dalam pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar mesin dan kendaraan atau proses yang melibatkan hidrogen.[2][4] Isotop dari lutesium juga pernah digunakan untuk meneliti usia dari meteorit.[2]

Fakta tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Lutesium merupakan logam termahal di dunia dengan harga $ 75 atau setara dengan Rp 825.000 untuk setiap satu gram[4]
  • Nama lutesium berasal dari kata lutetia, nama Latin dari kota Paris, yang berarti sanggar kapal di sungai[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Magnetic susceptibility of the elements and inorganic compounds, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0849304814. 
  2. ^ a b c d e f g h i Krebs, Robert E. . 2006 . The History and Use of Our Earth’s Chemical Elements: A Reference Guide . Library of Congress Cataloging-in-Publication Data . ISBN 0-313-33438-2
  3. ^ Bentor, Yinon. [www.chemicalelements.com/elements/lu.html "Periodic Table: Lutetium"] Check |url= scheme (help). Chemicalelemant.com. Diakses 09-05-2014. 
  4. ^ a b c d e f g h i j k l m n Nature’s Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements
  5. ^ a b Arora, Amit . 2005 . Text Book of Inorganic Chemistry . Discovery Publishing House . ISBN 81-8356-013-X
  6. ^ a b Bowen, Robert . 1994 . Isotopes in Earth Sciences . Chapman & Hall . ISBN 0-412-53710-9