Pengobatan tradisional Tionghoa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gerai obat tradisional Tionghoa di Tsim Sha Tsui, Hong Kong.

Pengobatan tradisional Tionghoa (Hanzi:中醫學) adalah praktik pengobatan tradisional yang dilakukan di Cina dan telah berkembang selama beberapa ribu tahun. Praktek pengobatan termasuk pengobatan herbal, akupunktur, dan pijat Tui Na. Pengobatan ini digolongkan dalam kedokteran Timur, yang mana termasuk pengobatan tradisional Asia Timur lainnya seperti Kampo (Jepang) dan Korea.

Pengobatan Tradisional Tionghoa percaya bahwa segala proses dalam tubuh manusia berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karena itu, penyakit disebabkan oleh ketidakharmonisan antara lingkungan di dalam dan di luar tubuh seseorang. Gejala ketidakseimbangan ini digunakan dalam pemahaman, pengobatan, dan pencegahan penyakit.

Teori yang digunakan dalam pengobatan didasarkan pada beberapa acuan filsafat termasuk teori Yin-yang, lima unsur (Wu-xing), sistem meridian tubuh manusia (Jing-luo), teori organ Zang Fu, dan lainnya. Diagnosis dan perawatan dirujuk pada konsep tersebut. Pengobatan tradisional Cina tidak jarang berselisih dengan kedokteran Barat, namun beberapa praktisi mengombinasikannya dengan prinsip kedokteran berdasarkan pembuktian.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar filosofi pengobatan tradisional Cina berasal dari filsafat Taois dan mencerminkan kepercayaan purba Cina yang menyatakan pengalaman pribadi seseorang memperlihatkan prinsip kausatif di lingkungan. Prinsip kausatif ini berhubungan dengan takdir dari surga.

Selama masa kejayaan Kekaisaran Kuning pada 2696 sampai 2598 SM, dihasilkan karya yang terkenal yakni Neijing Suwen (內經 素問) atau Pertanyaan Dasar mengenai Pengobatan Penyakit Dalam, yang dikenal juga sebagai Huangdi Neijing.

Ketika masa dinasti Han, Chang Chung-Ching, seorang walikota Chang-sa, pada akhir abad ke-2 Masehi, menulis sebuah karya Risalat Demam Tifoid, yang mengandung referensi pada Neijing Suwen. Ini adalah referensi ke Neijing Suwen terlama yang pernah diketahui.

Pada masa dinasti Chin, seorang tabib akupunktur, Huang-fu Mi (215-282 Masehi), juga mengutip karya Kaisar Kuning itu pada karyanya Chia I Ching. Wang Ping, pada masa dinasti Tang, mengatakan bahwaia memiliki kopi asli Neijing Suwen yang telah ia sunting.

Bagaimanapun, pengobatan klasik Tionghoa berbeda dengan pengobatan tradisional Tionghoa. Pemerintah nasionalis, pada masanya, menolak dan mencabut perlindungan hukum pada pengobatan klasiknya karena mereka tidak menginginkan Cina tertinggal dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan yang ilmiah. Selama 30 tahun, pengobatan klasik dilarang di Cina dan beberapa orang dituntut oleh pemerintah karena melakukan pengobatan klasik. Pada tahun 1960-an, Mao Zedong pada akhirnya memutuskan bahwa pemerintah tidak dapat melarang pengobatan klasik. Ia memerintahkan 10 dokter terbaik untuk menyelidiki pengobatan klasik serta membuat sebuah bentuk standar aplikasi dari pengibatan klasik tersebut. Standarisasi itu menghasilkan pengibatan tradisional Tionghoa.

Kini, pengobatan tradisional Tionghoa diajarkan hampir di semua sekolah kedokteran di Cina, sebagian besar Asia, dan Amerika Utara.

Walauapun kedokteran dan kebudayaan Barat telah menyentuh Cina, pengobatan tradisional belum dapat tergantikan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor sosiologis dan antropologis. Pengobatan tradisional dipercaya sangat efektif, dan kadang-kadang dapat berfungsi sebagai obat paliatif ketik kedokteran Barat tidak mampu menangani lagi, seperti pengobatan rutin pada kasus flu dan alergi, serta menangani pencegahan keracunan.

Cina sangat dipengaruhi oleh marxisme. Pada sisi lain, dugaan supranatural bertentantangan pada kepercayaan Marxis, materialisme dialektikal. Cina modern membawa pengobatan tradisional Cina ke sisi ilmiah dan teknologi serta meninggalkan sisi kosmologisnya.

Praktek pengobatan[sunting | sunting sumber]

Pada dunia Barat, pengobatan tradisional Tionghoa dianggap sebagai pengobatan alternatif. Bagaimanapun, di Republik Rakyat Tiongkok dan Taiwan, hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dengan sistem kesehatan.

Pengobatan tradisional merupakan bentuk intervensi terapi yang tidak invasif, berakar dari kepercayaan kuno, termasuk di dalamnya konsep kepercayaan kuno. Pada abd ke-19, para praktisi pengobatan tradisional ini masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai penyakit infeksi, dan pemahaman ilmu kedokteran Barat seperti biokimia. Mereka menggunakan teori-teori yang telah berumur ribuan tahun yang didasarkan pengalaman dan pengamatan serta sebuah sistem prosedur yang menjadi dasar pengobatan dan diagnosis.

Tidak seperti beberapa bentuk pengobatan tradisional yang telah punah, pengobatan tradisional Tionghoa kini menjadi bagian dari pengobatan modern dan bagian sistem kesehatan di Cina. Dalam beberapa dekade belakangan ini, banyak ahli kedokteran Barat yang juga meneliti kebenaran pengobatan tradisional Tionghoa ini.

Pengobatan tradisional Cina sering diterapkan dalam membantu penanganan efek samping kemoterapi, membantu perawatan keteragantungan obat terlarangan, dan merawat berbagai kondisi kronis yang oleh pengobatan konvensional dianggap mustahil untuk disembuhkan.

Diagnosis[sunting | sunting sumber]

Terdapat empat macam metoe diagnosis pada pengobatan tradisional Tionghoa: mengamati (望 wàng), mendengar dan menghidu (聞 wén), menanyakan riwayat (問 wèn), dan menyentuh (切 qiè).[1] The pulse-reading component of the touching examination is so important that Chinese patients may refer to going to the doctor as "Going to have my pulse felt"[2]

Teknik diagnosis[sunting | sunting sumber]

  • Palpasi atau merasakan denyut nadi arteri rasialis pasien pada enam posisi
  • Mengamati keadaan lidah pasien
  • Mengamati wajah pasien
  • Menyentuh tubuh pasien, terutama bagian abdomen
  • Mengamati suara pasien
  • Mengamati permukaan telinga
  • Mengamati pembuluh darah halus pada jalur telunjuk kanak-kanak
  • Membandingkan kehangatan relatif atau suhu pada beberapa bagian tubuh
  • Mengamati bau badan pasien
  • Menanyakan efek permasalahannya
  • Pemeriksaan lain tanpa alat dan melukai pasien

Teknik perawatan[sunting | sunting sumber]

Dalam sejarahnya, terdapat delapan cara pengobatan:

  1. Tui na (推拿) - terapi pijat
  2. Akupunktur (針灸)
  3. Obat herbal Tionghoa (中药)
  4. Terapi makanan Tionghoa (食 疗)
  5. Qigong (氣功) dan latihan meditas - pernapasan lainnya
  6. T'ai Chi Ch'uan (太極拳) dan seni bela diri Tionghoa lainnya
  7. Feng shui (风水)
  8. Astrologi Tionghoa

Regulasi[sunting | sunting sumber]

Berbagai pemerintahan telah menetapkan peraturan hukum untuk mengatur praktik pengobatan tradisional China.

Australia[sunting | sunting sumber]

Semenjak 1 Juli 2012, praktisi pengobatan China harus terdaftar dibawah skema regristrasi dan akreditasi nasional bersama dengan Dewan Pengobatan China Australia dan memenuhi Standar Registrasi Dewan, agar dapat melakukan praktik di Australia.[3]

Kanada[sunting | sunting sumber]

Pengobatan tradisional China diatur dalam lima provinsi di Kanada: Alberta, British Columbia,[4] Ontario,[5] Quebec, dan Newfoundland.

Hong Kong[sunting | sunting sumber]

Majelis Pengobatan China di Hong Kong didirikan pada tahun 1999. Mejelis ini mengatur standar pengobatan dan profesional untuk praktisi pengobatan tradisional China. Semua praktisinya di Hong Kong wajib untuk mendaftar pada Dewan. Kelayakan untuk pendaftaran meliputi ijasah setingkat universitas yang diakui untuk pengobatan tradisional China selama 5 tahun, intership klinis yang diawasi selama minimal 30 minggu, dan lulus ujian perizinan.[6]

Malaysia[sunting | sunting sumber]

The Traditional and Complementary Medicine Bill disahkan oleh Parlemen pada tahun 2012, menetapkan Traditional and Complementary Medicine Council wajib mendaftar dan mengatur para praktisi pemgobatan tradisional dan komplementer, termasuk didalamnya praktisi pengobatan tradisional China.[7][8][9]

Singapura[sunting | sunting sumber]

The TCM Practitioners Act disahkan oleh Parlemen pada tahun 2000 dan para Dewan Praktisi Pengobatan Tradisional China didirikan pada tahun 2001 sebagai dewan resmi di bawah Menteri Kesehatan, untuk mendata dan mengatur para praktisinya. Persyaratan untuk pendaftaran meliputi memiliki diploma atau ijasah sederajat dari institusi/ universitas pendidikan pengobatan tradisional China yang masuk dalam daftar yang telah diakui, juga pelatihan klinis terstruktur pada institusi pelatihan pengobatan tradisional China lokal yang telah diakui atau registrasi asing bersama bersama dengan praktik pada klinik lokal yang telah diakui. Jika telah memenuhi kriteria ini, praktisi juga telah lulus Ujian Pendaftaran Tabib Pengobatan Tradisional China di Singapura (Singapore TCM Physicians Registration Examination -STRE) yang diadakan oleh Dewan Praktisi Pengobatan Tradisional China.[10]

Amerika Serikat[sunting | sunting sumber]

Hingga Juli 2012, hanya enam negara bagian yang tidak memiliki peraturan untuk mengatur praktik profesional pengobatan tradisional China. Keenam negara bagian ini adalah Alabama, Kansas, North Dakota, South Dakota, Oklahoma, dan Wyoming. Pada tahun 1976, California mendirikan suatu Dewan Akupuntur dan menjadi negara bagian pertama yang membuat perizinan bagi akupunturis profesional.[11]

Indonesia[sunting | sunting sumber]

Obat tradisional China pada salah satu toko obat tradisional China di Jalan Jagalan, Surabaya.

Pengobatan tradisional di Indonesia, termasuk pengobatan tradisional China, diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional. Surat Izin Pengobatan Tradisional (SIPT) diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota setempat kepada praktisi yang metodenya telah memenuhi persyaratan penelitian dan pengujian serta terbukti aman dan bermanfaat bagi kesehatan.[12] Belum ada peraturan yang tegas mengenai pendirian klinik pengobatan tradisional China, melainkan pemberian nomor registrasi. Registrasi dilakukan untuk memantau kinerja klinik, menfaat yang diberikan, dan mengetahui efek samping atau bahaya dari praktik yang dilakukan. Menurut dokter Dharma Kumara Widya, satu-satunya metode pengobatan Cina yang paling bisa diterima logika medis dan dibuktikan secara empiris baru akupunktur.[13] Akupunturis merupakan praktisi pengobatan tradisional yang disebutkan dapat memperoleh SIPT dan dapat diikutsertakan di sarana pelayanan kesehatan.[12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Maciocia, Giovanni (1989). The Foundations of Chinese Medicine. Churchill Livingstone. 
  2. ^ Kaptchuk, Ted (2000). Chinese Medicine: The Web That Has No Weaver (ed. 2nd). Random House. 
  3. ^ http://www.chinesemedicineboard.gov.au Chinese Medicine Board of Australia
  4. ^ "CTCMA". College of Traditional Chinese Medicine Practitioners and Acupuncturists of British Columbia. Diakses 25 May 2013. 
  5. ^ "Traditional Chinese Medicine Act, 2006". S.O. 2006, c. 27. 
  6. ^ The Chinese Medicine Council of Hong Kong Hong Kong Registered Chinese Medicine Practitioner licensure requirements
  7. ^ "TRADITIONAL AND COMPLEMENTARY MEDICINE BILL". 
  8. ^ "Official Portal of Traditional & Complementary Medicine Division, Ministry of Health". 
  9. ^ "Official Malaysia Traditional Chinese Medicine Centre". 
  10. ^ "Registration Requirements for the Registration of TCM Physicians". 
  11. ^ [1] California Acupuncture Board
  12. ^ a b Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2003. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1076/MENKES/SK/VII/2003 TENTANG PENYELENGGARAAN PENGOBATAN TRADISIONAL.
  13. ^ Cheta Nilawaty dan Rini Kustiati. 13 Agustus 2012. TEMPO, Belum Ada Aturan Soal Klinik Pengobatan Cina.
  • Chang, Stephen T. The Great Tao; Tao Longevity; ISBN 0-942196-01-5 Stephen T. Chang
  • Kaptchuck, Ted J., The Web That Has No Weaver; Congdon & Weed; ISBN 0-8092-2933-1Z
  • Jin, Guanyuan, Xiang, Jia-Jia and Jin, Lei: Clinical Reflexology of Acupuncture and Moxibustion; Beijing Science and Technology Press, Beijing, 2004. ISBN 7-5304-2862-4
  • Maciocia, Giovanni, The Foundations of Chinese Medicine: A Comprehensive Text for Acupuncturists and Herbalists; Churchill Livingstone; ISBN 0-443-03980-1
  • Ni, Mao-Shing, The Yellow Emperor's Classic of Medicine : A New Translation of the Neijing Suwen with Commentary; Shambhala, 1995; ISBN 1-57062-080-6
  • Holland, Alex Voices of Qi: An Introductory Guide to Traditional Chinese Medicine; North Atlantic Books, 2000; ISBN 1-55643-326-3
  • Unschuld, Paul U., Medicine in China: A History of Ideas; University of California Press, 1985; ISBN 0-520-05023-1
  • Qu, Jiecheng, When Chinese Medicine Meets Western Medicine - History and Ideas (in Chinese); Joint Publishing (H.K.), 2004; ISBN 962-04-2336-4
  • Chan, T.Y. (2002). Incidence of herb-induced aconitine poisoning in Hong Kong: impact of publicity measures to promote awareness among the herbalists and the public. Drug Saf. 25:823–828.
  • Benowitz, Neal L. (2000) Review of adverse reaction reports involving ephedrine-containing herbal products. Submitted to U.S. Food and Drug Administration. Jan. 17.
  • Porkert, Manfred The Theoretical Foundations of Chinese Medicine MIT Press, 1974 ISBN 0-262-16058-7
  • Hongyi, L., Hua, T., Jiming, H., Lianxin, C., Nai, L., Weiya, X., Wentao, M. (2003) Perivascular Space: Possible anatomical substrate for the meridian. Journal of Complimentary and Alternative Medicine. 9:6 (2003) pp851-859