Usman Janatin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Usman)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sersan Dua KKO (Anumerta)
Usman Janatin bin H. Muhammad Ali
Usman KKO.jpg
Informasi pribadi
Lahir(1943-03-18)18 Maret 1943
Bendera Indonesia Purbalingga, Jawa Tengah
Meninggal dunia17 Oktober 1968(1968-10-17) (umur 25)
Bendera Singapura Singapura
Penghargaan sipilPahlawan Nasional Indonesia
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Navy.svg TNI Angkatan Laut
Masa dinas1962–1968
PangkatSerda pdh al.png Sersan Dua KKO
SatuanKKO (Taifib)

Sersan Dua KKO (Anumerta) Usman Jannatin bin H. Muhammad Ali (lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Jawa Tengah, 18 Maret 1943 – meninggal di Singapura, 17 Oktober 1968 pada umur 25 tahun) [1]adalah salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando; kini disebut Korps Marinir)[2] Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia.

Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Harun Thohir, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan dakwaan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965. Seorang anggota KKO lagi bernama Gani Bin Arup berhasil melarikan diri dari Singapura dan pulang ke Indonesia.[3]

Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta dan kini nama dia diabadikan menjadi nama Jalan di depan Markas Korps Marinir (Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun), Kwitang, Jakarta Pusat.[4] Kapal Republik Indonesia, KRI Usman-Harun (359).[5][6][7] Sekarang pun nama Jannatin diabadikan menjadi nama sebuah masjid di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Karier Militer[sunting | sunting sumber]

Ia mendaftarkan diri ke Sekolah Calon Tamtama KKO-AL (Secatamko) di Malang pada tahun 1962. Dengan tahapan seleksi ia berhasil lulus. Berbagai latihan fisik dan mental dilalui Janatin, hingga dinyatakan Lulus pendidikan pada tanggal 1 Juni 1962, Janatin mendapatkan pangkat Prajurit III KKO. Tugas pertama Janatin yaitu mengikuti Operasi Sadar di Irian Barat untuk memastikan penyerahan kekuasaan berjalan lancar. Meskipun Tugas di Irian Barat telah dilaksanakan dengan baik, namun tugas negara yang lain telah menanti Janatin dan prajurit KKO-AL yang lain yaitu Opert Dwikora yang dikumandangkan oleh Presiden Soekarno.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Janatin lahir di Desa Jatisaba, Kabupaten Purbalingga, pada tanggal 18 Maret 1943[8][9] Ia lulus dari sekolah menengah pada tahun 1962[8] Pada 1 Juni 1962, ia masuk Korps marinir Indonesia.[8] Selama Konfrontasi Indonesia-Malaysia, ia diangkat sebagai salah satu dari tiga relawan untuk melayani dalam sebuah operasi militer yang disebut Komando Siaga (kemudian berganti nama menjadi Komando Mandala Siaga), yang dipimpin oleh Wakil Laksamana Madya Udara TNI Omar Dhani.[9][10] Kemudian ia ditempatkan di Pulau Sambu, (sekarang berada di wilayah Kepulauan Riau).

Pengboman MacDonald House[sunting | sunting sumber]

Pada 8 Maret 1965, dia, Harun Thohir, dan Gani bin Arup ditugaskan untuk melakukan sabotase di Singapura. Dilengkapi dengan perahu karet dan 12,5 kilogram (28 pon) bahan peledak, mereka diberitahu untuk membom sebuah rumah tenaga listrik, tetapi sebaliknya, pada tanggal 10 Maret 1965, mereka menargetkan bangunan sipil, bangunan Hong Kong and Shanghai Bank, yang sekarang dikenal sebagai MacDonald House, menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 33 lainnya, yang semuanya warga sipil. Ketika melarikan diri,

Tertangkap dan pengadilan[sunting | sunting sumber]

Janatin dan Thahir pergi ke pantai, sementara Gani memilih rute yang berbeda. Janatin dan Thahir menyita perahu motor, tetapi di laut perahu motor rusak. Mereka ditangkap oleh pasukan patroli Singapura pada 13 Maret 1965 dan dihukum karena pembunuhan, karena mereka telah mengenakan pakaian sipil pada saat itu dan telah menargetkan bangunan sipil, dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Singapura.[11]

Mereka dihukum gantung di Penjara Changi, Singapura, pada 17 Oktober 1968. Jenazah Janatin dan Harun dibawa kembali ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.[12][13]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kompasiana.com. "Kisah Usman Janatin, Pahlawan Dwikora Asal Purbalingga". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2020-02-23. 
  2. ^ "SERDA KKO ANM Jannatin ALIAS Usman Bin Haji Mohammad Ali"
  3. ^ "Profil - Harun Bin Said". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-23. 
  4. ^ "Prajurit KKO Usman dan Harun Gantikan Nama Jalan Prapatan Jakarta"
  5. ^ "PAHLAWAN NASIONAL USMAN DAN HARUN DI KUKUHKAN SEBAGAI NAMA KRI" website marinir.mil.id
  6. ^ Regional Kompasiana, diakses 3 Feb 2015
  7. ^ Situs resmi TNI AL, diakses 3 Feb 2015
  8. ^ a b c Sudarmanto 2007, p. 162
  9. ^ a b Komandoko 2006, p. 480
  10. ^ Ajisaka 2008, p. 215
  11. ^ Ajisaka 2008, p. 216
  12. ^ Sudarmanto 2007, p. 164
  13. ^ Kedaulatan Rakyat, diakses 3 Feb 2015

Bibilografi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]