Korps Marinir Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Korps marinir Indonesia)
Lompat ke: navigasi, cari
Korps Marinir
TNI Angkatan Laut
Gambar marinir01.jpg
Lambang Korps Marinir
Dibentuk 15 November 1945
Negara Indonesia
Cabang TNI Angkatan Laut
Tipe unit Korps Marinir
Markas Jakarta (Pasmar 2)
Surabaya (Pasmar 1)
Moto Jalesu Bhumyamca Jayamahe (Di air dan darat kita jaya)
Maskot "Keris Samudera"
Pertempuran

Invasi Timor-Timor. DOM Aceh.

Penanganan Kerusuhan Ambon.
Situs web www.marinir.tnial.mil.id

Korps Marinir Indonesia atau (Kormar) adalah salah satu komando utama (Kotama) TNI Angkatan Laut. Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir adalah sebuah Komando Utama sejajar dengan Kotama lain seperti (Koarmatim, Koarmabar, Kolinlamil, Kobangdikal, Seskoal dan AAL). Kormar memiliki slogan "Jalesu Bhumyamca Jayamahe" yang artinya "Di Laut dan Darat Kita Jaya". Markas Korps Marinir terletak di Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kwitang, Jakarta Pusat.[1][2][3][4] Yang sebelumnya bernama Jalan Prapatan. Saat ini Korps Marinir terdiri dari dua Divisi:

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Cikal bakal Korps Marinir bermula dari tanggal 15 November 1945, di mana nama Corps Mariniers tercantum dalam Pangkalan IV ALRI Tegal sehingga tanggal ini dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan No. A/565/1948 pada tanggal 9 Oktober 1948 ditetapkan adanya Korps Komando di dalam jajaran Angkatan Laut. Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) kembali menggunakan nama Korps Marinir sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 15 November 1975.[5]

Kronologis Warna Ungu[sunting | sunting sumber]

Tahun 1958, Warna ungu dipakai oleh Korps Marinir (ketika masih bernama KKO-AL) berupa pita sebagai kode pengamanan untuk mengadakan operasi pendaratan di Padang, Sumatera Barat dalam rangka Operasi 17 Agustus 1961, Baret warna ungu untuk pertama kalinya dipergunakan oleh Batalyon-1 KKO-AL dalam Operasi Alugoro di Aceh. Selanjutnya baret tersebut dilengkapi dengan emblem. Pada awalnya emblem Korps Marinir berbentuk segi lima warna merah dengan lambang topi baja Romawi dan dua pedang bersilang ditengahnya. Pemasangan emblem di baret terletak di samping kiri depan. Tahun 1962, Bertepatan dengan HUT yang ke-17 KKO-AL, diadakan perubahan lambang emblem baret Keris Samudera dikelilingi oleh pita dengan tulisan “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” dan terdapat tulisan “Korps Komando” di bawahnya. Diantara tulisan Korps dengan Komando terdapat angka 1945 yang menandakan Korps Marinir lahir. Seluruh lambang dan tulisan emblem tersebut terbuat dari kuningan yang beralaskan warna merah segi lima. 1968, Diadakan lagi sedikit perubahan yaitu dengan member garis pinggir “Kuning” dari segi lima merahnya. 1975, Berdasarkan Skep Kasal No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 14 Nopember 1975 nama Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL) kembali berubah nama menjadi Korps Marinir sesuai dengan nama lahirnya Korps Marinir sejak tahun 1945. Tahun 1976, Kepala Staf Angkatan Laut mengeluarkan Surat Keputusan No. Skep/2084/X/1976 tanggal 20 Oktober 1976, tentang Perubahan Emblem Korps Marinir. Perubahan tersebut adalah dengan menambah Jangkar sebagai latar belakangnya, pita bertuliskan “Korps Komando” berubah menjadi “Korps Marinir” dan angka “1945” tetap sebagai tanda lahirnya. Emblem tersebut dipasang pada baret dengan ketentuan bahwa tengah-tengah dasar emblem terletak tepat di atas ujung luar kening mata kiri. Sehingga Emblem tersebut secara resmi mulai dipakai tepat pada peringatan HUT ke-31 Korps Marinir tanggal 15 Nopember 1975.

  • Emblem KKO-AL Digunakan tahun 1960-1962 Berdasarkan Skep Komandan KKO AL Tanggal 04 Januari 1961 Nomer Skep : 02/KP/KKO/1961.
  • Emblem KKO-AL Digunakan tahun 1962-1976 Berdasarkan Skep Panglima Komando Tanggal 10 September 1962 Nomer Skep : 5030.6.
  • Emblem KORPS MARINIR Digunakan tahun 1976 - Sekarang Berdasarkan Skep KASAL Tanggal 20 Oktober 1976 Nomer Skep : Skep/2084/X/1976

Pembagian Satuan Korps Marinir[sunting | sunting sumber]

BTR-80A Korps Marinir Dalam peringatan HUT TNI
BMP-3F Korps Marinir Dalam suatu Latihan
Parade Alutsista dalam peringatan HUT Korps Marinir
Gelar Senjata Korps Marinir
Uji Coba Ranpur (Kapa) Kendaraan Pengangkut Artileri
RM-70 Grad dalam suatu Latihan
Penembakan Meriam Ranpur Oleh Prajurit Yonarhanud 2/Marinir

Saat ini kekuatan Korps Marinir TNI AL terbagi menjadi 2 Pasukan Marinir (Pasmar 1) di Sidoarjo dan (Pasmar 2) di Jakarta Pusat yang masing-masing dipimpin oleh seorang Komandan Perwira Tinggi Marinir Bintang Satu (Brigjen TNI Marinir). Setiap Pasmar membawahi Brigade Infanteri Marinir, Resimen Bantuan Tempur Marinir (Menbanpurmar), Resimen Artileri Marinir (Menartmar) dan Resimen Kavaleri Marinir (Menkavmar). Brigade Infanteri Marinir yang ada sekarang 3 Brigade melingkupi 10 Batalyon Infanteri Marinir. Satuan elit Korps Marinir TNI AL dinamakan Intai Amfibi (Taifib) dan satuan anti-teror TNI Angkatan Laut dinamakan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka).

  • Komando Latih Marinir membawahi :
    1. Pusat Latihan Pasukan Khussus (Puslatsus)
    2. Pusat Latihan Pasukan Pendarat (Puslatpasrat)
    3. Pusat Pelatihan Tempur Marinir 03/Grati, Pasuruan
    4. Pusat Pelatihan Tempur Marinir 04/Purboyo, Malang
    5. Pusat Pelatihan Tempur Marinir 05/Baluran, Situbondo
    6. Pusat Pelatihan Tempur Marinir 06/Antralina, Sukabumi
    7. Pusat Pelatihan Tempur Marinir 07/Lampon, Banyuwang[6]
    8. Pusat Pelatihan Tempur Marinir 08/Teluk Ratai, Lampung[7]
    9. Pusat Latihan Pendarat Amfibi & Kesiapan Tempur

Komandan Korps Marinir TNI-AL[sunting | sunting sumber]

Pasukan marinir
RM-70 Grad Korps Marinir
Daftar Komandan Korps Marinir sejak awal pembentukannya
Pangkat Nama Dari Sampai Keterangan
Laksamana Muda TNI Agoes Soebekti 1945 1950
Mayjen TNI KKO R. Soehadi 1950 1961
Letjen TNI KKO R. Hartono 1961 1968
Letjen TNI KKO Moekijat 1968 1971
Mayjen TNI (Mar) H. Moh. Anwar 1971 1977
Letjen TNI (Mar) Kahpi Suriadiredja Juli 1977 Mei 1983
Brigjen TNI (Mar) Muntaram Mei 1983 Januari 1987
Brigjen TNI (Mar) Aminullah Ibrahim Januari 1987 Agustus 1990
Mayjen TNI (Mar) Baroto Sardadi Agustus 1990 November 1992
Brigjen TNI (Mar) Gafur Chaliq Desember 1992 April 1994
Mayjen TNI (Mar) Djoko Pramono April 1994 Februari 1996
Brigjen TNI (Mar) Suharto Februari 1996 1999
Mayjen TNI (Mar) Harry Triono 1999 20 November 2002
Mayjen TNI (Mar) A.Rifai 20 November 2002 9 November 2004
Mayjen TNI (Mar) Safzen Noerdin 9 November 2004 6 Juni 2007
Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono 2006 2007
Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri 2007 2009
Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin 2009 2012
Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington 2012 2015
Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana 2015 2016
Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono 2016 sekarang

Peristiwa yang melibatkan Korps Marinir[sunting | sunting sumber]

Pengangkatan jenazah di Lubang Buaya

Daftar Warga Kehormatan Korps Marinir[sunting | sunting sumber]

Warga kehormatan Korps Marinir merupakan bentuk atau wujud penghargaan Korps Marinir kepada Pemimpin TNI, atas kontribusi dan perhatiannya yang tulus kepada kemajuan dan perkembangan Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Peralatan Berat[sunting | sunting sumber]

Kendaraan Asal Jenis Versi Operasional Catatan
Tank Ringan
PT-76[8]  Rusia Tank Ringan PT-76B[9] 90 Di Upgrade dengan meriam Cockerill MK3M kaliber 90mm
Kendaraan Tempur Infanteri
AMX-10P  Perancis IFV AMX-10 PAC 90

AMX-10P MARINE

100
BVP-2  Slowakia IFV BVP-2 40 [10]ditaruh di Batalyon pertahanan Udara.
BMP-3F[11]  Rusia IFV BMP-3F 54 Genap 54 unit.[12] Kemungkinan ditambah kembali.
Pengangkut Personel Lapis Baja
BTR-50  Uni Soviet APC BTR-50PK 190
BTR-80  Uni Soviet APC BTR-80A 12[13] Di gunakan sebagai bagian dari UNIFIL
Kendaraan Tempur Amfibi
PTS  Uni Soviet ATV PTS-M
LVT7  Amerika Serikat ATV LVT-P7A1 10 [14] Dimungkinkan ditambah hingga 35 unit
Peluncur Roket Multilaras
RM-70  Czechoslovakia MRL RM-70 Grad 7
Artileri
LG1  Perancis Howitzer LG1 Mark I 20

Peralatan Ringan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]