Plot Naruto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Plot Naruto, atau sering juga disebut Naruto I, adalah plot cerita dari bagian pertama anime dan seri manga Naruto, cerita difokuskan pada petualangan Naruto Uzumaki pada awal karier ninjanya

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Naruto Uzumaki adalah seorang calon ninja yang ingin menjadi Hokage (pemimpin desa ninja Konoha) terhebat sepanjang masa.

Empat tokoh utama Naruto: Uzumaki Naruto, Uchiha Sasuke, Haruno Sakura, dan Hatake Kakashi

Naruto tidak memiliki orang tua dan selalu hidup kesepian dan entah kenapa ia selalu dijauhi penduduk desa. Untuk menarik perhatian dan diakui keberadaannya, ia sering berbuat jahil seperti mencoret-coret ukiran wajah para Hokage terdahulu. Barulah diketahui bahwa ternyata dia adalah Jiinchuriki atau anak tempat disegelnya Kyuubi, siluman rubah berekor sembilan yang ganas yang pernah memporak-porandakan Desa Konoha.

Walaupun sering berbuat ceroboh dan jahil, berkat usaha keras, akhirnya sedikit-banyak ia mulai diakui sebagai ninja berbakat. Berkat bantuan guru Iruka ia dapat lulus tes untuk menjadi ninja tingkat bawah atau Genin. Setelah menjadi Genin, ia dimasukkan ke dalam kelompok yang dibimbing oleh Kakashi Hatake, jounin (ninja tingkat atas) yang memiliki mata sharingan di mata kirinya, terkenal dengan nama "Kakashi si Peniru" yang pernah meniru lebih dari 1000 jurus di luar Desa Konoha.

Selain Naruto, di kelompok itu juga ada Sasuke Uchiha, ninja jenius yang tersisa dari klan Uchiha yang memiliki mata sharingan, dan Sakura, gadis pintar manis yang ditaksir Naruto namun bertepuk sebelah tangan karena Sakura menyukai Sasuke yang juga lelaki terpopuler di kelasnya.

Dimulailah misi-misi mereka yang kadang berbahaya, kadang aneh. Sampai pada suatu ketika Naruto bertekad akan menjadi ninja sesuai dengan hatinya, karena dalam perjalanannya, dia melihat bahwa pada umumnya ninja hanyalah menjadi suatu alat untuk menyelesaikan misi-misi tertentu saja.

Misi Di Kirigakure[sunting | sunting sumber]

Sementara Genin lainnya diberikan misi ranking D, Naruto malah tertarik untuk melakukan misi yang lebih menantang, maka Hokage Ketiga pun memberikan misi ranking C yaitu melindungi Tazuna, seorang ahli pembangun jembatan, ke desa Kirigakure. Dalam perjalanan mereka diserang oleh 2 Chuunin yang seharusnya tidak dapat dikategorikan ke misi tingkat C. Naruto pun diselamatkan oleh Sasuke yang membuat Naruto merasa kesal. Setelah pertarungan, Naruto pun berjanji dia akan menyelesaikan misi sambil menusuk tangannya yang sebelumnya terkena racun oleh kedua Chuunin itu.

Kakashi kemudian mempertimbangkan seharusnya misi ini adalah misi setingkat ranking A yang tidak sesuai dengan level ninja Genin Tim 7. Namun, karena dia percaya kepada ketiga muridnya, Kakashi memutuskan tetap melanjutkan misi dan bertekad menolong Tazuna. Di tengah perjalanan, lagi-lagi mereka dihalau oleh Ninja. Kali ini, mereka dihalau ninja pemburu yang di juluki iblis Kirigakure, Zabuza. Beruntung, Kakashi dapat mengahalau dan mengusir Zabuza walaupun ia sendiri mengalami cedera yang cukup parah.

Kakashi kemudian memberi mereka latihan "memanjat pohon tanpa tangan" yang berguna untuk melatih pengontrolan chakra sehingga mereka lebih siap ketika menghadapi pertempuran. Awalnya, Sasuke dan Naruto mendapatkan kesulitan untuk menyelesaikan latihan ini sementara Sakura dapat menyelesaikannya dengan mudah. Namun akhirnya keduanya dapat menyelesaikan latihan ini setelah keduanya mencoba berkali-kali tanpa henti.

Sementara itu di kediaman Zabuza, Gato datang bersama dua orang samurai pengawalnya. Ia terus menerus menghina Zabuza dengan mengatakan bahwa Zabuza adalah ninja yang lemah karena telah dikalahkan oleh Kakashi. Hal ini membuat Haku, partner Zabuza, kehilangan kesabaran sehingga ia mematahkan tangan Gato ketika Gato mencoba menyentuh Zabuza sementara kedua samurai pengawalnya terdiam setelah menyadari kekuatan Haku.

Di jembatan, teman-teman Tazuna mulai meninggalkan proyek pembangunan setelah mereka mendapat tekanan dari kelompok Gato. Keadaan Kirigakure, desa Tazuna, pun semakin parah; kemiskinan dan kejahatan merajarela, bahan makanan habis, dan penduduk kehilangan keberanian untuk melawan Gato. Setelah itu, ia bercerita tentang masa lalu kota ini dan hubungan antara Inari, cucu Tanzuna, dengan Kaiza, seorang nelayan yang mereka pernah sebut sebagai pahlawan. Dahulu, Kaiza sering mengajarkan Inari tentang pentingnya "melindungi orang yang paling berharga, walaupun harus mengorbankan nyawa", sebelum akhirnya ia dibunuh Gato di muka umum dengan tuduhan mengganggu keamanan dalam usahanya melindungi penduduk desa dari tekanan gerombolan Gato. Sejak saat itu, Inari yang tadinya ceria dan bersemangat berubah menjadi bocah pemurung dan tidak memiliki keberanian, sama seperti sebagian besar penduduk negara Kirigakure. Inari membenci semua orang yang ingin menjadi pahlawan; termasuk Naruto. Ia menganggap pahlawan hanyalah seorang bodoh yang mau mengorbankan dirinya untuk orang yang tidak dikenalnya. Naruto marah lalu pergi berlatih dan bertekad mengalahkan Gato untuk mengubah pandangan Inari.

Dalam latihannya, Naruto bertemu dengan Haku, yang tidak menggunakan baju tempurnya sehingga Naruto tidak mengenalinya. Mereka kemudian berbincang-bincang dan menyinggung masalah tentang "melindungi orang yang paling berharga." Dari perbincangan ini diketahui bahwa Haku, sama seperti Naruto, adalah orang yang terbuang dan dikucilkan sebelum akhirnya ia bertemu Zabuza. Hal ini membuat Haku menganggap Zabuza sebagai "orang yang paling berharga" sehingga ia bertekad melindungi Zabuza walaupun harus mengorbankan nyawa.

Keesokan harinya, Kakashi, Sasuke, Sakura, dan Tazuna berangkat ke jembatan meninggalkan Naruto yang tidur terlelap akibat terlalu lelah berlatih. Di jembatan, mereka menemukan bahwa Zabuza telah datang dan menyerang para pekerja.

Sementara itu di rumah Tazuna, kedua samurai pengawal Gato datang untuk menculik anak perempuan Tazuna sekaligus ibu Inari. Inari yang merasa dirinya lemah, berdiam diri dan menangis sampai akhirnya ia teringat akan kata-kata Naruto yang mengatainya sebagai anak cengeng, Inari pun bangkit dan mencoba melawan. Tentu saja Inari bukan lawan yang sebanding dengan dua orang samurai tersebut, untungnya Naruto datang menolong mereka. Dengan Tajuu Kagebunshin no Jutsunya, Naruto berhasil mengusir kedua samurai tersebut. Setelah itu, ia pergi menyusul ke jembatan dimana Kakashi, Sasuke, Sakura, dan Tazuna sedang berjuang menghadapi Zabuza.

Pertarungan Kedua[sunting | sunting sumber]

Pertarungan di jembatan berlangsung sangat sengit; Zabuza melawan Kakashi sedangkan Haku melawan Sasuke. Dalam pertempuran ini, Haku berhasil mengurung Sasuke dengan jurus Kekkai Genkainya, Makyou Hyoshou. Tak jauh berbeda dengan Sasuke, Kakashi juga mengalami kesulitan ketika menghadapi Zabuza. Zabuza ternyata sudah mengetahui kelemahan Sharingan milik Kakashi sehingga dapat menangkalnya.

Tak lama kemudian, Naruto pun datang untuk menolong. Tetapi karena keluguannya, ia malah masuk ke dalam perangkap Makyou Hyoshou milik Haku, bersama Sasuke di dalamnya. Haku pun semakin menjadi-jadi, Sasuke yang mulai tertekan kemudian mengeluarkan Kekkai Genkainya, Sharingan, untuk pertama kalinya. Jurus tersebut berhasil. Sasuke mulai bisa menghindari serangan-serangan Haku, tetapi tidak dengan Naruto, ia tetap tidak dapat menghadapi Haku. Haku kemudian memanfaatkan hal ini dengan menyerang Naruto, Sasuke yang terkejut secara refleks melindungi Naruto dengan tubuhnya, sehingga ia menerima cedera yang sangat parah. Kemudian Sasuke yang penuh dengan luka berkata kepada Naruto bahwa ia rela menyelamatkan Naruto, orang yang dibencinya, serta berkata bahwa ingin sekali membunuh kakaknya, Uchiha Itachi. Naruto yang mengira Sasuke tewas menjadi marah dan melepaskan Chakra ekor sembilannya, dan dengan sekali pukul ia berhasil menghancurkan Makyou Hyoshou milik Haku. Naruto yang dirasuki roh Ekor Sembilan memukul Haku hingga topengnya pecah. Naruto yang melihat wajah Haku, berhenti dan mempertanyakan bagaimana bisa Haku, orang baik dijadikan senjata oleh Zabuza, Naruto menerima jawaban yang mengejutkan bahwa sebenarnya Haku adalah sepertinya, orang yang tak dibutuhkan dan tak berarti bagi siapapun, sebagaimana Haku ingin membuktikan bahwa ia berarti bagi orang lain, demikian pula Naruto yang ingin diakui sebagai Hokage oleh penduduk Konoha.

Sementara itu, Kakashi juga berhasil melukai Zabuza dengan Kuchiyose no Jutsu miliknya. Ia pun mengeluarkan jurus Chidori atau sering juga disebut Raikiri untuk membunuh Zabuza. Tapi ternyata Haku meninggalkan pertarungannya dengan Naruto dan maju melindungi Zabuza dengan tubuhnya sendiri, sama seperti Sasuke yang menolong Naruto. Ia pun tewas terkena Chidori Kakashi dalam usahanya melindungi Zabuza. Melihat itu, Zabuza menyerang Kakashi. Tapi pertarungan mereka kemudian terhenti dengan kedatangan kelompok Gato. Gato menertawakan mereka dan berkata bahwa mereka adalah ninja yang bodoh yang mudah diadu domba. Mendengar hal ini, Zabuza menghentikan pertarungan karena merasa alasannya untuk membunuh Tazuna sudah tidak ada. Di Saat bersamaan, Sakura yang mencari Sasuke terkejut ketika mendapati tubuh Sasuke yang tergeletak serta dingin, sambil menangis Sakura berkisah bahwa ia adalah ninja yang pandai di akademi yang hafal ratusan peraturan dalam dunia ninja, namun peraturan ke-25, sebuah peraturan yang tidak bisa ia lakukan yaitu seorang ninja dilarang menunjukkan perasaan dalam misi dan keadaan apapun. Ketika merasa sangat murka kepada Gato akibat ucapan Naruto, Zabuza pun maju menerobos samurai-samurai kelompok Gato untuk membunuh Gato. Setelah melakukannya, ia pun pingsan lalu tewas karena terlalu banyak terkena serangan pedang samurai. Kisah ini adalah pertarungan berdarah dan tragis bagi Naruto, Haku, Sasuke dan Zabuza.

Naruto menyelesaikan misi ini dengan penuh kesan. dia belajar bahwa perjuangan seorang ninja tidak diukur seberapa kuat kemampuan seseorang melainkan seberapa besar pengorbanan ninja demi apa yang berharga baginya. Jembatan yang selesai pembangunannya itu dinamai Jembatan Naruto, berkat jasa dan semangatnya yang telah membantu dan menginspirasi penduduk desa.

Ujian Chuunin[sunting | sunting sumber]

Cerita ini menampilkan saat mereka pulang menyelesaikan misi di Nami no Kuni (Kirigakure). Ini adalah saat dimana ujian untuk menjadi Chuunin dibuka. Dalam Perjalanan menuju tempat Ujian Chuunin, Naruto, Sasuke dan Sakura bejumpa Konohamaru bersama kawan-kawannya juga mendapati ninja dari Sunagakure (Gaara, Kankuro dan Temari). Sebelum Ujian dimulai, Sasuke ditantang bertarung oleh Rock Lee dan Sasuke hampir menerima serangan fatal dari Lee. Ujian pertama adalah ujian tertulis. Soal-Soal pada Ujian itu adalah Soal yang tidak setingkat ninja selevel Genin, Akibatnya banyak peserta yang kesulitan menjawab pertanyaan dan berusaha memperoleh informasi mempergunakan jutsu ninja secara diam-diam. Hampir semua peserta yang lolos berkat kecerdikan Naruto (meskipun kertas jawaban milik Naruto kosong sama sekali).

Ujian kedua adalah ujian bertahan hidup di Hutan Kematian Konoha. Setiap Tim diharuskan bertahan hidup di hutan itu dan memperebutkan dua gulungan rahasia untuk lolos ke babak berikutnya di sebuah tempat pertemuan di pusat hutan. Ujian ini membutuhkan kerjasama tim yang baik.

Naruto, Sasuke, dan Sakura pun memulai ujian ini dengan tenang. Sampai pada saat dimana ada seorang ninja misterius yang menyerang tim Naruto. Dia adalah Orochimaru, seorang ninja buronan dari Konoha yang juga murid Hokage Ketiga serta salah satu dari Tiga Ninja Legendaris (Sannin). Ia menggunakan tubuh orang lain dalam ujian Chuunin dan berpura-pura sebagai Naruto ketika menemui Sakura dan Sasuke. Merasa curiga, Sasuke berhasil mengungkap bahwa ia bukan Naruto dan terpaksa bertarung sendiri karena Naruto untuk sesaat terpisah. Dalam Pertarungan ini, Sasuke merasa begitu takut dan tidak percaya diri menghadapinya. Dia merasa bahwa kekuatannya yang sekarang tidak cukup untuk menghadapi ninja sekelas Orochimaru. Ditengah ketakutan Sasuke, Naruto yang lolos dari tubuh seekor ular besar muncul melindungi Sasuke dari serangan Orochimaru. Merasa terganggu, Orochimaru mengeluarkan Jutsunya yang menambal segel Ekor Sembilan di perut Naruto yang membuat Naruto pingsan dan terjatuh, beruntungnya tubuhnya ditahan oleh Kunai Sakura. Setelah menyadari bahwa Sasuke mempunyai kekuatan Sharingan, Orochimaru menggigit leher Sasuke. Dan gigitan itu membentuk Segel Kutukan seraya berkata bahwa Sasuke akan mencarinya karena Sasuke berniat mencari kekuatan untuk membalaskan dendam kepada Uchiha Itachi, kakak kandung Sasuke yang telah membantai seluruh klan Uchiha. Karena rasa sakit yang luar biasa, Sasuke pun tak sadarkan diri. Orochimaru kemudian pergi meninggalkan mereka dan mengirim tiga Ninja Oto untuk mencari Sasuke. Tinggal Sakura seorang diri yang bisa melindungi kedua rekannya. Tak lama kemudian, muncul shinobi Konoha dari Tim 10, Rock Lee untuk menolonganya. Saat rambutnya dijambak oleh Kin Tsuchi, seorang Kunoichi Oto, Sakura menyadari kemampuannya tidak berkembang sama sekali dan hanya menjadi beban bagi Naruto maupun Sasuke. Akhirnya Sakura memotong rambutnya sendiri dengan kunai. Tim Oto pun mundur dan menyerahkan gulungan rahasia kepada Tim 7 karena Sasuke yang terbangun dan mengalahkan ninja Oto dengan Kekuatan Segel Gaib Orochimaru.

Tim 7 melanjutkan perjalanan menuju babak berikutnya. Ketika sedang beristirahat, secara tak sengaja mereka didatangi Kabuto Yakushi yang menghalangi Naruto dan Sakura yang ingin membuka lembaran gulungan rahasia. Kabuto menjelaskan bahwa ia juga seorang ninja Konoha yang sedang terpisah dari rekan-rekannya dan hendak menyusul mereka. Saat melanjutkan perjalanan, mereka berempat terkena genjutsu dari jebakan tim lain dan dipaksa menghadapi Jurus Ilusi Bayangan, namun mereka berhasil mengalahkan ninja-ninja itu berkat kecerdikan Naruto.

Ujian ketiga adalah ujian final. Namun karena banyak peserta yang lolos, maka diadakan babak satu lawan satu. Naruto terkejut saat Kabuto memutuskan tak mengikuti babak ini. Akhirnya, ada 8 ninja yaitu Naruto, Shikamaru, Neji, Sasuke, Shino, Gaara, Kankurou dan Temari yang lolos ke babak utama. di tahap ini, Naruto berhasil mengalahkan Neji dengan jurus pengendalian chakra yang diajarkan Jiraiya sementara Shikamaru memilih mengundurkan diri saat menghadapi Temari walau sebenarnya dia unggul dalam pertandingan. Saat pertarungan terakhir yaitu Gaara vs Sasuke, seketika terjadi serangan besar-besaran oleh Sunagakure dan Otogakure di Konoha yang didalangi oleh Orochimaru. Hokage ketiga menjadi sasaran utama Orochimaru dalam serangan ini. untuk melawan Hokage Ketiga, Orochimaru membangkitkan dua Hokage terdahulu dengan Jurus Terlarang Edo Tensei. Naruto yang tak mengerti dengan insiden yang terjadi, diberi misi darurat oleh Kakashi sebagai misi tingkat-S bersama Sakura, Shikamaru dan Pakkununtuk mengejar Sasuke dan Gaara . Sasuke pun berhasil menghadapi Gaara akan tetapi dia kalah karena serangan Shukaku dari dalam tubuh Gaara. Naruto pun mengeluarkan chakra yang luar biasa yang membuat Gaara yang menjelma sebagai siluman Ekor Satu bertekuk lutut. Serangan ini diakhiri dengan pengorbanan nyawa Hokage Ketiga serta lumpuhnya tangan Orochimaru akibat terhisap Jurus Dewa Kematian.

Beberapa Saat setelah Ujian Chuunin, Uchiha Itachi dan Hoshigaki Kisame dari organisasi Akatsuki datang ke Konoha untuk mengincar Musang Ekor Sembilan pada tubuh Naruto. mereka sempat bertarung dengan para jounin Konoha (Asuma, Kurenai, Kakashi dan Guy) yang mengakibatkan Kakashi harus beristirahat karena mendapat serangan fatal dari Tsukuyomi Itachi, Mengetahui keberadaan Itachi di Konoha, Sasuke dipenuhi dendam untuk menghabisi kakaknya itu. Ketika Itachi berhasil menemui Naruto, Sasuke muncul dan berusaha menyerangnya. Karena perbedaan kekuatan, Sasuke kalah karena mendapat serangan genjutsu kematian klan Uchiha. Naruto hampir diculik jika Jiraiya tidak muncul dan menyelamatkannya dari Kisame dan Itachi.

Pencarian Tsunade[sunting | sunting sumber]

Saat hiruk pikuk Ujian Chuunin selesai, posisi Hokage menjadi kosong akibat pengorbanan Hokage Sarutobi. Jiraiya sebagi Sannin ditawarkan untuk menjadi Hokage, tetapi dia menolak dan mengajukan satu nama, Tsunade, mantan rekan Jiraiya dan Orochimaru. Dia mengajak serta Naruto dan sambil mencari informasi dia mengajari jutsu super sulit level A yaitu Rasengan. Jiraiya dan Naruto para akhirnya berhasil menemukan Tsunade yang penampilnya sama sekali tidak mencirikan fisik seorang nenek seperti yang dibayangkan Naruto. Tetapi Orochimaru sudah mendahului Jiraiya dan memberikan tawaran yang menarik pada Tsunade. Akhirnya Naruto menantang Tsunade berduel untuk membalas ucapan Tsunade yang menjelek-jelekkan Hokage dan Konoha. Naruto berani bertaruh dengan tantangan Tsunade bahwa ia tidak akan bisa menguasai jurus Rasengan dalam beberapa waktu. DIa teringat adiknya ketika melihat kegigihan Naruto.

Tsunade lalu menemui Orochimaru untuk menyembuhkan tangannya yang terkena Sinjutsu Shikifujin. Akan tetapi Tsunade menolak dan bertarung melawan Orochimaru dan Kabuto dibantu Jiraiya dan Naruto. Pertarungan antar sannin berlangsung sengit, masing-masing mengeluarkan kuchiyose andalnnya Tsunade dengan Katsuyu, Jiraiya dengan Gamabunta, dan Orochimaru dengan Manda. Disini naruto berhasil menyempurnakan Rasengan miliknya dan menghajar Kabuto. Orochimaru pun mundur karena kalah jumlah dan kondisinya sudah sangat parah. Tsunade pun akhirnya mau mengisi posisi Hokage kelima dan memberikan kalung warisan Hokage Pertama pada Naruto karena kalah bertaruh.

Kepergian Sasuke[sunting | sunting sumber]

Sejak Sasuke merasa Naruto semakin kuat, karena bisa mengalahkan Gaara, ninja yang tidak bisa dia kalahkan, Sasuke menganggap dirinya sendiri seorang pecundang dan menaruh kedengkian terhadap Naruto. Dia lalu menantang Naruto di atap rumah sakit dan mengajaknya berduel. Disaat keduanya hampir beradu nyawa, Kakashi menghentikan mereka. Sasuke lalu didatangi oleh utusan Orochimaru dan ditawari untuk menjadi lebih kuat. Dia menerimanya dan dimasukkan ke segel peti mati. Mendengar kabar tersebut, Hokage Kelima memerintahkan pengejaran yang dipimpin Chuunin Shikamaru dengan anggota Naruto Uzumaki, Kiba Inuzuka, Neji Hyuga, dan Choji Akimichi. Mereka mengejar Sasuke, tetapi mereka terdesak karena kemampuan para ninja Oto yang sangat kuat serta kemunculan Kimimaro. Ketika keadaan semakin sulit, Rock Lee, Kankuro, Temari dan Gaara datang membantu dan berhasil mengalahkan mereka. Akhirnya Naruto dan Sasuke saling berhadapan di lembah kematian (Valley of The End) yang pernah dijadikan tempat pertarungan hidup-mati antara Senju Hashirama (Hokage Pertama) dan Uchiha Madara. Setelah pertarungan yang sengit, akhirnya Naruto menggunakan chakra Kyuubi berekor satu dan Sasuke menggunakan Level Utama Segel Gaib Orochimaru yang membuat dia mempunyai dua sayap berbentuk tangan. Sasuke menggunakan Chidori dan Naruto menggunakan Rasengan. Terjadi ledakan dahsyat akibat terbenturnya Chidori dan Rasengan. Merekapun teringat masa lalu dan bertarung dengan kekuatan seimbang, meski Naruto hanya berhasil mengggores ikat kepala Sasuke sementara dia pingsan akibat mendapat hantaman di dada dari pukulan Sasuke. Meski semula berniat untuk menghabisi Naruto untuk menepati pemintaan Itachi, Sasuke menolak mengikuti cara kakaknya itu lalu lebih memilih meninggalkan Naruto sendiri di tepi air terjun dan menuju ke tempat Orochimaru dan meninggalkan Ikat Kepala Konoha miliknya.

Naruto dan kawan-kawannya yang selamat dibawa kembali ke Konoha dan dirawat. Bahkan keadaan Neji dan Chouji sangat kritis, tetapi berhasil diatasi. Naruto yang kesal karena tidak bisa membawa kembali Sasuke diajak mengembara juga berlatih bersama Jiraiya sambil menunggu kabar tentang pergerakan Akatsuki.

Sebagai informasi, saking berhasilnya Naruto di Jepang, sampai dibuat versi anime dan juga versi layar lebarnya, bahkan dibuat juga permainan video (video game) nya seperti di PlayStation, PlayStation 2, Game Boy Advance dan Nintendo DS. Manganya sendiri sudah berkembang sangat jauh, kompleks, dan sangat menarik.

Dalam perkembangannya naruto dibagi menjadi 2 chapter, yaitu chapter sebelum dan sesudah naruto meninggalkan Konoha bersama Jiraiya untuk berlatih.