Boruto Uzumaki

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Boruto Uzumaki
Tokoh Naruto, Boruto: Naruto Next Generations
Sebuah gambar yang menampilkan Boruto Uzumaki mengenakan baju putih berbayang abu-abu dengan seragam hitam dan merah muda.
Boruto yang didesain oleh Masashi Kishimoto
Penampilan
pertama
  • Naruto Bab 700: Uzumaki Naruto!! (2014)
Pencipta Masashi Kishimoto
Pengisi suara Jepang
Kokoro Kikuchi (The Last: Naruto the Movie)
Yūko Sanpei
Inggris
Amanda C. Miller (Boruto: Naruto the Movie dan Boruto: Naruto Next Generations)
Maile Flanagan (Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm 4 dan The Last: Naruto the Movie)
Relasi Naruto Uzumaki (ayah)
Hinata Uzumaki (ibu)
Himawari Uzumaki (adik)
Hanabi Hyuga (bibi)
Minato Namikaze (kakek)
Kushina Uzumaki (nenek)
Hiashi Hyuga (kakek)
Hizashi Hyuga (kakek)
Neji Hyuga (paman)
Peringkat ninja Genin
Tim ninja Tim Konohamaru

Boruto Uzumaki (bahasa Jepang: うずまき ボルト, Hepburn: Uzumaki Boruto), awalnya dieja oleh Viz Media sebagai "Bolt",[1] adalah seorang karakter fiksi yang diciptakan oleh mangaka Masashi Kishimoto, yang pertama kali muncul pada akhir cerita dari seri manga Naruto sebagai putra dari tokoh utama dan protagonis Naruto Uzumaki dan Hinata Hyuga. Ia kemudian muncul sebagai tokoh utama dalam film anime tahun 2015 bertajuk Boruto: Naruto the Movie, di mana ia berlatih sebagai seorang ninja untuk melampaui ayahnya, pemimpin desa ninja Konohagakure. Boruto juga berperan sebagai tokoh protagonis dalam seri manga dan anime Boruto: Naruto Next Generations. Di manga, kisah diawali dengan menceritakan kembali film Boruto, sedangkan anime dimulai dari masa kecilnya di akademi ninja di mana ia bertemu dengan rekan-rekannya di masa depan—Sarada Uchiha dan Mitsuki—begitu pula dengan gurunya, Konohamaru Sarutobi.

Meski penampilan dan desain fisik Boruto serupa dengan Naruto saat ia masih kecil, kepribadian mereka berkembang secara berbeda. Hubungan Boruto dengan ayahnya merefleksikan hubungan Kishimoto dengan anaknya. Dalam versi bahasa Jepang, suara Boruto diisi oleh Kokoro Kikuchi di The Last: Naruto the Movie dan oleh Yūko Sanpei pada kesempatan berikutnya. Sanpei menikmati kelakuan dan tingkah laku Boruto, dan menyebutnya menawan. Untuk versi bahasa Inggris, suaranya diisi oleh Amanda C. Miller.

Karakter Boruto telah menerima timbal balik penerimaan kritikus yang beragam. Hubungannya dengan ayahnya dikritik karena para pengulas menilai konsep seperti ini sudah digunakan terlalu sering di manga Naruto. Di Boruto: Naruto the Movie, perkembangannya dipuji karena adegan bertarungnya dan mengenai bagaimana ia memahami tindakan ayahnya.

Penciptaan dan konsepsi[sunting | sunting sumber]

Masashi Kishimoto menciptakan karakter Boruto pada tahun 2013 saat manga Naruto sedang dalam masa klimaks. Motivasi yang mendorongnya untuk menciptakan karakter ini adalah karena ia menginginkan Naruto Uzumaki menjadi seorang ayah saat manga berakhir.[2] Pada bagian akhir dari cerita Naruto, Boruto bertindak jahil di gunung batu Konoha dengan cara mencorat-coret patung wajah seluruh ninja yang pernah memimpin desa—para Hokage. Kishimoto menginginkan Boruto untuk bertindak seperti ayahnya, namun pada saat yang sama, memiliki perbedaan satu sama lain. Meskipun tidak ingin mengungkapkan lebih banyak tentang karakter Boruto karena cerita Boruto: Naruto Next Generations sedang dalam proses pengembangan, ia menambahkan bahwa Boruto bukan sosok karakter yang terang-terangan layaknya Naruto.[3] Nama pertama Boruto merujuk kepada karakter Neji Hyuga sebagai penghormatan atas kematiannya di manga Naruto, ketika melindungi kedua orangtua Boruto.[4] Di Boruto: Naruto the Movie, Kishimoto mengembangkan hubungan Boruto dan Naruto sesuai dengan hubungannya dengan para putranya.[5] Ia menginginkan film tersebut untuk menggambarkan hubungan ayah dan anak antara Boruto dan Naruto.[2] Lagu tema dari film itu, "Diver" (ダイバー) yang dibawakan oleh Kana-Boon, merupakan rujukan kepada karakter Boruto. Salah satu penyanyi dari grup musik tersebut menyatakan bahwa lagu itu merefleksikan bagaimana karakternya berubah secara konstan dari awal hingga akhir cerita.[2]

Dibimbingnya Boruto oleh rival sekaligus teman terbaik Naruto—Sasuke Uchiha, dipengaruhi oleh kurangnya kemunculan Sasuke di film-film Naruto. Kishimoto telah memutuskan bahwa ia menginginkan Sasuke untuk memiliki peran penting di Boruto: Naruto the Movie, yang juga ditulisnya. Di film tersebut, Sasuke menjadi guru dari Boruto, dan ini terinspirasi dari karakter Piccolo dari seri manga Dragon Ball karya Akira Toriyama. Sebagai mantan musuh dari protagonis Dragon Ball Goku, Piccolo menjadi guru dari putra pertama Goku, Gohan.[6] Sutradara anime dan film Boruto, Hiroyuki Yamashita, mengatakan bahwa saat pertama kali ia melihatnya di seri manga sempalan yang khusus mengisahkan Sarada Uchiha, ia menyukai karakter Boruto. Dalam pembuatan film Boruto, Yamashita mengatakan beberapa adegan terkait Boruto dihapus karena keterbatasan waktu—seperti interaksi antara Boruto dengan ayahnya, begitu pula interaksi lain seperti di antara Boruto dan Sarada. Adegan yang tersulit untuk staf adalah penggunaan teknik Rasengan (螺旋丸, har. "Pusaran Chakra Spiral") yang akan menghilang segera setelah digunakan dan muncul kembali sebagai sebuah serangan. Adegan di mana Naruto menyalurkan seluruh chakranya untuk memperbesar Rasengan Boruto ditangani secara hati-hati dalam film.[7]

Desain[sunting | sunting sumber]

Penampilan remaja Boruto dibuat secara terburu-buru. Sebagai hasilnya, Mikio Ikemoto percaya bahwa ketika plot cerita di manga telah mencapai titik ini, desainnya akan berubah secara drastis.[8]

Dalam merancang dan mendesain karakter, Kishimoto berniat agar Boruto terlihat serupa dengan ayahnya namun pada saat yang sama menghindari kemiripan fitur wajah seperti mata dan garis di pipi karena Naruto memiliki Siluman Rubah Berekor Sembilan, Kurama, yang disegel di dalam tubuhnya—tidak seperti putranya. Selain itu, Kishimoto memberikan Boruto kostum yang lebih sederhana dibandingkan dengan kostum asli Naruto, meskipun masih memiliki simbol klan Uzumaki. Kishimoto sengaja membiarkan Boruto mengenakan pakaiannya dengan santai—dengan membuatnya memakai jaketnya tanpa diritsleting, karena ia merasa bahwa hal ini cocok dengan kepribadian Boruto.[9] Pada bagian akhir dari manga, Kishimoto awalnya berniat untuk memberikan mata Byakugan kepada Boruto, sebuah teknik mata yang seharusnya akan diwarisinya dari Hinata Hyuga—ibunya. Namun, ia lupa akan hal ini dan sebagai gantinya memberikan teknik mata tak dikenal (membuat Boruto mampu melihat aliran chakra, sumber energi yang digunakan para ninja untuk mengeluarkan jutsu) yang kadang-kadang muncul di mata kanan Boruto,[10] Pada bulan Juli 2017, salah satu juru animasi dari seri Boruto: Naruto Next Generations mengungkapkan bahwa mata Boruto dikenal dengan nama Jōgan (浄眼, har. "Mata Murni") dan bahwa kekuatan mata tersebut berkaitan dengan Byakugan dan kemampuan Naruto untuk mendeteksi perasaan dan hawa negatif. Namun, juru animasi tersebut menahan diri untuk tidak menjelaskan lebih lanjut karena Jōgan akan dijelaskan nanti di dalam seri.[11]

Dalam beberapa halaman awal dari bab pertama Boruto: Naruto Next Generations, pertemuan antara Boruto remaja dengan Kawaki di masa depan diperlihatkan secara singkat dalam bentuk padahan.[12] Tujuannya adalah untuk menjaring penggemar baru sehingga mereka dapat menantikan pertarungan ini, karena peristiwa ini memiliki nuansa kekacauan.[3] Pertempuran melawan Kawaki justru diperlihatkan pada bab pertama—bukannya pertempuran Sasuke menghadapi Kinshiki Otsutsuki dari film Boruto, dalam rangka membentuk dampak yang berbeda di antara kalangan penggemar meskipun memiliki jalan cerita yang sama. Desain Boruto saat remaja pertama kali digambar dalam waktu singkat. Sebagai hasilnya, Mikio Ikemoto menyatakan bahwa ketika cerita Boruto sudah mencapai titik ini, desain awal Boruto mungkin akan berubah.[8]

Karena para staf dari anime Naruto menggambarkan sosok Naruto dan Sasuke sebagai "karakter legendaris", para pengembang anime dari studio Pierrot mencoba untuk berhati-hati dalam menggambarkan sosok Boruto dan kawan-kawannya, atau lebih dikenal dengan "generasi baru", sebagai para tokoh protagonis yang baru. Mereka juga berniat untuk membiarkan generasi baru berkembang dengan cara yang sama seperti generasi sebelumnya.[13] Namun, Kishimoto khawatir perihal bagaimana Boruto dan teman-temannya bisa menyamai tingkat kekuatan Naruto dan Sasuke karena menurutnya hal ini repetitif.[14]

Pengisi suara[sunting | sunting sumber]

Yūko Sanpei dan Amanda C. Miller, para pemeran yang mengisi suara Boruto Uzumaki dalam bahasa Jepang dan Inggris, secara berurutan

Dalam versi bahasa Jepang, suara Boruto diisi oleh Kokoro Kikuchi dalam film The Last sebagai balita; untuk film dan anime Boruto, suaranya diisi oleh Yūko Sanpei.[15][16][17] Sanpei telah menjadi penggemar seri manga Naruto sejak masih muda. Ketika merefleksikan dirinya dengan karakter Naruto Uzumaki, ia menyebut bahwa ikatan antara dirinya dan Naruto semakin kuat ketika mengetahui bahwa ia akan mengisi suara putranya. Sebagai hasilnya, saat tahu bahwa ia mendapatkan peran untuk karakter Boruto, Sanpei membeli seluruh edisi manga Naruto untuk bersiap demi film Boruto, meskipun ia sebenarnya sudah memilikinya.[18] Sanpei berterima kasih atas tawaran untuk posisi ini dan bercanda, menyebut Junko Takeuchi menjadi seorang "ayah" karena ia yang mengisi suara Naruto. Pada awalnya, Sanpei mengakui mengalami kesulitan saat mengisi suara Boruto; saat ia menerima naskah untuk film, ia mulai memahami konsep Boruto sebagai anak laki-laki yang sebenarnya sangat menyayangi ayahnya, dan ini kemudian membantunya untuk mengisi suara Boruto dengan lebih baik.[19] Puas dengan film Boruto, Sanpei meminta Kishimoto untuk membuat satu film baru lagi, namun Kishimoto meminta waktu untuk beristirahat sebelum membuat film baru.[20]

Dalam versi bahasa Inggris, ia disuarakan oleh Maile Flanagan di film The Last: Naruto the Movie sebagai balita dan oleh Amanda C. Miller di film Boruto sebagai anak remaja. Boruto adalah karakter utama perdana yang suaranya pernah diisi oleh Miller. Meskipun ia menikmati pekerjaannya sebagai pengisi suara Boruto untuk bahasa Inggris, ia mengakui mengalami sedikit stres menilik seberapa penting karakter yang diperankannya karena perannya sangat berpengaruh dalam cerita. Miller dan para pemeran pengisi suara Boruto merasa terhormat untuk memerankan para karakter dalam cerita—mengingat besarnya waralaba Naruto.[21]

Penampilan[sunting | sunting sumber]

Boruto adalah seorang anak yang bersekolah di akademi ninja Konoha, mewarisi rambut pendek berwarna pirang dan mata biru dari keluarga ayahnya, dan frasa "Percayalah!" (だってばさ dattebasa). Ia juga mewarisi teknik Jūken (bahasa Indonesia: Tinju Lembut) dari keluarga ibunya meskipun tidak mewarisi Byakugan seperti saudaranya, Himawari Uzumaki. Sama seperti Naruto, Boruto bertingkah jahil untuk mendapatkan perhatian, tetapi untuk alasan yang berbeda. Karena Naruto telah menjadi Hokage (pemimpin Konoha), ia tidak pernah lagi menghabiskan waktu dengan Boruto seperti dulu. Saat Boruto mengotori Monumen Hokage pada bagian epilog dari seri Naruto, ayahnya menghentikannya dan menjelaskan bahwa sebagai Hokage, ia perlu menjaga ketentraman penduduk desa mereka.[22] Boruto muncul untuk durasi singkat dalam seri Naruto: The Seventh Hokage and the Scarlet Spring, ketika ia menitipkan bekal makanan kepada rekannya Sarada Uchiha untuk diberikan ke ayahnya; Sarada sendiri menjadi termotivasi untuk menjadi Hokage setelah hari itu.[23]

Jika versi film dan manga dimulai dengan kisah Boruto setelah kelulusannya dari Akademi Ninja, versi adaptasi anime menunjukkan masa-masanya ketika bersekolah di sana. Sebagai salah satu keturunan Hyuga, memungkinkan Boruto untuk memiliki "Teknik Mata" yang membuatnya dapat menggunakan gaya bertarung Jūken—dan pada saat yang sama juga dapat melihat chakra dari orang-orang yang telah terkontaminasi.[24] Kemampuan ini memungkinkan Boruto untuk memecahkan misteri "Hantu" yang merasuki beberapa penduduk desa bersama teman-temannya dan para ninja dewasa untuk menemukan pelakunya. Boruto dan temannya melakukan perjalanan ke desa Kirigakure, berteman dengan seorang ninja muda bernama Kagura Karatachi sambil menghentikan kudeta oleh mereka yang ingin menghidupkan kembali tradisi Kabut Berdarah mengerikan di desa mereka.[25] Boruto kemudian lulus dan membentuk "Tim 7" yang baru bersama Sarada dan Mitsuki di bawah kepemimpinan Konohamaru Sarutobi.[26][27] Bersama-sama, mereka mulai melakukan beberapa misi ninja.[28][29] Boruto juga tampil dalam dua animasi video asli, menceritakan saat ia secara tidak langsung membuat ayahnya pingsan setelah ia tidak sengaja merobek boneka Himawari, dan satu lagi di mana Tim Konohamaru dikirim untuk menghentikan pencuri yang tidak terlihat.[30]

Dalam Boruto: Naruto the Movie, dan cerita setelahnya, Boruto mengikuti Ujian Chunin dan secara bertahap menjadi frustrasi terhadap Naruto yang lebih mementingkan desa daripada keluarganya.[31] Boruto akhirnya bertemu sahabat terbaik sekaligus saingan ayahnya, Sasuke Uchiha—yang juga merupakan ayah Sarada, dan diangkat menjadi muridnya setelah belajar menggunakan Rasengan dan secara tidak sengaja menciptakan variasi baru dari jurus tersebut. Namun ketika ujian dimulai, Boruto berbuat curang pada tahap kedua dengan menggunakan alat ninja karena kurangnya pelatihan dan kecakapan dalam kemampuan tradisional. Setelah didiskualifikasi oleh ayahnya, Boruto berteriak marah kepada ayahnya sebelum Naruto sendiri ditangkap oleh Momoshiki Otsutsuki sambil melindungi desa mereka dari serangannya. Boruto menyadari kesalahan dari cara-caranya untuk kemudian bergabung dengan Sasuke dan para Kage untuk menyelamatkan Naruto. Dengan bantuan Naruto dan Sasuke, Boruto mengalahkan Momoshiki dengan Rasengan miliknya. Meskipun ia membenci jabatan Hokage, Boruto menegaskan untuk menjadi lebih kuat demi melindungi pemimpin desanya dengan cara yang sama seperti Sasuke, dan memercayakan Sarada untuk menjadi Hokage di masa depan—bukan dirinya sendiri.[31] Boruto juga tampil dalam adaptasi novel dari film,[32] serta bagian omake dari manga Sasuke Uchiha's Sharingan Legend yang menceritakan pelatihannya dengan Sasuke.[33] Tapi seperti yang terungkap dalam manga Boruto: Naruto Next Generations, tangan kanan Boruto dicap oleh Momoshiki yang sedang sekarat dengan "segel" yang dikenal sebagai "Karma" ( Kāma).[34].

Setelah memulihkan diri dari peristiwa melawan Momoshiki, Boruto menjadi pengawal dari putra Penguasa Negara Api, Tentō Madoka, kemudian berteman dengan anak tersebut sembari mengajarkannya ninjutsu.[35][36][37] Boruto kemudian mengetahui keberadaan sekelompok ninja yang dikenal sebagai Kara sementara ia dan timnya bertemu mantan anggota Kara bernama Kawaki, yang menjadi musuhnya sebagaimana terungkap dalam adegan pembuka seri ketika keduanya sudah dewasa dan Boruto secara sadar dapat mengendalikan "Teknik Mata" yang dimilikinya.[12]

Di luar manga dan anime, Boruto juga muncul dalam permainan pertarungan Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm 4, untuk pertama kalinya—hanya pada bagian akhir—dan dapat dimainkan dalam paket ekspansi Road to Boruto.[38] Setelah kekalahan Momoshiki, Boruto dapat bertarung melawan Naruto. Meskipun Boruto kalah, ayahnya menyatakan bahwa ia bangga dengan seberapa keras upaya Boruto dalam mengembangkan keterampilannya, dan pujian ini menyenangkan hati Boruto.[39] Boruto direncanakan untuk muncul dalam permainan video Naruto to Boruto: Shinobi Striker sebagai karakter yang dapat dimainkan,[40] serta Naruto x Boruto: Ninja Voltage.[41] Ia juga tampil dalam novel ringan bertajuk Boruto.[42]

Tanggapan kritikus[sunting | sunting sumber]

Tanggapan kritikus terhadap karakter Boruto pada umumnya beragam. Saat pertama kali melihatnya, Ramsey Isler dari IGN menyebut bahwa ia terlalu mirip dengan ayahnya.[1] Di sisi lain, Andy Hanley dari UK Anime Network mengatakan bahwa meskipun desain dan tindakannya mirip dengan Naruto, Boruto tidak seperti ayahnya dan memiliki kepribadian berbeda. Amy McNulty dari Anime News Network dan Hanley menikmati hubungan Boruto dengan Naruto karena perbedaan pada masa kecil mereka dan mengenai bagaimana aspek ini menjadi fokus dalam film Boruto: Naruto the Movie. McNulty juga menyukai perkembangan Boruto ketika ia khawatir terhadap nasib ayahnya setelah diserang oleh Momoshiki. Ia memuji peran Amanda C. Miller sebagai pengisi suara Boruto versi bahasa Inggris, namun merasa suaranya kadang-kadang terdengar lebih feminim daripada pengisi suara Boruto versi bahasa Jepang.[43][44] Christian Chiok dari Japanator menikmati perkembangan karakter Boruto, hubungannya dengan ayahnya, dan seberapa menyentuh aspek tersebut saat muncul dalam film.[45] Alexandria Hill dari Otaku USA menikmati pertarungan Boruto dengan penjahat dalam film tersebut serta kombinasinya dengan Naruto dan Sasuke.[46] Chris Zimmerman dari DVD Talk menyebut para penulis naskah cukup memahami hubungan Boruto yang buruk dengan ayahnya dan bagaimana hal tersebut membaik selama bagian klimaks dari film.[47] Rebecca Silverman dari Anime News Network memuji para penulis naskah yang berhasil mengembangkan kegelisahan Boruto tanpa memunculkannya sebagai "rengekan remaja" dan bagaimana Sasuke Uchiha memutuskan untuk melatihnya ketika melihat kemiripannya dengan Naruto.[48] Leroy Douresseaux menyukai fakta bahwa karakter Boruto telah mulai berkembang sejak volume kedua dari seri.[49]

McNulty mengekspresikan kesenangannya tentang bagaimana para penonton anime Boruto bisa melihat keseharian Boruto di akademi ninja yang hanya ditampilkan secara singkat di seri Naruto dan mengenai bagaimana Boruto tidak memiliki kelakuan yang sama dengan ayahnya saat masih kecil.[50] Selain menilai bahwa Boruto masih harus bertarung dengan musuh yang dikuasai oleh "bayangan" di anime, penulis dari Anime Now—Sarah Nelkin, menilai bahwa aspek ini lebih ringan daripada aksi yang dilakukan Naruto di seri pertama, seperti pertarungannya melawan Sasuke Uchiha di mana keduanya menjadi teman setelah hampir membunuh satu sama lain.[51] Setelah meningkatnya tensi dari plot cerita pertama dari anime, McNulty memuji pertarungan antara Boruto, Mitsuki, dan Sumire atas kualitas animasinya. Para pengulas juga melihat bagaimana Boruto mewarisi cara ayahnya dalam melihat sisi baik dari musuhnya demi menghindari kekerasan.[52] Sutradara senior dari Viz Media, Kevin Hamric, menyebut Boruto memiliki perbedaan dengan ayahnya seperti tidak adanya niat untuk menjadi pemimpin desa dan justru melakukan kegiatan lain seperti bermain permainan video. Namun, Hamric mengatakan bahwa Boruto pada awalnya memiliki keinginan untuk melampaui ayahnya.[53] Pengisi suara Denki Kaminarimon, Chihiro Ikki, mengatakan bahwa ia menyukai cara Boruto melindungi Denki dari para penindas pada awal dimulainya seri karena ia sendiri pernah ditindas saat masih kecil. Terkait adegan masa depan yang menampilkan desa yang telah hancur, Ikki mengatakan bahwa ia tidak tahu apa yang akan terjadi namun berharap Denki akan ada pada masa depan tersebut untuk membantu Boruto yang sudah dewasa demi melindungi dunia ninja dari para tokoh antagonis yang mengancamnya.[54]

Meskipun perkembangan karakter Boruto dipuji, para kritikus lain sepertinya merasakan hal yang berbeda. Richard Eisenbeis dari Kotaku sangat kritis terhadap perkembangan Boruto, karena ia merasa ikatannya dengan ayahnya pada bagian akhir film Boruto tidak dapat dibayangkan dan terasa lemah.[55] Thais Valdivia dari Hobby Consolas menyatakan bahwa jika para penonton film pada awalnya mungkin tidak menyukai kepribadian Boruto, alur cerita karakternya membantunya menjadi lebih menarik jika ditilik dari pertarungannya bersama Naruto dan Sasuke sebagai salah satu sorotan.[56] Chris Beveridge dari Fandom Post tidak menyukai fokus yang berlebihan antara hubungan Naruto dan Boruto pada bab pertama dari manga Boruto. Meski demikian, ia menikmati adegan yang menampilkan Boruto dewasa melawan karakter yang tidak dikenal.[57] Untuk anime, Beveridge menilai karakterisasi Boruto yang menurutnya lebih unggul daripada versi manganya.[58] Sam Stewart dari IGN merasa kepribadian Boruto "sangat kurang antusias" dan ia menilai ketidaksukaannya kepada ayahnya adalah hal yang salah, serta jalan cerita seperti itu sudah terlalu umum dalam fiksi.[59] Dalam sebuah ulasannya tentang manga, Nick Smith dari ICv2 menilai karakter Boruto sebagai titik terlemah dari seri tersebut karena kepribadiannya yang kontras dengan Naruto di seri Naruto yang asli. Ia juga mengatakan bahwa "intrik-intrik politik dalam struktur kekuasaan di sekitar Naruto dan Boruto justru jadi menarik daripada karakter Boruto itu sendiri" dan sebagai hasilnya, Boruto diharapkan untuk berubah dalam bab-bab mendatang untuk membuat seri tersebut menjadi lebih menarik.[60] Namun, Melina Dargis menyukai momen saat Boruto menyadari tujuan ayahnya dan bergabung dengan Sasuke dan para Kage untuk menyelamatkan Naruto. Selain itu, Dargis menyebut bahwa hubungan Boruto yang kurang bagus dengan ayahnya pada awal cerita—begitu pula saat ia menggunakan teknologi dalam pertarungan, merefleksikan para penonton masa modern yang mungkin bisa lebih mengerti karakternya.[61] Selama karakternya berkembang, Stewart menikmati sifat Boruto karena kepribadiannya yang kekanak-kanakan ketika ia mulai bertindak sebagai pahlawan dari sebuah film laga yang baru saja ditontonnya, dan justru membuat keluarganya khawatir. Selain itu, Stewart juga menyukai "Teknik Mata" misterius Boruto yang mulai mengambil referensi dari film Naruto sebelumnya.[62] Ketika membandingkan ciri-ciri Boruto dengan para karakter utama dari seri manga lainnya, McNulty merasa bahwa perkembangan Boruto sepanjang seri anime membantu karakternya untuk lebih mudah disukai.[63] Para penonton film bioskop Boruto diberikan dua jenis kipas yang salah satu di antaranya menggunakan gambar Boruto dan Naruto.[64] Seluruh pakaian Boruto juga dijual sebagai pernak-pernik.[65]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Isler, Ramsey (November 14, 2014). "Naruto manga finale (chapter 699-700)". IGN. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 17, 2016. Diakses tanggal June 16, 2017. 
  2. ^ a b c "「Boruto -Naruto The Movie-」剧场版上映前特别节目". AC Fun. 5 Agustus 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 9 Juni 2017. 
  3. ^ a b "Jump Festa 2017 Interview – Masashi Kishimoto And The Future Of Boruto: Naruto Next Generations!". Otakukart. 31 Januari 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 2 Mei 2017. 
  4. ^ "『NARUTO』から『ボルト』へ!岸本斉史が来年夏公開の新作映画を発表". Walker Plus (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 30 Januari 2017. 
  5. ^ Aoki, Deb (14 Oktober 2015). "Masashi Kishimoto at New York Comic-con The Anime News Network Interview". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Januari 2017. Diakses tanggal 7 Juni 2017. 
  6. ^ Boruto: Naruto the Movie (DVD). 2015.  studio: Pierrot.
  7. ^ "Interview with Boruto Anime Director Hiroyuki Yamashita 2017". Spiralling Sphere. 14 Agustus 2017. Diakses tanggal 1 November 2017. 
  8. ^ a b "Le manga de la semaine: Mikio Ikemoto commente Boruto, le spin-off de Naruto". BFMTV (dalam bahasa Prancis). 6 Juli 2018. Diakses tanggal 15 Januari 2018. 
  9. ^ NARUTO -ナルト- 秘伝・在の書 オフィシャルムービーBOOK [Naruto Secret: Scroll of Country Official Moviebook] (dalam bahasa Jepang). Shueisha. 2015. hlm. 42. 
  10. ^ "ナルトの息子・ボルトが主人公の"完全新作映画"が岸本斉史製作総指揮で来年公開!" [Naruto's son · Boruto is the main character of a "Completely New Movie" by Masashi Kishimoto to be released next year!]. Cinema Cafe (dalam bahasa Jepang). 6 Desember 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Juni 2017. Diakses tanggal 9 Juni 2017. 
  11. ^ "顺便补一个". Weibo (dalam bahasa Jepang). 13 Juli 2017. Diakses tanggal 18 Juli 2017. 
  12. ^ a b Kishimoto, Masashi; Ikemoto, Mikio; Morimoto, Mari (2017). Boruto: Naruto Next Generations. 1. Viz Media. hlm. 5; 8–10. ISBN 9781421592114. OCLC 962009375. 
  13. ^ "Interview with Boruto: Naruto Next Generations anime's chief director, Noriyuki Abe". Monthly Animedia. 2017. 
  14. ^ "Masashi Kishimoto Talks About Boruto Manga, Naruto, Hinata & Sakura's Relationship Full 2017 Interview". Spiralling Sphere. 31 Januari 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Juni 2017. Diakses tanggal 13 Juli 2017. 
  15. ^ "Voice(s) of Boruto Uzumaki". Behind The Voice Actors. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 9 Juni 2017. 
  16. ^ Nelkin, Sarah (6 April 2015). "Boruto -Naruto the Movie- Sequel's Cast Briefly Listed on Poster". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 April 2015. Diakses tanggal 6 April 2015. 
  17. ^ Sherman, Jennifer (23 Februari 2017). "Boruto: Naruto Next Generations Anime Reveals More Cast, Staff". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 9 Juni 2017. 
  18. ^ "TVアニメ『Boruto-ボルト-』が第2クールに突入!三瓶由布子さん、木島隆一さん、小野賢章さんの"スリーマンセル"がアニメの魅力を語る!!". Anima Times. 5 Juli 2017. Diakses tanggal 1 Desember 2017. 
  19. ^ "Interview with the voice actors for Boruto: Naruto the Movie". Monthly Animedia. Gakken Publishing. 2015. 
  20. ^ Loo, Egan (28 Juni 2015). "Naruto Creator on Being Asked for Sequel: 'Please Let Me Rest Now'". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 25 Juni 2017. 
  21. ^ "San Diego Comic-Con 2017 {Boruto, Sarada, & Mitsuki english voice actors} ~Shonen Jump Panel~". Youtube. 24 Juli 2017. Diakses tanggal 16 Januari 2018. 
  22. ^ Kishimoto, Masashi (2015). "Chapter 700". Naruto. 72. Viz Media. ISBN 978-1-4215-8284-9. 
  23. ^ Kishimoto, Masashi (8 Agustus 2015). NARUTO―ナルト― 外伝 ~七代目火影と緋色の花つ月~ [Naruto: The Seventh Hokage and the Scarlet Spring]. Shueisha. ISBN 978-1-4215-1407-9. 
  24. ^ "The Dream's Revelation". Boruto: Naruto Next Generations. Studio Pierrot. 24 Mei 2017. 
  25. ^ "Boruto and Kagura". Boruto: Naruto Next Generations. Studio Pierrot. 1 November 2017. 
  26. ^ "A Shinobi's Resolve". Boruto: Naruto Next Generations. Studio Pierrot. 13 Desember 2017. 
  27. ^ "Formation of the Three-Man Squad?". Boruto: Naruto Next Generations. Studio Pierrot. 20 Desember 2017. 
  28. ^ "Team 7: The First Mission". Boruto: Naruto Next Generations. Studio Pierrot. 10 Januari 2018. 
  29. ^ "A Ninja's Job". Boruto: Naruto Next Generations. Studio Pierrot. 24 Januari 2018. 
  30. ^ CyberConnect, Pierrot. Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Trilogy. (Namco Bandai Games). (2017)
  31. ^ a b Boruto: Naruto the Movie (DVD). Viz Video. 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 November 2017. 
  32. ^ "大ヒット公開中の映画『Boruto – Naruto the Movie-』最速ノベライズは本日発売!こちらもお見逃しなく!". Shueisha (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 6 September 2017. 
  33. ^ Taira, Kenji (2015). "Omake". Sasuke Uchiha's Sharingan Legend. Shueisha. 
  34. ^ "Weekly Shonen Jump". No. 321. Viz Media. Mei 2018. 
  35. ^ Kishimoto, Masashi; Ikemoto, Mikio; Morimoto, Mari (2017). "Chapter 12". Boruto: Naruto Next Generations. 4. Shueisha. ISBN 978-4-08-881227-4. 
  36. ^ Kishimoto, Masashi; Ikemoto, Mikio; Morimoto, Mari (2017). "Chapter 14". Boruto: Naruto Next Generations. 4. Shueisha. ISBN 978-4-08-881227-4. 
  37. ^ Kishimoto, Masashi; Ikemoto, Mikio; Morimoto, Mari (2017). "Chapter 15". Boruto: Naruto Next Generations. 4. Shueisha. ISBN 978-4-08-881227-4. 
  38. ^ Kollar, Philip (14 September 2016). "This is the final Naruto: Ultimate Ninja game". Polygon. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 September 2016. Diakses tanggal 15 September 2016. 
  39. ^ CyberConnect2. Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm 4 Road to Boruto. (2016) "Naruto: Boruto. Mari bertarung lagi kapan-kapan. / Boruto: Yes! Ayah memujiku! Hah hah hah!"
  40. ^ "Naruto to Boruto: Shinobi Striker Reveals Boruto And A Glimpse Of Character Creation". Siliconera. 3 Agustus 2017. Diakses tanggal 3 Agustus 2017. 
  41. ^ "Naruto x Boruto: Ninja Voltage coming west". Gematsu. 22 Agustus 2017. Diakses tanggal 20 Oktober 2017. 
  42. ^ "TVアニメと連動した忍者学校での物語を小説化!『Boruto -ボルト- -Naruto Next Generations- Novel 1』本日発売!". Shueisha (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Juni 2017. Diakses tanggal 15 Juni 2017. 
  43. ^ McNulty, Amy (5 Oktober 2015). "Boruto -Naruto the Movie-". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Desember 2016. 
  44. ^ Hanley, Andy. "Anime Review: Boruto: Naruto the Movie (Theatrical screening)". UK Anime Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Oktober 2016. Diakses tanggal 22 Oktober 2016. 
  45. ^ Chiok, Christian (22 Oktober 2015). "Boruto: Naruto the Movie". Japanator. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Juli 2016. Diakses tanggal 20 Mei 2017. 
  46. ^ Hill, Alexandria (8 Oktober 2015). "Boruto: Naruto the Movie Review". Otaku USA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 September 2016. Diakses tanggal 20 Mei 2017. 
  47. ^ Zimmerman, Chris (28 Maret 2017). "Boruto - Naruto the Movie (Blu-ray)". DVD Talk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 18 Mei 2017. 
  48. ^ McNulty, Amy; Silverman, Rebecca (30 Mei 2017). "The Spring 2017 Manga Guide Boruto Vol. 1". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 1 Juni 2017. 
  49. ^ Douresseaux, Leroy (24 September 2017). "Boruto: Naruto Next Generations Volume 2 manga review". Comic Book Bin. Diakses tanggal 20 Oktober 2017. 
  50. ^ McNulty, Amy (5 April 2017). "Boruto: Naruto Next Generations Episode 1". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 April 2017. Diakses tanggal 6 Juni 2017. 
  51. ^ "Boruto Is Basically What Naruto Would've Looked Like if the World Had Been at Peace". Anime Now. 16 Mei 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 7 Juni 2017. 
  52. ^ McNulty, Amy (5 Juli 2017). "Boruto: Naruto Next Generations Episode 14". Anime News Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Juli 2017. Diakses tanggal 5 Juli 2017. 
  53. ^ Greipp, Milton (27 Februari 2017). "ICV2 Interview: Viz Media's Kevin Hamric". ICv2. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Maret 2017. Diakses tanggal 13 Juli 2017. 
  54. ^ Kouchi, Kanako. "An Interview With Chihiro Ikki, The Voice of Denki Kaminarimon from Boruto: Naruto Next Generations". Manga Tokyo. Diakses tanggal 15 Maret 2018. 
  55. ^ Eisenbeis, Richard (8 November 2015). "In the Boruto Movie, Naruto Is a Terrible Father". Kotaku. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Agustus 2015. Diakses tanggal 7 Juni 2017. 
  56. ^ "Boruto: Naruto the Movie - Crítica". Hobby Consolas (dalam bahasa Spanyol). 19 Juni 2016. Diakses tanggal 5 November 2017. 
  57. ^ Beveridge, Chris (10 Mei 2016). "Boruto Chapter #1 Manga Review". The Fandom Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 1 Juni 2017. 
  58. ^ Beveridge, Chris (5 April 2017). "Boruto: Naruto Next Generations Episode #02 Anime Review". The Fandom Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 2 Juni 2017. 
  59. ^ Stewart, Sam (5 April 2017). "Boruto: Naruto Next Generations Episode #01 Anime Review". IGN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 6 Juni 2017. 
  60. ^ Smith, Nick (9 Mei 2017). "Review: 'Boruto' Vol. 1 TP (Manga)". ICv2. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Juli 2017. Diakses tanggal 9 Juli 2017. 
  61. ^ Dargis, Melina (16 Oktober 2016). "Boruto Vol. #02 Manga Review". The Fandom Post. Diakses tanggal 18 Oktober 2017. 
  62. ^ Stewart, Sam (25 Mei 2017). "Boruto: Naruto Next Generations Episode 8: "The Dream's Revelation" Review". IGN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2017. Diakses tanggal 1 Juni 2017. 
  63. ^ McNulty, Amy (8 November 2017). "Boruto: Naruto Next Generations Episodes 31-32". Anime News Network. Diakses tanggal 4 Februari 2018. 
  64. ^ Loo, Egan (28 Juli 2015). "Naruto Creator on Being Asked for Sequel: 'Please Let Me Rest Now'". Anime News Network. Diakses tanggal 18 Oktober 2017. 
  65. ^ Trilica, Martina. "Boruto Recommends: Boruto – Naruto Next Generations Shinobi Jacket". Manga Tokyo. Diakses tanggal 11 Desember 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]