Pengangguran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Statistik pengangguran[sunting | sunting sumber]

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jumlah pengangguran biasanya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta tidak didukung oleh tersedianya lapangan kerja baru atau keengganan untuk menciptakan lapangan kerja (minimal) untuk dirinya sendiri atau memang tidak memungkinkan untuk mendapatkan lapangan kerja atau tidak memungkinkan untuk menciptakan lapangan kerja. Sebenarnya, kalau seseorang menciptakan lapangan kerja, menciptakan lapangan kerja (minimal) untuk diri sendiri akan berdampak positif untuk orang lain juga, misalnya dari sebagian hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk membantu orang lain walau sedikit saja.

Jenis pengangguran[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan jam kerja[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:

  • Pengangguran terselubung (disguised unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Pengangguran setengah menganggur (under unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Berdasarkan penyebab terjadinya[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 9 macam:

  • Pengangguran friksional (frictional unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan adanya kesulitan mempertemukan antara pihak yang membutuhkan tenaga kerja dengan pihak yang memiliki tenaga kerja (angkatan kerja).
  • Pengangguran struktural (Structural unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
  • Pengangguran teknologi (Technology unemployment) adalah pengangguran yang disebabkan perkembangan/pergantian teknologi. Perubahan ini dapat menyebabkan pekerja harus diganti untuk bisa menggunakan teknologi yang diterapkan.
  • Pengangguran kiknikal adalah pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada. Contoh penyebabnya, karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya beli produk oleh masyarakat menurun.
  • Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim. Umumnya pada bidang pertanian dan perikanan. Contohnya adalah para petani dan nelayan.
  • Pengangguran setengah menganggur adalah pengangguran di saat pekerja yang hanya bekerja di bawah jam normal (sekitar 7-8 jam per hari).
  • Pengangguran keahlian adalah pengangguran yang disebabkan karena tidak adanya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian. Pengangguran jenis ini disebut juga pengangguran tidak kentara dikarenakan mempunyai aktivitas berdasarkan keahliannya tetapi tidak menerima uang. Contohnya adalah anak sekolah (siswa) atau mahasiswa. Mereka adalah ahli pencari ilmu, tetapi mereka tidak menghasilkan uang dan justru harus mengeluarkan uang atau biaya, misalnya harus membeli paket buku LKS atau membayar biaya kursus yang diselenggarakan oleh sekolahnya sendiri. Contoh lainnya adalah (misalnya) seorang pelatih pencak silat yang tidak meminta gaji dari organisasinya. Pengangguran tidak kentara ini, juga bisa disebut sebagai pengangguran terselubung.
  • Pengangguran total adalah pengangguran yang benar-benar tidak mendapat pekerjaan, karena tidak adanya lapangan kerja atau tidak adanya peluang untuk menciptakan lapangan kerja.
  • Pengangguran unik adalah pekerja yang menerima gaji secara rutin tanpa pemotongan, tetapi di tempat kerjanya hanya sering diisi dengan bercerita sesama pekerja karena minimnya pekerjaan yang harus dikerjakan. Hal ini disebabkan karena tempat kerjanya kelebihan tenaga kerja. Pengecualian untuk pegawai atau petugas pemadam kebakaran atau penanggulangan bencana alam. Pegawai atau petugas seperti demikian tenaganya harus disimpan dan dipersiapkan secara khusus jika ada pelatihan atau simulasi atau harus diterjunkan pada situasi sebenarnya.

Penyebab pengangguran[sunting | sunting sumber]

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu proses pembangunan.

Akibat pengangguran[sunting | sunting sumber]

Bagi perekonomian negara[sunting | sunting sumber]

  1. Penurunan pendapatan perkapita.
  2. Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak.
  3. Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.
  4. Dapat menambah hutang negara.

Bagi masyarakat[sunting | sunting sumber]

  1. Pengangguran merupakan beban psikologis dan psikis.
  2. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan, karena tidak digunakan apabila tidak bekerja.
  3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik

Peringkat negara berdasar tingkat pengangguran[sunting | sunting sumber]

Tingkat pengangguran di dunia, semakin biru semakin bagus

Ranking
berdasarkan
entitas
Entitas Tingkat
pengangguran
(%)
Sumber / tanggal dari
informasi
1 Bendera Andorra Andorra 0.00 perkiraan 1996.
1 Bendera Monako Monako 0.00 2005
1 Bendera Pulau Norfolk Pulau Norfolk (Australia) 0.00
4 Bendera Guernsey Guernsey (Britania Raya) 0.90 Maret 2006 est.
5 Bendera Azerbaijan Azerbaijan 1.20 perkiraan 2006 .
6 Bendera Islandia Islandia 1.30 perkiraan 2006 .
6 Bendera Liechtenstein Liechtenstein 1.30 September 2002
8 Bendera Pulau Man Pulau Man (Britania Raya) 1.50 perkiraan Desember 2006
9 Bendera Belarus Belarus 1.60 2005
10 Bendera Vanuatu Vanuatu 1.70 1999
11 Bendera Kuba Kuba 1.90 perkiraan 2006 .
12 Bendera Gibraltar Gibraltar (Britania Raya) 2.00 perkiraan 2001 .
12 Bendera Kiribati Kiribati 2.00 perkiraan 1992.
12 Bendera Vietnam Vietnam 2.00 perkiraan 2006.
12 Bendera Papua Nugini Papua Nugini 2.00 2004
16 Bendera Bermuda Bermuda 2.10 perkiraan 2004.
16 Bendera Thailand Thailand 2.10 perkiraan 2006.
16 Bendera Kepulauan Faroe Kepulauan Faroe (Denmark) 2.10 2006
19 Bendera Jersey Jersey (Britania Raya) 2.20 perkiraan 2006.
19 Bendera Kuwait Kuwait 2.20 perkiraan 2004.
21 Bendera Uni Emirat Arab Uni Emirat Arab 2.40 2001
21 Bendera Laos Laos 2.40 perkiraan 2005.
23 Bendera Bangladesh Bangladesh 2.50 perkiraan 2006.
23 Bendera Bhutan Bhutan 2.50 2004
23 Bendera Kamboja Kamboja 2.50 perkiraan 2000.
26 Bendera Singapura Singapura 2.70 perkiraan 2006.
26 Bendera Ukraina Ukraina 2.70 2006
28 Bendera Britania Raya Britania Raya 2.90 perkiraan 2006.
29 Bendera Uzbekistan Uzbekistan 3.00 2006
30 Bendera Guatemala Guatemala 3.20 perkiraan 2005.
30 Bendera Qatar Qatar 3.20 perkiraan 2006.
30 Bendera Meksiko Meksiko 3.20 perkiraan 2006.
33 Bendera Korea Selatan Korea Selatan 3.30 perkiraan Desember 2006 .
33 Bendera Mongolia Mongolia 3.30 2005
33 Bendera Swiss Swiss 3.30 perkiraan 2006.
36 Bendera Malaysia Malaysia 3.50 perkiraan 2006.
36 Bendera Norwegia Norwegia 3.50 perkiraan 2006.
38 Bendera Kepulauan Virgin Britania Raya Kepulauan Virgin Britania Raya (Britania Raya) 3.60 1997
39 Bendera Lituania Lithuania 3.70 perkiraan 2006.
40 Bendera Denmark Denmark 3.80 perkiraan 2006.
41 Bendera Nikaragua Nikaragua 3.80 perkiraan 2006.
42 Bendera Selandia Baru Selandia Baru 3.80 perkiraan 2006.
43 Bendera San Marino San Marino 3.80 2004
44 Bendera Kepulauan Mariana Utara Kepulauan Mariana Utara (Amerika Serikat) 3.90 2001
45 Bendera Republik Tiongkok Taiwan 3.90 perkiraan 2006.
46 Bendera Brunei Brunei Darussalam 4.00 2006
47 Bendera Jepang Jepang 4.10 perkiraan 2006.
48 Bendera Makau Makau (Tiongkok) 4.10 2005
49 Bendera Luksemburg Luksemburg 4.10 perkiraan 2006.
50 Bendera Republik Rakyat Tiongkok China 4.20 2005
51 Bendera Palau Palau 4.20 perkiraan 2005.
52 Bendera Republik Irlandia Irlandia 4.30 perkiraan 2006.
53 Bendera Kepulauan Cayman Kepulauan Cayman (Britania Raya) 4.40 2004
54 Bendera Estonia Estonia 4.50 2006
55 Bendera Saint Kitts dan Nevis Saint Kitts dan Nevis 4.50 1997
56 Bendera Amerika Serikat Amerika Serikat 4.80 perkiraan 2006.
57 Bendera Australia Australia 4.90 perkiraan 2006.
58 Bendera Austria Austria 4.90 perkiraan 2006.
59 Bendera Hong Kong Hong Kong (Tiongkok) 4.90 perkiraan 2006.
60 Bendera Namibia Namibia 5.30 perkiraan 2006.
61 Bendera Siprus Siprus 5.50
62 Bendera Belanda Belanda 5.50 perkiraan 2006.
63 Bendera Siprus Siprus 5.60
64 Bendera Swedia Swedia 5.60 perkiraan 2006.
65 Bendera Nigeria Nigeria 5.80 perkiraan 2006.
66 Bendera El Salvador El Salvador 6.00 perkiraan 2006.
67 Bendera Montserrat Montserrat (Britania Raya) 6.00 perkiraan 1998.
68 Bendera Rumania Romania 6.10 perkiraan 2006.
69 Bendera Kepulauan Virgin Amerika Serikat Kepulauan Virgin (Amerika Serikat) 6.20 2004
70 Bendera Kanada Kanada 6.40 perkiraan 2006.
71 Bendera Latvia Latvia 6.50 perkiraan Desember 2006.
72 Bendera Pakistan Pakistan 6.50 perkiraan 2006.
73 Bendera Kosta Rika Kosta Rika 6.60 perkiraan 2006.
74 Bendera Rusia Rusia 6.60 perkiraan 2006.
75 Bendera Italia Italia 6.80 perkiraan 2006.
76 Bendera Malta Malta 6.80 perkiraan 2005.
77 Bendera Aruba Aruba (Belanda) 6.90 perkiraan 2005 .
78 Bendera Finlandia Finlandia 7.00 perkiraan 2006.
79 Bendera Trinidad dan Tobago Trinidad dan Tobago 7.00 perkiraan 2006.
80 Bendera Jerman Jerman 7.10 perkiraan 2006.
81 Bendera Peru Peru 7.20 perkiraan 2006.
82 Bendera Moldova Moldova 7.30 perkiraan 2005.
83 Bendera Armenia Armenia 7.40 perkiraan November 2006.
84 Bendera Kazakhstan Kazakhstan 7.40 perkiraan 2006.
85 Bendera Hongaria Hungaria 7.40 perkiraan 2006 .
86 Bendera Sri Lanka Sri Lanka 7.60 perkiraan 2006.
87 Bendera Portugal Portugal 7.60 perkiraan 2006
88 Bendera Israel Israel 7.60 perkiraan Januari 2007.
89 Bendera Fiji Fiji 7.60 1999
90 Bendera Maroko Maroko 7.70 perkiraan 2006 .
91 Bendera Bolivia Bolivia 7.80 perkiraan 2006 .
92 Bendera India India 7.80 perkiraan 2006 .
93 Bendera Chili Chili 7.80 2006
94 Bendera Filipina Filipina 7.90 perkiraan 2006.
95 Bendera Anguilla Anguilla (Britania Raya) 8.00 2002
96 Bendera Afrika Tengah Republik Afrika Tengah 8.00 perkiraan 2001 .
97 Bendera Belgia Belgia 8.10 perkiraan 2006.
98 Bendera Spanyol Spanyol 8.10 perkiraan Oktober 2006.
99 Bendera Ceko Ceko 8.40 perkiraan 2006 .
Bendera Eropa Uni Eropa 8.50 perkiraan 2006 .
100 Bendera Perancis Perancis 8.70 perkiraan Desember 2006 .
101 Bendera Panama Panama 8.80 perkiraan 2006.
102 Bendera Venezuela Venezuela 8.90 perkiraan Oktober 2006 .
103 Bendera Yunani Yunani 9.20 perkiraan 2006 .
104 Bendera Greenland Greenland (Denmark) 9.30 perkiraan 2005 .
105 Bendera Belize Belize 9.40 2006
106 Bendera Paraguay Paraguay 9.40 perkiraan 2005.
107 Bendera Mauritius Mauritius 9.40 perkiraan 2006 .
108 Bendera Suriname Suriname 9.50 2004
109 Bendera Brazil Brasil 9.60 perkiraan 2006 .
110 Bendera Bulgaria Bulgaria 9.60 perkiraan 2006 .
111 Bendera Slovenia Slovenia 9.60 perkiraan 2006 .
112 Bendera Kepulauan Turks dan Caicos Kepulauan Turks dan Caicos (Britania Raya) 10.00 perkiraan 1997.
113 Bendera Argentina Argentina 10.20 perkiraan kuartal ketiga, 2006 .
114 Bendera Turki Turki 10.20 perkiraan 2006.
115 Bendera Slowakia Slowakia 10.20 perkiraan 2006.
116 Bendera Myanmar Myanmar 10.20 perkiraan 2006.
117 Bendera Bahama Bahama 10.20 perkiraan 2005 .
118 Bendera Mesir Mesir 10.30 perkiraan 2006.
119 Bendera Saint Pierre dan Miquelon Saint Pierre dan Miquelon (Perancis) 10.30 1999
120 Bendera Ekuador Ekuador 10.60 perkiraan 2006.
121 Bendera Barbados Barbados 10.70 perkiraan 2003 .
122 Bendera Uruguay Uruguay 10.80 perkiraan 2006.
123 Bendera Antigua dan Barbuda Antigua dan Barbuda 11.00 perkiraan 2001 .
124 Bendera Kolombia Kolombia 11.10 perkiraan 2006.
125 Bendera Jamaika Jamaika 11.30 perkiraan 2006 .
126 Bendera Guam Guam (Amerika Serikat) 11.40 perkiraan 2002 .
127 Bendera Polinesia Perancis Polinesia Perancis (Perancis) 11.70 2005
128 Bendera Niue Niue (Selandia Baru) 12.00 2001
129 Bendera Tajikistan Tajikistan 12.00 perkiraan 2004.
130 Bendera Puerto Riko Puerto Riko (Amerika Serikat) 12.00 2002
131 Bendera Grenada Grenada 12.50 2000
132 Bendera Suriah Suriah 12.50 perkiraan 2005 .
133 Bendera Indonesia Indonesia 12.50 perkiraan 2006 .
134 Bendera Georgia Georgia 12.60 perkiraan 2004.
135 Bendera Pantai Gading Pantai Gading 13.00 1998
136 Bendera Arab Saudi Arab Saudi 13.00 perkiraan 2004 .
137 Bendera Tonga Tonga 13.00 perkiraan Tahun anggaran 03/04 .
138 Bendera Kepulauan Cook Kepulauan Cook (Selandia Baru) 13.10 2005
139 Bendera Albania Albania 13.80 perkiraan September 2006 .
140 Bendera Tunisia Tunisia 13.90 perkiraan 2006 .
141 Bendera Saint Helena Saint Helena (Britania Raya) 14.00 perkiraan 1998.
142 Bendera Mali Mali 14.60 perkiraan 2001.
143 Bendera Polandia Polandia 14.90 perkiraan November 2006.
144 Bendera Bahrain Bahrain 15.00 perkiraan 2005 .
145 Bendera Oman Oman 15.00 perkiraan 2004 .
146 Bendera Iran Iran 15.00 perkiraan 2007 .
147 Bendera Saint Vincent dan Grenadine Saint Vincent dan Grenadines 15.00 perkiraan 2001.
148 Bendera Wallis dan Futuna Wallis and Futuna (Perancis) 15.20 2003
149 Bendera Yordania Yordania 15.40 perkiraan 2006 .
150 Bendera Aljazair Aljazair 15.70 perkiraan 2006.
151 Bendera Republik Dominika Republik Dominika 16.00 perkiraan 2006.
152 Bendera Antillen Belanda Antillen Belanda (Belanda) 17.00 perkiraan 2002.
153 Bendera Kaledonia Baru Kaledonia Baru (Perancis) 17.10 2004
154 Bendera Kroasia Kroasia 17.20 perkiraan 2006 .
155 Bendera Kirgizstan Kirgizstan 18.00 perkiraan 2004.
156 Bendera Sudan Sudan 18.70 perkiraan 2002 .
157 Bendera Komoro Komoro 20.00 perkiraan 1996 .
158 Bendera Ghana Ghana 20.00 perkiraan 1997.
159 Bendera Lebanon Lebanon 20.00 perkiraan 2006.
160 Bendera Saint Lucia Saint Lucia 20.00 perkiraan 2003.
161 Bendera Mauritania Mauritania 20.00 perkiraan 2004.
162 Bendera Negara Palestina Jalur Gaza 20.30 2005
163 Bendera Negara Palestina Tepi Barat (Israel) 20.30 2005
164 Bendera Tanjung Verde Tanjung Verde 21.00 perkiraan 2000.
165 Bendera Gabon Gabon 21.00 perkiraan 1997.
166 Bendera Mozambik Mozambik 21.00 perkiraan 1997.
167 Bendera Federasi Mikronesia Mikronesia 22.00 perkiraan 2000.
168 Bendera Dominika Dominika 23.00 perkiraan 2000
169 Bendera Botswana Botswana 23.80 2004
170 Bendera Irak Irak 25.00 perkiraan 2005 .
171 Bendera Mayotte Mayotte (Perancis) 25.40 2005
172 Bendera Afrika Selatan Afrika Selatan 25.50 perkiraan 2006.
173 Bendera Montenegro Montenegro 27.70 2005
174 Bendera Honduras Honduras 27.90 perkiraan 2006.
175 Bendera Samoa Amerika Samoa Amerika (Amerika Serikat) 29.80 2005
176 Bendera Kamerun Kamerun 30.00 perkiraan 2001.
177 Bendera Guinea Khatulistiwa Guinea Khatulistiwa 30.00 perkiraan 1998 .
178 Bendera Libya Libya 30.00 perkiraan 2004 .
The Earth seen from Apollo 17.jpg Bumi 30.00 perkiraan 2006.
179 Bendera Kepulauan Marshall Kepulauan Marshall 30.90 perkiraan 2000.
180 Bendera Serbia Serbia 31.60 perkiraan 2005 .
181 Bendera Yaman Yaman 35.00 perkiraan 2003.
182 Bendera Republik Makedonia Makedonia 36.00 perkiraan September 2006 .
183 Bendera Afganistan Afganistan 40.00 perkiraan 2005 .
184 Bendera Swaziland Swaziland 40.00 perkiraan 2006.
185 Bendera Kenya Kenya 40.00 perkiraan 2001.
186 Bendera Nepal Nepal 42.00 perkiraan 2004 .
187 Bendera Lesotho Lesotho 45.00 2002
188 Bendera Bosnia dan Herzegovina Bosnia and Herzegovina 45.50 perkiraan 31 Desember 2004 .
189 Bendera Senegal Senegal 48.00 perkiraan 2001 .
190 Bendera Djibouti Djibouti 50.00 perkiraan 2004 .
191 Bendera Zambia Zambia 50.00 perkiraan 2000.
192 Bendera Timor Leste Timor Leste 50.00 perkiraan 2001
193 Bendera Kepulauan Cocos (Keeling) Kepulauan Cocos (Keeling) (Australia) 60.00 perkiraan 2000
194 Bendera Turkmenistan Turkmenistan 60.00 perkiraan 2004
195 Bendera Zimbabwe Zimbabwe 80.00 perkiraan 2005
196 Bendera Liberia Liberia 85.00 perkiraan 2003
197 Bendera Nauru Nauru 90.00 perkiraan 2004

Kebijakan-kebijakan pengangguran[sunting | sunting sumber]

Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut:

Cara mengatasi pengangguran struktural[sunting | sunting sumber]

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah:

  • Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.
  • Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan.
  • Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
  • Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.

Cara mengatasi pengangguran friksional[sunting | sunting sumber]

Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:

  • Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.
  • Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.
  • Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.
  • Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
  • Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.

Cara mengatasi pengangguran musiman[sunting | sunting sumber]

Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut:

  • Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain.
  • Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

Cara mengatasi pengangguran siklis[sunting | sunting sumber]

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:

  • Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa.
  • Meningkatkan daya beli masyarakat.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]