Lompat ke isi

Muslimat Nahdlatul Ulama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi perempuan yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Organisasi ini memiliki tekad untuk meningkatkan kualitas perempuan Indonesia dengan menekankan pada pengembangan kecerdasan, keterampilan, dan daya saing. Selain itu, NU bertujuan untuk mempersatukan gerakan kaum perempuan Indonesia, khususnya perempuan Islam Ahlusunnah Waljama'ah. Organisasi ini aktif dalam berbagai bidang, terutama sosial, pendidikan, dan dakwah.[1]

Ny. Djunaisih sebagai perintis organisasi Muslimat NU memiliki gagasan bahwa, “Dalam agama Islam tidak hanya laki-laki saja yang harus dididik berkenaan dengan ilmu agama melainkan perempuan juga harus dan wajib mendapat didikan yang selaras dengan tuntutan dan kehendak agama Islam” (Afif 11). Gagasan tersebut disampaikan dalam pidatonya dalam Kongres NU ke-13 di Menes Banten tahun 1938 yang menjadi cikal bakal lahirnya Muslimat NU (Ma’shum dan Ali Zawawi 110). Meskipun gerakan yang diprakarsai ini sarat dengan pengaruh tradisi dan budaya patriarki tetapi kaum perempuan pada masa itu berhasil bangkit dan menyuarakan pentingnya perempuan berorganisasi dan berperan aktif tidak hanya di wilayah domestik.[2]

Berdirinya organisasi Mulimat NU tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial-politik yang berkembang pada masa tersebut. Antara tahun 1920 hingga 1940, negara-negara di kawasan Asia Tenggara mengalami kebangkitan semangat perlawanan terhadap penjajahan yang menguasai wilayah mereka. Di Indonesia, gerakan ini tecermin dalam kesatuan pemuda yang berusaha mengobarkan semangat kemerdekaan, yang kemudian terwujud dalam pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.

Muslimat NU pada awalnya dikenal dengan nama NOM (Nahdlatoel Oelama Moeslimat),[3] yang kemudian mengadakan rapat umum NOM pada Kongres NU ke-14 yang diselenggarakan di Magelang pada tahun 1939. Pada kesempatan tersebut, enam perempuan yang mewakili sejumlah daerah hadir untuk menyampaikan gagasan-gagasannya. Mereka adalah Ny. Saodah dan Ny. Gan Antang dari Bandung, Ny. Badriyah dari Wonosobo, Ny. Sulimah dari Banyumas, Ny. Istiqomah dari Parakan, dan Ny. Alfiyah dari Kroya Cilacap. Inti dari pidato yang disampaikan oleh perempuan-perempuan NU tersebut adalah pentingnya pergaulan dalam perkumpulan untuk mendukung peran vital para perempuan, mengingat mereka memegang peran yang sangat penting dalam mencerdaskan bangsa. Oleh karena itu, mereka mengusulkan perlunya pembentukan organisasi perempuan dalam kerangka Organisasi Islam Tradisional tersebut (Aboebakar, 615).[2]

Untuk mewujudkan organisasi Muslimat NU, sering kali terjadi perdebatan yang sengit di antara tokoh-tokoh NU (Natsir, 22). Hal ini disebabkan oleh ciri khas organisasi NU yang dikenal dengan ketradisionalannya, yang cenderung patriarkal dalam memperlakukan perempuan. Pada masa itu, pandangan yang berlaku di kalangan sebagian tokoh NU, khususnya para ulama, sering kali menolak kehadiran perempuan di pentas organisasi dengan alasan syar’i (Ma’sum & Zawawi, 70). Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa waktu yang dibutuhkan untuk melahirkan Muslimat NU sangatlah panjang. Namun, beberapa kiai yang memiliki pemahaman tentang kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan, seperti K.H. Muhammad Dahlan, memberikan dukungan besar terhadap kelahiran Muslimat NU. Ia turut memperjuangkan hak perempuan, yang dibuktikan dengan mendukung istri beliau, Ny. Chadijah Dahlan, untuk menjadi ketua pertama di NUM. Begitu pula dengan K.H. Wahid Hasyim, yang mendukung istrinya untuk berorganisasi dan menduduki posisi kepengurusan di Muslimat NU.[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Dzurotul Qorina, Suwito Eko Pramono, Ibnu Sodiq (Oktober 2015). "Peranan Muslimat dalam Pemberdayaan Perempuan di Bidang Sosial Keagamaan di Batang Tahun 1998-2010". Journal.unnes. hlm. 19. Diakses tanggal 2025-03-21.. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. 1 2 3 Dwi Agustin, Riska (9 November 2016). "Kelahiran Muslimat NU Sebagai Gerakan Perempuan Muslim di Indonesia". jurnalperempuan: akses 2025-03-21.
  3. "Mengenal Muslimat NU dan Sejarah Kelahirannya". jateng.nu. 10 Juni 2023. Diakses tanggal 2025-03-21..