Fenrir Greyback

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Fenrir Greyback adalah salah satu tokoh antagonis dalam serial fiksi Harry Potter. Diceritakan bahwa pada dasarnya ia adalah manusia serigala yang pernah menggigit Remus Lupin semasa kecilnya sehingga menyebabkan Remus berubah menjadi manusia serigala sampai saat ini. Hal itu dilakukan karena Fenrir mempunyai dendam dengan ayah Remus. Fenrir digambarkan sebagai makhluk yang selalu haus darah, terutama darah anak kecil. Pada serial Harry Potter and the Half-Blood Prince, Fenrir turut serta bersama Pelahap Maut yang lainnya dan juga bersama Draco Malfoy dan Severus Snape dalam usaha mereka untuk membunuh Albus Dumbledore atas perintah Lord Voldemort.

Di Harry Potter dan Relikui Kematian, Greyback berperan sebagai anggota Snatchers (Pencopet), dan bersama dengan Scabior, ia menemukan Harry, Ron, dan Hermione di kemah mereka saat ia menggunakan nama Voldemort setelah nama itu dibuat Tabu. Namun, dalam versi film dikatakan bahwa Xenophillius Lovegood-lah yang menyebut nama Voldemort, saat trio ini berada di rumahnya. Greyback, Scabior, dan para Snatcher dikalahkan oleh Bellatrix Lestrange setelah diskusi singkat tentang siapa yang harus diberi hadiah untuk penangkapan Harry Potter dan teman-temannya, dan hanya Greyback yang tetap sadarkan diri. Bellatrix berjanji padanya untuk membawa Hermione sebagai balasan jasanya, tetapi para tahanan berhasil kabur dari Malfoy Manor. Di pertempuran terakhir di Hogwarts, Hermione melindungi Lavender Brown yang tidak sadarkan diri dari serangannya dan ia menjadi tidak sadarkan diri karena serangan bola kristal dari Professor Trelawney. Tetapi dalam versi film diceritakan bahwa ia telah membunuh Lavender sebelum Hermione menghantamnya dengan sebuah mantra yang mengakibatkan ia terlempar keluar jendela Hogwarts, menewaskannya seketika. Dalam versi buku ia kembali bergabung dalam pertarungan pada saat-saat terakhir Pelahap Maut, saat Ron Weasley dan Neville Longbottom bersama-sama memingsankannya.