Makhluk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Makhluk adalah sebuah kata serapan dari bahasa Arab yang berarti "yang diciptakan", sebagai lawan kata Kholik —"yang menciptakan." Secara umum, kata ini merujuk pada organisme hidup yang diciptakan oleh Tuhan. Selain itu, "makhluk" juga dapat merujuk pada:

Makhluk menurut Islam[sunting | sunting sumber]

Menurut syariat Islam, makhluk yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah pena (القلم, al-Qalam),[1][2] ia ditugasi untuk menulis semua takdir segala sesuatu sampai datangnya hari kiamat.

Dalam dalil lain dikatakan bahwa makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah adalah air, berdasarkan ayat Quran Surah Hud, yang berbunyi:

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa keberadaan air jauh lebih dulu dari pada keberadaan langit dan bumi. Jadi air lebih tua umurnya dibanding langit dan bumi. Hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi Muhammad yang lain.[3][4]

Kemudian Ibnu Hajar menjelaskan dalam Kitab Fathul Bari bahwa ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut digabungkan dan dikompromikan, makhluk yang pertama diciptakan adalah air, kemudian ‘Arsy kemudian pena. Hadits yang menjelaskan “…pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena.." maksudnya adalah pertama kali setelah adanya air dan 'Arsy.[5]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ “Sesungguhnya mahluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah Al-Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya: Tulislah! Kemudian al-Qalam berkata: Wahai Rabbku, apa yang saya tulis? Allah berfirman: Tulislah taqdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat.” (HR. Abu Dawud [no. 4700], Shahih Abi Dawud [no. 3933], at-Tirmidzi [no. 2155, 3319], Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah [no. 102], al-Ajurry dalam asy-Syari’ah [no.180], Ahmad [V/317], Abu Dawud ath-Thayalisi [no. 577], dari Sahabat ‘Ubadah bin ash-Shamit, hadits ini shahih).
  2. ^ Buku Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, halaman 377, Pustaka Imam asy-Syafi’i, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
  3. ^ Rasulullah saw: “Dialah Allah yang -pada waktu itu– tidak ada sesuatupun selain Dia, sedangkan ‘Arsy-Nya di atas air, lalu Dia menulis di dalam adz-Dzikir segala sesuatu (yang akan terjadi,) lalu Dia menciptakan langit dan bumi”. (HR. Bukhari, no: 2953).
  4. ^ Dikuatkan juga dengan hadist Abdullah bin Amru, bahwasanya rasulullah bersabda: “Allah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Rasulullah menambahkan: ‘...dan ‘Arsy Allah itu berada di atas air.” (HR. Muslim, no: 4797).
  5. ^ Dalam Kitab Fathu al Bari (6/289), Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ayat-ayat dan hadist-hadist tersebut digabung dan dikompromikan, maka hasilnya sebagai berikut: "Makhluq yang pertama kali diciptakan adalah air, kemudian ‘Arsy, kemudian pena. Jadi redaksi hadist di atas '…pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena..' maksudnya adalah pertama kali setelah adanya air dan ‘Arsy…"